Вы находитесь на странице: 1из 14

MAKALAH

MEMANDIKAN BAYI DAN PERAWATAN TALI PUSAT


Disusun untuk memenuhi tugas Profesi Ners Stase Keperawatan Anak

Disusun oleh :

Kelompok 1
Eska Madya Agustine 220112170007
Ai SIti Rahmah 220112170
Mahmud Faruk 220112170
Wenny Yelnita Sari 220112170
Fitri Nurul Khotimah 220112170070
Yuliani Kulsum 220112170
Ike Karlina 220112170
Iriani Dewi Setiawan 220112170

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XXXIV


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................ i

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................. 3

2.1 Memandikan Bayi ......................................................................................... 3

2.1.1 Pengertian Memandikan Bayi ................................................................. 3

2.1.2 Tujuan Memandikan Bayi ...................................................................... 3

2.1.3 Dampak Positif dan Dampak Negatif Memandikan Bayi ...................... 3

2.1.4 Peralatan Memandikan Bayi ................................................................... 4

2.1.5 Prosedur Memandikan Bayi.................................................................... 4

2.1.6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Memandikan .................................... 6

2.2 Perawatan Tali Pusat ..................................................................................... 7

2.2.1 Definisi Perawatan Tali Pusat ................................................................. 7

2.2.2 Tujuan Perawatan Tali Pusat .................................................................. 7

2.2.3 Dampak Positif dan Dampak Negatif ..................................................... 7

2.2.4 Prosedur Perawatan Tali Pusat ............................................................... 8

2.2.5 Pencegahan Infeksi Pada Tali Pusat ....................................................... 9

2.2.6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perawatan Tali Pusat ................. 10

BAB III PENUTUP .............................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 12

i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perawatan bayi baru lahir dapat berupa memandikan dan perawatan tali
pusat. Memandikan bayi baru lahir dengan tepat dapat membantu menjaga tekstur
kulit dan kesehatan bayi baru lahir (Holloway, 2015). Memandikan bayi baru lahir
juga dapat membersihkan sebagian dari sisa-sisa cairan kelahiran sehingga
mengurangi angka kejadian infeksi akibat dari perpindahan mikroba yang
berpotensi mematikan selama persalinan dan kelahiran (Medves & O’Brien,
2001). Memandikan bayi adalah suatu cara membersihkan tubuh bayi dengan air
dengan cara menyiram, merendam diri dalam air berdasarkan urut-urutan yang
sesuai. Memandikan bayi baru lahir bukanlah hal yang mudah, terutama bagi ibu
baru. Dibutuhkan ekstra hati-hati serta persiapan yang benar agar mandi si kecil
tak hanya berjalan lancar namun juga menyenangkan bagi mereka (Naureh, 2009)
Memandikan bayi dengan cara yang salah dapat mengakibatkan kondisi
yang buruk seperti celaka (jatuh dan tenggelam), air masuk ke dalam telinga atau
hidung dan dapat mengalami hipotermi (Deswani, 2010). Menurut World Health
Organization (WHO) tahun 2013 memandikan bayi baru lahir sebaiknya ditunda
setelah 24 jam. Namun dapat juga dilakukan kurang lebih 6 jam setelah kelahiran
karena untuk mencegah terjadinya hipotermi dan bayi harus dalam kondisi stabil
dengan suhu aksila 36.5°C-37.5°C. Bayi yang mengalami asfiksia, hipotermi atau
bayi berat lahir rendah lebih baik menunda untuk pemandian dengan waktu tunda
yang lebih lama (Depkes, 2010).
Perawatan tali pusat adalah memelihara tali pusat bayi setelah tali pusat
dipotong atau sebelum puput. Perawatan tali pusat bermanfaat untuk mencegah
timbulnya infeksi seperti tetanus neonatorum dan mempercepat pelepasan tali
pusat (Depkes, 2012). WHO merekomendasikan bahwa perawatan tali pusat harus
kering, bersih dan menggunakan topikal antiseptik seperti chlorhexidine untuk
mencegah dilakukannya praktik tradisional yang membahayakan (WHO, 2013).

1
1.2 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui cara memandikan bayi dengan benar
2. Mengetahui cara perawatan tali pusat yang benar

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Memandikan Bayi


2.1.1 Pengertian Memandikan Bayi
Memandikan bayi adalah suatu cara membersihkan tubuh bayi dengan air
dengan cara menyiran, merendam dalam air berdasarkan urutan-urutan yang
sesuai. Dalam minggu-minggu pertama, bayi cukup mandi satu kali sehari di pagi
hari. Jika memang diperlukan pada sore hari cukup dibersihkan dari kulit yang
basah dan keringat. Usahakan untuk tidak langsung memandikan bayi setelah
menyusu, sedang lapar atau mengantuk agar mencegah bayi muntah, kedinginan,
atau kaget. Tujuan dari memandikan bayi ini adalah untuk membersihkan tubuh
bayi.
2.1.2 Tujuan Memandikan Bayi
1. Memberikan rasa nyaman
2. Memperlancar sirkulasi darah
3. Mencegah infeksi
4. Membersihkan kulit dari darah dan cairan amnion (air ketuban)
5. Meningkatkan daya tahan tubuh
6. Menjaga dan merawat integritas kulit
7. Untuk observasi keadaan kulit bayi
8. Stimulasi dini
9. Untuk observasi keadaan tali pusat dari kemungkinan infeksi
2.1.3 Dampak Positif dan Dampak Negatif Memandikan Bayi
Keuntungan memandikan bayi merupakan saat-saat yang menyenangkan
untuk membangun hubungan yang sangat erat antara ibu dan anak. Jika bayi
sedang gelisah, maka mandi dengan air hangat akan menjadi akan menjadi hal
yang baik untuk menenangkan dan membantnya untuk dapat tidur dengan nyaman
(Iskarina,2008. 67). Mandi mempunyai manfaat yang sangat bagus untuk
kebersihan dan kesehatan bayi, mandi akan memberikan rasa nyaman bagi tubuh
bayi (Choirunisa,2009.92).

3
Memandikan bayi adalah cara yang tepat bagi ibu untuk mengajarkan cara
membersihkan tubuh mereka sendiri (Iskarina,2008). Memandikan bayi harus
menggunakan air yang hangat jika menggunakan air yang dingin akan
menakutkan mereka. Gunakan bak mandi yang khusus untuk memandikan bayi,
selalu memegang bayi secara hati-hati karena bayi akan licin saat dibasahi
sehingga ibu harus memegang bayi secara kuat tetapi harus tetap dengan
kelembutan untuk menjaga bayi agar tidak celaka, jatuh, tenggelam, air juga dapat
masuk kedalam telinga bayi, jangan memandikan bayi terlalu lama karena dapat
menyebabkan perubahan suhu tubuh bayi (hipotermi) dan air juga dapat masuk
lewat hidung (Deswani,2010,p.88).
2.1.4 Peralatan Memandikan Bayi
Menurut (Choirunisa, Ana Maria, 2009, p.59) salah satu kebutuhan bayi
antara lain memandikan bayi. Oleh karena itu memandikan bayipun ada cara yang
benar. Untuk itu diperlukan perlengkapan yang sesuai agar acara memandikan
bayi lancar, dan tidak tertunda yang mungkin saja menyebabkan bayi kedinginan.
Berikut ini daftar lengkap keperluan untuk memandikan bayi:
a. Meja mandi khusus j. Bedak
b. Handuk mandi k. Tempat pakaian kotor
c. Popok atau handuk bersih l. Perlengkapan pakaian bayi
untuk alas mandi m. Pakaian untuk ganti
d. Waslap 2 n. Perlak dan alasnya
e. Kapas lembab di tempatnya o. Baskom/ember berisi air
f. Kapas kering di tempatnya hangat
g. Kapas pembersih bertangkai p. Alkohol dan kasa steril untuk
(Cotten bud) merawat tali pusat
h. Baby oil q. Celemek (Hidayat aziz. 2009)
i. Sabun
2.1.5 Prosedur Memandikan Bayi
1. Siapkan keperluan mandi dan pakaian bayi sebelum pakaian bayi dilepas,
seperti sabun, sampo bayi, waslap pembasuh, gumpalan kapas untuk
membersihkan mata, handuk, popok, dan pakaian bersih dan air hangat
2. Cuci tangan dan pakai celemek

4
3. Menutup pintu dan jendela ruangan serta membuka pakaian bayi
4. Memeriksa air: Periksalah suhu air dengan siku atau bagian dalam
pergelangan tangan. Air tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin.jika anda
ingin memeriksa air dengan thermometer, suhu sebaiknya 290C .
5. Buka pakaian bayi dan masukkan pakaian ke ketempat kotor
6. Bersihkan bokong dengan kapas bila bayi BAB
7. Angkat bayi dari tempat tidur : Tangan kanan memegang kaki, tangan kiri
masuk melalui kuduk, kemudian menuju ke ketiak
8. Masukkan bayi dalam baskom berisi air hangat
9. Bayi masukkan ke dalam bak mandi bayi dengan cara memegang kepala dan
bahu kiri bayi dengan tangan memegang lengan kiri bayi dan tangan kanan
mengangkat bokong, kepala berada di atas air.
10. Dengan menggunakan kapas depper/sisi handuk, seka mata menggunakan
kapas lembab dengan cara menghapus dari bagian dalam ke arah luar. Setiap
mengusap kapas harus diganti
11. Telinga bersihkan dengan kapas pembersih, setiap usapan kapas harus diganti
12. Cuci muka bayi dengan washlap tanpa menggunakan sabun. setelah itu
keringkan dengan handuk (Keringkan muka dengan 1 sudut handuk) Boleh
menggunakan sabun tetapi hati-hati karena sabun dapat menyebabkan iritasi
pada mata dan kulit bayi
13. Mulailah membasuh tubuh bayi dari bagian terbersih hingga terkotor.
14. Kemudian kepala bayi ditaruh di atas tangan kiri, lalu disabun kemudian
bersihkan dengan waslap sampai bersih.
15. Bersihkan dengan washlap bersabun pada area kepala dengan gerakan
memutar, leher, ketiak, badan, sela paha, dan sela bokong bayi hingga rata,
16. Bagian punggung dibersihkan dengan menggnti tangan kiri, dan bayi dengan
bagian muka bersandar pada lengan kanan dengan waslap basah sampai
bersih, lihat daerah-daerah lipatan jangan ada yang tersisa.
17. Bokong, perinium, genetalia dibersihkan paling akhir untuk mencegah
kontaminasi karena daerah ini paling kotor.
18. Angkat bayi seperti pada waktu memasukkan bayi ke dalam bak mandi.
19. Letakkan kembali bayi diatas meja dengan alas handuk

5
20. Kepala, badan dan anggota tubuh lainnya dibersihkan dengan waslap yang
satunya (yang belum kena sabun) dengan menggunakan tangan kanan
21. Keringkan dengan handuk sampai ke sela- sela badan, Keringkan kepala bayi
diatas meja dengan gerakan memutar. Gosok kepala dengan baby oil bila ada
kotorannya, beri minyak telon, baby oil dan talk
22. Bila tali pusat belum lepas, lakukan perawatan tali pusat
23. Pakaikan pakaian bayi
24. Bersihkan telinga dan hidung dengan kapas pembersih, rambut disisir
25. Bila kuku panjang, potong kuku
26. Bungkus bayi dengan selimut
27. Bereskan tempat tidur dan alat
28. Cuci tangan
Waktu yang tepat untuk memandikan bayi adalah sebelum bayi tidur,
karena dapat membuatnya rileks hingga memudahkan bayi tidur. Hindari
memandikan bayi sebelum atau setelah makan karena perut bayi yang tertekan
akan membuatnya muntah (Parker catharinr. 2008).

2.1.6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Memandikan


1. Cegah bayi kedinginan dan pastikan ruangan dalam keadaan hangat
2. Memandikan bayi dengan cepat dan hati – hati
3. Jangan memandikan bayi sesaat setelah bayi disusukan karena dapat
menyebabkan bayi muntah
4. Bila ada kotoran kering pada kulit bayi, jangan berusaha menggosok dengan
keras karena dapat menyebabkan lecet pada kulit
5. Amati kondisi bayi
6. Ajari cara memandikan pada ibu bayi
7. Gunakan sabun susu tanpa parfum, karena zat kimia dan parfum dapat
menyebabkan kulit menjadi merah dan menjadi sensitive.
8. Mandi pertama dilakukan setelah suhu bayi 36,5 C atau setelah 2 jam.
9. Bayi boleh dimadikan dalam bak mandi setelah tali pusat pupus/ lepas/setelah
10 – 12 hari.

6
10. Bila bayi BAB bersihkan dahulu bekas BAB agar bayi dapat mandi dengan
nyaman.

2.2 Perawatan Tali Pusat


2.2.1 Definisi Perawatan Tali Pusat
Perawatan tali pusat adalah perbuatan merawat atau memelihara pada tali
pusat bayi setelah tali pusat dipotong atau sebelum puput (Paisal, 2008).
Perawatan tali pusat adalah pengobatan dan pengikatan tali pusat yang
menyebabkan pemisahan fisik terakhir antara ibu bayi, kemudian tali pusat
dirawat dalam keadaan steril, bersih, kering, puput dan terhindar dari infeksi tali
pusat (Hidayat,2005).
2.2.2 Tujuan Perawatan Tali Pusat
Tujuan perawatan tali pusat adalah mencegah terjadinya penyakit tetanus
pada bayi baru lahir, agar tali pusat tetap bersih, kuman-kuman tidak masuk
sehingga tidak terjadi infeksi pada tali pusat bayi. Penyakit tetanus ini disebabkan
oleh clostridium tetani yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (Racun), yang
masuk melalui luka tali pusat, karena perawatan atau tindakan yang kurang bersih
(Saifuddin, 2001). Menurut Paisal (2008), perawatan tali pusat bertujuan untuk
menjaga agar tali pusat tetap kering dan bersih, mencegah infeksi pada bayi baru
lahir, membiarkan tali pusat terkena udara agar cepat kering dan lepas.
2.2.3 Dampak Positif dan Dampak Negatif
Dampak positif dari perawatan tali pusat adalah bayi akan sehat dengan
kondisi tali pusat bersih dan tidak terjadi infeksi serta tali pusat pupus lebih cepat
yaitu antara hari ke 5-7 tanpa ada komplikasi (Hidayat, 2005). Dampak negatif
perawatan tali pusat adalah apabila tali pusat tidak dirawat dengan baik, kuman-
kuman bisa masuk sehingga terjadi infeksi yang mengakibatkan penyakit Tetanus
neonatorum.
Penyakit ini adalah salah satu penyebab kematian bayi yang terbesar di
Asia Tenggara dengan jumlah 220.000 kematian bayi, sebab masih banyak
masyarakat yang belum mengerti tentang cara perawatan tali pusat yang baik dan
benar (Dinkes RI, 2005). Cara persalinan yang tidak steril dan cara perawatan tali

7
pusat dengan pemberian ramuan tradisional meningkatkan terjadinya tetanus pada
bayi baru lahir (Retniati, 2010;11).
2.2.4 Prosedur Perawatan Tali Pusat
Berdasarkan panduan APN (2010),
1. Peralatan Yang Dibutuhkan:
1) 2 Air DTT, hangat : - 1 untuk membasahi dan menyabuni
- 1 untuk membilas
2) Washlap kering dan basah
3) Sabun bayi
4) Kassa steril
5) 1 set pakaian bayi
2. Prosedur Perawatan Tali Pusat:
1) Cuci tangan.
2) Dekatkan alat.
3) Siapkan 1 set baju bayi yang tersusun rapi, yaitu: celana, baju, bedong
yang sudah digelar.
4) Buka bedong bayi.
5) Lepas bungkus tali pusat.
6) Bersihkan/ ceboki dengan washlap 2-3x dari bagian muka sampai kaki/
atas ke bawah.
7) Pindahkan bayi ke baju dan bedong yang bersih.
8) Bersihkan tali pusat, dengan cara:
a. Pegang bagian ujung
b. Basahi dengan washlap dari ujung melingkar ke batang
c. Disabuni pada bagian batang dan pangkal
d. Bersihkan sampai sisa sabunnya hilang
e. Keringkan sisa air dengan kassa steril
f. Tali pusat tidak dibungkus.
9) Pakaikan popok, ujung atas popok dibawah tali pusat, dan talikan di
pinggir. Keuntungan : Tali pusatnya tidak lembab, jika pipis tidak
langsung mengenai tali pusat, tetapi ke bagian popok dulu.
10) Bereskan alat.

8
11) Cuci tangan.
Menurut rekomendasi WHO, cara perawatan tali pusat yaitu cukup
membersihkan bagian pangkal tali pusat, bukan ujungnya, dibersihkan
menggunakan air dan sabun, lalu kering anginkan hingga benar-benar kering.
Untuk membersihkan pangkal tali pusat, dengan sedikit diangkat (bukan ditarik).
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tali pusat yang dibersihkan
dengan air dan sabun cenderung lebih cepat puput (lepas) dibanding tali pusat
yang dibersihkan menggunakan alkohol. Selama sebelum tali pusat puput,
sebaiknya bayi tidak dimandikan dengan cara dicelupkan ke dalam air, cukup
dilap saja dengan air hangat. Tali pusat harus dibersihkan sedikitnya 2x sehari
selama balutan atau kain yang bersentuhan dengan tali pusat tidak dalam keadaan
kotor atau basah. Tali pusat juga tidak boleh dibalut atau ditutup rapat dengan
apapun, karena akan membuatnya menjadi lembab. Selain memperlambat
puputnya tali pusat, juga dapat menimbulkan resiko infeksi. Intinya adalah
membiarkan tali pusat terkena udara agar cepat mengering dan terlepas.
2.2.5 Pencegahan Infeksi Pada Tali Pusat
Cara penanggulangan atau pencegahan infeksi pada tali pusat meliputi:
1. Penyuluhan bagi ibu pasca melahirkan tentang merawat tali pusat
2. Memberikan latihan tentang perawatan tali pusat pada ibu pasca persalinan.
3. Instruksikan ibu untuk selalu memantau keadaan bayinya.
4. Lakukan perawatan tali pusat setiap hari dan setiap kali basah atau kotor.
(Arin & Akbar, 2009).
Hasil penelitian Sri Mutia Batu Bara (2009) di desa Kota Datar Kecamatan
Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang menyebutkan bahwa jumlah infeksi
pada tali pusat pada tahun 2008 berjumlah 65% kemudian meningkat menjadi
80% pada tahun 2009, kondisi ini menunjukkan bahwa angka infeksi tali pusat
semakin meningkat. Rendahnya pengetahuan tentang perawatan tali pusat diduga
turut menjadi faktor penyebab tingginya angka kematian akibat infeksi tali pusat,
(Iis Sinsin, 2008). Infeksi tali pusat pada dasarnya dapat dicegah dengan
melakukan perawatan tali pusat yang baik dan benar, yaitu dengan prinsip
perawatan kering dan bersih. Pemakaian antimikrobial topikal pada perawatan tali

9
pusat dapat mempengaruhi waktu pelepasan tali pusat, yaitu merusak flora normal
sekitar tali pusat sehingga memperlambat pelepasan tali pusat (Retniati, 2010;4).
Pemberian antiseptik pada tali pusat tidak diperlukan, karena resiko
terjadinya kontaminasi adalah kecil, yang penting terjaga kebersihannya. Berbeda
dengan bayi yang dirawat di rumah sakit, penggunaan antiseptik mungkin
diperlukan untuk mengurangi terjadinya infeksi pada tali pusat (Ratri Wijaya,
2006;12). Perawatan praktis lainnya yang mungkin dapat mengurangi timbulnya
resiko terjadinya infeksi tali pusat adalah dengan cara rawat gabung dan kontak
langsung kulit bayi dan ibunya mulai lahir agar bayi mendapatkan pertumbuhan
flora normal dari ibunya yang sifatnya patogen. Pemberian air susu ibu yang dini
dan sering akan memberikan antibodi kepada bayi untuk melawan infeksi.
Pemberian antiseptik pada tali pusat tidak diperlukan, karena resiko terjadinya
kontaminasi adalah kecil, yang penting terjaga kebersihannya. Berbeda dengan
bayi yang dirawat di rumah sakit, penggunaan antiseptic mungkin diperlukan
untuk mengurangi terjadinya infeksi pada tali pusat (Retniati, 2010;12).
2.2.6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perawatan Tali Pusat
1. Perawatan tali pusat dilakukan secara rutin setiap selesai mandi dan sewaktu
waktu apabila diperlukan
2. Daerah sekitar tali pusat harus selalu dalam keadaan kering dan bersih untuk
mencegah terjadinya infeksi
3. Dilarang menggunakan plester untuk menguatkan ikatan karena bias terjadi
iritasi pada kulit bayi
4. Jangan membungkus punting tali pusat atau mengoleskan cairan atau bahan
apapun ke punting tali pusat. Nasehatkan hal ini kepada ibu dan keluarga

10
BAB III
PENUTUP

Cara memandikan bayi dan perawatan tali pusat yang benar sangat
diperlukan untuk menjaga kebersihan diri bayi dan mencegah bayi mengalami
infeksi pada tali pusat. Selain prosedur pelaksanaannya yang tepat, terdapat pula
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memandikan bayi dan perawatan tali pusat.
Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan bayi saat
mandi maupun saat perawatan tali pusat.
Waktu yang baik bagi bayi untuk dimandikan adalah pagi hari, dengan
memperhatikan kondisi bayi dan lingkungan yang memungkinkan bagi bayi untuk
dimandikan. Usahakan untuk tidak memandikan bayi setelah bayi diberi makan
atau setelah bayi menyusui, karena akan menyebabkan bayi muntah. Selain itu
lingkungan yang hangat pada saat memandikan bayi juga mencegah bayi
mengalami hipotermi.
Perawatan tali pusat yang tetap adalah dengan menggunakan teknik dry
clean care, yaitu dengan memperhatikan kebersihan diri kita sebagai pemberi
perawatan tali pusat sampai kebersihan dari alat yang digunakaan saat perawatan
tali pusat. Serta memfasilitasi adanya paparan udara agar tali pusat selalu dalam
keadaan kering. Karena tali pusat dalam keadaan lembab cenderung
membutuhkan waktu yang lebih lama sampai akhirnya tali pusat putus.

11
DAFTAR PUSTAKA

Enkin, M., Keirse, MJNC, Neilson, J. Crowther, C, Duley, L., Hodnett, E., dkk.
(2000) Sebuah panduan untuk perawatan efektif dalam kehamilan dan
persalinan. Jakarta: Oxford University Press.

Eveline dr. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : PT Wahyu
Medika

Farrer, Hellen. 2001. Perawatan Maternitas Edisi 2. Jakarta: EGC


Hamilton, Persis. 1995. Dasar- Dasar Keperawatan Maternitas Edisi 6.
Jakarta: EGC

Hidayat, Alimul. 2007. Buku Saku Praktikum Keperawatan Anak. Jakarta: EGC

Hidayat,A.,A. 2008. Buku Saku Praktikum Keperawatan Anak. Jakarta : EGC

Hidayat, Aziz. 2009. Asuhan Neonatus, Bayi Dan Balita. Jakarta : buku
kedokteran EGC

Johnson, r., dan Taylor,W. 2004. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta : EGC

Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., & Cashion, K. (2013). Maternity Nursing 8th
Edition. Singapore: Elsevier.

Manuaba, I., B. 2007. Pengantar Kuliah Obsetri. Jakarta : EGC

Parker, Catharinr. 2008. Konsultasi kebidanan. Jakarta: Erlangga

Priono, Yunisa. 2010. Merawat Bayi Tanpa Babby Sitter. Jakarta: Buku Kita

Purnamasari, Lina. 2016. Perawatan Topikal Tali Pusat untuk mencegah infeksi
pada bayi baru lahir. CDK-240/vol.43 no.5

Sodikin. 2009. Buku Saku Perawatan Tali Pusat. Jakarta : EGC

Sukarni, Eprila, Septeria. 2012. Perbedaan lama pelepasan tali pusat antara
perawatan terbuka dan tertutup pada bayi baru lahir di Bidan Praktik
Mandiri Soraya Kecamatan Kemuning Palembang tahun 2012. Politeknik
Kesehatan Kemenkes Palembang

12