You are on page 1of 2

Nama:

1. Ramadhani Adjar Mustaqim


2. Yusril

Clostridium botulinum
Klasifikasi
Clostridium botulinum adalah bakteri yang memproduksi racun botulin, penyebab
terjadinya botulisme. Bakteri ini masuk kedalam genus Clostridium. Bakteri ini pertama kali
ditemukan pada tahun 1896 oleh Emile van Ermengem dan umumnya dapat ditemukan di
tanah. Clostridum botulinum termasuk bakteri gram positif, anaerob obligat (tidak bisa hidup bila
terdapat oksigen), motil (dapat bergerak), dan menghasilkan spora.

Morfologi
Clostridium botulinum adalah bakteri anaerobik, gram positif, membentuk spora, dan relatif
besar. Sel vegetatif Clostridum botulinum berbentuk batang dan berukuran cukup besar untuk
ukuran bakteri. Panjangnya antara 3 μm hingga 7 – 8 μm. Lebarnya antara 0,4 μm hingga 1,2
μm. Pada pengecatan Gram, Clostridum botulinum yang mengandung spora bersifat Gram positif,
sedangkan Clostridum botulinum yang tidak mengandung spora bersifat gram negatif.
Namun, Clostridum botulinum termasuk bakteri Gram positif. Clostridum botulinum bersifat motil
atau dapat bergerak dengan flagel yang berbentuk peritirik.

Habitat
Clostridium botulinum tersebar luas di seluruh dunia. Penyebaran bakteri Clostridum botulinum
melalui spora yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Spora Clostridum botulinum dapat ditemukan di
saluran pencernaan manusia, ikan, burung, dan hewan ternak. Selain itu, spora Clostridum
botulinum juga dapat ditemukan di tanah, pupuk organik, limbah, dan hasil panen. Spora tersebut
dapat berakhir di usus hewan yang memakan hewan atau tumbuhan yang terkontaminasi spora
tersebut kemudian memasuki rantai makanan manusia. Jika spora memasuki lingkungan yang

1
anaerob, misalnya pada kaleng makanan, spora – spora tersebut akan tumbuh menjadi bakteri yang
dapat menghasilkan neurotoksin. Pada makanan yang tertutup dan pH nya rendah (lebih dari 4,6)
merupakan tempat pertumbuhan bakteri Clostridum botulinum yang kemudian dapat memproduksi
racun. Faktor lain yang mendukung tumbuhnya spora menjadi sel vegetatif adalah kadar garam yang
di bawah 7%, kandungan gula di bawah 50%, temperatur 4oC – 49oC (suhu kamar), kadar
kelembapan tinggi, serta sedikitnya kompetensi dengan bakteri flora.

Penyakit yang Disebabkan


Clostridium botulinum tersebar luas di seluruh dunia. Botulinus terdapat dalam bentuk bakteri dan
spora di dalam tanah, sedimen dilaut, permukaan buah dan sayur, di usus mamalia dan ikan dan di
insang dan vixcera dari kerang-kerangan, kepiting. Karena spora botulinum, terdapat didalam tanah
dan sedimen di dasar laut. Spora ini dapat berakhir di usus dari binatang yang memakan rumput dan
ikan, kemudian memasuki rantai makanan manusia.

Botulism pada bayi disebabkan tertelannya bakteri itu, dan bukan tertelannya racun. Terdapat tiga
tipe keracunan menurut cara terjangkitnya: Hampir seluruh kejadian (90%) terjadi karena buruknya
makanan kaleng yang diawetkan. Botulism akibat makanan (Foodborne botulism) biasanya
disebabkan oleh daging yang tercemar (termasuk seafood) dan sayuran kaleng. Botulism pada bayi
(Infant botulism) merupakan bentuk botulism yang paling umum. Disebabkan oleh menghirup spora
bersamaan dengan partikel debu yang mikroskopis. Botulism pada luka (wound botulism)
merupakan bentuk botulism yang paling jarang. Dapat terjadi ketika bakteri meng-infeksi luka
(seperti luka koyak atau retaknya susunan tulang ) dan memproduksi racun in vivo. Spora tumbuh
secara lokal (didalam luka) dan racun bersirkulasi melalui pembuluh darah untuk mencapai bagian
lain dari tubuh. Jalan masuk spora pada luka dapat saja kecil dan terlihat tidak penting.

Pada makanan-makanan kalengan, bakteri ini sengaja dimasukkan dengan tujuan agar dapat
membantu dalam mengawetkan makanan tersebut dengan keadaan yang dorman (tidak diaktifkan).
Tetapi, apabila makanan kaleng telah kadarluasa, maka didalam kaleng bakteri ini akan aktif
sehingga sporanya akan berkembang dan bakteri ini akan menghasilkan racun yang berupa
neurotoksin (racun yang dapat langsung menyerang saraf) yang akan menyerang jaringan syaraf,
sehingga dapat mengakibatkan kematian bagi yang mengkonsumsinya.

Daftar Pustaka

http://myundergroundsciense.blogspot.co.id/2012/03/bakteri-clostridium-botulinum.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Clostridium_botulinum