You are on page 1of 2

Nama : Nanda Amin Purnomo

Kelas : XI-MIA 3

Sistem Pendidikan yang Seharusnya

Assalamualaikum wr wb,
Selamat pagi tuan-tuan dan nona-nona yang saya hormati. Salam sejahtera

Marilah kita ucapkan syukur kepada Tuhan yang maha esa karena Rahmat dan kasih nya kita
dapat berkumpul di tempat ini dengan selamat dan dalam keadaan sehat.

Tuan-tuan dan nona-nona saya berdiri di sini untuk membahas sesuatu yang sudah
sangat melekat dengan diri kita semua yaitu adalah pendidikan/sekolah. Apakah tuan-tuan
dan nona-nona pernah berpikir bahwa pendidikan di Indonesia atau bahkan di dunia itu sudah
efektif ? Saya berpikir tidak , karena para murid itu di desain seperti ikan yang memanjat
sebuah pohon ( dan itu akan membuat dirinya merasa bodoh seumur hidupnya ) Pernahkah
kalian berpikir bahwa sekolah akan menunjukkan jati diri kita? Saya pikir tidak , karena apa ?
Karena semua jati diri itu berasal dari bakat yang ada di dalam diri manusia bukan dari sistem
yang di buat oleh sesama manusia , saya mengerti bahwa ada beberapa orang yang tidak
setuju dengan pendapat saya , tapi apakah Anda sekalian pernah berpikir bahwa di sekolah
dapat menemukan jati diri Anda , dapat menemukan bakat anda yang sebenarnya , dapat
menemukan potensi Anda yang sebenarnya ( bukan dari nilai 1-100 ataupun grade D-A ) kita
adalah mahluk hidup bukan mesin ataupun daging yang memiliki kualitas Dari D-A ,

Saya percaya bahwa semua manusia itu sama , bahkan jika ada manusia yang
memiliki kekurangan pasti di memiliki kelebihan yang dapat menutupi kekurangan nya
tersebut , semua manusia itu bisa berusaha untuk menjadi yang terbaik jika di beri
kesempatan yang sama , kita adalah generasi penerus bangsa bukan generasi untuk di cetak
kualitas nya , kita tidak butuh robot yang hanya bisa di cetak oleh sistem yang tidak
mendukung , tapi kita membutuhkan pelajar yang dapat berpikir kreatif , inovatif , kritis , dan
merdeka dengan kemampuan untuk terhubung , contoh : jika seorang dokter memberikan
resep obat yang sama kepada semua orang yang sedang sakit sedangkan setiap orang tersebut
membutuhkan resep obat yang berbeda maka semua orang tersebut akan berakhir tragis dan
sekarang hal tersebut sudah terjadi di sistem pengajaran sekolah dimana semua murid di
wajibkan meminum resep yang sama dari semua guru ... Dan bayangkan jika ada satu guru
berdiri di depan kelas dan mengajar 40 anak dengan kebutuhan yang berbeda , kekuatan yang
berbeda , bakat yang berbeda , mimpi yang berbeda dan guru tersebut mengajarkan mereka
semua dengan cara yang sama.Itu menakutkan , tapi yang lebih menakutkan lagi adalah
pekerjaan dari guru tersebut , maksud saya adalah seorang guru adalah pekerjaan yang paling
penting di dunia ini tapi kebanyakan dari mereka mendapatkan bayaran rendah ( maaf bukan
maksud untuk menyinggung ) , kalau boleh jujur seharusnya guru mendapatkan penghasilan
sebanyak dokter karena apa?

Karena seorang dokter dapat menyelamatkan nyawa seorang manusia , tapu dokter
tersebut dapat menjadi dokter karena bimbingan seorang guru yang hebat , tapi banyak kasus
yang menyalahkan seorang guru atas kurang efektif nya sistem pendidikan , jadi lihat!!! Guru
adalah pahlawan yang sering di salahkan seharusnya yang salah adalah pembuat kebijakan
kurikulum mereka berpikir bahwa tes dengan memilih jawaban yang benar dari sekian
banyak jawaban yang ada dapat menentukan kesuksesan seseorang , jadi hilangkan yang
namnya semangat sekolah tapi munculkan semangat setiap siswa/murid untuk belajar ,
berusaha , berkreasi untuk menjadi generasi yang matang ( bukan generasi mentah didikan
kurikulum ) sekolah adalah tempat dimana kita dapat bersosialisasi , beredukasi , berkreasi ,
bukan untuk bersaing dan saling menjatuhkan , saya rasa bahwa matematika itu memang
penting , mungkin lebih penting dari pada tari , bernyanyi , dll tapi cobalah untuk berikan
kesempatan yang sama untuk setiap bakat dari para siswa , saya tau bahwa ini mungkin
terdengar seperti mimpi , tapi nyatanya tidak!

Cara ini sudah di tetapkan di negara Finlandia , mereka punya jam belajar yang lebih
pendek dan efektif , para guru dibayar dengan layak , Tidak ada pr , dan para murid sana
lebih fokus kepada kolaborasi dibandingkan kompetisi , di sini membuktikan sesuatu bahwa
sistem pendidikan mereka melebihi kualitas sistem pendidikan negara lain di seluruh dunia ,
jadi mari kita berusaha bersama untuk mendukung para pelajar, karena tidak ada yang
namanya solusi tunggal , meskipun para pelajar hanya sebanyak 20% dari populasi manusia
di bumi , tapi mereka adalah 100% masa depan kita ( manusia ) , jadi mari kita hadiri dan
dukung mimpi mereka dan tidak mendikte merka demi apa yang ingin kita capai , inilah
dunia yang saya yakini dunia dimana ikan tidak di paksa lagi untuk memanjat pohon.