You are on page 1of 3

NUR HAYATI (141510759)

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA


PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TANJUNG PURI

1. LATAR BELAKANG
Transisi epidemiologi bermula dari suatu perubahan yang kompleks dalam
pola kesehatan dan pola penyakit utama penyebab kematian dimana terjadi penurunan
prevalensi penyakit infeksi (penyakit menular), sedangkan penyakit non infeksi (penyakit
tidak menular) justru semakin meningkat.Hal ini terjadi seiring dengan berubahnya gaya
hidup, sosial ekonomi dan meningkatnya umur harapan hidup yang berarti meningkatnya
pola risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes
melitus, hipertensi, dan lain sebagainya.
Menurut WHO, Diabetes Melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit
atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya
kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein
sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi insulin dapat disebabkan oleh
gangguan produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas atau
disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin (Depkes, 2008)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jumlah orang dewasa
yang menderita diabetes telah hampir empat kali lipat di seluruh dunia sejak 1980
menjadi 422 juta, terutama di negara berkembang hal ini dipicu oleh obesitas atau
kelebihan berat badan, Diabetes menyebabkan 1,5 juta kematian pada tahun 2012 .
(WHO, Global Reports On Diabetes 2016).
Menurut Riset Kesehatan Dasar nasional pada tahun 2013 Jumlah penderita
diabetes di Indonesia sebanyak 12 juta jiwa Prevalensi DM cenderung lebih tinggi pada
masyarakat dengan tingkat pendidikan tinggi dan dengan kuintil indeks kepemilikan
tinggi, (RISKESDAS, 2013).
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar nasional pada tahun 2013 jumlah penderita
Diabetes di Kalimantan Barat sebanyak 24 ribu jiwa, kalimantan Barat merupakan

1
provinsi tertinggi ke-2 di pulau Kalimantan setelah Kalimantan Timur dengan jumlah
pendeita sebanyak 37 ribu jiwa, (RISKESDAS, 2013).

(Profil Dinas Kabupaten Sintang, 2016).


Berdasarkan data puskesmas tanjung puri pada tahun 2015 menduduki peringkat
ke-7 sebagai 10 penyakit terbesar di puskesmas dengan jumlah penderita diabetes tipe 2
sebanyak 878 kasus, dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 919 kasus, dan menduduki
peringkat ke-6 dalam 10 penyakit terbesar puskesmas tanjung puri. ( Profil Puskesmas
Tanjung Puri).
Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kasus diabetes tiap tahunnya.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nurayati pada tahun 2017, Hasil penelitian
menunjukkan sebanyak 62,9 % responden memiliki aktivitas fisik rendah dan sebanyak
58,0 % responden memiliki kadar gula darah puasa dalam kategori tinggi. Hasil
penelitian menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah
puasa penderita Diabetes elitus tipe 2 (p=0,000). Berdasarkan uaraian diatas, peneliti
tertarik untuk meneliti “Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien
Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Tanjung Puri”
”.
2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, peneliti ingin mengetahui, bagaimana
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di
Puskesmas Tanjung Puri ?

3. TUJUAN
Tujuan umum dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
Mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes
Melitus Tipe 2 di Puri Puskemas Tanjung Puri Kabupaten Sintang.
Tujuan Khusus penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui mayoritas penderita Diabetes Melitus tipe 2 berdasarkan karakteristik
(jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, dan pekerjaan)

2
2. Mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien
Diabetes Melitus Tipe 2 di Puri Puskemas Tanjung Puri

4. KERANGKA KONSEP PENELITIAN

Variabel Bebas Variabel Terikat

Aktivitas Fisik Kadar gula darah

5. Jenis dan Rancangan Penelitian


Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pra
eksperimen tanpa kelompok pembanding. Rancangan penelitian yang digunakan adalah
one group pretest-posttest design.
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur yang sudah baku yaitu
Blood Glucose Test Meter dengan merk “accutrend” dan Gluco Dr Strip sebagai
reagennya. Adapun darah yang diambil adalah darah perifer pada ujung jari
6. Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Puri Kabupaten
Sintang Kalimantan Barat. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Januari 2017.