You are on page 1of 2

Teras ini berfungsi menyambut tamu yang datang kapan saja dan bisa dengan

bebas memakai teras tersebut. Ditambah banyak menggunakan jendela yang dibuka
lebar, dan tidak lepas dari permainan tanaman hijau untuk menambah keasrian
rumah Betawi ini.

Pembagian ruang dalam hunian gaya Betawi adalah yang paling utama, hunian
gaya Betawi ini tidak pernah terlepas dari bagian teras, ruang tengah atau ruang
keluarga, kamar-kamar biasanya dibangun di sekitar ruang tengah dan
dapur. Arsitektur hunian gaya Betawi pada umumnya menggunakan desain rumah
panggung. Itu karena masyarakat Betawi pada masa lalu tersebar dari pesisir pantai
dan pedalaman sehingga ini menjadi salah satu ciri khas dari rumah Betawi sampai
sekarang

Sisi menarik dari rumah Betawi, yaitu memiliki konsep keterbukaan, mulai
penggunaan jendela yang dapat dibuka lebar, hingga penggunaan pintu kayu yang
selalu dibiarkan terbuka. Konsep keterbukaan yang dimiliki bisajuga diterapkan
dalam rumah modern dengan menggabungkan ciri khas teras sebagai pengganti
ruang tamu. Rumah modern dapat didesain dengan menggunakan bahan yang
modern serta ditambah dengan penataan yang juga modern sehingga juga dapat
menghadirkan konsep keterbukaan sebagai karakter Betawinya.

bahasa

Bahasa Betawi atau Melayu Dialek Jakarta atau Melayu Batavia (bew) adalah
sebuah bahasa yang merupakan anak bahasa dari Melayu. Mereka yang
menggunakan bahasa ini dinamakan orang Betawi. Bahasa Betawi adalah
bahasa kreol (Siregar, 2005) yang didasarkan pada bahasa Melayu Pasar ditambah
dengan unsur-unsur bahasa Sunda, bahasa Bali, bahasa dari Cina Selatan
(terutama bahasa Hokkian), bahasa Arab, serta bahasa dari Eropa, terutama bahasa
Belanda dan bahasa Portugis.

Bahasa ini pada awalnya dipakai oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah
pada masa-masa awal perkembangan Jakarta. Komunitas budak serta pedagang
yang paling sering menggunakannya. Karena berkembang secara alami, tidak ada
struktur baku yang jelas dari bahasa ini yang membedakannya dari bahasa Melayu,
meskipun ada beberapa unsur linguistik penciri yang dapat dipakai, misalnya dari
peluruhan awalan me- (seperti halnya bahasa Melayu, termasuk bahasa Indonesia),
penggunaan akhiran -in (sama seperti bahasa Bali), serta peralihan bunyi /a/ terbuka
di akhir kata menjadi /e/ atau /ɛ/ pada beberapa dialek lokal.
Bahasa Betawi merupakan bahasa seharihari suku asli ibu kota nega
r a Indonesia yaitu Jakarta. Bahasa ini mempunyai banyak kesamaan dengan
Bahasa resmiIndonesia yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa Betawi merupakan salah
satu anak BahasaMelayu, banyak istilah Melayu Sumatra ataupun Melayu Malaysia yang
digunakan dalamBahasa Betawi, seperti kata "niari" untuk hari ini. Ciri khas Bahasa
Betawi adalah mengubah akhiran "A" menjadi "E". sebagaicontoh, Siape, Dimane,
Ade Ape, Kenape. tetapi "E" di Jakarta dan Malaysia berbeda."E" dalam Bahasa
Betawi merupakan "E" dengan aksen tajam seperti "E" dalam
kata"N E T ". D ae rah lai n d i Ind o ne s ia yang me n gu b ah akh i ran "A" men jad i "
E " a d a l ah Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Bali. walaupun tidak
semuaM a syarakat me n gub ah akh iran "A" me n jad i "E ". ad a pu la pe nd ud u k
d i lim a d aerah tersebut yang mengubah akhiran "A" menjadi "O". "E" yang
digunakan di lima daerahtersebut serupa dengan "E" yang digunakan Masyarakat
Malaysia.

contoh kosakata bahasa adat betawi

 bujug buneng” artinya adalah “busyet!, wah!” kata ini merupakan kata yang mengekspresikan ketakjuban pada

sesuatu hal tertentu

 “dableg” artinya “keras kepala” biasanya dituturkan pada orang yang susah untuk diberi pengarahan atau sulit untuk

diberi nasihat

 “bagenin” artinya “biarin saja” supaya tidak mengkhawatirkan sesuatu

 “jabanin” berarti “layani” biasanya digunakan untuk mengiyakan suatu tantangan

https://alatmusikindonesia.com/alat-musik-tradisional-betawi/

http://femaleradio.co.id/female-info/female-lifestyle/3842-tradisi-betawi-nyorog-sambut-
ramadan

Palang Pintu adalah seni budaya yang biasanya di gunakan untuk acara adat Betawi, seperti
permikahan, penerimaan tamu kehormatan, dan lain-lain. Palang pintu dihiasai oleh pantun-pantun
Betawi, dan diiringi oleh musik marawis, gambang kromong, atau tanjidor. Yang menarik adalah
atraksi pencak silat yang diperagakan dengan menggunakan senjata tajam (golok). Dalam lakon pada
acara pernikahan, ada yang berperan sebagai jagoan atau pengawal rumah mempelai wanita