You are on page 1of 4

MANAJEMEN SUMBER DAYA ALAM

PENTINGNYA PENGUKURAN ANALISIS IKLIM DALAM MANAJEMEN


SUMBER DAYA ALAM DI BIDANG PERTANIAN

PAPER

Disusun Oleh:
Maki Lukmanul Hakim
20160210084

PRODI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2017
BAB I
PENDAHULUAN

Iklim merupakan rata-rata kondisi cuaca di suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. Kondisi iklim
pada suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya, hal ini disebabkan karena letak geografis dan topografi
setiap daerah berbeda-beda. Dalam penentuan iklim di suatu daerah, ada beberapa anasir iklim yang harus
diukur terlebih dahulu, yaitu diantaranya temperatur, kelembaban, curah hujan, kecepatan dan arah angin,
serta intensitas cahaya. Dalam pengukuran anasir iklim tersebut tetunya setiap unsur berbeda alat, seperti
halnya temperatur yang diukur menggunakan Termometer dengan satuannya Celsius (oC).
BAB II
PEMBAHASAN

ANASIR IKLIM
1. Temperatur
Temperatur adalah panas atau dinginnya suatu udara. Perubahan terperatur udara disebabkan
oleh adanya kombinasi kerja antara udara, perbedaan kecepatan proses pendinginan dan pemanasan
suatu daerah dan jumlah kadar air dan permukaan bumi. Alat untuk mengukur temperatur udara ini
adalah termometer (Wirastuti dkk, 2008). Pada dasarnya temperatur adalah ukuran yang menyatakan
panas dinginnya sesuatu, bisa dalam bentuk padat, cair, ataupun gas. Biasanya dinyatakan dalam suatu
derajat. Semakin panas suatu benda maka nilai derajatnya akan semakin tinggi, sebaliknya semakin
dingin suatu benda maka nilai derajatnya juga akan semakin turun.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menentukan atau mengukur suhu berdasarkan panca
indera kita seperti melalui kulit yang merupakan indra peraba. Alat pengukur temperatur yang disebut
termometer biasanya berbentuk pipa sempit tertutup yang terbuat dari kaca. Pipa ini berisi zat cair yang
sifatnya termometrik, yaitu zat cair yang akan berubah secara fisis bila dipanaskan dan didinginkan
sehingga dapat dijadikan penunjuk bila terjadi kenaikan atau penurunan suhu, contohnya seperti air
raksa atau alkohol. Ada bermacam-macam jenis termometer diantaranya yang cukup sering ditemui
adalah teremometer raksa yang hasil pengukurannya dibaca secara manual dan ada pula termometer
digital dimana nilai suhu yang diukur akan ditampilkan dilayar secara presisi.

Temperatur Air Raksa Temperatur Digital


2. Kelembaban
Kelembaban adalah konsentrasi uap air di udara.Angka konsentasi ini dapat diekspresikan
dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat untuk mengukur
kelembapan disebut higrometer. Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan
udara dalam sebuah bangunan dengan sebuah pengawalembap (dehumidifier). Dapat dianalogikan
dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara. Perubahan tekanan sebagian uap air di udara
berhubungan dengan perubahan suhu. Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat
mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak melebihi 0,5% pada 0 °C (Handoko, 1994).
Kelembaban udara menggambarkan kandungan uap air di udara yang dapat dinyatakan sebagai
kelembaban mutlak, kelembaban nisbi (relatif) maupun defisit tekanan uap air. Kelembaban mutlak
adalah kandungan uap air (dapat dinyatakan dengan massa uap air atau tekanannya) per satuan volum.
Kelembaban nisbi membandingkan antara kandungan/tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya
atau pada kapasitas udara untuk menampung uap air. Kapasitas udara untuk menampung uap air tersebut
(pada keadaan jenuh) ditentukan oleh suhu udara. Sedangkan defisit tekanan uap air adalah selisih antara
tekanan uap jenuh dan tekanan uap aktual. Masing-masing pernyataan kelembaban udara tersebut
mempunyai arti dan fungsi tertentu dikaitkan dengan masalah yang dibahas (Handoko, 1994).
Semua uap air yang ada di dalam udara berasal dari penguapan. Penguapan adalah perubahan
air dari keadaan cair kekeadaan gas. Pada proses penguapan diperlukan atau dipakai panas, sedangkan
pada pengembunan dilepaskan panas. Seperti diketahui, penguapan tidak hanya terjadi pada permukaan
air yang terbuka saja, tetapi dapat juga terjadi langsung dari tanah dan lebih-lebih dari tumbuh-
tumbuhan. Penguapan dari tiga tempat itu disebut dengan Evaporasi (Karim, 1985).

Alat Pengukur Kelembaban


HYGOMETER