You are on page 1of 5

Aku Mengawali Kisah Baru di Dunia Peternakan

Hai namaku Syarifah Aini. Hampir 1 tahun setelah masa kelulusan SMA
dan hasil pengumuman SNMPTN berlalu aku berada di kampus besar Institut
Pertanian Bogor dan masuk jurusan Fakultas Peternakan dan aku bangga.
Awalnya aku tak ingin mengambil jurusan ini karna awal daftar pun aku hanya
asal milih, tapi apa boleh buat Allah mentakdirkan aku untuk lolos dan berada
disini dengan segala keyakinanku untuk berani memulai hal baru yang bagiku ini
semua diluar kemampuanku karena aku sangat tidak suka dengan hewan dan
sekarang aku harus bisa memberanikan diri untuk terbiasa bersentuhan dengan
segala jenis hewan ternak. Aku memilih peternakan karena begitu banyak peluang
dan kesempatan yang bisa aku ambil, aku juga bisa bermanfaat untuk orang lain.
Mendengar kata peternakan bagiku terlintas gambaran aku akan sering bertemu
sapi, ayam, kambing, kotoran nya, main ke kandang nya, mencium bau nya serta
masih banyak hal lain yang akan aku jumpai nantinya, tapi setelah aku terus
mencari informasi tentang dunia Peternakan ternyata dunia Peternakan ini sangat
luas, tidak hanya berkutik dengan kotoran saja. Seperti yang aku ingat kata Bu
Erika koordinator mata kuliah Pengantar Ilmu Peternakan Selama masih ada
manusia, peternakan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan protein hewani,
dunia peternakan gak akan mati.
Pada tanggal 15 juni 2017 siang hari, aku berkunjung ke kampung
Kabasiran RT 05/RW 02. Kecamatan parung panjang. Kabupaten Bogor Jawa
Barat. Aku bertemu dengan Bapak Muhidin yang merupakan seorang peternak
ayam broiler. Sebelum aku memulai wawancara, Bapak Muhidin menyambut aku
dengan sangat baik dan ramah, beliau sudah menebak pasti aku ini anak IPB yang
ingin berkunjung ke peternakan nya karena kata Bapak Muhidin banyak sekali
dulu anak IPB yang ingin melakukan penelitian di tempat ini, dengan begitu aku
menjadi semakin semangat untuk menggali informasi tentang ayam broiler.
Setelah aku disambut dengan sangat baik, aku meminta izin dengan Bapak
Muhidin untuk melakukan wawancara dan nantinya akan disambung dengan
melihat langsung hewan ternak serta mengambil gambar untuk dokumentasi
ataupun koleksi gambar buatku. Setelah di izinkan, aku langsung mulai
melakukan wawancara dengan 10 pertanyaan yang diajukan, pertanyaannya yaitu
: 1. Nama peternak serta alamat lengkap. 2. Berapa lama berternak. 3. Mengapa
memilih ternak tersebut. 4. Bagaimana meningkatkan produksi. 5. Apa saja pakan
dan suplemen yang diberikan. 6. Suka duka dalam beternak. 7. Kapan mulai
beternak. 8. Modal awal dan keuntungan beternak. 9. Mendistribusikan hasil
ternak kemana saja. 10. Berapa luas kandnag yang dimiliki untuk hewan ternak
tersebut. Dari 10 pertanyaan ini aku merekam semua hasil jawaban dari Bapak
Muhidin. Beliau mengatakan bahwa biasanya orang orang disini memanggil
dengan sebutan muhidin saja, dan beliau sebenarnya menjadi peternak sudah lama
sekali dari tahun 1986 dulu memulai dengan ternak peren namanya sampai
menjadi broiler 2008. Sekarang Bapak Muhidin sudah mempunyai 4000 ayam
broiler yang kandangnya ada di samping rumahnya dengan pemeliharaan manual
dan beliau mengurusnya kadang sendiri atau dibantu dengan anak anaknya.
Beliau memberi saya informasi juga bahwa ayam broiler ini adalah ayam ras
pedaging atau jenis ayam ras unggulan yang punya produktivitas tinggi, ayam
broiler juga merupakan ternak yang paling ekonomis dibanding ternak ayam lain
dan waktu untuk ternak nya juga cepat dan relatif singkat, nah jadi ini alesan
bapak muhidin memilih ternak ayam broiler karena waktu pemeliharannya cepat
dengan bobot badan tinggi dalam jangka waktu cepat jadi cepat juga untuk dijual,
ayam broiler jika dalam kondisi normal dalam 21 hari bobotnya bisa 1 kilo
makanya itu umurnya pendek dan untungnya besar. Cara meningkatkan produksi
ayam broiler ala Bapak Muhidin yaitu dengan cara memilih bibit ayam broiler
yang baik, sehat dan aktif serta gemuk, selain itu pemeliharan ayam broiler Bapak
Muhidin dengan cara manual dengan bentuk kandang panggung yang di dalam
nya memiliki sekat untuk pembagian ayam supaya menyebar karena kata beliau
ayam itu juga ga betah kalo terlalu sempit kandangnya nanti geraknya susah,
pemberian pakan yang baik kualitasnya, biasanya beliau menggunakan pakan dari
pabrik yang jenis pakannya di sesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam.
Selanjutnya Bapak Muhidin menggunakan pakan dari pabrik di Cikande dan jenis
pakannya Kompit, kalo untuk suplemen beliau mengatakan memakai suplemen
secara alami yaitu pakai kunyit (kunyitnya di parut dan di aduk seperti minuman
lalu dikasih ke ayam broiler, ini gunanya untuk menjaga kesehatan seperti
memberikan jamu. Suka duka dalam berternak sangat banyak karena dulu
sebelum terjun untuk menjadi peternak mandiri Bapak Muhidin kerja di pabrik
pakan ternak, sekarang beliau memberanikan diri untuk menjadi peternak mandiri
dengan segala ilmu otodidak yang dimiliki, lama lama jadi semakin jago dan
memiliki 4000 ayam broiler di kandang sendiri walaupun sederhana dan manual.
Modal awal Bapak Muhidin pertama kali hanya mengandalkan DOC yang
harganya tidak terlalu tinggi tapi kualitas bagus, jadi ibaratnya daya
operasionalnya kecil cuma pake gas solek sebagai pemanas yang murah untuk
peternak kampung, modal awal tidak tentu kadang kadang DOC harganya yang
tidak menentu. Keuntungan di dunia peternakan tuh sebenarnya besar sekali tapi
kalo udah rugi sekali kadang bisa mengambil keuntungan yang sudah di dapat jadi
banyak sekali suka duka nya dan kalo mau jadi peternak harus sabar dan tidak
bisa semua serba instan. Biasanya Bapak Muhidin mendistribusikan hasil
ternaknya ke para pelanggan yang datang langsung kerumah serta ke perusahaan
perusahaan besar dan ke masyarakat sekitar. Untuk luas kandang Bapak Muhidin
tidak pernah menghitung secara rinci tapi beliau bilang ibaratnya 10 ekor
permeter, ada yang 15 ekor permeter tergantung tempatnya, misalnya per 200
meter untuk 2000 ekor ayam broiler. Jadi ayam broiler juga harus memiliki ruang
yang luas untuk bergerak. Setelah 10 pertanyaan yang sudah ditanyakan kepada
Bapak Muhidin, beliau bilang bahwa sebenernya punya harapan besar suatu saat
ayam broiler nya bisa nambah jadi 10 ribu ekor dan semoga anak IPB suatu saat
bisa menciptakan pakan yang berkualitas baik dengan harga terjangkau karena
sering kali untuk peternak kampung susah membeli pakan untuk hewan
ternaknya. Dari wawancara ini aku mendapat pengalaman baru bahwa hewan
ternak itu tidak menjijikan walaupun kotor dan bau tapi bisa menghasilkan duit
dan keuntungan yang besar, dari sini aku juga semakin semangat untuk terus
berjuang di dunia peternakan yang kadang di anggap remeh ini. Jika kita sudah
mengambil keputusan maka lakukan dengan sebaik dan seikhlas mungkin biar
hasilnya juga sangat baik.

Nama : Syarifah Aini


Nim : D24160007
LAMPIRAN