You are on page 1of 2

Meraih Untung Di Kolong Rumah

Panggung

Berita

Written by Heni Sulistyawati, Tina Febrianti, Mardiana Dewi, Herni Lumempou

Monday, 30 July 2012 07:45

Model Kawasan
Rumah Pangan
Lestari
merupakan
program utama
Kementrian
Pertanian yang
berbasis pada
pemanfaatan
pekarangan. Berbagai fungsi ekosistem pekarangan memberikan dampak yang positif bagi rumah
tangga antara lain sebagai lumbung hidup, warung hidup, serta fungsi keasrian dan
keindahan. Pekarangan sebagai lumbung hidup dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,
sedangkan sebagai warung hidup pekarangan menyediakan jenis sayuran yang dapat dijual untuk
menunjang ekonomi keluarga. Dilihat dari aspek lingkungan, pekarangan yang dimanfaatkan akan
terlihat lebih indah dan asri.

Pemanfaatan
fungsi
pekarangan telah
dilaksanakan dan
dirasakan
manfaatnya oleh
Ibu Nurlia,
seorang wanita
kreatif warga
Desa Paddumpu Kecamatan Dampal Selatan Kabupaten Toli-Toli Propinsi Sulawesi Tengah. Berawal dari
sekedar sebagai tanaman hias, tanaman seledri dia kembangkan menjadi komoditas yang bernilai
ekonomis. Uniknya Ibu Nurlia membudidayakan seledri di kolong rumah panggung miliknya. Rumah
panggung merupakan rumah khas Suku Bugis dimana struktur bangunannya mempunyai kolong
dibawah rumah yang biasa dipergunakan untuk meletakkan barang seperti alat pertanian atau
kendaraan. Melalui kreativitasnya Ibu Nurlia menyulap kolong rumah panggungnya menjadi kebun
seledri yang indah dan produktif. Usaha ini mampu memberikan tambahan penghasilan bagi
keluarganya. Dengan harga Rp. 5.000 per ikat, Ibu Nurlia mampu menjual 50 ikat seledri per bulan.
Sedangkan untuk tiap pot seledri dijual dengan harga Rp. 15.000 dengan omzet minimal 25 pot per
bulan sehingga total pendapatan Ibu Nurlia berkisar 600.000 sampai dengan 700.000 per bulan.
Budidaya sayuran di kolong rumah panggung sangat mudah. Sinar matahari yang menembus kolong
hanya pada pagi hari dan sore hari sangat sesuai untuk pertumbuhan tanaman seledri yang memerlukan
sinar matahari 50% saja. Cara tanam di kolong rumah bisa menggunakan media tanah yang ditanam di
pot-pot atau sistem hidroponik yang menggunakan media larutan bernutrisi. Keuntungan dari sistem
hidroponik adalah kepraktisan karena tidak harus sering menyiram tanaman. Ibu Nurlia menggunakan
media yang ada di alam sekitarnya yaitu bambu dan batok/tempurung kelapa sebagai tempat budidaya
seledri secara hidroponik. Ibu Nurlia juga memanfaatkan bahan yang sudah tidak terpakai seperti kaleng
bekas, plastik bekas detergen, serta alat rumah tangga yang sudah rusak/tidak terpakai sebagai pot.
Media tanam yang digunakan dalam pot adalah tanah dan pupuk kandang. Tambahan nutrisi berupa
pupuk anorganik yang berguna bagi pertumbuhan daun seperti urea. Letak kolong rumah yang dekat
dengan aktivitas sehari-hari membuat tanaman lebih mudah dalam perawatannya. Melihat banyaknya
manfaatnya maka Ibu Nurlia dapat menjadi inspirasi bagi warga lain untuk mengikuti jejaknya yaitu
meraih untung dari kolong rumah panggung.