Вы находитесь на странице: 1из 7

NASKAH PUBLIKASI

EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI PADA IBU POST PARTUM


TERHADAP PERCEPATAN PROSES PENYEMBUHAN
LUKA SECTIO CAESAREA FASE INFLAMASI
DI RSUD SANGGAU
TAHUN 2014

JOLANDA PURNAWATI
NIM I31110027

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2014
EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI PADA IBU POST PARTUM
TERHADAP PERCEPATAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA SECTIO
CAESAREA FASE INFLAMASI DI RSUD SANGGAU TAHUN 2014

Oleh:
Jolanda Purnawati*
Yuyun Tafwidhah**
Winarianti**
Abstrak
Latar belakang: Persalinan yang dilakukan dengan operasi sectio caesarea membutuhkan rawat inap yang
lebih lama di rumah sakit. Hal ini tergantung dari cepat lambatnya penyembuhan luka akibat proses
pembedahan. Mobilisasi yang dilakukan dengan segera tahap demi tahap akan membantu memperbaiki aliran
darah sehingga akan mempercepat proses penyembuhan luka khususnya pada fase inflamasi. Oleh karena itu,
mobilisasi dini merupakan langkah awal terhadap percepatan proses penyembuhan luka ibu dengan post
sectio caesarea.
Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas mobilisasi dini pada ibu post partum terhadap
percepatan proses penyembuhan luka sectio caesarea fase inflamasi.
Metode: Jenis penelitian ini pre-eksperimen dengan desain the one shot case study. Jumlah sampel 28
responden yang dilakukan dengan consevutive sampling. Analisa penelitian menggunakan uji alternatif
Fisher.
Hasil: Dari analisa mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea terhadap percepatan penyembuhan luka fase
inflamasi dengan menggunakan uji alternatif Fisher didapatkan hasil nilai p = 0,001 dimana nilai p < 0,05.
Kesimpulan: Pada penelitian ini mobilisasi dini pada ibu post partum efektif terhadap percepatan proses
penyembuhan luka sectio caesarea fase inflamasi di RSUD Sanggau Tahun 2014.

Kata Kunci: Mobilisasi dini, Sectio caesearea, Penyembuhan luka fase inflamasi
Referensi : 32 (2003-2013)

Effectivity Of Early Mobilisation Towards Inflamation-Phase Caesarean


Wound Healing Acceleration In Post Partum Woman In Regional General
Hospital Sanggau 2014

Abstract
Background: Longer period of hospitalization is required in birth delivery through caesarean section. It
depends om duration needed for wound healing caused by surgery. Gradual early mobilisation may halp
improving blood circulation, which will accelerate wound healing process particullary in inflamation-phase.
Therefor, early mobilisation is a first step for healing process acceleration in post-caesarean section woman.
Objective: the aim of study was investigate the effectivity of early mobilisation towards wound healing
acceleration of caesarean section in inflamation-phase.
Methods: This study was pre-experimental with one shot cae study design. Total sample was 28 respondents
which taken by consecutive sampling. Analysis of this reaserch using Fisher’s alternative analysis.
Results: Fisher’s analysis result showed the effect of early mobilisation in post-partum woman with
caesarean section wound has p value = 0,001 (p < 0,05).
Conclusion:This study showed that early mobilisation was effective for wound healing acceleration in
inflamation-phase of caesarean section in post partum woman in regional general hospital Sanggau 2014.

Keywords: early mobilisation, caesarean section, inflamation-phase wound healing


Reference: 32 (2003-2013)

* Nursing Student Tanjungpura University


** Nursing Lecturer Tanjungpura University
PENDAHULUAN perlahan-lahan dapat berjalan sendiri (Kasdu,
2003).
Bedah Sectio caesarea bukan lagi sesuatu
yang menakutkan. Caesar jauh lebih aman berkat Hasil data dari Riskesdas (Riset Kesehatan
kemajuan teknologi kedokteran dalam tehnik Dasar) tahun 2010, angka ibu melahirkan dengan
operasi yang lebih sempurna. Oleh karena itu, sectio caesarea periode lima tahun terakhir di
operasi caesar tidak lagi selalu diidentikkan dengan Indonesia sebesar 15,3% dengan rentang tertinggi
adanya kelainan dan gangguan saat persalinan, 27,2% di DKI Jakarta dan terendah 5,5 % di
melainkan para calon ibu cenderung untuk Sulawesi Tenggara. Hasil Riskesdas Tahun 2013
melakukan operasi caesar tanpa dasar indikasi menunjukkan kelahiran dengan bedah sectio
yang cukup kuat (Oswari, 2004). Luka setelah caesarea di Indonesia sebesar 9,8% dengan
dilakukan pembedahan sectio caesarea akan proporsi tertinggi di DKI Jakarta (19,9%) dan
mengalami proses penyembuhan luka yang terdiri terendah di Sulawesi Tenggara (3,3%).
dari 3 fase, yaitu fase proliferasi, dan fase maturasi.
Pada fase inflamasi sangat memerlukan sirkulasi Berdasarkan data RSUD Sanggau, jumlah
darah yang baik guna membantu memenuhi nutrisi ibu yang melahiran dengan sectio caesarea tahun
sel dalam darah dan mempercepat pertumbuhan 2011 sebanyak 368 orang dan mengalami
jaringan. Luka sudah tidak menunjukkan tanda- peningkatan pada tahun 2012 sebanyak 530 orang.
tanda klinis fase inflamasi (rubor, dolor, calor, Sedangkan data terakhir yang di dapat pada
tumor) 3-4 hari pasca pembedahan (Potter & Perry, Januari – September 2013 diketahui ibu yang
2006). melahiran dengan sectio caesarea sebanyak 401
orang. Jadi, berdasarkan data tersebut angka
Menurut Gruendemann & Fernsebner kelahiran dengan sectio caesarea di RSUD
(2006), seseorang yang baru menjalani operasi Sanggau semakin meningkat selama 3 tahun
karena adanya nyeri akan cenderung untuk terakhir dengan rata-rata rawat inap selama 3-5
bergerak lebih lambat. Rasa sakit atau nyeri yang hari. Menurut salah satu perawat ruangan, mereka
masih terasa 2-3 hari setelah operasi caesar masih sering menerima keluhan ibu yang takut
umumnya membuat ibu enggan menggerakkan untuk bergerak karena takut akan nyeri dan jahitan
badan, apalagi turun dari tempat tidur (Mochtar, lepas. Kurangnya mobilisasi dini yang dilakukan
2006). Hal inilah yang menyebabkan beberapa oleh para ibu post sectio caesarea di RSUD
responden melakukan mobilisasi dini kurang baik. Sanggau diduga merupakan salah satu penyebab
Penelitian yang pernah dilakukan oleh Arum proses penyembuhan luka menjadi lambat dan
(2011), menunjukan bahwa tingkat nyeri menurun waktu rawat inap yang lebih lama. Oleh sebab itu,
dari nyeri sedang menjadi nyeri ringan seiring peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dengan mobilisasi dini yang dilakukan sehingga mengenai efektifitas mobilisasi dini pada ibu post
mampu mencapai tingkat aktifitas normal seperti partum terhadap percepatan proses penyembuhan
biasanya dan dapat memenuhi kebutuhan gerak luka sectio caesarea fase Inflamasi.
harian. Tujuan mobilisasi dini pada ibu post sectio
caesarea adalah memperbaiki aliran darah METODE PENELITIAN
sehingga akan mempercepat proses penyembuhan
luka. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian eksperimental dengan rancangan
Menurut Kiik (2009), mobilisasi dini yang penelitian Pre-eksperimen yaitu penelitian yang
dilakukan secara teratur menyebabkan sirkulasi di menguji coba suatu intervensi pada sekelompok
daerah insisi menjadi lancar sehingga jaringan subjek tanpa kelompok kontrol atau yang biasa
insisi yang mengalami cedera akan mendapatkan disebut dengan rancangan “The One Shot Case
zat-zat esensial untuk penyembuhan, seperti Study”. Populasi dalam penelitian ini adalah
oksigen, asam amino, vitamin dan mineral. Oleh seluruh pasien post sectio caesarea di RSUD
karena itu, sangat disarankan oleh ibu untuk Sanggau tahun 2014 dengan jumlah rata-rata pasien
sesegera mungkin melakukan mobilisasi dini sesuai post sectio caesarea selama satu bulan 20-30
tahapan prosedur, yaitu setelah 6 jam pertama post orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 28 ibu
sectio caesarea ibu yang dilakukan tirah baring post caesar dan pengambilan sampel menggunakan
hendaknya melakukan gerakan lengan tangan, kaki teknik consecutive sampling yaitu suatu metode
dan tungkai bawah, serta miring kiri maupun pemilihan sampel yang dilakukan dengan memilih
kanan. Setelah itu, ibu mulai dapat duduk setelah 8 setiap individu yang ditemui dan memenuhi kriteria
sampai 12 jam post operasi. Kemudian, secara sampai jumlah sampel yang diinginkan terpenuhi
bertahap dapat mulai belajar berjalan secara (Dharma, 2011).
perlahan. Namun, pada hari-hari pertama post
operasi biasanya ibu masih berjalan sempoyongan Instrumen yang digunakan dalam
sehingga memerlukan bantuan dan hari berikutnya penelitian adalah lembar observasi (checklist) yang
merupakan suatu pengukuran yang menggunakan
pendekatan berdasarkan kategori sistem yang telah Tabel 1 : Distribusi Frekuensi Mobilisasi Dini
dibuat oleh peneliti untuk mengobservasi suatu pada Ibu Post Sectio Caesarea di RSUD Sanggau
peristiwa dan perilaku dari subjek (Nursalam, Bulan Maret 2014
2008). Lembar observasi penilaian luka yang
peneliti gunakan berisi 6 item identitas responden, Mobilisasi Dini
Frekuensi
n %
3 item data klinis dan 5 item penilaian luka. Efektif 25 89,3
Selanjutnya peneliti akan mengobservasi proses Tidak efektif 3 10,7
penyembuhan luka fase inflamasi pada hari ke-3, Total 28 100
dikategorikan proses penyembuhan luka cepat
atau telah melewati fase inflamasi jika tanda-
tanda klinis fase inflamasi sudah tidak ada. Dari tabel 1. menunjukan bahwa sebagian
Sebaliknya, dikategorikan lambat atau belum besar responden melakukan mobilisasi dini dengan
melewati fase inflamasi jika masih ada timbul efektif yaitu sebesar 89,3%, sedangkan 10,7%
salah satu atau lebih dari tanda-tanda klinis fase melakukan mobilisasi dini tidak efektif.
inflamasi. Instrumen lainnya yang digunakan ialah
SOP (Standar Operational Prosedur) mobilisasi Tabel 2 : Distribusi Frekuensi Penyembuhan
dini, yang digunakan sebagai dasar dan acuan Luka Sectio Caesarea Fase Inflamasi di RSUD
dalam pemberian mobilisasi dini bagi responden. Sanggau Bulan Maret 2014
Terdapat 8 gerakan yang dapat dilakukan ibu post Frekuensi
sectio caesarea yang akan diberikan. Untuk Penyembuhan Luka
n %
pengukuran variabel mobilisasi dini, penelitian ini Cepat 24 85,7
Lambat 4 14,3
menggunakan format skala Guttman yang
memberikan dua jawaban yang tegas atau pasti Total 28 100
yaitu “ ya atau tidak”, dengan ketentuan untuk
kategori “Ya” diberi skor 1 dan kategori “Tidak”
Dari tabel 2. menunjukan bahwa sebagian
diberi skor 0. Kemudian dipersentasekan
besar responden mengalami penyembuhan luka
menggunakan perhitungan (Arikunto, 2010), yaitu:
sectio caesarea fase inflamasi dengan cepat yaitu
𝑓 85,7%.Sedangkan 14,3% mengalami penyembuhan
P = x 100 % luka sectio caesarea fase inflamasi lambat.
𝑛

Keterangan : Tabel 3 : Tabulasi Silang Efektifitas Mobilisasi


P = Jumlah persentase Dini pada Ibu Post Partum terhadap Percepatan
f = Jumlah nilai “ya” Proses Penyembuhan Luka Sectio Caesarea Fase
n = Jumlah nilai maksimal
Inflamasi di RSUD Sanggau Tanggal 10-27
Analisis bivariat menggunakan uji Maret 2014
alternatif Fisher dengan batas kemaknaan 0,05.
Apabila nilai p ≤ 0,05 maka hipotesis diterima dan Penyembuhan Luka
p
Cepat Lambat Total
jika p > 0,05 maka hipotesis ditolak (Dahlan, n % n % n %
2009). Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui Mobi Efektif 24 85,7 1 3,6 25 89,3
efektifkah mobilisasi dini pada ibu post partum lisasi Tidak 0,001
Dini 0 0 3 10,7 3 10,7
terhadap percepatan proses penyembuhan luka efektif
sectio caesarea fase inflamasi. Total 24 85,7 4 14,3 28 100

Penelitian ini dilakukan di ruang


Kebidanan RSUD Sanggau. Proses penelitian ini
menekankan pada masalah etika yaitu Autonomy Dari tabel 3. Menunjukkan mobilisasi dini
(mempertimbangkan hak subjek penelitian untuk yang dilakukan dengan katagori efektif dan
mendapatkan informasi terbuka), Anonimity (tanpa penyembuhan luka sectio caesarea fase inflamasi
mencantumkan identitas), Confidentiality cepat sebesar 85,7%, sedangkan mobilisasi dini
(kerahasiaan terjamin), Balancing harms and yang dilakukan dengan efektif dan penyembuhan
benefits (memperhitungkan manfaat dan kerugian luka sectio caesarea fase inflamasi lambat sebesar
yang ditimbulkan). 3,6%. Mobilisasi dini yang dilakukan dengan
katagori tidak efektif dan penyembuhan luka sectio
HASIL PENELITIAN caesarea fase inflamasi lambat sebesar 10,7%.

Pengumpulan data dilakukan pada tanggal


10 - 27 Maret 2014 di Ruang Kebidanan Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau dengan total
28 responden.
PEMBAHASAN selalu mengeluh rasa nyeri yang masih dirasakan
amat kuat. Oleh karena itu, responden tersebut
Mobilisasi Dini pada Ibu Post Sectio Caesarea merasa takut dan tidak mampu untuk melakukan
di RSUD Sanggau Tahun 2014 mobilisasi dini dengan baik sesuai prosedur yang
digunakan. Seluruh responden berusia 17-39 tahun,
Dari total 28 responden, yang melakukan dimana usia tersebut termasuk usia produktif.
mobilisasi dini dengan katagori efektif sebesar Menurut Uliyah & Hidayat (2008), kecepatan
89,3% dan 10,7% melakukan mobilisasi dini perbaikan sel berlangsung sejalan dengan
dengan katagori tidak efektif. Responden yang pertumbuhan atau kematangan usia seseorang.
melakukan mobilisasi dini dengan katagori efektif Proses penuaan menyebabkan perubahan vaskuler
memiliki nilai mobilisasi dini ≥ 75% sesuai dengan sehingga mengganggu sirkulasi ke daerah luka atau
SOP yang digunakan. Sedangkan mobilisasi dini insisi, sehingga respon inflamasi menjadi lambat,
dikatagorikan tidak efektif karena responden jaringan kolagen kurang lunak serta jaringan parut
melakukan mobilisasi dini dengan nilai < 75% dan kurang elastis sehingga proses penyembuhan luka
selalu mengeluh rasa nyeri yang masih dirasakan menjadi lambat. Selain mobilisasi dan usia, nutrisi
amat kuat. Oleh karena itu, responden tersebut merupakan unsur utama dalam membantu
merasa takut dan tidak mampu untuk melakukan perbaikan sel, karena kandungan zat gizi yang
mobilisasi dini dengan baik sesuai prosedur (SOP) terdapat di dalamnya dan vitamin A yang sangat di
yang digunakan. perlukan dalam membantu proses epitelisasi atau
penutupan luka dan sintesis kolagen.
Penyembuhan Luka Sectio Caesarea Fase
Inflamasi di RSUD Sanggau Tahun 2014 Dari hasil analisa mobilisasi dini pada ibu
post sectio caesarea terhadap percepatan proses
Responden yang mengalami penyembuhan penyembuhan luka fase inflamasi dengan
luka sectio caesarea fase inflamasi dengan kategori menggunakan uji alternatif Fisher didapatkan hasil
cepat sebesar 85,7% didukung oleh mobilisasi dini nilai p = 0,001 dimana nilai p < 0,05, yang
yang dilakukan dengan efektif. Penyembuhan luka menunjukkan Ha gagal ditolak. Oleh karena itu,
sectio caesarea fase inflamasi dikatakan cepat dapat diartikan bahwa mobilisasi dini efektif pada
apabila tidak terdapat salah satu atau lebih tanda- ibu post partum terhadap percepatan proses
tanda klinis fase inflamasi (rubor, calor, dolor, penyembuhan luka sectio ceasarea fase inflamasi
tumor). Namun, terdapat beberapa responden yang di RSUD Sanggau Tahun 2014.
mengalami penyembuhan luka sectio caesarea Hasil penelitian ini didukung oleh
katagori lambat, dikarenakan responden melakukan penelitian yang pernah dilakukan oleh Christina
mobilisasi dini tidak efektif. Selain itu, terdapat dan Kristianti (2012), dengan hasil penelitian
satu responden yang melakukan mobilisasi dini bahwa dari 30 responden terdapat 24 responden
dengan efektif tetapi penyembuhan luka sectio yang melakukan mobilisasi dini baik dan 22
caesarea fase inflamasinya lambat. Hal ini diduga responden memiliki tingkat penyembuhan luka
karena faktor nutrisi, dimana kurangnya asupan sectio caesarea cepat. Penelitian tersebut juga
protein merupakan penyebab yang sangat penting menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang
dari lambatnya penyembuhan luka. Defisiensi mempengaruhi kesembuhan luka yang saling
protein dapat menyebabkan terhambatnya sintesis berhubungan satu dengan yang lain, yaitu dengan
kolagen dan terjadi penurunan fungsi leukosit. mobilisasi dini akan memperbaiki sirkulasi darah.
Selain itu, faktor kegemukan juga dapat Penelitian lainnya yaitu penelitian yang dilakukan
mempengaruhi karena jaringan lemak lebih sulit oleh Bariah (2010), juga menyatakan bahwa ada
menyatu dan sirkulasi darah terganggu. Kurangnya perbedaaan signifikan dari penyembuhan luka
volume darah akan mengakibatkan vasokonstriksi operasi setelah dilakukan mobilisasi dini pada
dan menurunnya ketersediaan oksigen dan nutrisi kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p =
untuk penyembuhan luka. 0,002). Dari hasil penelitian tersebut, diketahui
bahwa mobilisasi dini efektif terhadap
penyembuhan pasien pasca sectio caesarea
Efektifitas Mobilisasi dini pada Ibu Post Partum
khususnya pada penurunan tinggi fundus uteri dan
terhadap Percepatan Proses Penyembuhan
penyembuhan luka operasi. Dengan demikian,
Luka Sectio Caesarea Fase Inflamasi di RSUD
mobilisasi dini merupakan langkah awal terhadap
Sanggau
percepatan proses penyembuhan luka ibu dengan
Responden yang melakukan mobilisasi post sectio caesarea.
dini dengan katagori efektif memiliki nilai
Penelitian yang dilakukan oleh Barid
mobilisasi dini ≥ 75% sesuai dengan SOP yang
(2011), menunjukan bahwa mobilisasi dini pada
digunakan. Sedangkan mobilisasi dini
ibu post sectio caesarea mempercepat proses
dikatagorikan tidak efektif karena responden
penyembuhan luka dan mengurangi hari rawat inap
melakukan mobilisasi dini dengan nilai < 75% dan
dengan rata-rata lama hari rawat inap pada b. Dapat dilakukan penelitian tentang
kelompok perlakuan yaitu 3,15 sedangkan pada efektifitas mobilisasi dini pada ibu
kelompok kontrol yaitu 3,6. Oleh karena itu, dapat primigravida dan multigravida terhadap
disimpulkan bahwa mobilisasi dini pada ibu post proses penyembuhan luka sectio caesarea
partum efektif terhadap percepatan proses fase inflamasi.
penyembuhan luka sectio caesarea fase inflamasi
di RSUD Sanggau Tahun 2014. DAFTAR PUSTAKA

KESIMPULAN 1. Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu


Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Kesimpulan dari penelitian ini adalah 2. Arum, Riza. (2011). Hubungan Mobilisasi
sebagai berikut : Dini dengan Intensitas Nyeri Ibu Post Seksio
Sesarea di RSD Dr. Haryoto Lumajang.
1. Ibu post sectio caesarea yang melakukan 3. Bariah, Khairul. (2010). Efektifitas Mobilisasi
mobilisasi dini dengan katagori efektif yaitu Dini terhadap Penyembuhan Pasien Seksio
sebesar 89,3%. Sesarea di RSUD Dr. Pirngadi Medan.
Medan: Fakultas Keperawatan Universitas
2. Ibu post sectio caesarea yang mengalami Sumatera Utara.
penyembuhan luka fase inflamasi dengan 4. Barid, Mubin. (2011). Pengaruh Mobilisasi
katagori cepat yaitu sebesar 85,7%. Dini terhadap Proses Penyembuhan Luka dan
Lama Hari Rawat pada Pasien Post
3. Ibu post sectio caesarea yang melakukan
Pembedahan Sectio Caesarea di Ruang
mobilisasi dengan efektif dan penyembuhan
Brawijaya RSUD Kanjuruhan Malang.
luka sectio caesarea fase inflamasi cepat
Malang: PSIK FK Universitas Brawijaya.
sebesar 85,7% dengan p value : 0,001 yang 5. Christina, S., & Kristanti, E. E. (2012). Early
berarti mobilisasi dini pada ibu post partum Mobilization in Connection with Improved
efektif terhadap percepatan proses
Wound Healing in Patients Post Operation
penyembuhan luka sectio caesarea fase
Sectio Caesarea. Kediri: Tikes RS Baptis.
inflamasi di RSUD Sanggau Tahun 2014. 6. Dahlan,M.Sopiyudin. (2011). Statistika Untuk
Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Arkans.
SARAN
7. Dharma, K. K. (2011). Metodologi Penelitian
Beberapa saran yang dapat disampaikan keperawatan. Jakarta: CV.Trans Info Media.
berdasarkan hasil penelitian ini antara lain : 8. Gruendemann, J. Barbara & Fernsebner, B.
(2006). Buku Ajar Keperawatan Perioperatif.
1. Petugas Pelayanan Rumah Sakit Jakarta: EGC.
9. Kasdu, D. (2003). Operasi Caesar. Jakarta:
Mobilisasi dini merupakan intervensi Puspa Swara.
keperawatan yang harus diajarkan pada pasien 10. Kiik, S. M. (2009). Early Mobilization
post sectio caesarea untuk mencegah terjadinya Influence to Peristaltic's Recovery Time
ketegangan otot perut, memperlancar aliran Intestine on Pasca's Patient Hands Out
darah dan mempercepat penyembuhan luka fase Abdomen at ICU BPRSUD Labuang Baji
inflamasi, serta hari rawat inap pasien semakin Makassar. STIK Maranatha Kupang.
berkurang. 11. Mochtar, R. (2006). Sinopsis Obstetri (2 ed.).
2. Institusi Pendidikan Jakarta: EGC.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan 12. Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan
pembelajaran khususnya bidang keperawatan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
dalam pemberian intervensi serta rasionalisasi Salemba Medika.
tindakan keperawatan mobilisasi dini pada ibu 13. Oswari, E. (2004). Bedah dan Perawatannya.
post sectio caesarea. Jakarta: Gaya Baru.
3. Program KIA 14. Potter & Perry. (2006). Fundamental of
Sebagai kontribusi dalam program Nursing (Vol. 4). EGC.
pemberian pendidikan kesehatan (penkes) 15. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2010).
tentang manfaat dan pentingnya melakukan http://hasilriskesdas2010.pdf diakses pada
mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea. tanggal 20 Oktober 2013.
4. Penelitian Selanjutnya 16. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013).
a. Dapat dilakukan penelitian dengan desain http://hasilriskesdas2013.pdf diakses pada
kualitatif tenteng faktor-faktor yang tanggal 13 Februari 2014
mempengaruhi ibu post sectio caesarea 17. Uliyah, M., & Hidayat, A. A. (2008).
dalam melakukan intervensi mobilisasi Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk
dini. Kebidanan (2 ed.). Jakarta: Salemba Medika.