Вы находитесь на странице: 1из 8

Diagnosa Banding Segmen ST Elevasi

ST Segmen merupakan segmen waktu di antara gelombang QRS dan


gelombang T. ST Segmen mempresentasikan waktu diantara depolarisasi
ventrikel dan repolarisasi ventrikel. Segmen ST normalnya flat, isoelektrik
diantara akhir gelombang S ( J Point ) dan awal gelombang T. Penyebab kelainan
ST Segmen Utama ( Elevasi atau Depresi ) adalah Iskemia dan Infark
Miokardium.
Kelainan segmen ST berupa ST elevasi dan ST depresi. ST elevasi merupakan
peningkatan segmen ST di atas garis isoelektrik baseline yang diukur dari J Point.
Sedangkan ST depresi merupakan penurunan segmen ST di bawah garis
isoelektrik baseline yang diukur dari J Point.
Penyebab ST elevasi diantaranya:
Infark Miokardium
Benign Early Repolarization
Myopericarditis
Left Bundle Branch Block
Left Ventricular Hyperthropy
Aneurisma Ventrikel
Hiperkalemia
Penyebab lain : Hipotermi, Sindrom Brugada, Perdarahan Intrakranial atau
Subarakhnoid

Infark Miokardium

STEMI akut dapat menyebabkan elevasi segmen ST dengan morfologi


cekung atau cembung.

Pada umumnya elevasi segmen ST pada V1-2 menunjukkan bahwa infark


terjadi pada daerah septum, elevasi pada V3-4 menunjukkan infark pada daerah
anterior, elevasi segmen ST pada lead I, aVL, V5-6 menunjukkan bahwa infark
terjadi pada daerah lateral, sementara bila elevasi segmen ST pada lead II, III,
aVF menunjukkan bahwa infark terjadi pada daerah inferior jantung.

Benign Early Repolarisation

Menyebabkan elevasi segmen ST ringan dengan gelombang T tinggi terutama


pada lead prekordial. Merupakan varian normal yang biasa terlihat pada pasien
muda yang sehat. Sering ada notching dari J-point - pola "fish-hook".

Perikarditis

Perikarditis menyebabkan elevasi segmen ST yang melonjak luas dengan


depresi segmen PR pada beberapa lead biasanya lead I, II, III, aVF, aVL dan V2-
6. Disertai adanta ST depresi timbal balik dan elevasi PR di lead aVR dan V1.
Left Bundle Branch Block

Pada Left Bundle Branch Block, segmen ST dan gelombang T menunjukkan


perubahan yang sejalan namun berlawanan dengan vektor utama kompleks QRS.
Sehingga elevasi segmen ST dengan gelombang T defleksi psositif di lead
dimana kompleks QRS negatif (gelombang S dominan) dan menghasilkan depresi
ST dan inversi gelombang T di lead dengan kompleks QRS positif (gelombang R
dominan).

Left Ventricular Hypertrophy

LVH menyebabkan pola abnormalitas repolarisasi yang sama dengan LBBB,


dimana elevasi segmen ST pada lead dengan gelombang S yang dalam (biasanya
V1-3) dan depresi segmen ST / inversi gelombang T di lead dengan gelombang R
tinggi (I, aVL, V5- 6).
Ventricular Aneurysm

Pola EKG berupa elevasi segmen ST residual dan gelombang Q yang dalam
terlihat pada pasien dengan infark miokard. Ini terkait dengan kerusakan miokard
yang luas dan pergerakan paradoks dinding ventrikel kiri selama sistol.
Pada EKG di atas terlihat adanya elevasi segmen ST dengan gelombang Q
yang dalam dan gelombang T terbalik di V1-3. Pola ini menunjukkan suatu
aneurisma ventrikel kiri akibat adanya miokard infark anteroseptal sebelumnya.

Sindroma Brugada

Ini adalah suatu kelainan kanalopati yang diturunkan (penyakit saluran


natrium miokard) yang menyebabkan aritmia ventrikel paroksismal bahkan
kematian jantung mendadak pada pasien muda. Pada EKG istirahat ditemukan
"tanda Brugada" berupa elevasi ST dan RBBB parsial pada V1-2 dengan
morfologi "coved".