You are on page 1of 8

Savitri | “STEVITY” Prototipe Klasifikasi dan Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Secara Non-

Invasif Berbasis IoT

“STEVITY” PROTOTIPE KLASIFIKASI DAN MONITORING PENYAKIT


JANTUNG BAWAAN NON-INVASIF BERBASIS IoT

“STEVITY” PROTOTYPE CLASSIFICATION AND MONITORING OF NON-


INVASIVE CONGINETAL HEART DISEASE BASED IoT

Titania Rachma Savitri 1),Astryd Okty Kusumawati 2),Ichroom Septa Preswari 3),
Aji Sapta Pramulen4),Kretawiweka Nuraga Sani 5)
1
Program Studi S1 Teknobiomedik, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
email : titaniaerz@gmail.com
2
Program Studi S1 Teknobiomedik, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
email : astryd.oktykusumawati@gmail.com
3
Program Studi S1 Teknobiomedik, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
email : i.septapreswari@gmail.com
4
Program Studi S1 Teknobiomedik, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
email : ajiphysic@gmail.com
5
Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
email : kretawiweka.nuraga.s-2014@fst.unair.ac.id

Abstrak
Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan pada struktural akibat malformasi jantung dengan
kelainan kongenital terbanyak pada bayi baru lahir. Pada sebagian besar kasus, pasien tidak
mengetahui bahwa mereka mengidap PJB. Selain itu kurang meratanya fasilitas dan tenaga medis ahli
jantung menyebabkan hampir dua per tiga pasien PJB mengalami keterlambatan penanganan.
Pemeriksaan konvensional pasien PJB dilakukan dengan pengambilan darah dan monitoring belum
dilakukan dengan jarak jauh. Oleh sebab itu diperlukan alat yang dapat menunjang klasifikasi serta
monitoring penderita PJB menggunakan STEVITY (Smart Telemonitoring Electrocardiograph dan
Blood Viscosity) diintegrasikan dengan internet of things (IoT) agar dapat dilakukan penanganan yang
cepat. Pemanfaatan prinsip IoT pada medis dilakukan menggunakan data yang didapat dan diolah
untuk dikomunikasikan melalui sebuah web server sehingga dapat dilakukan monitoring jarak jauh.
Perancangan alat menggunakan kombinasi alat ukur viskositas darah non-invasive untuk membaca
kondisi kekentalan darah dan electrocardiograph (ECG) untuk menampilkan sinyal jantung. Hasil
validasi alat ukur viskositas darah menunjukkan tingkat akurasi sebesar 91,04 % dan error sebesar
8,96 %. Validasi electrocardiograph dilakukan dengan melihat data sinyal jantung pada
electrocardiograph standar dengan electrocardiograph STEVITY pada kondisi depresi segmen ST yang
mengindikasi PJB dan kondisi normal. Prototipe STEVITY terbukti mampu membaca sinyal jantung
dan mengukur nilai viskositas darah yang telah terintegrasi dengan website untuk menunjang klasifikasi
dan monitoring PJB.

Kata Kunci : PJB, Viskositas Darah, Electrocardiograph, STEVITY

Abstract
Congenital heart disease (CHD) is a condition of structural abnormalities due to cardiac malformation
with the type of congenital abnormalities in most newborns. In most cases, patients do not know they
have CHD.From 2/3 of patients with CHD experience delayed treatment due to unequal facilities and
medical personnel. Conventional revise of CHD patients be done with blood sample and monitoring can
not be done remotely. Therefore, we need a tool that can support the classification and monitoring of
CHD patients condition by using STEVITY) which integrated with IoT for quicker handling. Utilization
of the principle of IoT in the medical world is done by way of measurement data obtained and processed
will be communicated through is displayed on a web server so that remote monitoring can be done.
1)
Penulis korespondensi : titaniaerz@gmail.com

1
Savitri | “STEVITY” Prototipe Klasifikasi dan Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Secara Non-
Invasif Berbasis IoT

Device design uses a combination of non-invasive blood viscosity measuring instrument to read blood
viscosity and electrocardiograph conditions to display cardiac signals. The result of validation of blood
viscosity measuring instrument showed an accuracy of 91.04% and error of 8.96%. Electrocardiograph
validation was performed by looking at heart signal data in standard electrocardiograph with STEVITY
electrocardiograph in ST segment depression condition indicating CHD and normal condition.
STEVITY prototype proved able to read heart signals and measure the value of blood viscosity that has
been integrated with the website to support the classification and monitoring of CHD.

Keywords: CHD, Blood Viscosity, Electrocardiograph, STEVITY

1. PENDAHULUAN
Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan suatu kondisi kelainan pada struktural akibat
malformasi jantung, aorta atau pembuluh darah, dan merupakan jenis kelainan kongenital terbanyak
pada bayi baru lahir (Supit dan Kaunang, 2012). Diantara 6.600.000 bayi yang lahir, sekitar 48.800
diantaranya merupakan penyandang PJB (Indonesian Heart Association, 2011). Dua per tiga kasus
PJB memperlihatkan gejala pada masa neonatus dan sebanyak 25-30% meninggal pada bulan
pertama usianya jika tanpa penanganan yang baik (Ruslie dan Darmadi, 2013).
Pada sebagian besar kasus, pasien tidak mengetahui bahwa mereka mengidap PJB. Selain itu
kurang meratanya fasilitas dan tenaga medis ahli jantung menyebabkan hampir dua per tiga pasien
PJB mengalami keterlambatan penanganan (Djer dan Madiyono, 2000). Pasien penderita PJB sering
kali tidak menunjukkan gejala yang khas, sehingga diperlukan deteksi awal atau screening (Ikatan
Dokter Anak Indonesia, 2014). Pemeriksaan pada pasien PJB dilakukan dengan melihat kondisi
jantung pasien dengan electrocardiograph dan mengetahui nilai viskositas darah. Namun
pemeriksaan tersebut hingga saat ini masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan mengambil
sempel darah pasien untuk mengetahui nilai viskositas darah dan monitoring kondisi jantung pasien
belum dapat dilakukan secara jarak jauh (Aldrich, 2002).
Oleh sebab itu diperlukan suatu alat yang dapat melakukan klasifikasi berupa screening dan
monitoring kondisi penderita PJB dengan menggunakan STEVITY (Smart Telemonitoring
Electrocardiograph dan Blood Viscosity) yang diintegrasikan dengan internet of things agar dapat
dilakukan penanganan pada pasien PJB yang lebih cepat dan tepat. Screening dan monitoring yang
dilakukan akan mempermudah paramedis serta keluarga pasien dalam mengetahui dan memantau
kondisi pasien. Pemanfaatan prinsip internet of things pada dunia medis dilakukan dengan cara data
pengukuran yang telah didapat dan diolah akan dikomunikasikan melalui jaringan internet yang
ditampilkan pada sebuah web server sehingga dapat dilakukan monitoring jarak jauh dengan cara
mengakses web tersebut (Frices dan Ibanez, 2014).
STEVITY dapat melakukan screening lebih awal agar PJB dapat dideteksi sedini mungkin
serta monitoring pasien dilakukan tanpa terbatas jarak. Selain itu, STEVITY menggabungkan 2
device yaitu electrocardiograph (ECG) dan alat ukur viskositas darah dalam satu prototipe yang
terintegrasi dengan web. Web digunakan untuk menampilkan dan menyimpan data pasien, profil data
hasil pengukuran ECG serta nilai viskositas darah selama pemeriksaan.

2. METODE PELAKSANAAN
2.1 Waktu dan Tempat
Pembuatan alat STEVITY dilakukan mulai bulan Maret sampai dengan Juli 2017, di
Laboratorium Instrumentasi Medis Prodi Teknobiomedik Departemen Fisika, Fakultas Sains dan
Teknologi, Universitas Airlangga Kampus C Mulyorejo dan Laboratorium Biogen Surabaya.

2
Savitri | “STEVITY” Prototipe Klasifikasi dan Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Secara Non-
Invasif Berbasis IoT

2.2 Tahap Kegiatan


Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam realisasi alat STEVITY adalah studi literatur,
persiapan alat dan bahan yaitu; Arduino Uno R3, Sensor Photoplethysmograph, multimeter, tiga
set kabel electrode, function generator, beberapa jenis komponen IC, resistor, kapasitor, diode, dan
elektrod Ag/Cl. Selanjutnya adalah perancangan hardware dan software, integrasi hardware
dengan software, validasi hardware, unjuk kerja perangkat STEVITY, dan penyempurnaan
perangkat STEVITY. Tahapan ini secara skematik ditunjukkan pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Diagram Alur Tahap Kegiatan

Tahap pembuatan alat diawali dengan perancangan hardware yang meliputi pembuatan
rangkaian ECG dan alat ukur viskositas darah. Selanjutnya melakukan perancangan software
meliputi pembuatan kode program untuk melakukan screening dan mendesain interface website
STEVITY. Kemudian dilakukan integrasi antara hardware dan software untuk mengirimkan data
berupa nilai viskositas darah dan gelombang PQRST jantung pada website STEVITY. Rancang
bangun prototipe STEVITY ditunjukkan dalam Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Blok Diagram Rancang Alat STEVITY

3
Savitri | “STEVITY” Prototipe Klasifikasi dan Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Secara Non-
Invasif Berbasis IoT

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil Perancangan Hardware
Hasil yang dicapai adalah hardware STEVITY. Hardware STEVITY terdiri atas ECG dan
alat ukur viskositas darah. Hardware ECG terdiri dari elektroda yang digunakan untuk mendeteksi
sinyal kelistrikan jantung, AD8232 sebagai penguat dan pemfilter sinyal, dan mikrokontroler yang
digunakan untuk pengakuisisi sinyal dari analog ke digital. Alat ukur viskositas darah terdiri dari
sensor photplethysmograph (PPG) untuk mendeteksi perubahan volume darah mikrovaskuler
secara optis, rangkaian driver sebagai konektor antara sensor dengan rangkaian pengkondisi sinyal
untuk mengurangi noise sinyal keluaran sensor. Dari integrasi kedua hardware menghasilkan dua
keluaran. Keluaran pertama berasal dari sensor PPG yang dijepitkan pada jari untuk mengukur
saturasi oksigen, hemoglobin, hematokrit, dan viskositas darah. Keluaran kedua berasal dari
elektroda yang dipasang pada titik RA (Right Arm), LA (Left Arm), dan LL (Left Leg) menghasilkan
amplitudo sinyal jantung yang direpresentasikan dalam grafik PQRST sinyal jantung.
3.2 Hasil Perancangan Software
Perancangan software terdiri dari pengolah data sinyal dan pengembangan website STEVITY.
Pada pengolah data sinyal menggunakan Arduino IDE yang mengubah data analog menjadi data
digital. Data digital berupa hasil keluaran hardware yang kemudian dikirim dan disimpan ke
database. Pengembangan website STEVITY dirancang menggunakan freamwork Laravel yang
terintegrasi dengan database. Sehingga website STEVITY dapat menampilkan nilai viskositas
darah dan gelombang PQRST jantung.
3.3 Hasil Unjuk Kerja Validasi Alat Ukur Viskositas Darah
Validasi hardware STEVITY dilakukan dengan validasi prototipe alat ukur viskositas darah
dan electrocardiograph. Dalam mengetahui nilai viskositas darah terlebih dahulu menghitung nilai
saturasi oksigen, hemoglobin, dan hematokrit yang selanjutnya akan disubtitusikan pada algoritma
viskositas darah. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian pada prototipe alat ukur viskositas
darah dan validasi electrocardiograph.
Validasi pada prototipe alat ukur viskositas darah membandingkan nilai viskositas hasil
pengukuran alat ukur STEVITY dengan hasil laboratorium pada 9 responden. Perbandingan data
hasil alat dan hasil laboratorium didapatkan tingkat akurasi dan error alat ukur terhadap viskositas
darah pada Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Hasil Validasi Prototipe Alat Ukur Viskositas Darah pada 9 Naracoba

3.4 Hasil Validasi Electrocardiograph


Validasi electrocardiograph dilakukan dengan melihat data sinyal jantung pada
electrocardiograph standar dengan prototipe electrocardiograph STEVITY. Validasi yang

4
Savitri | “STEVITY” Prototipe Klasifikasi dan Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Secara Non-
Invasif Berbasis IoT

dilakukan pada kondisi depresi segmen ST yang mengindikasi PJB dan kondisi normal (Dharma,
2009). Hasil perekaman gelombang PQRST pada electrocardiograph standar dan
electrocardiograph STEVITY ditunjukkan pada Gambar 3.1 dan Gambar 3.2.

(a) (b)
Gambar 3.1 Hasil perekaman gelombang PQRST yang terdapat depresi segmen ST pada (a)
electrocardiograph STEVITY dan (b) electrocardiograph standar

(a) (b)
Gambar 3.2 Hasil perekaman gelombang PQRST normal pada (a) electrocardiograph
STEVITY dan (b) electrocardiograph standar
3.5 Testing Fitur Website
Testing fitur website digunakan untuk melihat fungsi setiap fitur yang dikembangkan berjalan
sesuai dengan tugasnya. Pengguna website stevity.com sendiri dibagi menjadi beberapa role
diantaranya; role sebagai admin, dokter dan pasien. Setiap role memiliki beberapa fitur,
diantaranya adalah :
1. Fitur role admin
Role admin mempunyai beberapa fitur, diantaranya adalah fitur membuat akun dokter,
membuat akun pasien dan membuat daftar pemeriksaan.
2. Fitur role dokter
Role dokter mempunyai beberapa fitur utama, diantaranya adalah fitur riwayat penyakit, gajala
penyakit, pemeriksaan fisik, pemeriksaan lab (data ekg dan data viskostas darah pada pasien)
dan fitur laporan hasil pemeriksaan pasien.
3. Fitur role pasien
Role pasien mempunyai beberapa fitur utama, diantaranya adalah fitur menampilkan laporan
hasil pemeriksaan.
3.6 Unjuk Kerja
Unjuk kerja STEVITY menampilkan lima parameter screening dari pengukuran yaitu ECG,
saturasi oksigen, hemoglobin, hematokrit, dan viskositas darah. Jika didapatkan satu parameter
dengan nilai berada diluar batas nilai normal, maka dapat ditentukan kriteria seseorang berpotensi
terkena penyakit jantung bawaan. ECG normal menampilkan gelombang PQRST jantung tanpa ada

5
Savitri | “STEVITY” Prototipe Klasifikasi dan Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Secara Non-
Invasif Berbasis IoT

depresi segmen ST sedangkan pada ECG penyandang penyakit jantung bawaan terdapat depresi
segmen ST (grafik menurun) (Dharma, 2009). Sedangkan nilai normal pada empat parameter lain
ditunjukkan melalui Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Parameter Nilai Normal Saturasi Oksigen, Hemoglobin, Hematokrit, dan Viskositas
Darah
Parameter Nilai Normal
Saturasi Oksigen (%) 90 -100%
Hemoglobin (g/dl) Lk : 13 – 18 ; Pr : 12-16
Hematokrit (%) Lk : 40-52 ; Pr : 35-47
Viskositas Darah (cP) 3,5 – 5,1
Screening penyakit jantung bawaan pada jenis Tetralogy of Fallot ditandai dengan adanya
hiperviskositas (> 5,1 cp), peningkatan jumlah hematokrit (lebih dari nilai normal), penurunan
saturasi oksigen, serta penurunan hemoglobin menjadi 5 mg/dL yang ditandai dengan munculnya
sianosis (kebiruan pada tubuh) (Ruslie dan Darmaji, 2013).
3.5 Perangkat STEVITY
Prototipe STEVITY telah berhasil dirancang seperti terlihat pada Gambar 3.1 dengan memiliki
spesifikasi sebagai berikut:
 Rangkaian STEVITY :
1. Power supply : 18 V (DC)
2. Ukuran : 20x20x20 cm3
3. Berat : ±500 g
4. Arus : 150-175mAh
5. Sensor PPG :
a. LED inframerah : 940 nm
b. LED merah : 660 nm
c. Satu Buah photodetector

(a) (b)
Gambar 3.1 (a) Packaging Perangkat STEVITY dan (b) Rangkaian Perangkat STEVITY

Aplikasi STEVITY dirancang seperti terlihat pada Gambar 3.2 dengan memiliki spesifikasi
sebagai berikut:
1. Framework : Laravel dan jquery
2. Bahasa pemrograman : PHP, HTML, Javascript
3. Database : MySQL

6
Savitri | “STEVITY” Prototipe Klasifikasi dan Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Secara Non-
Invasif Berbasis IoT

(a) (b)
Gambar 3.2 (a) Landing Page STEVITY dan (b) Dashboard STEVITY

4. KESIMPULAN
Prototipe STEVITY terbukti mampu dalam membaca sinyal jantung (ECG) dan mengukur
nilai viskositas darah yang telah terintegrasi dengan website untuk menunjang klasifikasi dan
monitoring penyakit jantung bawaan.

5. UCAPAN TERIMAKASIH
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah
serta kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan karsa cipta ini dengan judul “STEVITY
(Smart Telemonitoring Electrocardiograph dan Blood) Klasifikasi dan Monitoring Penyakit
Jantung Bawaan Secara Non-Invasif Berbasis Internet of Things”.
Terwujudnya karsa cipta ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah mendorong
dan membimbing penulis, baik tenaga, ide-ide, maupun pemikiran. Oleh karena itu dalam
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset dan Teknologi dan
Pendidikan Tinggi yang telah membiayai penelitian ini melalui Program Kreativitas
Mahasiswa (PKM) 2017.
2. Rektor Universitas Airlangga yang telah memberi dorongan motivasi, pembekalan, maupun
materi sehingga karya ini dapat berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 30.
3. Bapak Akif Rahmatillah, S.T., M.T selaku dosen pembimbing yang telah memberi masukan
selama proses pengerjaan karsa cipta.
4. Teman-teman Garuda Sakti yang telah memberi arahan teknis dan strategi manajemen dalam
penyelesaian karya ini.
5. Staf dan teman-teman Program Studi S1 Teknobiomedik dan S1 Sistem Informasi, Fakultas
Sains dan Teknologi Universitas Airlangga yang senantiasa siap memberi motivasi, saran dan
dukungan dalam penelitian ini.

6. DAFTAR PUSTAKA
Aldrich, T. K., Moosikasuwan, M., Shah, S. D., dan Deshpande, K. S. 2002. Length-Normalized
Pulse Photoplethysmography: A Noninvasive. United State: Biomedical Engineering
Society
Dharma, Surya. 2009. Pedoman Praktis Sistematika Interpretasi EKG. Jakarta : ECG
Djer, M. M. dan Madiyono, B. 2000. Tatalaksana Penyakit Jantung Bawaan. Sari Pediatri. 2(3):
155-162
Frices, P. dan Ibanez, F.. 2014. Internet of Things-From Research and Innovation to Market
Deployment. Denmark: River Publishers

7
Savitri | “STEVITY” Prototipe Klasifikasi dan Monitoring Penyakit Jantung Bawaan Secara Non-
Invasif Berbasis IoT

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2014. Mengenal Kelainan Jantung Bawaan Pada Anak.
Diakses dari: www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan anak/mengenal-kelainan-jantung-
bawaan-pada-anak.[Diakses 30 September 2016]
Indonesian Heart Association (IHA). 2011. Pediatric Cardiologi of Conginetal Heart Disease.
Jurnal Cardiologi Publishing
Ruslie, R. H. dan Darmadi. 2013. Diagnosis dan Tata Laksana Tetralogy of Fallot. CDK. 4(3):176-
181
Supit, A. I. dan Kaunang, E. D. 2012. Tetralogi Fallot dan Atresia Pulmonal. Jurnal Biomedik.
4(3):152-158