You are on page 1of 6

Formulasi dan Karakterisasi Nanokapsul Asiklovir Tersalut Kitosan-

Alginat yang Dipaut Silang dengan Natrium Tripolifosfat


Isriany Ismail, Hasriani, Surya Ningsi

Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

ABSTRACT
Formulation and characterization of chitosan-alginate crosslinked with sodium
tripolyphosphate as coating agents acyclovir nanocapsule purposed to determine how the
comparison the coating of chitosan and sodium alginate crosslinked with sodium
tripolyphosphate produce the best nanocapsule characteristics based on morphological
observations and encapsulation efficiency. Nanocapsule formulation by the ionic gelation
method by using chitosan concentrates variation on formula A, B, and C in succession 1.5%,
1.75%, and 2%, sodium alginate 0.5%, 0.625%, and 0.75% with stable concentration of
sodium tripolyphosphate is 5%. Nanocapsule was measured using UV-Vis
spectrophotometer at a wavelength of 297 nm with encapsulation efficiency obtained from
the formula A, B and C, respectively for 58.5%; 87.25% and 55.25%. Observation of the
shape and size of nanocapsule performed using SEM. Formula B with concentration of
chitosan 1.75%, sodium alginate 0.625% and sodium tripolyphosphate 5% has the best
characteristics with the encapsulation efficiency 87.25%, that the smallest particle size was
200 nm and the largest particle size was 4500 nm.
Keywords: Nanocapsule, Acyclovir, Chitosan, Alginate, Sodium Tripolyphosphate.

PENDAHULUAN sebagai sistem penghantaran obat telah


Sistem penghantaran obat seperti dilaporkan dapat meningkatkan khasiat
vesikel, cairan kristal, mikropartikel dan obat, bioavailabilitas, mengurangi
nanopartikel saat ini sedang toksisitas dan meningkatkan kepatuhan
dikembangkan untuk mencegah efek pasien dengan menargetkan sel-sel dan
samping berbahaya dan meningkatkan jaringan untuk menghasilkan tindakan
bioavailabilitas obat. Nanopartikel farmakologis yang diinginkan (Kaur et al,
didefinisikan sebagai partikel dispersi atau 2011, 3: 1227). Ukuran nanopartikel
partikel padat dengan ukuran 10-1000 nm. memberikan sejumlah keuntungan yang
Obat ini dilarutkan, dijerap, dienkapsulasi berbeda
atau menempel pada matriks nanopartikel
(Mohanraj, 2006, 5: 562). Nanopartikel

JF FIK UINAM Vol.2 No.4 2014 138


dari mikropartikel, termasuk daya serap infeksi virus herpes simpleks 1 dan 2 dan
intraselular yang relatif lebih tinggi varicella- virus zoster (herpes zoster dan
dibandingkan dengan mikropartikel. cacar air). Penyerapan asiklovir buruk
Namun, dengan ukuran yang sangat kecil pada saluran pencernaan setelah
maka nanopartikel memiliki pemberian oral. Bioavailabilitas asiklovir
kecenderungan untuk kembali saling oral sekitar 10 sampai 20%. Asiklovir
beragregasi satu dengan lainnya diekskresikan sebagian besar tidak
membentuk material seperti semula yang berubah dalam urin, dengan filtrasi
dapat membatasi enkapsulasi dan glomerulus dan beberapa sekresi tubular
pelepasan obat sehingga dibutuhkan aktif, sampai dengan 14% dalam urin
polimer sebagai agen penyalut (Ranjit et sebagai metabolit tidak aktif. Pada pasien
al, 2013, 4: 48). dengan fungsi ginjal normal, waktu paruh
Banyak penelitian yang telah sekitar 2 sampai 3 jam (Sweetman, 2009:
membuktikan bahwa penggunaan kitosan 863-864).
sebagai agen penyalut yang sangat baik.
METODE PENELITIAN
Namun, kitosan bersifat rapuh, sehingga
Bahan Penelitian
perlu dimodifikasi. Penelitian nanopartikel
Bahan-bahan dalam penelitian
kitosan termodifikasi umumnya
ini adalah Bahan penelitian yaitu air
menggunakan senyawa pengikat silang
suling, asam asetat 1%, asiklovir (PT.
dan surfaktan dalam metode pembuatan
Kalbe Farma®), kalium dihidrogenfosfat,
gelasi ionik. Zat pengikat silang yang
kitosan (PT. Biotech Surindo®), natrium
sering digunakan adalah glutaraldehida.
alginat, natrium hidroksda, natrium
Penggunaan glutaraldehid sebagai zat
tripolifosfat, tween 80.
pengikat silang untuk sistem
Pembuatan Formula
penghantaran obat umumnya banyak
Nanopartikel dibuat dalam tiga
dihindari karena bersifat toksik serta
formula, dengan metode gelasi ionik.
memiliki ikatan kimia yang kuat antar
Konsentrasi kitosan dan natrium alginat
polimer kitosan. Pembentukan ikatan
yang digunakan bervariasi untuk masing-
silang ionik salah satunya dapat
masing formula A, B dan C. Rancangan
dilakukan dengan menggunakan
formula nanopartikel dapat dilihat pada
senyawa tripolifosfat. Tripolifosfat
tabel 1.
dianggap sebagai zat pengikat silang
yang paling baik (Wahyono, 2010: 4). Pembuatan Nanopartikel
Asiklovir adalah analog 2- Sebanyak berturut-turut untuk formula A,
deoksiguanosin, digunakan terutama B, dan C masing-masing 133 ml kitosan
untuk pengobatan dan pencegahan 1,5% (b/v), 114 ml kitosan 1,75% (b/v),

JF FIK UINAM Vol.2 No.4 2014 139


dan 100 ml kitosan 2% (b/v) dilarutkan menghubungkan hubungan antara
dalam larutan asam asetat 1% dalam konsentrasi asiklovir dan absorbansi.
labu erlenmeyer kemudian ditambahkan
Penetapan Kadar Obat dalam
masing-masing 38 ml alginat 0,50% (b/v),
Nanokapsul
0,625% (b/v), 0,75% (b/v) kemudian
Disaring supernatan yang telah
diaduk dengan homogenizer. Setelah
diperoleh setelah proses sentrifugasi dan
homogen ditambahkan 125 ml asiklovir
dicukupkan volumenya dengan dapar
0,8% (b/v) dan 23 ml natrium tripolifosfat
fosfat pH 7,4 dalam labu tentukur 100 ml
5% (b/v) lalu dihomogenkan dengan
untuk formula B, dalam labu tentukur 250
homogenizer kemudian ditambahkan
ml untuk formula A dan C. Dipipet 2 ml
sedikit demi sedikit tween-80 3% (b/v)
dari larutan tersebut, dicukupkan
sebanyak 5 ml, selanjutnya disonikasi
volumenya hingga 10 ml, ditentukan
dengan sonikator. Setelah itu, dilakukan
kadarnya secara spektrofotometri pada
sentrifugasi selama 60 menit dengan
panjang gelombang maksimum yang
kecepatan 5.000 rpm hingga terpisah
diperoleh dari percobaan sebelumnya.
antara residu dan supernatan. Residu
Dibuat pula larutan blangko dengan
yang didapatkan kemudian dikeringkan
menggunakan dapar fosfat pH 7,4.
sehingga diperoleh sampel dalam bentuk
Efisiensi enkapsulasi obat ditentukan
serbuk.
berdasarkan rumus:
Pengamatan Bentuk dan Ukuran a(µg/ml)- b (µg/ml)
% EE= x 100%
Nanopartikel a (µg/ml)

Diamati bentuk dan ukuran Keterangan:

nanopartikel menggunakan SEM. a= Konsentrasi awal asiklovir


b= Konsentrasi asiklovir
Pembuatan kurva Baku Asiklovir
bebas/supernatan
Absorbansi larutan baku asikovir
dalam dapar fosfat pH 7.4 dengan
konsentrasi 1000 bpj diukur secara HASIL DAN PEMBAHASAN

spektrofotometri pada panjang Hasil pemeriksaan bentuk dan ukuran


gelombang 200-400 nm. Panjang nanokapsul dapat dilihat pada gambar 1.
gelombang maksimum yang diperoleh Berdasarkan analisis gambar yang
digunakan untuk analisis berikutnya. dihasilkan melalui pengamatan dengan
Kurva standar yang dihasilkan dengan menggunakan SEM pada perbesaran
asikovir seri konsentrasi 200,0 bpj; 300,0 2.000-10.000 kali didapatkan bentuk
bpj; 400,0 bpj; 600,0 bpj; 800,0 bpj. Data nanokapsul yang tidak seragam dengan
yang diperoleh adalah kurva yang

JF FIK UINAM Vol.2 No.4 2014 140


ukuran yang berbeda-beda pada tiap diketahui secara spektrofotometri pada
formula seperti pada tabel 2. panjang gelombang maksimum seperti
Ukuran partikel besar pada formula pada tabel 3.
C disebabkan karena konsentrasi kitosan Perbedaan efisiensi enkapsulasi dari
yang digunakan merupakan konsentrasi tiap formula disebabkan karena
tertinggi sehingga banyak ikatan silang perbedaan konsentrasi penyalut yang
yang terbentuk antara kitosan dan digunakan. Pada formula A, konsentrasi
NaTPP maka kekuatan mekanik matriks kitosan rendah menyebabkan membran
kitosan akan meningkat sehingga partikel kitosan pada permukaan nanopartikel
menjadi semakin kuat dan keras, serta tipis sehingga efisiensi enkapsulasi juga
semakin sulit untuk terpecah menjadi rendah. Dalam bentuk hidrogel,
bagian-bagian yang lebih kecil. Begitu konsentrasi natrium alginat yang tinggi
pula pada formula A, walaupun dapat bertindak sebagai penghalang
konsentrasi kitosan yang digunakan difusi obat ke dalam penyalut (Jin et all,
merupakan konsentrasi terkecil, namun 2009, 4: 218). Sedangkan pada formula
natrium alginat yang merupakan C, konsentrasi kitosan yang digunakan
hidrokoloid alam digunakan pada tinggi (2%) menghasilkan gel yang sulit
konsentrasi tinggi sehingga dapat ditembus oleh asiklovir sehingga asiklovir
meningkatkan kekuatan mekanik dari gel kebanyakan tidak terjerap dalam inti
kitosan dan sulit untuk dipecah. Dalam melainkan hanya dapat menempel pada
formulasi ini telah terbentuk nanopartikel dinding matriks sehingga sangat mudah
sesuai dengan pengertian nanopartikel terlepas dalam cairan. Vandenberg
yang dijelaskan oleh (Allouche, 2013: 28) menyatakan bahwa konsentrasi kitosan
bahwa nanopartikel didefinisikan sebagai dan konsentrasi alginat yang tinggi
partikel dispersi atau partikel padat mempunyai sifat sangat kental dalam
dengan ukuran di kisaran 10-1000 nm. media gelasi sehingga menghalangi
Ukuran partikel yang tidak seragam proses enkapsulasi BSA dalam studi
diduga karena asiklovir tidak hanya mikrosfer kitosan-alginat. Pembentukan
masuk ke dalam matriks nanopartikel nanopartikel pada beberapa produk
tetapi menempel dipermukaan hanya mungkin terjadi pada konsentrasi
nanopartikel (Tiyaboonchai, 2003, 11: kitosan dan NaTPP tertentu (Xu et all,
53). 2003: 220)
Efisiensi enkapsulasi asiklovir
dilakukan dengan mengukur berapa KESIMPULAN
banyak asiklovir bebas di dalam Formula B dengan konsentrasi
supernatan. Kadar asiklovir dapat kitosan 1,75 %, natrium alginat 0,625 %,

JF FIK UINAM Vol.2 No.4 2014 141


dan NaTPP 5% menghasilkan efisiensi Tiyaboonchai, Waree. Chitosan
Nanoparticles: A Promising
enkapsulasi terbesar yaitu 87,25% dan
System for Drug Delivery.
karakteristik nanokapsul yang paling baik Nareseun University Journal 11,
no.3 (2003): h. 51-66.
dengan ukuran partikel terkecil 200 nm
Wahyono, Dwi. Ciri Nanopartikel Kitosan
dan terbesar 4500 nm. dan Pengaruhnya pada Ukuran
Partikel dan Efisiensi Penyalutan
Ketoprofen. Skripsi. Bogor: ITB.
KEPUSTAKAAN 2010.
Xu, Yongmei, Yumin Du. Effect of
Allouche, Joachim. Synthesis of Organic
Molecular Structure of Chitosan
and Bioorganic Nanoparticles: An
on Protein Delivery Properties of
Overview of The Preparation
Chitosan Nanoparticles.
Methods. France. 2013.
International Journal of
Dartiawati. Perilaku Disolusi Nanokapsul
Pharmaceutics 250, (2003): h.
Ketoprofen Tersalut Gel Kitosan-
215-226.
Alginat Secara In Vitro. Skripsi.
Bogor: IPB. 2011.
Jin, Meixia, Yanping Zheng, Qiaohong
Hu. Preparation and Tabel 1. Formula Nanokapsul
Characterization of Bovine Serum
Nama FC
Albumin Alginate/Chitosan FA FB
Microspheres for Oral Bahan
Administration. Asian Journal of
Pharmaceutical Sciences 4 Kitosan 1,5% 1,75% 2%
(2009): h. 215-220.
Kaur, Simar Preet; Rekha Rao; Afzal Na. 0,5%
Hussain; Sarita Khatkar. 0,75% 0,625%
Alginat
Preparation and Characterization
of Rivastigmine Loaded Chitosan Asiklovir 0,8% 0,8% 0,8%
Nanoparticles. Jounal of 5%
Pharmaceutical Science and Na. TPP 5% 5%
Research 3, no.5 (2011): h. 1227-
1232. Tween 80 3% 3% 3%
Mohanraj, V. J. and Y Chen.
Nanoparticles. Tropical Journal of
Pharmaceutical Research 5 (Juni
2006): h. 561-573.
Ranjit, Konwar; Ahmad Abdul Baquee.
Nanoparticle: An Overview of
Tabel 2. Morfologi Nanokapsul
Preparation, Characterization and
Application. International Ukuran
Research Journal of Pharmacy 4,
Formula Bentuk (nm)
no.4 (2013): h. 47-57.
Sugita, Purwatiningsih; Laksmi
Ambarsari; Yeni Arum Sari; Yogi
Tidak 550 – 15438
Nugraha. Ketoprofen FA
Encapsulation Optimization With Beraturan
Chitosan-Alginate Cross-Linked
Tidak 200 – 4500
With Sodium Tripolyphosphate FB
and Its Release Mechanism Beraturan
Determination Using In Vitro
Dissolution. IJRRAS 14, no.1 FC Tidak 950 – 15700
(Januari 2013): h. 141-149.

JF FIK UINAM Vol.2 No.4 2014 142


Beraturan

Tabel 3. Efisiensi Enkapsulasi


Nanokapsul Asiklovir

Efisiensi
Formula Enkapsulasi (%)

FA 58,5
Partikel Terbesar
87,25
(4500 nm)
FB

FC 55,25

Partikel
Terkecil
(200 nm)
Gambar 2. Foto Ukuran Nanokapsul
pada Formula B.

(a) (b)

(c)

Gambar 1. Hasil SEM Morfologi


Nanokapsul Asiklovir (a)Formula A
(b)Formula B (c)Formula C.

JF FIK UINAM Vol.2 No.4 2014 143