You are on page 1of 9

DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka ........................................................................................ i


1. Pendahuluan .................................................................................... 1
a. Latar Belakang ......................................................................... 1
b. Rumusan Masalah .................................................................... 2
2. Tinjauan Pustaka ............................................................................. 2
3. Pembahasan ..................................................................................... 5
4. Kesimpulan ..................................................................................... 7
5. Daftar Pustaka ................................................................................. 8

i
1

1. Pendahuluan

a. Latar Belakang

Pada abad modern ini, manusia selalu mencari menggali potensi yang
ada pada dirinya, ia ingin menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang
lain, dengan demikian ia berhasil menemukan ilmu yang namanya Filsafat
Ilmu, sehingga ilmu tersebut telah memperoleh perhatian yang lebih besar di
kalangan para magister, sarjana dan mahasiswa di negeri ini
dibandingkan dengan masa-masa yang lalu. Manusia mampu
mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia
kekuasaannya. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan
pengetahuan secara sungguh-sungguh. Dia memikirkan hal-hal baru, karena
dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidup, namun lebih dari itu.

Manusia mengmebangkan kebudayaan; manusia memberi makna kepada


kehidupannya; manusia memanusiakan diri dalam hidupnya. Usaha mengkaji
dan memperkenalkan ilmu ini dari waktu ke waktu semakin bertambah
meningkat, terutama karena adanya kecenderungan yang semakin tumbuh
terhadap pemahaman Filsafat Ilmu itu sendiri secara rasional. Seorang Ilmuan
selalu ingin mengembangkan apa yang diyakini benar, dia ingin mengetahui
apa sebenarnya hakekat ilmu dalam konteks pengetahuan lainnya. Seorang
ilmuan ingin tahu sejauh mana hubungan antara ilmu dengan agama sehingga
munculah sekarang ilmu yang namanya filsafat Islam, ia juga ingin
mengatahui sejauh mana kaitannya ilmu dengan pengembangan sumber daya
manusia, apakah Filsafat Ilmu itu sendiri mempunyai peranan dalam
pengembangan sumber daya manusia serta dapat membawa kebahagiaan
kepada dirinya. Oleh karena itu dalam makalah ini penulis ingin mencoba
mengkaji Peranan filsafat Ilmu terhadap pengembangan sumber daya
menusia.

1
2

b. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan masalah sebagai


berikut:

1) Apakah pengertian filsafat ilmu ?

2) Apakah pengertian pengembangan sumber daya manusia ?

3) Sejauh mana peranan filsafat ilmu dengan pengembangan sumber daya


manusia?

2. Tinjuan Pustaka

a. Pengertian filsafat ilmu

Filsafat ilmu termasuk bagian dari filsafat pengetahuan atau lazim disebut
epistomologi. Secara sederhana filsafat ilmu ialah dasar yang menjiwai
dinamika proses kegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Filsafat
ilmu adalah suatu analisis, prosedur-prosedur atau logika tentang penjelasan
ilmiah. Dengan demikian Filsafat Ilmu berarti pengetahuan yang diselidiki
oleh akal budi mengenai sebab, asas-asas, hukum-hukum tentang seuatu yang
ada di alam semesta ini yang memerlukan suatu analisis, prosedur-prosedur
atau logika yang memerlukan penjelasan ilmiah. Filsafat dalam bahasa
Yunani terdiri dari dua suku kata, yaitu Philos dan Sophia. Philos biasanya
diterjemahkan dengan istilah gemar, senang, atau cinta. Sophia diartikan
kebijaksanaan atau kearifan. Dengan demikian dapat dikatakan Filsafat
berarti cinta kebijaksanaan, sedangkan Ilmu dapat didefinisikan sebagai suatu
obyek ilmiah yang mengandung sekelompok prinsip.

2
3

Secara umum ilmu pengetahuan berkembang dari dinamika proses


kegiatan sistematisasi dan organisasi pengetahuan-pengetahuan pra-ilmiah
yang dimulai dengan klsifikasi berdasarkan karakteristik yang bersifat umum
dan sepsifik. Penguasaan filsafat ilmu, yaitu teori pengetahuan untuk
memperoleh ilmu pengetahuan secara ilmiah, melalui kelima langkah pokok
dan siklus empiris metode ilmiah, adalah kriteria untuk mengukur diri sendiri
atau dalam mengevaluasi ilmuwan dalam ketangguhan integritas ilmunya,
yaitu keutuhan wibawa akademik. Jadi ilmu adalah akumulasi pengetahuan
yang menjelaskan kausalitas (hubungan sebab akibat) dari suatu obyek
menurut metode-metode tertentu yang merupakan suatu kesatuan sistematis.

b. Pengertian pengembangan sumberdaya manusia


Menurut Hillary Clinton di dalam bukunya IT TAKERS A VELLAGE
(1996) tak kala ia menyatakan bahwa seoran anak adalah produk orang
sekampung. Pada dasarnya lingkungan adalah sumber daya alam antara
manusia dan lingkungannya terjadi interaksi. Sedangkan menurut Stahri
eclmends dan Jhon Lecky dalam Eviron Mental Administration 1993), dalam
hubungan itu ada dua yang penting adalah terjadi silus pendukung kehidupan
atau life support dan terjadi dampak kegiatan manusia terhadap
lingkungan atau mans inpact on invironment. Kedua hal ini menjadi
beban lingkungan , sehingga pada suatu saat daya dukung lingkungan
terhadap beban itu mendekati ambang batas menjadi nol. Semua itu
disebabkan karena kemerosotan daya dukung lingkungan itu. Untuk
Indonesia digambarkan secara amat dramatis oleh MT ZENDI dalam
bukunya kelesterian lingkungan hidup (1979).
Sumber daya manusia (Human Receuces) adalah the people who ready,
welliang, and able to contribute to organization goods, demikian Wellian B
Werther dan Keith Davis dalam human resurces and personal management
(1996-596) sudah barang tentu, yang dimaksud dengan organisasi dalam
organizational goods bukan saja industri atau perusahaan, tetapi juga
organisasi diberbagai bidang politik pemerintahan, hokum, social budaya
lingkungan dan sebagainya.

3
4

Dalam pengembangasn sumber daya manusia ada dua sisi pokok, yaitu sisi
Sumber daya dan sisi manusia, dimensi pokok sisi sumber daya adalah
konstribusinya terhadap organisasi dan lingkungannya, sedangkan sisi pokok
manusia adalah perlakuan lingkungan dan organisasi terhadapnya, yang pada
gilirannya menentukan kualitas dan kapabilitas hidupnya. Hal ini
digambarkan oleh Robert B lake dan Jane Mouton dalam teori manajemen
(managerial grid theori, reft, Keith Davis dan Jhon W. Newstron human
Behavior at work, organizational Behavion 1985, 29).
Dari uraian di atas dapat digambarkan bahwa kualitas manusia dapat
merosot atau menurun yang disebabkan oleh sesuatu kekuatan baik internal
maupun eksternal. Dalam perkembangan dan penemuan ilmu Pengetahuan
mempunyai nilai pembentukan, nilai itu sangat dopengaruhi oleh penggunaan
temuan (cration invention) ilmu pengetahuan itu disebut Tehnologi The
brauch of knowledge tahat deals weth industrial arts, applied science,
Ingineering, etg, the application of knowledge for pragtical ends) sejarah
membuktikan bahwa teknologi tidak pernah susut atau surut, selain semakin
pesat perkembangannya juga semakin tinggi dari teknologi alat sampai pada
bioteknologi.
Perkembangan atau pertumbuhan ekonomi saat ini masih tergantung pada
sumber daya alam seperti mineral, hutan, perkebunan besar, lahan pertanian
dan industri pengelola sumber daya alam. Kemampuan sumber daya alam
dengan peningkatan kebutuhan manusia yang menjadi beban pertumbuahan
ekonomi, hal ini disebabkab kemampuan sumber alam tidak sebanding
dengan peningkatan jumlah penduduk akibatnya banyak Negara-negara yang
merosot akibat ulahnya sendiri. Dewasa ini sejumlah Negara-negara
dikawasan dunia ini khidupan Negara yang bersangkutan nyaris tidak
memiliki sumber daya alam. Hal diakibatkan kualitas sumber daya alamnya
rendah.
Sumber daya manusia berkualitas tinggi adalah sumber daya manusia yang
mampu menciptakan bukan saja nilai komperatif tetapi juga nilai kompetitif-
generatif-inovatif yang menggunakan energi yang tinggi seperti Integence,
Creativity dan Imagination, tidak lagi semata-mata menggunakan energi

4
5

kasar seperti bahan mentah, lahan, air, tenaga otot dan sebagainya. Nilai
sumber daya manusia sepanjang sejarah mengalami beberapa pase
perkembangan sebagai berikut :
1) Sumber daya manusia sebagai budak,pembudayaan dapat dipahami
sebagai perbudakan structural dan perbudakan non structural, jika
dimensi hak dan kewajiban digunakan sebagai parameter sumber daya
manusia, maka dalam kondisi sebagai budak (perbudakan) kewajiban
sumber daya manusia penuh sementara haknya nol.

2) Sumber daya manusia sebagai beban, Status sumber daya manusia


sebagai beban dialami terutama oleh Negara berkembang atau yang baru
saja merdeka dari penjajahan atau bebas dari perbudakan.

3) Sumber daya manusia sebagai potensi, kondisi sumber daya manusia


sebagai potensi dialami terutama oleh Negara yang melancarkan program
diklat besar-besaran, Sumber daya manusia potesial memiliki
keterampilan dan keahlian tertentu menumbuhkan lapangan kerja yang
sesuai dengan hidupnya.

3. Pembahasan

a. Peranan filsafat ilmu dengan pengembangan sumberdaya manusia

Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan


mantap karena manusia mampu berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir
tertentu. Manusia mampu mekomunikasikan informasi dan jalan pikiran
yang melatar belakangi informasi tersebut. Perkembangan Ilmu Pengetahuan
masyarakat akan menentukan perkembangan kehidupan masyarakat yang
bersangkutan, artinya masyrakat engan ilmu pengetahuan yang masih
sederhana tingkat perkembangannya tidak akan secepat dan sebaik dengan
masyarakat yang tingkat perkembangannya ilmu pengetahuan dan sumber
daya manusia yang lebih maju. Pengembangan ilmu pengetahuan dan

5
6

sumber daya manusia ternyata merupakan kekuatan yang sangat dominant


dalam menentukan perkembangan masyarakat.
Kegiatan manusia untuk mengembangkan dirinya dan menemukan
pengetahuan yang benar adalah sesuatu yang mutlak dilakukan karena
manusia selalu berpikir. Namun setiap manusia berbeda cara berpikirnya
untuk menemukan suatu kebanaran yang hakiki. Dapat dikatakan bahwa tiap
jalan pikiran mempunyai apa yang dikatakan criteria kebanaran. Dari criteria
kebenaran ini merupakan landasan bagi proses penemuan kebenaran
tersebut, penalaran merupakan suatu penemuan kebenaran dimana tiap-tiap
jenis penaralaran mempunyai criteria kebanarannya masing-masing. Manusia
pada hakekatnya nmerupakan mahluk yang berpikir, merasa bersikap dan
bertindak, sikap dan tindakannya bersumber dari pengetahuan yang
didapatkan lewat kegiatan berpikir dan dapat dikembangkan dalam
kehidupan sehari-hari. Hal ini merupakan sember bagi setiap orang atau diri
seseorang.
Dari uraian tesebut diatas makan dapat dikatakan bahwa semakin tinggi
cara bepikir seseorang maka otomatis pengembangan yang ada pada diri
seseorang semakin tinggi pula dengan kata lain peranan ilmu atau filsafat
ilmu terrhadap pemgembangan sumber daya manusia sangat erat
kaitannya atau saling ketergantungan. Karena sumber daya manusia yang
tinggi tergantung dari pemikiran-pemikiran atau ilmu yang dimiliki manusia.
Manusia mengembangkan pengetahuan, dari pengetahuannya itu muncul
daya pikir bagaimana mengatasi kebutuhan dan kelangsunga hidup. Jadi
potensi yang dimiliki seseorang menjadi penentu kehidupan pada dirinya.
Sehingga peranan filsafat ilmu terhadap pengembangan sumber daya manusia
saling berkaitan satu sama lain.

6
7

4. Kesimpulan

a. Filsafat adalah pengetahuan-pengetahuan penyelidikan akal budi mengenai


sebab-sebab, asas-asas, hukum-hukum tentang segala sesuatu yang ada di
alam semesta ini.

b. Ilmu adalah akumulasi pengetahuan yang menjelaskan kausalitas (hubungan


sebab akibat) dari suatu obyek menurut metode-metode tertentu yang
merupakan suatu kesatuan yang sistematis

c. Filsafat ilmu adalah suatu analisis, prosedur-prosedur dalam logika tentang


penjelasan ilmiah

d. Peranan filsafat ilmu dalam mengembangkan sumber daya manusia adalah


semakin tinggi daya pikir manusia maka sumber daya yang dimiliki juga
semakin tinggi pula.

7
8

DAFTAR PUSTAKA
Arief Tiro Muhammad, 2002, Mecaari kebenaran suatu tinjauan Filsafat, Andira
Makassar.

Ahmad Daudy, 1985, Kuliah Filsafat Islam, Bulan Bintang, Jakarta, Indonesia

Jujun S. Surya Sumantri, Filsagfat Ilmu Sebuah Pengantar Populer

Rusidi, Dasar-Dasar Penelitian Filsafat Ilmu, Universitas pajajaran, Bandung.

Sondang P Siagian, MPA, 2001, Kerangka Dasar Ilmu Administrasi, Rimka Cipta,
Jakarta.

Sondang P Siagian, MPA, 2003, Filsafat Administrasi, Bukit Aksara, Jakarta.

Talizidiku Nraha, Pengantar Teori Pengembangan Sumber Daya Manusia.