You are on page 1of 7

LAPORAN PRAKTEK INSTRUMENTASI INDUSTRI

JOB V
3 / 2, 5 / 2 way pneumatic Valve

Disusun Oleh :

Nama : Alan Renato Silalahi


Melvin Erryna
Muhammad Rizki Akbari
Uwais Alqurnil Haq
Kelompok : 6 ( Enam )
Kelas : 4 ED
Dosen Pembimbing : Niksen Alfarizal, St., M.Kom

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRONIKA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2017
Tugas 5
3 / 2, 5 / 2 way pneumatik Valve

Tugas :

Menggerakan 2 double acting cylinder dengan 3 /2 way push button dan 5 / 2 way
pneumatic valve.

Menggerakan 1 double acting cylinder dengan 5 / 2 way push button dan 3 / 2


way push button pneumatic valve
Alat yang digunakan :

Tube / selang
3 / 2 way push button
5 / 2 way push button
5 / 2 way pneumatic valve
3 / 2 way pneumatic valve
Double acting cylinder
Pressure Gauge ( 1 )
Delay time ( 1 )

Pertanyaan :
1. Buatlah kondisi dimana jika sudah mencapai nilai 5 bar maka double acting
cylinder akan aktif setelah ditekan 3 / 2 way push button ( lihat pada gambar
skema ) ?

Catatan : Untuk delay time pada elektrik gunakan time On atau time Off
Jawaban :
1. 3 / 2 way pneumatic valve digerakan oleh saklar, outputnya terhubung ke
pressure switch, pressure switch menggeraan 5 / 2 way pneumatic valve
single selenoid. Masing masing output 5 / 2 way pneumatic valve single
selenoid dihubungkan ke port 1 dan port 2 double acting cylinder. Sistem
kerja alat ini ketika saklar ditekan udara akan mengalir melalui 3 / 2 way
pneumatic valve dan memberi tekanan ke pressure switch, saklar perlu
ditekan beberapa x sehingga tekanan yang masuk ke pressure switch sesuai
dengan set point, setelah tekanan tercapai maka pensaklaran pada pressure
switch akan menjadi NC sehingga 5 / 2 way pneumatic valve akan aktif dan
menggerakan double acting cylinder, ketika saklar dilepas maka double
acting cylinder akan kembali keposisi semula. Gambar rangkaian terlampir.

Analisa Data
Tugas 1 terdiri dari 2 buah double acting cylinder, 5 / 2 way pneumatic
valve double selenoid, 2 buah 3 / 2 way pneumatic valve NC, ASU, dan 3 buah
limit switch. Alat alat tersebut disusun berdasarkan gambar ( Gambar pada
lampiran ). 3 / 2 way pneumatic valve pertama digerakan menggunakan saklar.
Outputnya terhubung ke port 1 double acting cylinder.
Silinder 1 port 2 double acting cylinder 1 terhubung ke output 3 / 2 way
pneumatic valve 2, limit switch 1 akan tertekan pada saat double acting cylinder 1
dalam posisi inimal dan terhubung ke saklar selenoid B 5 / 2 way pneumatic valve
kondisi NC. Limit switch 2 akan tertekan pada saat double acting cylinder 1
dalam posisi maksimal dan terhubung ke selenoid A 5 / 2 way pneumatic
valvedalam kondisi NC, limit switch 3 akan tertekan pada saat double actng
cylinder 2 dalam posisi maksimal. Output B 5 / 2 way pneumatic valve terhubung
ke port 1 double acting cylinder 2, output A 5 / 2 way pneumatic valve terhubung
ke port 2 double acting cylinder 2.
Sistem kerja dari rangkaian ini ketika saklar ditekan 3 / 2 way pneumatic valve
akan dalam kondisi NO sehingga akan mendorong duoble acting cylinder 1 ke
posisi maksimal, pada saat posisi maksimal switch 1 terbuka dan switch 2 tertekan
sehingga mengaktifkan 5 / 2 way pneumatic valve B dan memicu terdorongnya
double acting cylinder 2 keposisi maksimal sekaligus mengaktifkan limit switch 3
sehingga 3 / 2 way pneumatic valve 2 akan aktif dan ketika saklar dilepas maka
akan terjadi sebaliknya.
Tugas 2 terdiri dari 1 double acting cylinder, 5 / 2 way pneumatic valve, 2
buah pressure switch, 2 buah 3 / 2 way pneumatic valve, ASU. Alat alat ini
dirangkai berdasarkan gambar ( gambar terdapat pada lampiran ).
5 / 2 way pneumatic valve single selenoid digerakan menggunakan sebuah saklar,
masing masing output dihubungkan ke pressure switch 1 dan 2. Output pressure
switch dihubungkan ke 3 / 2 way pneumatic valve 1 dan 2. Output masing
masing 3 / 2 way pneumatic valve dihubungkan ke port 1 dan port 2 double
acting cylinder. Sistem kerja dari rangkaian ini ketika saklar ditekan output A 5 /
2 way pneumatic valve akan mengalirkan angin ke pressure switch 1 dan akan
mengaktifkan 3 / 2 way pneumatic valve 1 sehingga meynebabkan cylinder
terdorong ke posisi maksimal, pada saat saklar dilepas terjadi sebaliknya.

Kesimpulan
1. Setiap valve dapat dirangkai secara berhubungan sehingga dapat membentuk
sistem kerja otomats dengan hanya menggunakan sebuah saklar dapat
menggerakan lebih dari 1 sistem
2. Pressure switch merupakan sebuah switch yang berfungsi seperti relay yang
digerakan oleh angin dengan tekanan yang bisa diatur.
LAMPIRAN

Tugas 1

Tugas 2
Pertanyaan 1