You are on page 1of 8

BAB III

STANDAR FASILITAS

I. SARANA

Sarana laboratorium merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan


fisik/ruangan laboratorium, adapun ruangan yang disyaratkan adalah:

1. Ruangan berukuran 3x4 m2 atau disesuaikan dengan kebutuhan


pemeriksaan yang diselenggarakan;
2. Langit-langit dan dinding berwarna terang dan mudah dibersihkan;
3. Pintu memiliki lebar bukaan 80-100 cm;
4. Kamar mandi/WC pasien Laboratorium Puskesmas dapat bergabung
dengan kamar mandi/WC Puskesmas.

II. PRASARANA

Prasarana laboratorium merupakan jaringan/instalasi yang membuat


sarana yang ada dapat berfungsi sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Sarana yang disyaratkan adalah:

1. Pencahayaan yang cukup diperoleh dari minimal 2 jendela dengan


ukuran lebar 80 cm x tinggi 100 cm;
2. Suhu ruangan tidak boleh panas;
3. Pengambilan dahak diruangan terbuka yang telah disiapkan;
4. Memiliki fasilitas air bersih yang mengalir.

III. PERLENGKAPAN

1. Meja pengambilan sampel darah dan POCT, setidaknya meja biro


yang mempunyai laci;
2. Kursi petugas dan kursi pasien terbuat dari besi, kayu dan lainnya;
3. Meja pemeriksaan sesuai dengan kebutuhan dan ruangan, terbuat
dari bahan tahan panas, mudah dibersihkan, tidak berpori, dan
berwarna terang;
4. Bak cuci yang dilengkapi kran air bersih;
5. Lemari terbuat dari rangka kayu, alumunium, kaca atau bahan lain;
6. Rak reagen dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan.

IV. PERALATAN

A. Daftar Peralatan Laboratorium

Ketentuan peralatan yang ada di Puskesmas di Kota Bandar


Lampung di atur melalui Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kota
Bandar Lampung No. 440/501a/IV.411/2015 tentang Penetapan Jenis
Peralatan Kesehatan Puskesmas Se-Kota Bandar Lampung. Namun
peralatan yang diperlukan pada dasarnya adalah menyesuaikan
dengan kemampuan pemeriksaan dari laboratorium yang
bersangkutan.

Berikut adalah daftar peralatan laboratorium yang ada di Laboratorium


Puskesmas di Kota Bandar Lampung dan peralatan yang diperlukan

1
oleh Laboratorium Puskesmas Susunan Baru yang menyesuaikan
dengan kemampuan pemeriksaan yang dimiliki.

No Nama Alat Menurut SK Kebutuhan Lab


KaDinkes Kota Pkm S.Baru
BDL
I Peralatan Utama
1. Haemometer/haemoglobinometer set 1 1
2. Haemocytometer set 1 1
3. Mikroskop 1 1
4. POCT set 1 1
5. Sentrifus listrik 1 1
6. Fotometer 1 -
7. Hematologi Analyzer 1 -
8. Rotator plate 1 -
9. Sentrifuse mikrohematokrit 1 -
10. Urinometer 1 -
11. Westergreen set 3 1
12. Pipet mikro 1 -
II. Peralatan Gelas
1. Batang pengaduk 3 1
2. Tabung reaksi Sesuai kebutuhan 10
3. Tabung reaksi gabus 12 -
4. Tabung sentrifus 6 4
5. Beaker glass 3 -
6. Corong kaca (5cm) 3 -
7. Erlenmeyer glass 2 -
8. Gelas pengukur 100cc 1 -
9. Gelas pengukur 500ml 1 -
10. Pipet berkala 1 cc 3 -
11. Pipet berkala 10cc 3 -
12. Tabung kapiler mikrohematokrit Sesuai kebutuhan -
III Peralatan Penunjang
1. Autoklik - 1
2. Lampu spirtus 1
3. Rak tabung 1
4. Ose 1
5. Pipet tetes 1
6. Pot specimen dahak Sesuai kebutuhan Sesuai kebutuhan
7. Pot specimen urine Sesuai kebutuhan Sesuai kebutuhan
8. Botol pencuci 1 1
9. Telly counter 1 -
10. Lemari es 1 1
11. Termometer 1 -
12. Wadah aquades 1 -

B. Pemeliharaan Peralatan

Pada setiap peralatan dilakukan pemeliharaan sesuai dengan


petunjuk penggunaan, yaitu semua kegiatan yang dilakukan agar
diperoleh kondisi yang optimal, dapat beroperasi dengan baik dan
tidak terjadi kerusakan.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk semua jenis alat, sehingga


diperoleh peningkatan kualitas produksi, peningkatan keamanan
kerja, pencegahan produksi yang tiba-tiba berhenti, penekanan waktu
luang/pengangguran bagi tenaga pelaksana serta penurunan biaya
perbaikan.

Untuk itu setiap alat harus mempunyai kartu pemeliharaan yang


diletakkan pada atau di dekat alat tersebut yang mencatat setiap

2
tindakan pemeliharaan yang dilakukan dan kelainan-kelainan yang
ditemukan. Bila ditemukan kelainan, maka hal tersebut harus segera
dilaporkan kepada penanggung jawab alat untuk dilakukan perbaikan

C. Perbaikan Peralatan

1. Pastikan masalahnya. Jangan membuat asumsi tentang


kemungkinan permasalahan.
2. Jika penanganan sederhana gagal, minta bantuan atasan atau
hubungi agen untuk menanyakan masalah tersebut.
3. Tempelkan label bahwa alat rusak.
4. Catatlah semua tindakan/upaya perbaikan pada catatan khusus

3
BAB IV
TATALAKSANA PELAYANAN

I. JAM BUKA PELAYANAN

Waktu pelayanan Laboratorium Puskesmas mengikuti ketentuan Surat


Edaran Kepala Dinas Kesehatan No 440/836/IV.41/V/2016, adalah:

No Hari Jam Pelayanan Keterangan


1 Senin s/d Kamis 08.00-13.30
2 Jumat 08.00-10.30
3 Sabtu 08.00-12.30
4 Minggu 08.00-11.30 Sistem Piket

II. KEGIATAN PEMERIKSAAN

A. Alur Pemeriksaan Laboratorium

Dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan laboratorium, maka


langkah-langkah yang dilaksanakan adalah:

1. Pasien atau pasien rujukan dokter datang mendaftarkan diri di


loket pendaftaran;
2. Pasien menuju ruang pemeriksaan dokter untuk diperiksa, bila
diperlukan diberi formulir pemeriksaan laboratorium;
2a. Pasien rujukan dokter setalah mendaftar, langsung menuju ke
laboratorium untuk menyerahkan rujukan pemeriksaan
laboratorium dari dokter;
3. Menyerahkan formulir permintaan pemeriksaan laboratorium
kepada petugas laboratorium;
4. Setelah menyerahkan formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium, pasien diambil spesimennya;
5. Spesimen yang telah diambil diperiksa oleh petugas
laboratorium;
6. Hasil pemeriksaan diserahkan kepada penanggung jawab
laboratorium untuk dilakukan validasi;
7. Formulir hasil pemeriksaan Laboratorium Puskesmas (Formulir
3) diletakkan di loket pengambilan hasil;
8. Formulir hasil pemeriksaan laboratorium dibawa oleh pasien
ke ruang pemeriksaan dokter untuk mendapat penjelasan dari
dokter tentang hasil pemeriksaan laboratorium tersebut;
8a. Untuk pasien rujukan, formulir hasil pemeriksaan laboratorium
langsung dibawa ke dokter yang merujuk;
9. Formulir hasil pemeriksaan laboratorium diserahkan oleh
dokter pemeriksa kepada pasien;
10. Adapun bagan alur pemeriksaan laboratorium Puskesmas
Susunan Baru adalah sebagai berikut:

Dalam hal, penanggung jawab berhalangan, maka validasi


dilaksanakan oleh tenaga teknis. Adapun bagan alirnya adalah
sebagai berikut:

4
B. Permintaan Pemeriksaan Laboratorium

Proses permintaan pemeriksaan laboratorium merupakan proses


awal dari tahapan pemeriksaan laboratorium, berikut adalah tahapan
prosedurnya:

1. Pasien atau pasien rujukan dokter datang mendaftarkan diri di


loket pendaftaran;
2. Pasien menuju ruang pemeriksaan dokter untuk diperiksa, bila
diperlukan pemeriksaan laboratorium maka dokter akan mengisi
formulir pemeriksaan laboratorium;
3. Pasien rujukan dokter setalah mendaftar, langsung menuju ke
laboratorium untuk menyerahkan rujukan pemeriksaan
laboratorium dari dokter ke petugas laboratorium;
4. Setelah menyerahkan formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium, pasien diambil spesimennya.

C. Penerimaan Spesimen

Penerimaan spesimen/sampel diperuntukkan spesimen dahak dan


urine, langahnya sebagai berikut:
1. Pasien diberi wadah penampung spesimen dan cara pengambilan
spesimen;
2. Pasien mengambil spesimen yang telah ditentukan;
3. Petugas menerima spesimen;
4. Petugas memberikan identitas spesimen, kemudian siap untuk
dilakukan pemeriksaan.

5
D. Pengambilan Spesimen

Tahapan pengambilan pasien adalah sebagai berikut:


1. Pasien disiapkan sebelum dilakukan pengambilan spesimen;
2. Pasien diberikan penjelasan tentang prosedur yang akan
dijalankan, dan meminta persetujuan;
3. Penyiapan wadah, alat dan bahan lain yang diperlukan;
4. Dilakukan pengambilan spesimen;
5. Petugas memberikan identitas spesimen, kemudian siap untuk
dilakukan pemeriksaan.

E. Penyimpanan Spesimen

Spesimen yang telah diambil harus segera diperiksa, dalam hal yang
mengharuskan pemeriksaan spesimen ditunda, maka spesimen
disimpan dengan beberapa cara:

1. Spesimen dahak disimpan dalam wadah tertutup rapat dan


dilemari pendingin;
2. Spesimen darah sebaiknya disimpan dalam bentuk serum dalam
lemari pendingin.

F. Kemampuan Pemeriksaan, Metode

1. Kemampuan Pemeriksaan/Jenis Pemeriksaan

Sesuai dengan kondisi dan sumber daya Laboratorium Puskesmas


Susunan Baru, maka pemeriksaan laboratorium yang dilaksanakan
bersama motode, alat dan bahan adalah sebagai berikut:

No Pemeriksaan Metode Alat Spesimen Ket


Hematologi
1. Hemoglobin Hematin asam Hemoglobinometer set HCl 0,1N
(sahli)
Kimia Klinik
1. Glukosa Elektrometri POCT set Strip
Glukosa
2. Asam Urat Elektrometri POCT set Strip Asam
Urat
3. Kolesterol Elektrometri POCT set Strip Posy.
Glukosa Lansia
S.Mider
Mikrobiologi
1. BTA Mikroskopis Mikroskop, rak Ziehl
pewarnaan, objek Nelseen
glass, lidi/ose, lampu
spirtus
2. Malaria Mikroskopis Mikroskop, rak Giemsa
pewarnaan, objek
glass

3. Malaria Rapid Test Kit Rapid Test Kit Rapid


Test

6
Imunologi
1. HCG Test Rapid Test Kit Rapid Test, pot Kit Rapid
urine Test
2. Golongan Darah Aglutinasi Kertas goldar, Kit Goldar
pengaduk
Urinalisa
1. Makroskopis Organoleptik Tabung reaksi -
2. pH Kimia kering Carik celup, pot urine Carik celup
3. Protein Kimia kering Carik celup, pot urine Carik celup
4. Glukosa Kimia kering Carik celup, pot urine Carik celup

2. Metode

Metode pemeriksaan di Laboratorium Puskesmas sesuai dengan


Permenkes No. 37 Tahun 2012, adalah metode manual, semi
otomatis, dan otomatis.

III. RUJUKAN

Jika Laboratorium Puskesmas Susunan Baru tidak mampu melakukan


pemeriksaan, maka spesimen atau pasien dikirim/dirujuk ke
Laboratorium/Fasilitas Kesehatan lain.

Spesimen yang sudah siap untuk diperiksa dikirimkan ke bagian


pemeriksaan sesuai dengan jenis pemeriksaan yang diminta.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada rujukan laboratorium:


1. Spesimen yang akan dirujuk, sebaiknya dikirim dalam bentuk yang
relatif stabil;
2. Tidak terkena sinar matahari langsung;
3. Kemasan harus memenuhi syarat keamanan kerja laboratorium
termasuk pemberian label yang bertuliskan Bahan Pemeriksaan
Infeksius atau Bahan Pemeriksaan Berbahaya;
4. Suhu pengiriman harus memenuhi syarat;
5. Penggunaan media transpor untuk pemeriksaan mikrobiologi;
6. Spesimen yang dirujuk harus diberi label berisi nomor spesimen,
nama pasien, umur, jenis kelamin, alamat, tanggal pengambilan
spesimen pada badan wadah;
7. Spesimen yang dirujuk harus disertai formulir pengiriman yang
berisi: Nomor spesimen, nama penderita/pasien, umur, jenis kelamin,
alamat penderita/pasien, tanggal dan jam pengambilan spesimen,
jenis spesimen, gejala penyakit, dan pengobatan yang diberikan
sebelumnya, permintaan pemeriksaan, tanggal pengiriman, nama
serta alamat pengirim (Dokter, Puskesmas) kemudian dikirim melalui
petugas atau melalui pos.

IV. PENCATATAN DAN PELAPORAN

A. Pencatatan

Pencatatan selain untuk pemantauan data juga untuk evaluasi.


Macam-macam pencatatan antara lain:
a. Buku Register Laboratorium.

7
B. Pelaporan

Pelaporan yang harus disampaikan secara berkala ke Dinas


Kesehatan Kabupaten/Kota berupa laporan bulanan yang merupakan
hasil rekapitulasi pencatatan harian.