You are on page 1of 3

1.

Berdasar UU Migas no 22/2001

a. Menurut pasal 12 ayat 2, Yang berhak menawarkan Wilayah Kerja Pengelolaan Migas =
menteri setelah berkonsultasi dengan pemerintah daerah
b. Menurut pasal 5, kegiatan usaha migas terdiri dari, dan siapa yg melaksanakan
Kegiatan usaha migas terdiri atas:
- kegiatan usaha hulu (eksplorasi & eksploitasi)
- hilir (pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, niaga)
Yang melaksanakan:
 BUMN, BUMD, Koperasi/usaha kecil, badan usaha swasta
 Badan usaha atau bentuk usaha tetap yang melakukan kegiatan usaha hulu dilarang
melakukan kegiatan usaha hilir
 Badan usaha yang melakukan kegiatan usaha hilir tidak dapat melakukan kegiatan
usaha hulu
c. Yg didapat negara dari pengelolaan migas
 Menjamin efisiensi dan efektivitas tersedianya migas baik sbg sumber energi maupun
bahan baku untuk kebutuhan negeri
 Meningkatkan lapangan kerja, kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, serta menjaga
kelestarian lingkungan hidup
 Meningkatkan pendapatan negara berupa pajak dan penerimaan negara bukan pajak
- Penerimaan negara berupa pajak: pajak2, bea masuk, dan pungutan lain impor dan
cukai, pajak daerah, dan retribusi daerah
- Penerimaan negara bukan pajak: bagian negara pungutan negara yang berupa iuran
tetap & iuran eksplorasi dan eksploitasi, bonus2

2. Perbedaan Industri Migas dan Pabum berdasar analisis resiko

Pada industri pabum resiko suatu daerah prospek untuk gagal lebih minim dibanding migas
dimana jika pengeboran pabum gagal, dimana kerugiannya hanya potensi yang dihasilkan tidak
tercukupi, namun pada migas jika suatu daerah prospek menghasilkan dry hole maka akan rugi besar.
Teknologi & cost juga lebih mahal pada migas. Jadi dapat dikatakan industri migas lebih beresiko
daripada pabum.

3. Point penting kontrak perjanjian (kontrak kerja sama) industri migas pabum

a. Luas wilayah kuasa pertambangan :

 Untuk eksplorasi harus luas

 Daerah yg sdh dikenal geologinya atau belum

 Dekat/jauh dgn daerah yg sudah pasti ada HC

b. Lama masa eksplorasi

 Dpt 3-4 tahun/lebih

c. Kewajiban bekerja selama masa eksplorasi

 Ada kewajiban kegiatan eksplorasi yg harus dipenuhi

 Kewajiban bersifat wajar & tdk memberatkan


d. Masa peralihan eksplorasi → pengembangan

 Perlu dinyatakan sejak awal adanya hak mengembangkan HC yg ditemukan


jika belum perlu dirundingkan dg syarat2

e. Masa pengusahaan

 Pemegang WKP biasanya berkeinganan waktunya selama mungkin (tak


terbatas)

 Pemerintah menetapkan 13 tahun & dpt diperpanjang lagi

f. Sewa, royalti & pajak

 Sewa wilayah = pembayaran per tahun per sewa luas (Rp/He)

 sewa ini rendah pada masa eksplorasi & bertambah stlh masa pengembangan

 dibayar menurut % produksi

 pajak = menentukan sampai perolehan masing2

g. cara menentukan commerciality penemuan

 criteria hrs jelas sejak awal (apa&brp)

 saling menguntungkan kedua pihak

h. hak menjual/mengekspor HC

 ada kewajiban untuk memenuhi pasar setempat dgn harga yg ditentukan


pemerintah

 bisa menjual HC sendiri utk pasar internasional dg harga ditentukan pasar


tsb/sendiri

4. PP 27-1980
a) Dasar pembagian adalah seberapa pentingnya bahan galian tersebut bagi kepetingan orang
banyak, pendapatan negara serta bagi keamanan negara , karena tiap bahan galian memiliki nilai
ekonomis yang berbeda sehingga harus dikelompokan
Migas termasuk golongan galian A karena merupakan komoditas yang penting bagi pendapatan
negara dan kepentingan banyak orang, serta strategis untuk pertahanan dan keamanan negara dan
menjamin kestabilan ekonomi negara
b) mengapa hrs intansi pemerintah yg memiliki hak utk mngolah minyak? Karena sektor migas sangat
strategis bagi pertahan keamanan dan kestabilan ekonomi negara pada pasal 33 ayat 3 disebutkan
bahwa bahan galian yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara
c) Bagaimana pihak swasta ingin mengolahnya? Apa bentuk kerjasamanya?
- kontrak konsesi:
- hak pengelolaan migas di tangan pemegang tender,
- pemegang konsensi dengan pajak atau proyek ke pemerintah
- PSC:
- hak pengelolaan di pemerintah: pengusahaan di kontraktor, kontraktor mengajukan POD
- kontrak jasa
operator mendapat balas jasa atas besarnya investasi berupa persentasi dari investasi yang telah
ditentukan:
- murni = operator mendapat fee sesuai kontrak
- beresiko = ada kewajiban menanggung resiko besar
- JOB: seperti PSC namun pertamina memegang max 50% participatin interest
- kontraktor menanggung biaya dan di kembalikan dengan 50% uplift dengan pertamina
- TAC: sistem perhitungan bagi hasil yang dilakukan untuk pertamina dengan kontraktor di lapangan
yang sebelumnya dikelola pertamina
- ada pemisahan non shareable oil yaitu produksi apabila tidak terdapat investasi dan
shareable oil (yang dibagi) yaitu produksi akibat investasi kontraktor
- Gross Split: Skema baru dalam kontrak industri migas indonesia, dimana tidak lagi menyertakan
komponen cost recovery. K3s akan menanggung seluruh biaya operasi hulu migas. Sebaliknya,
pemerintah hanya mendapatkan pembagian produksi.