You are on page 1of 3

JAWABAN SOAL 1

Metode pendekkatan pengkajian dan pengembangan Psikologi Islam dapat ditempuh


dengan dua cara yaitu metoden pragmatis dan metode idealistik. Metode pragmatis adalah
metode pengkajin atau pengembangan Psikologi Islam yang lebih mengutamakan aspek
praktis dan kegunaanya. Langkah-langkah operasional yang dapat ditempuh dalam metode
pragmatis sebagaimana yang ditawarkan al-Furuqi adalah:
Penguasaan disiplin ilmu modern dan penguraian kategoris
Survai disiplin ilmun pengetahuan
Penguasaaan khazanah Islam sebuah ontologis
Penguasaan khazanah ilmiah Islam tahap analisis
Penemuan relevansi Islam yang khas terhadap disiplin ilmu pengetahuan
Penilaian kritis terhadap disiplin iulmu modern tingkat perkembanganya di masa ini
Penilaian kritis terhadap khazanah Islam tingkat perkembangan dewasa ini
Survei permasalahan yang dihadapi umat Islam
Survei permasalahan yang dihadapi umat manusia
Analisis kreatif dan sintesis
Penuangan kembali disiplin ilmu modern ke dalam kerangka Islam
Penyebarluasan ilmu-ilmu yang telah di Islamisasikan.
Melalui metode Pragmatis teori-teori yang ada pada ketiga aliran psikologi diatas
dapat dimasukkan ke dalam keutuhan Psikologi Islam setelah diadakan eleminasi dan
pengkudusan. Kelebihan metode pragmatisn ini adalah responsif, akomodatif dan toleransi
terhadap perkembangan sains modern khususnya pada disiplinn psikologi. Dengan meminjam
istilah yang ditawarkan Hanna Djumhana Bastaman, metode ini menghasilkan enam pola:
Pertama pola Similarisasi, Kedua pola Paralelisasi, Ketiga pola Komplomentasi Keempat
pola Komparasi Kelima pola Induktifikasi, Keenam pola Verifikasi. Pada mulanya metode ini
merupakan jembatan untuk terciptanya Psikologi Islam namun sayangnya psikologi muslim
belum mampu melalui jembatan itu sampai pada tujuanya sehingga ia terkungkung di
dalamnya yang sulit keluar darinya.
Metode yang kedua adalah metode idealistik yaiotu metode yang lebih mengutamaan
penggalian Psikologi Islam dari ajaran Islam sendiri. Metode ini menggunakan pola deduktif
dengan cara menggali premis mayor yang digali dari al nash. Konstruksi premis mayor ini
dijadikan sebagai Kebenaran Universal yang dijadikan kerangka acuan penggalian premis
minornya. Melalui metode ini maka terciptalah apa yang disebut dengan Psikologi Islam.
Pendekatan yang digunakan dalam membangun Psikologi Islam sebagaimana yang
pernah dipraktekkan oleh para psikolog muslim terdahulu setidak-tidaknya melalui tiga aspek
yaitu pendekatan skriptualis, pendekatan filosofis dan pendekatan tasawwufi. Ketiga
pendekatan ini didasarkan atas tiga acuan yaitu wahyu, akal dan intuisi

Jawaban SOAL 2

Psikologi dakwah dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang
gejala-gejala hidup kejiawaan manusia yang terlibat dalam proses kegiatan dakwah.
Psikologi dakwah dapat juga diberi batasan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari
tentang tingkah laku manusia yang merupakan cerminan hidup kejiwaannya untuk diajak
kepada pengalaman ajaran-ajaran Islam demi kesejahteraan hidup manusia di dunia dan di
akhirat.
Tujuan psikologi dakwah adalah membantu dan memberikan pandangan para Dai tentang
pola dan tingkah laku para Madu dan hal-hal yang mempengaruhi tingkah laku tersebut yang
berkaitan dengan aspek kejiwaan (psikis) sehingga mempermudah para Dai untuk mengajak
mereka kepada apa yang dikehendaki oleh ajaran Islam.

RUANG LINGKUPNYA
Psikologi merupakan disiplin ilmu yang memusatkan perhatian dalam pembahasan mengenai
manusia dan tingkah lakunya sebagai individu dan perilakunya dalam berhubungan dengan
masyarakat. Menurut cakupannya psikologi dapat dibagi dalam enam bidang, yaitu Psikologi
Umum dan Eksperimen, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Pendidikan,
Psikologi Sosial, dan Psikologi Industri dan Organisasi. Selain itu, terdapat cabang-cabang
terapan psikologi yang mencakup bidang-bidang kehidupan manusia. Dengan kata lain, di
mana manusia hidup dan bertingkah laku, maka sesungguhnya lapangan psikologi terdapat di
area tersebut. Namun demikian, dalam pembahasan buku ini tema-tema yang akan di bahas
mencakup tema-tema proses perkembangan manusia, proses belajar dan emosi serta
kepribadian manusia. Keseluruhan tema dibahas secra integratif.
JAWABAN SOAL 3
Ya sangat bermanfaat dan berpengaruh karena

Dalam masyarakat modern, kedudukan dan peran psikologi dapat dikatakan


sebagai sarana efektif berhasil tidaknya tujuan yang diharapkan, baik secara individu
maupun secara kelompok, sebab psikologi memberikan suatu petunjuk yang berdasarkan
berbagai macam teori tentang bagaimana seharusnya manusia berbuat untuk dirinya
ataupun untuk masyarakat.

Di samping itu, psikologi memberikan pula cara-cara bagaimana yang lebih tepat
dalam pemecahan masalah-masalah kemanusiaan, baik ia sebagai individu atau sebagai
kelompok masyarakat, begitu pula dapat diterapkan dalam masalah agama, khususnya
sebagai acuan metodologi dakwah, merupakan suatu yang tidak dapat ditinggalkan. (M.
Arifin, 1997 : 10-12).

Dari segi psikologi bahwa dakwah dalam prosesnya dipandang sebagai pembawa
perubahan, atau suatu proses. Dari segi dakwah, psikologi banyak memberi jalan pada
perumusan tujuan dakwah pemilihan materi dan penetapan metodenya. Bagi seorang
Dai atau juru dakwah dengan mempelajari metode psikologi yang mana psikologi dapat
memungkinkan mengenal berbagai aspek atau prinsip yang dapat menolongnya
menelaah tingkah laku manusia dengan lebih kritis dan juga dapat memberikan
kepadanya pengertian yang lebih mendalam tentang tingkah laku dan juga psikologi
memberikan jalan bagaimana menyampaikan materi dan menetapkan metode dakwah
kepada individu manusia yang merupakan makhluk totalitas (psikofisik) dan memiliki
kepribadian baik dari faktor dalam maupun pengaruh dari luar.

Maka yang perlu diperhatikan oleh juru dakwah adalah situasi dan kondisi
masyarakat obyek khususnya situasi psikologisnya. Manusia sebagai makhluk jasmani
dan rohani yang unik. Proses perubahan dan perkembangan pribadinya sangat rumit.
Maka Dai yang menghadapinya juga komplek sehingga sebagai peran psikologinya
sangat dibutuhkan.