You are on page 1of 3

Nama : Lucky Andani Alpioneri

Kelas : XII IPA 2

Beras Hitam yang Kaya Manfaat

Begitu akrab dengan makanan pokok berupa nasi, selama ini sebagian besar dari kita kebanyakan
hanya menyantap nasi putih. Padahal ada jenis beras yang lebih menyehatkan.

Saat ini beras putih (oryza sativa) dan beras merah (oryza glaberrima) lebih banyak dikonsumsi
masyarakat Indonesia. Sedikit yang tahu kita juga punya beras hitam (oryza sativa L indica). Di
Indonesia, beras hitam yang beredar di pasaran antara lain berasal dari Kulon Progo, Yogyakarta;
lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah; Subang, Jawa Barat; dan Toraja, Sulawesi Selatan.

Seperti namanya, bulir beras ini berwarna hitam, warna ini disebabkan antosianin, zat antioksidan
yang menimbulkan warna ungu pekat cenderung hitam. Zat ini diperlukan tubuh sebagai antikanker.
Meski berasnya hitam, warna gabahnya tetap cokelat berbeda dengan ketan hitam yang kulit
gabahnya berwarna hitam juga.

Mengganti beras biasa dengan beras hitam akan memberikan banyak manfaat kesehatan. Selain
mencegah kanker karena antosianinnya, beras hitam mampu menangkal diabetes. Nilai kalorinya
sekitar 362 kcal per 100 gram, lebih rendah dibandingkan jenis beras lain.

Kandungan kalori itu terkait dengan indeks glikemik, angka yang menunjukkan seberapa besar suatu
makanan bisa meningkatkan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi. Semakin tinggi indeks
glikemik, semakin besar pula kemungkinan makanan tersebut memicu kenaikan kadar gul darah.

Kandungan zat besi dalam beras hitam juga tinggi. Selain itu, beras hitam bisa menjadi salah satu
makanan yang mencegah penuaan dini. Ini masih terkait dengan kandungan antioksidan yang
berperan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Isti (30) bercerita, beberapa waktu kebelakangan ia rutin mengonsumsi beras hitam Karena
kandungan seratnya tinggi, saya merasa pencernaan menjadi lebh lancer ketika makan dengan beras
hitam.

Selain itu, beras hitam membuat menunya semakin beragam. Beras hitam memberikan variansi
rasa tersendiri. Berbeda dengan nasi putih, bulir-bulirnya lebih utuh ketika dimasak. Teksturnya
cenderung lebih kering dan rasanya agak liat, tetapi berbeda dengan ketan hitam. Kadang-kadang
saya juga mencampurnya denagn beras putih untuk mendapatkan perpaduan rasa nasi hitam dan
nasi putih, tambah isti.

Ada adagium, makanan bisa menjadi entah obat atau racun bagi tubuh. Saatnya memilih makanan
yang lebih berguna untuk kesehatan kita. [NOV]
Struktur artikel :

1. Judul :
Beras Hitam yang Kaya Manfaat
2. Alinea pembuka :
Begitu akrab dengan makanan pokok berupa nasi, selama ini sebagian besar dari kita
kebanyakan hanya menyantap nasi putih. Padahal ada jenis beras yang lebih menyehatkan.
Dan terdapat pada paragraph ke-1 yaitu :
Saat ini beras putih (oryza sativa) dan beras merah (oryza glaberrima) lebih banyak
dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sedikit yang tahu kita juga punya beras hitam (oryza
sativa L indica). Di Indonesia, beras hitam yang beredar di pasaran antara lain berasal dari
Kulon Progo, Yogyakarta; lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah; Subang, Jawa Barat; dan
Toraja, Sulawesi Selatan.
3. Alinea penjelas :
Alinea penjelas dalam artikel ini terdapat pada paragraph ke-2 sampai ke-7 :
Seperti namanya, bulir beras ini berwarna hitam, warna ini disebabkan antosianin, zat
antioksidan yang menimbulkan warna ungu pekat cenderung hitam. Zat ini diperlukan tubuh
sebagai antikanker. Meski berasnya hitam, warna gabahnya tetap cokelat berbeda dengan
ketan hitam yang kulit gabahnya berwarna hitam juga.

Mengganti beras biasa dengan beras hitam akan memberikan banyak manfaat kesehatan.
Selain mencegah kanker karena antosianinnya, beras hitam mampu menangkal diabetes.
Nilai kalorinya sekitar 362 kcal per 100 gram, lebih rendah dibandingkan jenis beras lain.

Kandungan kalori itu terkait dengan indeks glikemik, angka yang menunjukkan seberapa
besar suatu makanan bisa meningkatkan kadar gula dalam darah setelah dikonsumsi.
Semakin tinggi indeks glikemik, semakin besar pula kemungkinan makanan tersebut memicu
kenaikan kadar gul darah.

Kandungan zat besi dalam beras hitam juga tinggi. Selain itu, beras hitam bisa menjadi salah
satu makanan yang mencegah penuaan dini. Ini masih terkait dengan kandungan
antioksidan yang berperan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Isti (30) bercerita, beberapa waktu kebelakangan ia rutin mengonsumsi beras hitam Karena
kandungan seratnya tinggi, saya merasa pencernaan menjadi lebh lancer ketika makan
dengan beras hitam.

Selain itu, beras hitam membuat menunya semakin beragam. Beras hitam memberikan
variansi rasa tersendiri. Berbeda dengan nasi putih, bulir-bulirnya lebih utuh ketika dimasak.
Teksturnya cenderung lebih kering dan rasanya agak liat, tetapi berbeda dengan ketan
hitam. Kadang-kadang saya juga mencampurnya denagn beras putih untuk mendapatkan
perpaduan rasa nasi hitam dan nasi putih, tambah isti.
4. Alinea penutup
Alinea penutup pada artikel ini terdapat pada paragraph ke-8
Ada adagium, makanan bisa menjadi entah obat atau racun bagi tubuh. Saatnya memilih
makanan yang lebih berguna untuk kesehatan kita. [NOV]
Jenis artikel

1. Berdasarkan isi
Berdasarkan isinya artikel ini dapat digolongkan kedalam artikel eksplanatif karena artikel ini
menerangkan sesuatu untuk dapat dipahami pembaca.
2. Berdasarkan bentuk
Berdasarkan bentuknya artikel ini dapat digolongkan kedalam artikel ringan karena artikel ini
mengangkat topic bahasan yang ringan, dalam arti tidak menguras pikiran saat
membacanya.
3. Berdasarkan penulisannya
Berdasarkan penulisannya artikel ini dapat digolongkan kedalam eksposisi Karena artikel ini
berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topic dengan tujuan memberi informasi atau
pengetahuan tambahan bagi pembaca.

Kaidah artikel

1. Perhatikan EYD (ejaan)


Ejaan dalam artikel ini sedah benar
2. Jujur
Artikel ini memberikan informasi yang jujur / secara fakta. Contohnya pada kalimat
Seperti namanya, bulir beras ini berwarna hitam, warna ini disebabkan antosianin, zat
antioksidan yang menimbulkan warna ungu pekat cenderung hitam. Zat ini diperlukan tubuh
sebagai antikanker. dan beras hitam mampu menangkal diabetes. Nilai kalorinya sekitar
362 kcal per 100 gram, lebih rendah dibandingkan jenis beras lain.
3. Hindari typo
Dalam artikel ini tidak ada kesalahan dalam menulis kata atau kalimat
4. Tidak alay
Artikel ini tidak mengandung konflik yang dibesar-besarkan