You are on page 1of 14

MAKALAH

BISNIS INTERNASIONAL
MANAJEMEN OPERASI GLOBAL : REVOLUSI INDUSTRI KETIGA
PENGGUNAAN SUMBER DAYA SECARA GLOBAL

Dosen Pengampu:
Friztina Anisa, S.E., MBA.

Disusun Oleh:
Kelompok 3
Riska Salsabilah (15.0102.0153)
Risha Dwi Lestari (15.0102.0187)
Dhevin Melinda (15.0102.0198)
Erni Wahyuni (15.0102.0215)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Akhir-akhir ini manajemen operasi menjadi sorotan utama tidak hanya
dikalangan bisnis saja, tapi juga dikalangan universitas. Kebangkitan minat
manajemen operasi ini terwujud dalam berbagai bentuk, pertama perhatikan mutu,
mutu yang paling baik merupakan kunci keunggulan bersaing. Operasi tidak hanya
semua barang untuk semua orang tetapi juga harus mamiliki tujuan dan tugas yang
diarahkan pada strategi bisnis yang menyeluruh. Manajemen operasi yang dalam
sistem pembelajaranya mendefinisikan barang dan jasa sebagai aspek proses
produksi sangat berpengaruh dengan manajemen ini,hal tersebut dapat di rumuskan
pada input-proses-output. Yang dalam pengertiannya adalah suatu perusahaan atau
organisasi dalam melakukan tugas produksinya melalui tahapan tersebut.
Manajer sebagai aktor utama dalam manajemen operasi tidak kalah pentingnya
juga, baik dalam mengorganisasi, merencanakan, serta mengaplikasikan rencana
tersebut dalam proses di suatu perusahaan ataupun organisasi yang nantinya
menghasilkan produksi serta tujuan akhir sesuai dengan perencanaan awal.Seperti
di ketahui manajemen pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan
yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengendalian
yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sejalan dengan itu maka
manajemen produksi atau operasi merupakan proses pengambilan keputusan
didalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga tepat sasaran yang
berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien, oleh karena
itu manajemen produksi atau operasi mengkaji pengambilan keputusan dalam
fungsi produksi, atau operasi.
Melalui kegiatan produksi atau operasi segala sumber daya masukkan
perusahaan diintegrasikan untuk menghasilkan keluaran yang memiliki nilai
tambah. Produk yang dihasilkan dapat berupa barang jadi, barang setengah jadi dan
jasa. Oleh karena itu, kegiatan produksi atau operasi menjadi salah satu fungsi
utama perusahaan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGGUNAAN SUMBER DAYA SECARA GLOBAL


1. Alasan menggunakan sumber global
Alasan utamanya adalah untuk memperoleh harga-harga yang lebih rendah.
Selain itu alasannya adalah barangkali produk-produk tertentu yang dibutuhkan
perusahaan tidak tersedia secara lokal dan harus diimpor. Kemungkinan lain
adalah para pesaing perusahaan diluar negeri sedang menggunakan komponen-
komponen yang memiliki kualitas atau desain lebih baik daripada yang tersedia
didalam negeri.
Alasan Persentase Responden
Harga lebih rendah tersedia dari sumber –
74 %
sumber luar negeri
Tersediannya produk – produk luar negeri
49 %
yang tidak dapat diperoleh secara lokal
Sikap dan operasi perusahaan di seluruh
28 %
dunia
Teknologi maju yang dapat diperoleh dari
28 %
sumber – sumber luar negeri
Produk – produk berkualitas lebih tinggi yang
dapat diperoleh dari sumber – sumber luar 25
negeri
2. Penggaturan penggunaan sumber-sumber global
Pengaturan manapun dari berikut ini memberikan kepada sebuah perusahaan
produk-produk laur negeri:
a. Anak perusahaan yang dimiliki seluruhnya
b. Usaha patungan di luar negeri
c. Kontraktor pabrik berikat
d. Kontraktor independen di luar negeri
e. Pabrikan luar negeri yang independen
3. Mencari sumber-sumber global
Sumber-sumber yang akan dihubungi oleh agen pembelian profesional untuk
mengetahui tentang sumber-sumber di luar negeri yang independen. Sekadar
memasukkan “eksportir” dan nama produk dalam sebuah mesin pencari akan
menampilkan situs Web lusinan eksportir di seluruh dunia yang mempunyai
katalog dan informasi online tentang bagaimana memesan produk-produk mereka.
Juga ada para pembeli, beberapa di antaranya dari perusahaan-perusahaan besar
yang mencari produk-produk.
4. Masalah-masalah dalam pengadaan sumber global
Harga yang lebih rendah adalah alasan utam perusahaan-perusahaan
melakukan pembelian diluar negeri, harga yang lebih rendah bukanlah ketika
semua biaya yang berkaitan dengan pembelian dipertimbangkan. Dibawah ini
mengenai masalah dalam pengadaan sumber global:
a. Biaya Tambahan. Pembeli harus memahami syarat-syarat penjualan,
karena angkutan internasional, asuransi, dan pengepakan internasional
dapat menambahkan sebanyak 10-12% terhadap harga yang
diperhitungkan tergantung pada syarat-syarat penjualan yang digunakan.
b. Penjelasan Biaya Tambahan. Untuk memastikan biaya angkut, asuransi
dan pengemasan, calon importir hendaknya meminta perhitungan harga
dengan syarat-syarat penjualan CIF pelabuhan masuk dan mencantumkan
bahwa barang-barang dikemas untuk ekspor kecuali seluruh pengiriman
dilakukan dengan angkutan udara.
c. Kerugian-kerugian lain. Peningkatan harga karena mata uang di dalam
negeri yang telah menurun nilainya sebagai akibat fluktuasi kurs.
2.2 SISTEM PABRIKASI
Perusahaan international memelihara fasilitas-fasilitas pabrikasi di berbagai
negara dengan tingkat perkembangan yang berbeda fasilitas-fasilitas yang
menggunakan faktor-faktor produksi yang biaya dan kualitasnya cukup jauh
berbeda antara satu negara dengan negara yang lain maka dapat dipahami bahwa
sistem pabrikasi juga akan cukup jauh berbeda bahkan didalam perusahaan yang
sama. Sehingga, satu perusahaaan dapat memiliki kombinasi pabrik-pabrik yang
berkisar dari pabrik dengan teknologi produksi yang paling maju.
1. Teknologi produksi maju-jepang
Shiego Shingo adalah pakar produktivitas dan mutu jepang yang
menjelaskan perbedaan antara filosofi amerika dan jepang mengenai produksi
“orang-orang Amerika berfikir persediaan adalah suatu kejahatan yang
diperlukan, tetapi orang Jepang yakin bahwa persediaan ialah kejahatan
mutlak”
MacArthur dan dua insinyur Amerika mengajarkan bahwa statistik
dapat digunakan untuk menganalisis apa yang dilakukan sistem itu dan
membuatnya terkendali untuk memproduksi produk-produk berkualitas.
Sehingga agar kompetitif di pasar dunia, perusahaan Jepang harus
menyediakan produk-produk berkualitas tinggi dengan harga yang murah.
2. Usaha-usaha Jepang untuk menurunkan Biaya dan meningkatkan mutu
a. Menurunkan Harga
1) Komponen-komponen baik yang dibeli dari pemasok luar maupun
yang dibuat di dalam pabrik yang sama haruslah bebas dari kerusakan.
2) Suku cadang dan komponen-komponen yang harus diserahkan ke tiap
titik dalam proses produksi pada waktu yang diperlukan.
3) Para pelanggan dimana-mana menginginkan penyerahan ketika
mereka melakukan pembelian, dan dengan demikian para penjual
menyimpan persediaan produk-produk jadi.
4) Diperlukannya untuk penggurangan waktu pemrosesan.
5) Pabrikasi yang fleksibel memungkinkan perubahan-perubahan produk
dilakukan dengan cepat, tetapi tiap perubahan dalam lini produksi
masih memerlukan biaya.
6) Agar just-in-time berhasil, para pabrikasi harus memperoleh kerja
sama dari para pemasok mereka.
7) Untuk menurunkan biaya, meningkatkan kualitas, dan mempersingkat
waktu produksi, manajemen Jepang membutuhkan para desainer
produk, manajer-manaje produksi, orang-orang pembelian, dan para
pemasar untuk bekerja paa sebuah tim.
8) Dengan menghimpun orang-orang ini memungkinkan para pemasok
untuk menyarankan pemakaian komponen standar dengan biaya
rendah yang mereka produksi secara reguler.
b. Mutu yang lebih sempurna
1) Untuk meningkatkan kualitas, para manajer jepang harus
menggunakan pendekatan hubungan antarmanusia yang berbeda dari
pendekatan yang lazim. Mereka menggunakan konsep manajemen
mutu total yaitu suatu pendekatan manajemen menyeluruh di
perusahaan untuk memastikan kualitas diseluruh organisasi. Timtim
yang diperlukan dalam implementasi TQM yaitu sebuah kelompok
kerja yang bertemu secara berkala untuk membahas cara-cara
meningkatkan bidang-bidang fungsional dan mutu produk mereka.
2) Permasalahan dalam menerapkan sistem JIT Jepang
Banyak orang yang tidak memahami bahwa JIT termasuk TQM,
diaman penyempurnaan yang terus menerus merupakan bagian yang
integral. Kesulitan lainnya perbedaan sikap (sebuah kekuatan kultural)
antara para manajer Jepang dan Barat. Para manajer dan serikat buruh
Amerika masih menilai tinggi spesialisasi fungsi pekerja berdasarkan
sistem manajemen ilmiah dari Taylor. Sistem manajemen ilmiah dari
Taylor bertentangan dengan prinsip-prinsip lingkaran mutu :
3) Pengambilan keputusan partisipatif
4) Kapabilitas pemecahan masalah dari para pekerja.
3. Teknologi produksi maju-AS
a. Permasalahan dalam JIT
1) JIT terbatas pada operasi-operasi yang memproduksi komponen-
komponen yang sama berulang-ulang karena merupakan sistem yang
seimbang.Karena JIT adalah suatu sistem yang seimbang.
2) Mencapai sebuah sistem yang seimbang adalah sulit karena kapasitas
produksi berbeda-beda diantara berbagai golongan mesin-mesin.
3) JIT tidak mengadakan cadangan bagi kontingensi, dan karenanya
setiap satuan harus bebas dari kerusakan ketika diterima dan janji-janji
penyerahan harus tepat.
4) Banyak teknik coba-coba yang diperlukan untuk memberlakukan
sistem itu.
b. Pemeliharan Preventif
Pemeliharan yang dilakukan sesuai dengan rencana, bukan pada
waktu mesin-mesin mengalami kerusakan. Kerusakaan mesin secara tiba-
tiba akan menghentikan keseluruhan proses produksi.
c. Pabrikasi Sinkron
Permasalahan dengan JIT, terutama waktu yang diperlukan untuk
pemasangannya di dalam sebuah sistem pabrikasi, menyebabkan sebagian
perusahaan Amerika menyadari bahwa diperlukannya suatu untuk
membantu mereka mamperoleh bagian pasar yang terlepas dari jepang
sehingga berpaling ke pabrikasi singkron. Pabrikasi sinkron merupakan
suatu sistem kendali penjadwalan dan pabrikasi yang berusaha
menentukan letak dan kemudian mengurangi atau meminimalkan sesuatu
kendala untuk memperbesar keluaran produksi. Keluaran produk sistem
tersebut ditetapkan padakeluaran dari operasi yang paling lambat
(bottleneck) yang sedang bekerja dengan kapasitas penuh.
d. Pabrikasi Lunak
e. Teknologi Produksi Eropa
Rekayasa ulang suatu perencanaan ulang yang radikal dari proses
bisnis untuk mencapai peningkatan yang dramatis dalam ukuran-ukuran
kinerja yang menentukan.
4. Pembandingan Produktivitas dan Daya Saing
Karena manajemen Eropa merupakan akses lepada teknologi produksi
maju yang sama dan teknik-teknik manajemen yang sama yang dilakukan
Amerika, seharusnya tidak ada perbedaan. Meskipun hasil-hasil perusahaan
Eropa meningkat, masih terdapat bebrapa wilayah kunci dimana Eropa
ketinggalan.
a. Pemerintah memerlukan untuk membuat perubahan struktural.
Pemerintah Eropa perlu memerangi pengangguran yng tinggi dan
menciptakan lingkungan bagi perluasan bisnis dengan membuat
perubahan-perubahan struktural seperti lebih banyak delegasi, pajak yang
lebih rendah, dan undang-undang kerja yang kurang ketat.
b. Eropa jauh tertinggal
5. Upaya Internasional untuk Meningkatkan Mutu dan Menurunkan Biaya
Perusahaan-perusahaan diseluruh dunia telah berhasil menempatkan
sistem JIT atau telah sangat mengsingkronisasikan sistem pabrikasi mereka.
Selain itu, mereka telah memasang computer-integrated Manufacturing CIM
(pabrikasi dengan keterpaduan komputer), yang memanfaatkan komputer dan
robot untuk lebih untuk meningkatkan produktivitas dan mutu.
a. Perusahaan Barat yang Melakukan Penggantian
Pada tahun 1988, pabrikan gelas Corning meniru otomatisasi ekstensif
jepang karena seperti dikatakan presiden direkturnya. “jepang lebih baik
daripada kita dalam pabrikasi. Akan tetapi, manajemen segera mengetahui
bahwa otomatisasi yang tinggi menurunkan motivasi karyawan. Pabrik itu
telah meningkatkan produktivitasnya, dan integrasi karyawannya dengan
teknologi telah menarik begitu banyak perusahaan Amerika, Jepang san
Eropa yang setiap bulan melaksanakan tur-dengan mendapat bayaran.
Wakil dari produksi, desain, pemasaran dan pemasok bersama-sama
mengerjakan produk baru. Hasilnya, pengenalann produk baru yang
biasanya menghabiskan waktu tiga tahun, sekarang dilakukan dalam kurun
waktu satu tahun.
b. Tujuan Penghargaan
Tujuannya adalah untuk mendorong perusahaan-perusahaan amerika
untuk meningkatkan mutu dan produktivitas sambil memperkecil biaya.,
mendirikan bisnis-bisnis penyuluhan dan organisasi-organisasi lain yang
dapat digunakan untuk mengevaluasi usaha-usaha peningkatan kualitas
dan mengenali perusahaan-perusahaan yang telah meningkatkan mutu
produk-produk dan jasa-jasa yang dihasilkan.
c. Peraih Penghargaan
Para pemenang yang meraih baldrige award memproduksi produk-
produk atau jasa-jasa sebaik yang diperoleh dunia.banyak perusahaan yang
menggunakan pedoman Baldrige untuk membantu mereka memulai
meningkatkan program-program peningkatan mutu produk mereka.
6. Alasan Dibentuknya Standarisasi Global Sistem Pabrikasi
Keuntungan-keuntungan pabrikasi sinkron (synchronous
manufacturing) dan manajemen mutu total (Total Quality Management-TQM)
memperkuat alasan mengapa banyak perusahaan global dan multinasional
menggunakannya diseluruh dunia.tentu saja, para pelanggan dimana-mana
menginginkan produk yang bermutu dengan harga rendah. Perusahaan-
perusahaan dari negara industri pada umumnya meniru pabrikasi dari negara
asalnya pada anak-anak perusahaan mereka di negara-negara industri lain.
Selain itu, ada alasan-alasan penting lainnya, meskipun kurang tampak, untuk
menggunakan standarisasi global
a. Pengorganisasian dan Sususnan Kepegawaian
b. Lebih Sederhana dan Lebih Murah Apabila Distandarisasikan
c. Logistik Pasokan
d. Rasionalisasi. Rasionalisasi Pabrikasi pembagian produk diantara
sejumlah unit produksi sehingga memungkinkan masing-masing hanya
memproduksi sejumlah komponen untuk semua pabrik perikatan
perusahaan.
e. Desain Hibrida. Umumnya, dalam merancang pabrik-pabrik untuk
negara-negara berkembang para insyiyur akan menggunakan hibrida dan
proses pada modal ketika dianggap penting untuk menjamin kualitas
produk dan proses padat karya untuk mengambil keuntungan dari
berlimpahnya tenaga kerja tidak terdidik.
f. Teknologi Menengah. Metode produksi yang terletak antara metode-
metode padat modal dan padat karya. Pemerintah mendorong para
investor untuk mempertimbangkan suatu teknologi menengah yang
sayangnya, belum tersedia di negara-negara industri.
g. Teknologi Tepat Guna (appopriate tecnology). Sebuah pabrik percontohan
menggunakan pola-pola produksi yang dapat berkembang secara
komersial berdasarkan faktor-faktor yang memungkinkan anak-anak
perusahaan diluar negeri memprabikasi jumlah-jumlah kecil dalam proses
yang kurang otomatis daripada yang digunakan pabrik dinegara asalnya.
7. Sistem Pabrikasi Lokal
a. Dasar untuk Organisasi.
Kecuali untuk pabrik-pabrik dinegara-negara industriliasasi besar,
organisasi pabrikasi lokal biasanya merupakan versi skala rendah yang
didirikan untuk perusahaan induk.
b. Integrasi Horisontal dan Vertikal.
Organisasi pabrikasi lokal jarang terintegrasi baik secara vertikal
maupun horizontal sampai sejauh perusahaan induk.Beberapa integrasi
vertikal adalah tradisonal, seperti dalam kasus pabrik dan sebagian akan
terjadi apabila perlu memastikan pasokan bahan baku.
c. Kekuatan-kekuatan Budaya
Ketika sebuah pabrik akan dibangun disuatu negara industri dimana
terdapat pasar yang cukup besar dan biaya tenaga kerja yang tinggi, proses
padat modal jelas akan digunakan. Namun proses demikian mungkin
digunakan di negara-negara berkembang yang umumnya kekurangan
tenaga kerja terdidik meskipun memiliki pasokan buruh yang berlimpah.
Dalam situasi ini adalah lebih menguntungkan jika menggunakan mesin-
mesin khusus karena sedikit personel dengan keahliahan yang tinggi
diperlukan untuk memelihara dan memulai, pekerjaan mengurus mesin-
mesin ini dapat dilakukan oleh pekerja-pekerja tidak terdidik setelah
periode latihan yang singkat. Suatu karakteristik budaya mempengaruhi
baik permintaan maupun penawaran pendidikan kejujuran. Variabel
ekonomi dan budaya ini yang memang penting bukanlah satu-satunya
pertimbangan manajemen, persyaratan pemerintah tuan rumah harus
dipenuhi jika pabrik yang diusulkan akan terwujud.
d. Kekuatan-kekuatan Politik
Ketika merencanakan sebuah fasilitaws pabrikasi baru di suatu negara
berkembang, manajemen seringkali dihadapkan dengan paradols yang
mengunggah rasa ingin tau. Dibeberapa negara berkembang kekhawatiran
ini telah diformalkan oleh undang-undang yang melarang impor mesin-
mesin bekas.
e. Solusi Desain
Lebih sering daripada tidak setelah pertimbangan variabel-variabel
lingkungan, desain pabrik yang tersisa akan merupakan hibrida atau yang
menggunakan teknologi menengah.
f. Pembelian
Ketika anak-anak perusahaan diluar negeri tidak dapat membeli bahan
baku dan mesin-mesin secara lokal, mereka pada umumnya mencari
bantuan-bantuan dari departemen pembeli dikantor pusat. Ketika
diperlukan bahan-bahan khusus, agen-agen harus mencari penjual-penjual
baru dan melakukan pesanan-pesanan yang lebih kecil, sering, dan dengan
harga yang lebih tinggi.
g. Pengendalian
Semua keuntungan standarisasi global yang disebutkan juga
menyangkut fungsi-fungsi manajemen yang lain. Ada tiga aspek dalam
pengendalian yaitu:
1) Pengendalian mutu, ketika peralatan produksi sama, pengendalian
mutu kantor pusat di afiliasi-afiliasi diluar negeri tidak begitu sulit
karena manajemen dapat mengharapkan semua pabrik menerapkan
standar yang sama.
2) Pengendalian produksi dan pemeliharaan, standar tunggal juga
mengurangi tugas pengendalian, pemeliharaan, dan produksi.
3) Perencanaan, ketika sebuah pabrik baru dapat dibangun yang
merupakan duplikan dari yang lain-lain telah berfungsi, baik
perencanaan maupun desain akan lebih sederhana dan lebih cepat
karena pada dasarnya merupakan pengulangan pekerja dari yang sudah
dilakukan.
8. Beberapa Kesulitan Globalisai Fasilitas-fasilitas Global
Unit-unit dari suatu operasi pabrik ganda internasional berbeda ukuran,
mesin-mesin dan prosedur-prosedurnya karena pengaruh kekuatan lingkungan
luar negeri, utamanya kekuatan-kekuatan ekonomi, budaya, dan politik.
a. Kekuatan-kekuatan lingkungan
b. Kekuatan-kekuatan Ekonomi
Unsur terpenting dari kekuatan-kekuatan ekonomi yang
menghalangi standarisasi produksi adalah beraneka ragam ukuran
pasar. Untuk memenuhi beranekan ragam kebutuhan produksi,
desainer umumnya memiliki opsi untuk memilih proses padat modal
yang menggabungkan mesin-mesin otomatis dan berkeluaran tinggi
atau proses padat karya.
c. Desain Sistem Pabrikasi
Faktor-faktor yang terkait dalam operasi yang efisien dari sebuah
sistem pabrikasi mencakup:
1) Lokasi pabrik
2) Tata letak pabrik
3) Penanganan bahan
4) Unsur manusia
d. Operasi Sistem Pabrikasi
e. Kegiatan-kegitan pabrikasi
f. Hambatan-hambatan untuk memenuhi Standar-standar Pabrikasi
1. Keluaran yang Rendah
Setiap jumlah faktor mungkin bertanggung jawab atas
kegagalan sistem untuk memenuhi standar desain untuk keluaran
a) Para pemasok bahan baku mungkin gagal memenuhi tanggal
penyerahan atau mungkin melengkapi bahan diluar
spesifiakasi. Departemen pembelian harus berusaha
mendidik penjual tentang pentingnya tanggal penyerahan dan
spesifikasi, meskipun keefektifan strategi ini tebatas.
b) Koordinasi yang lemah dalam penjadwalan produksi
memperlambat penyerahan produk jadi ketika misalnya,
mobil yang dirakit secara utuh menunggu bemper.
c) Kemangkiran, masalah bagi para manajer produski dalam
memenuhi standar-standar produksi, bahkan telah menjadi
semakin penting dalam sebuah operasi bottleneck dari suatu
sistem sinkron.
2. Mutu Produk yang Rendah. Apa yang diloloskan untuk kualitas
yang baik di negara industri mungkin sebenarnya mutu yang
jelek di mana kekurangan keahlian pemeliharaan dan operasi
memerlukan pengepas roda yang longgar dan kuat, tetapi
komponen yang lebih susah dipakai. Standar-standar mutu
produk tidak ditetapkan secara sewenang-wenang.
3. Biaya Pabrikasi yang Terlalu Besar. Setiap biaya pabrikasi yang
melebihi biaya anggaran adalah terlalu besar dan biasanya
menjadi perhatian manajer pemasaran dan keuangan serta
personel produksi. Manajemen selalu mencoba membatasi
persediaan bahan baku, suku cadang untuk mesin pabrik dan
produk jadi, dan manajemen dengan sistem pabrikasi sinkron
mempunyai tujuan pengurangan persediaan yang hampir
lengkap.
4. Kegiatan Pendukung. Setiap sistem pabrikasi memerlukan unit-
unit staf untuk menyediakan kegiatan pendukung yang penting
bagi operasinya.
a) Pembelian. Pabrikasi bergantung pada departemen
pembelian untuk mengadakan bahan baku, bagian-bagaian
komponen, bahan-bahan penolong dan mesin-mesin yang
diperlukan untuk memproduksi produk jadi.
b) Pemeliharan. Tujuan departemen pemeliharaan adalah untuk
mencegah terjadinya penghentian pekerjaan yang diluar
jadwal disebabkan oleh kerusakan peralatan. Karena
kesulitan memperoleh suku cadang dan mesin-mesin impor,
bengkel-bengkel mesin dari banyak departemen sebenarnya
membuat barang-barang ini.
c) Fungsi Teknik. Fungsi departemen teknik adlaah untuk
menyediakan manajemen operasi dengan spesifikasi
pabrikasi.
BAB III
KESIMPULAN
Kesimpulan dari bab ini ialah membahas tentang Alasan menggunakan sumber
global adalah untuk memperoleh harga-harga yang lebih rendah. Selain itu alasannya
adalah barangkali produk-produk tertentu yang dibutuhkan perusahaan tidak tersedia
secara lokal dan harus diimpor. Penggaturan penggunaan sumber-sumber global,
A. Alasan Dibentuknya Standarisasi Global Sistem Pabrikasi, Keuntungan-keuntungan
pabrikasi sinkron (synchronous manufacturing) dan manajemen mutu total (Total
Quality Management-TQM) memperkuat alasan mengapa banyak perusahaan
global dan multinasional menggunakannya diseluruh dunia.tentu saja, para
pelanggan dimana-mana menginginkan produk yang bermutu dengan harga rendah.
Perusahaan-perusahaan dari negara industri pada umumnya meniru pabrikasi dari
negara asalnya pada anak-anak perusahaan mereka di negara-negara industri lain.
Selain itu, ada alasan-alasan penting lainnya, meskipun kurang tampak, untuk
menggunakan standarisasi global
1. Pengorganisasian dan Sususnan Kepegawaian
2. Lebih Sederhana dan Lebih Murah Apabila Distandarisasikan
3. Logistik Pasokan
4. Rasionalisasi.
5. Desain Hibrida.
B. Sistem Pabrikasi Lokal untuk Organisasi
Meliputi :
1. Integrasi Horisontal dan Vertikal.
2. Kekuatan-kekuatan Budaya
3. Kekuatan-kekuatan Politik
4. Solusi Desain
5. Pembelian
6. Pengendalian
C. Hambatan-hambatan untuk memenuhi Standar-standar Pabrikas Keluaran yang
Rendah.
1. Setiap jumlah faktor mungkin bertanggung jawab atas kegagalan sistem untuk
memenuhi standar desain untuk keluaran. Para pemasok bahan baku mungkin
gagal memenuhi tanggal penyerahan atau mungkin melengkapi bahan diluar
spesifiakasi. Departemen pembelian harus berusaha mendidik penjual tentang
pentingnya tanggal penyerahan dan spesifikasi, meskipun keefektifan strategi
ini tebatas.
2. Koordinasi yang lemah dalam penjadwalan produksi memperlambat penyerahan
produk jadi ketika misalnya, mobil yang dirakit secara utuh menunggu bemper.
3. Kemangkiran, masalah bagi para manajer produski dalam memenuhi standar-
standar produksi, bahkan telah menjadi semakin penting dalam sebuah operasi
bottleneck dari suatu sistem sinkron.
4. Mutu Produk yang Rendah. Apa yang diloloskan untuk kualitas yang baik di
negara industri mungkin sebenarnya mutu yang jelek di mana kekurangan
keahlian pemeliharaan dan operasi memerlukan pengepas roda yang longgar
dan kuat, tetapi komponen yang lebih susah dipakai. Standar-standar mutu
produk tidak ditetapkan secara sewenang-wenang.
5. Biaya Pabrikasi yang Terlalu Besar. Setiap biaya pabrikasi yang melebihi biaya
anggaran adalah terlalu besar dan biasanya menjadi perhatian manajer
pemasaran dan keuangan serta personel produksi. Manajemen selalu mencoba
membatasi persediaan bahan baku, suku cadang untuk mesin pabrik dan produk
jadi, dan manajemen dengan sistem pabrikasi sinkron mempunyai tujuan
pengurangan persediaan yang hampir lengkap.
6. Kegiatan Pendukung. Setiap sistem pabrikasi memerlukan unit-unit staf untuk
menyediakan kegiatan pendukung yang penting bagi operasinya.