You are on page 1of 13

TUGAS FISIKA

Disusun oleh:

Rosi Rahmdarti

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU UTARA

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMAN 1 ARGAMAKMUR

Tahun Ajaran 2014-2015


A. ALAT UKUR PANJANG

1. Mistar

Mistar atau penggaris pada umumnya memiliki skala terkecil 1 mm atau 0,1 cm sama
dengan jarak antara dua goresan terdekat. Oleh karena itu, banyak yang menuliskan
ketidakpastian (Δx) pada penggaris dengan ½ skala terkecilnya.

a. Cara penggunaan mistar adalah sebagai berikut:

 Impitkan skala nol pada mistar dengan salah satu ujung benda yang akan diukur
 Lihat posisi ujung lain benda tersebut. Baca skala mistar yang berimpit dengan ujung
lain benda.
 Secara umum akan teramati ujung benda tidak tepat berimpit dengan salah satu skala
millimeter pada mistar. Oleh karena itu laporan pengukuran adalah nilai terbaca ±
ketidakpastian pengukuran (x ± Δx)
b. kelebihan mistar : bisa mengukur benda yang panjangx cukup besar (tergantung
ukuranmistar)
bisa buat garis
c. kekurangan mistar : kurang teliti untuk benda-benda di bawah ketelitian

2. Jangka Sorong

Suatu jenis mistar ingsut yang berfungsi sebagai pengukuran ketinggian disebut
jangkasorong ketinggian atau kaliber tinggi. Alat ukur ini dilengkapi dengan rahang ukur
yang bergerak vertikal pada batang berskala yang tegak lurus dengan landasannya. Permukaa
n rahang ukur dibuat sejajar dengan alas, sehingga garis ukur akan tegak lurus
dengan permukaan di atas mana landasan diletakkan. Oleh karena itu, dalam pemakaiannnya
jangkasorong ketinggian ini memerlukan permukaan rata sebagai acuan, yang dlam hal ini
bisa dipenuhi oleh meja rata.
Jangka sorong dikalibrasi dengan cara mendorong rahang geser hingga menyentuhrahang
tetap. Apabila rahang geser berada pada posisi yang tepat di angka nol, yaitu angkanol pada
skala utama dengan angka nol pada skala nonius saling berhimpit pada satu garislurus, maka
jangka sorong tersebut sudah terkalibrasi dan siap digunakan
.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan :
1.Memliki kecermatan pembacaan yang lumayan bagus umumnya kecermatan pembacaannya
berkisar 0.05-0.01 mm.
2. Dapat mengukur diameter sisi luar dengan cara dijapit
3. Dapat mengukur diameter sisi dalam dengan cara di ulur
4.Dapat mengukur kedalaman
5.Harga murah dan terjangkau
Kekurangan :
1.Tidak bisa mengukur benda yang besar
2.Bisa terjadi pemuaian pada alat
3.Karena sensor berkontak langsung dengan benda kerja memungkinkan terjadinyagoresan
atau benturan yang bisa menyebabkan ketidakrataan pada kedua sensor ataukedua rahang.

Perawatan
Faktor terjadinya kerusakan alat adalah ketidakstabilan suhu ruang penyimpanan dantempat
penyimpanan sehingga memungkinkan jangka sorong untuk memuai atau menyusut,terbentur
dan/atau tergores. Oleh karena itu simpanlah pada suhu kamar dan tempat yangkhusus
biasanya terdapat kotak penyimpanan agar tidak terjadi pemuaian dan tergores.

3. Mikrometer Sekrup

Apabila kita ingin mengukur ketebalan suatu plat tipis dengan lebih teliti, maka kita dapat
menggunakan alat mikrometer sekrup, karena ketelitiannya mencapai 0,01 mm. Mengapa
demikian? Pada mikrometer sekrup terdapat dua macam skala, yaitu skala tetap dan skala
putar. Skala tetap terbagi dalam satuan milimeter (mm), skala ini terdapat pada laras dan
terbagi dua skala yakni skala atas dan skala bawah. Sedangkan skala putar, terdapat pada besi
penutup laras yang dapat berbputar 360 derajat, dapat bergeser ke depan atau ke belakang.
Skala putar terbagi menjadi 50 skala atau bagian yang sama. Satu kali putaran skala putar
akan bergeser 0,5 mm ke depan atau ke belakang, maka setiap kita memutar satu skala
menghasilkan = 0,5/50 x 1 mm = 0,01 mm.

a) Komponen Mikrometer Sekup


Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong. Ketelitiannya
sampai 0,01 mm

b) Cara Menggunakan Mikrometer


1. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka
2. Bukalah rahang dengan cara memutar kekiri pada skala putar hingga benda dapat
dimasukkan ke rahang

3. Letakkan benda yang diukur pada rahang, dan putar kembali sampai tepat

4. Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat digerakkan dan terdengar bunyi ‘klik’

c) Skala Mikrometer

Skala pada mikrometer dibagi dua jenis:


1. Skala Utama
Terdiri dari skala :1, 2, 3, 4, 5 mm dan seterusnya. Dan nilai tengah : 1,5; 2,5; 3,5; 4,5; 5,5
mm dan seterusnya
2. Skala Putar
Terdiri dari skala 1 sampai 50

Setiap skala putar berputar mundur 1 putaran maka skala utama bertambah 0,5 mm. Sehingga
1 skala putar = 1/100 mm = 0,01 mm
d. Kelebihan
- tingkat ketelitian hingga 0,01mm
- terdiri dari bentuk dasar bingkai U dengan landasan tetap
e. kekurangan :
- jarak pengukurannya pendek , hanya sampai 25mm(bagian luar micrometer) .

B. HUKUM ARCHIMEDES

Hukum Archimedes mengatakan bahwa “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam


sesuatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan keatas
yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang terdesak oleh benda tersebut”.

Rumus Hukum Archimedes (Gaya Apung )


Ketika suatu benda dimasukkan ke dalam air, ternyata beratnya seolah-olah
berkurang. Peristiwa ini tentu bukan berarti ada massa benda yang hilang, namun
disebabkan oleh suatu gaya yang mendorong benda yang arahnya berlawanan
dengan arah berat benda. Archimedes mempelajari hal ini
dengan cara memasukkan dirinya pada bak mandi. Ternyata, ia memperoleh hasil,
yakni beratnya menjadi lebih ringan ketika di dalam air. Gaya ini disebut gaya
apung atau gaya ke atas (Fa). gaya apung sama dengan berat benda di udara
dikurangi dengan berat benda di dalam air. Persamaan Hukum Archimedes :

Fa = Wu–Wa
Fa = gaya apung atau gaya ke atas (N),
Wu = gaya berat benda di udara (N),
Wa= gaya berat benda di dalam air (N)

KEADAAN BENDA
Tiga keadaan benda di dalam zat cair :
a. Melayang
pb, rata-rata = pf
w = Fa
KETERANGAN
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung

b. Tenggelam
pb, rata-rata > pf
w > Fa
KETERANGAN
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung

c. Terapung
pb, rata-rata < pf
w = Fa
KETERANGAN
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung

C. AMPEREMETER DAN VOLTMETER

1.Amperemeter
Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur mengukur kuat arus yang
mengalir dalam suatu rangkaian listrik. Amperemeter dihubungkan seri dengan
rangkaian. Putuskan rangkaian, kemudian sambung kembali dengan Amperemeter.
Penggunaan Amperemeter
Rangkaian yang akan ditest diatur dalam keadaan “OFF” (putuskan rangkaian dengan
batterei atau pada hubungan dalam rangkaiannya). Atur saklar (knob) putar pada skala
tertinggi. Hubungkan jarum penduga/probe positif + (merah) pada pada input +supply
(sisi baterai) dan jarum penduga negatif - (hitam) pada sambungan input komponen.
Nyalakan rangkaian beban dan perhatikan penyimpangan yang ditunjukkan oleh
jarum meter. Jika pembacaan meter berada di bawah range, matikan rangkaian dan
pindahkan saklar putar pada tingkat yang lebih kecil. Dengan demikian akan
diperoleh hasil pembacaan yang lebih akurat. Hitung pembacaan meter dengan
membaca skala range dan pembagian skala.
Sebagai contoh, misalkan batas ukur amperemeter 1 A dan skala maksimumnya 50.
Jika jarum penunjuknya menunjuk angka 20 pada skala, kuat arus listrik yang
melaluinya dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Dari contoh diatas, kita memperoleh persamaan:
Jadi, kuat arus listrik yang melalui amperemeter adalah 0,4 A
2.Voltmeter
Volmeter digunakan untuk mengukur tegangan listrik antara dua titik dalam suatu
rangkaian listrik. Voltmeter bisa digunakan untuk mengukur tingkat tegangan yang
ada dalam baterai. Voltmeter juga digunakan untuk mengukur turunnya tegangan
dalam rangkaian.
Penggunaan voltmeter
Pada saat mempelajari tegangan jepit karena sudah mengenal alat ukur voltmeter.
Voltmeter digunakan untuk mengukur besar beda potensial atau tegangan listrik.
Dalam menggunakannya, voltmeter harus dipasang secara paralel dengan sumber
tegangan atau peralatan listrik yang akan diukur beda potensialnya (teganganya).
Maksudnya, kutub positif voltmeter harus dihubunqkan dengan kurub positif sumber
tegangan atau alat listrik dan kutub negatif voltmeter harus dihubungkan dengan
kutub negatif sumber tegangan atau alat listrik.
Sebagai contoh, kita akan mengukur tegangan sebuah baterai. Mula-mula kita harus
memutar sakelar, pilih ke posisi DC (menunjukkan sumber tegangan arus searah).
Kemudian, kita memilih batas ukur dengan cara memutar sakelar pilih, misalnya 5 V.
Dalam hal ini, tegangan maksimum yang dapat diukur dengan voltmeter adalah 5 V.
Jika skala yang ditunjuk oleh jarum penunjuk adalah l5 dan skala maksimumnya 50,
nilai tegangannya dapat dihitung sebagai berikut.
Maka,
Tegangan = x 5V = 1.5V
Jadi, tegangan baterai yang diukur adalah 1,5 V.
Ketika membaca rangkaian listrik, akan ditemukan simbol-simbol komponen listrik.
Agar dapat membaca rangkaian tersebut. kamu harus dapat menerjemahkan tiap
simbol yang ada.
Voltmeter dihubungkan parallel dengan rangkaian yaitu positif ke positif, negatif ke
negatif.
Skala Voltmeter
Voltmeter digunakan untuk test otomotif yang mempunyai skala yang menunjukkan
lebih dari satu tingkat tegangan.
Mengukur Tegangan
Jika nilainya tidak diketahui, pilihlah nilai tertinggi pada saklar putar. Hal ini akan
mencegah rusaknya meter tersebut.
Hubungkan Voltmeter positif (+) (merah) pada batterei positif (+) dan negatif (-)
(hitam) pada negatif (-) batterei.
Tempatkan skala yang sesuai:
(Skala 0 – 20) (Skala 0 – 50)
Sistem 12 Volt Sistem 24 Volt

Tegangan Kekuatan Listrik (tekanan)


Diagram Tegangan – Tekanan Listrik

Apabila sebuah lampu dihubungkan dengan batterei dan kabel, arus akan mengalir
dari batterei menuju lampu dan lampu tersebut akan menyala.

Hal ini terjadi karena adanya kelebihan muatan negatif pada terminal negatif (-) dan
berkurangnya muatan negatif pada terminal positif (+). Ketidakseimbangan muatan
listrik tersebut menyebabkan tekanan listrik. Tekanan listrik menyebabkan aliran arus
pada rangkaian tersebut. Apabila terjadi ketidakseimbangan muatan listrik, pelepasan
menyebabkan tekanan, beban, atau kekuatan listrik antara muatan positif dan negatif
yang mencoba untuk menyeimbangkan kembali. Sebab kekuatan listrik potensial
untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Perbedaan antara muatan listrik dinamakan ‘perbedaan potensial’ atau pada. Satuan
pengukurannya yaitu volt dengan simbol V. Tekanan elektromotif juga dipakai
dengan simbol E atau EMF.
Menggunakan Multitester sebagai Volt Meter
1. Pasang Kabel hitam ke COM (Ground), dan pasang Kabel Merah ke Lubang paling
kanan (V/Ohm).
2. Tentukan object pengukuran, misalnya akan mengukur battere Nokia yang
berkapasitas 3,7V.
3. Lihat skala pada Multitester pada bagian V (Volt) ada dua yaitu:
DC Volt -- (Tegangan searah) : Tegangan Baterai, Tegangan Output IC Power, dan
sebagainya (Terdapat Polaritas + dan -)
AC Volt ~ (Tegangan Bolak Balik) : Tegangan PLN, dan sejenisnya.
Umumnya yang digunakan dalam pengukuran arus lemah seperti pengukuran ponsel,
dan lain-lain dipilih yang DC Volt --. Setelah dipilih skala DC Volt, ada nilai 2 yang
tertera pada bagian DC Volt tersebut.
Contoh:
200mV artinya akan mengukur tegangan yang maximal 0,2 Volt
2V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 2 Volt
20V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 20 Volt
200V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 200V
750V artinya akan mengukur tegangan yang maximal 750V
Gunakan skala yang tepat untuk pengukuran, misal Baterai 3,6 Volt gunakan skala
pada 20V. Maka hasilnya akan akurat mis terbaca : 3,76 Volt.
Jika menggunakan skala 2 V akan muncul angka 1 (pertanda overload/melebihi skala)
Jika menggunakan skala 200V akan terbaca hasilnya namun tdk akurat mis terbaca :
3,6V atau 3,7 V sja (1digit belakang koma)
Jika menggunakan 750V bisa saja namun hasilnya akan terbaca 3 atau 4 volt
(Dibulatkan langsung tanpa koma)
Setelah objek pengukuran sudah ada, dan skala sudah dipilih yang tepat, maka
lakukan pengukuran dengan menempelkan kabel merah ke positif baterai dan kabel
hitam ke negatif baterai. Akan muncul hasil pengukurannya.
Jika kabel terbalik hasilnya akan tetap muncul, namun ada tanda negatif di depan
hasilnya. Beda dengan Multitester Analog. Jika kabel terbalik jarum akan mentok ke
kiri.
NB : jika Multitester ada tombol DH, artinya Data Hold. Jika ditekan maka hasilnya
akan freeze, dan bisa dicatat hasilnya.
Menggunakan Multitester Digital sebagai pengukur arus rangkaian
Pindahkan kabel merah ke 20A. Dan kabel hitam tetap di COM (ground). Dipilih
lubang 20A karena akan mengukur arus yang > 0,2 A.
Misalnya akan mengukur arus pengisian battere. Salah satu cara antara lain adalah
dengan cara memotong salah satu kabel charger. Dan masing-masing kabel
ditempelkan ke kabel merah & kabel hitam Multitester. Lakukan pengukuran saat
ponsel dicharger. Misalnya nilai yang tertera 0,725 berarti arus pengisian sebesar
0,725 A alais 725 mA.
Atau mencabut Sekring (Fuse) lalu tempelkan masing-masing kabel ke kutub sekring
pada PCB. Lalu ukur hasilnya.
D. BANDUL
Bandul fisis digunakan untuk menggambarkan gerakan berayun dari bandul yang
disebabkan oleh gravitasi. Untuk membuat bandul (pendulum), beratnya (m.g),
tergantung dari titik tetap, disebut pivot. Dengan menarik pendulum kembali dan
melepaskan, itu akan berayun bolak-balik karena tarikan gravitasi dan tegangan di
sepanjang tali atau kawat yang menggantungkan berat tadi. Gerakan ini terus
berlanjut sebagai akibat inersia.
Menurut hukum dasar inersia, ketika benda dalam keadaan istirahat atau bergerak,
ia akan terus dalam keadaan itu kecuali ditindaklanjuti oleh kekuatan eksternal.
Dalam kasus bandul fisis, bandul akan terus berayun kecuali kekuatan eksternal
bertindak untuk menghentikannya. Karena tidak ada kekuatan eksternal bertindak
di atasnya, itu dapat terus berayun tanpa batas melalui busur yang sama.
Aksi pendulum adalah contoh yang baik dari kekekalan energi mekanik. Ini
hukum fisika menyatakan bahwa energi di dalam sistem selalu tetap konstan.
Dengan kata lain, jumlah energi selalu sama dan energi tidak dapat diciptakan
atau dihancurkan. Ada berbagai jenis energi yang menyatakan bahwa sebuah
objek dapat dalam bentuk, seperti energi kinetik, potensial, kimia, nuklir dan
termal. Energi Potensial dan kinetik, atau gerak, merupakan energi keadaan adalah
mereka yang diukur dan diamati dalam bandul fisika.

Ketika pendulum berayun, energi keadaan yang berubah berdasarkan tempat di


busur benda, tapi semuanya tetap sama dalam jumlah total potensial dan kinetik
energi benda – dengan kata lain, energi kekal. Pada titik tertinggi bandul, ia tidak
memiliki kecepatan dan semua energi dalam sistem adalah energi potensial.
Ketika jatuh melalui busur, benda memperoleh energi kinetik dan kecepatan
sambil kehilangan energi potensial. Setelah melewati bagian bawah busur, ia
mulai lambat dan kehilangan energi kinetik sambil mendapatkan energi potensial
dan ketinggian. Meskipun energi kinetik dan potensial bervariasi, pengukuran
fisika bandul menunjukkan bahwa total tetap sama di semua titik di busur
pendulum.

Dalam bandul fisis, hambatan udara dan gesekan diasumsikan tidak ada pada
benda. Karena energi dari sistem bandul adalah kekal, dikatakan memiliki gerak
terus-menerus, yang dapat dilanjutkan tanpa batas selama tidak ada energi yang
hilang ke objek atau lingkungan lainnya. Fakta bahwa pendulum terus berayun
dengan cara yang sama dari waktu ke waktu adalah mengapa hal itu digunakan
dalam jam untuk menjaga waktu, dan pada awalnya digunakan untuk melakukan
pengukuran gaya gravitasi.