You are on page 1of 53

PRAKTIKUM MOTOR DISESEL

PRAKTIKUM

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH

MOTOR DIESEL

Yang di biana oleh bapak syarif suhartadi

Oleh

Andri alfian

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN MESIN OTOMOTIF

MARET 2017

1
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat serta salam selalu tercurahkan
kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-nya penyusun mampu
menyelesaikan tugas praktikum ini guna memenuhi tugas mata kuliah diesel

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis
hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini
tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-
kendala yang penulis hadapi teratasi.

Tugas ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang kaitan ac
mobil, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi,
referensi, dan berita. Buku ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.
Baik itu yang dating dari diri penyusun maupun yang dating dari luar. Namun dengan
penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya laporan dapat
terselesaikan.

Semoga laporan praktikum ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas
dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa
Universitas Negeri Malang.

malang,25 maret 2017

Penyusun,

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang ...............................................................................................................4
1.2 Kompetensi ....................................................................................................................4
1.3 Tujuan ............................................................................................................................ 4
1.4 Manfaat .......................................................................................................................... 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 sejarah motor diesel .......................................................................................................6
2.2 prinsip kerja motor diesel .............................................................................................. 6
2.3.langkah kerja motor diesel ............................................................................................. 7
2.4 nama nama komponen dan cara kerja motor diesel ....................................................... 10
BAB III PRAKTIKUM PENGECEKAN DAN PENYETELAN
3.1 penyetelan celah katup...................................................................................................30
3.2 penyetelan nozzle ..........................................................................................................36
3.3 tune up ........................................................................................................................... 42
3.4 pompa injeksi.................................................................................................................45
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 kesimpulan ..................................................................................................................... 50
4.2 daftar pustaka.................................................................................................................52

3
ii

4
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Pada Motor Diesel salah satu system terpenting adalah system aliran Bahan Bakar.
Sistem bahan bakar adalah proses mengalirnya bahan bakar dari dalam tangki hingga
masuk ke dalam system. Oleh karena itu perlunya pemahaman tentang jalur aliran
bahan bakar tersebut dan cara kerja dari komponen yang ada. Pada Sistem bahan
bakar juga terdapat beberapa komponen-komponen penting yang menunjang
kelancaran aliran bahan bakar. Apabila terdapat masalah pada sistemnya maka dapat
mengganggu kerja dari mesin, maka penting juga untuk dapat menganalisis,
memperbaiki dan melakukan pengujian terhadap proses kerja dari masing-masing
komponen sistem bahan bakar motor diesel tadi.

B. Tujuan

Setelah melaksanakan praktikum, mahasiswa diharapkan dapat :

1. Melakukan overhaul
2. Melakukan pemeriksaan, mengidentifikasi gangguan dan menyimpulkan hasil
pengukuran dari keadaan komponen engine.
3. Memahami prinsip kerja komponen-komponen engine.
4. Menerapkan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam praktek.

C. Manfaat

Di dalam kegiatan praktek motor diesel manfaat yang bisa kami dapatkan adalah
sebagai berikut:

5
1. Dapat mengetahui tentang system kerja bahan bakar motor diesel.
2. Dapat Mengetahui perbedaan motor diesel dengan motor bensin.
3. Mengetahui dan memahami nama nama komponen pada motor diesel
4. Mengetahui dan memahami tentang cara kerja pada motor diesel
5. Mengetahui dan memahami fungsi dari komponen komponen motor diesel

6
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Sejarah motor diesel

Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah
mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang
dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi).

Gambar Rudolf Diesel

Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada
23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan
berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya
pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan
minyak kacang (lihat biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh
Charles F. Kettering.

2.2 Prinsip kerja motor diesel

Motor diesel dikategorikan dalam motor bakar torak dan mesin pembakaran dalam
(internal combustion engine) Prinsip kerja motor diesel adalah merubah energi kimia
menjadi energi mekanis. Energi kimia di dapatkan melalui proses reaksi kimia
(pembakaran) dari bahan bakar (solar) dan oksidiser (udara) di dalam silinder (ruang
bakar). Pembakaran pada mesin Diesel terjadi karena kenaikan temperatur campuran
udara dan bahan bakar akibat kompresi torak hingga mencapai temperatur nyala.

7
Pada motor diesel ruang bakarnya bisa terdiri dari satu atau lebih tergantung pada
penggunaannya dan dalam satu silinder dapat terdiri dari satu atau dua torak/. Pada
umumnya dalam satu silinder motor diesel hanya memiliki satu torak.

Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakan dan udara akan mendorong torak yang
dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat
bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi
gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft).Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol
juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.

Berdasarkan cara menganalisa sistim kerjanya, motor diesel dibedakan menjadi dua,
yaitu motor diesel yang menggunakan sistim airless injection (solid injection) yang
dianalisa dengan siklus dual dan motor diesel yang menggunakan sistim air injection
yang dianalisa dengan siklus diesel (sedangkan motor bensin dianalisa dengan siklus
otto).

2.3. Langkah kerja motor diesel

Berikut urutan langkah kerja dari mesin diesel:

1. Periode pemasukan = 18` = 180` = 48` = 246`

2. Pemampatan (Kompresi ) = Semua katup trtutup

3. Expansi = Semua katup tertutup

4. Pembuangan = 46` = 180` = 18` = 246`

1. Langkah Masuk

8
Pada saat langah pemasukan, piston bergerak dari TMA ke TMB. Dengan
bergeraknya piston maka akan menghisap udara luar. Adapun katup yang membuka
adalah katup masuk dan katup buang tertutup.

2. Langkah Kompresi

Setelah piston mengadakan atau pemasukan maka piston akan bergerak dari TMB ke
TMA, gerakan ini dimaksudkan agar udara yang ada di ruang bakar segera
dikompresikan atau dipampatkan. Adapun katup masuk dan katup buang dalam
keadaan tertutut dengan demikian udara tidak akan keluar.

3. Langkah Tenaga atau Pembakaran

Pada saat langkah kompresi maka langkah piston TMA bahan bakar yang berada
dalam nozel disemprotkan dalam ruang bakar berupa kabut , maka dengan sendirinya
akan terjadi pembakaran. Dari proses ini lah akan terdorong piston dari TMA ke
TMB sedang katup masuk dan buang masih dalam keadaan tertutup.

4. Langkah Buang

Setelah langkah terakhir maka piston akan bergerak dari TMB ke TMA, dengan
gerakan piston ini maka akan mendorong gas hasil pembkaran pada saat langkah
tenaga, pada saat ini katup buang membuka sedang katup masuk akan tertutup.

5. Waktu Injeksi

Injeksi dimulai pada saat piston dalam keadaan 62` sebelum TMA dan langkah
diakhiri 18` sesudah TMA. Diantara 60` sebelum TMA dan sesudah TMA digunakan
injector untuk injeksi kan bahan bakar didalam ruang bakar itu sendiri.

9
4. Jenis-jenis mesin diesel

1. Mesin diesel Silinder satu garis.

jenis mesin diesel Ini merupakan pengeturan yang paling sederhana, dengan semua
silinder sejajar, satu garis (inline) seperti dalam gambar 1-2 . Konstruksi ini biasa
digunakan untuk mesin diesel yang mempunyai silinder sampai delapan. Mesin diesel
satu baris biasanya mempunyai silinder vertikal. Tetapi mesin diese ldengan silinder
horisontal digunakan untuk bus. Mesin diesel seperti ini pada dasarnya adalah mesin
vertikal yang direbahkan pada sisinya untuk mengurangi beratnya.

2. Mesin diesel Pengaturan –V

Kalau jenis mesin diesel mempunyai lebih dari delapan silinder, sulit untuk membuat
poros engkol dan rangka yang tegar dengan pengaturan satu garis. Pengaturan –V
(gambar 1-3 a) dengan dua batang engkol yang dipasangkan pada pena engkol
masing-masing, memungkinkan panjang mesin dipotong setengahnya jhingga lebih
tegar, dengan poros engkol lebih kaku. Iini merupakan pengaturan yang paling umum
untuk mesin diesel dengan derlapan sampai enambelas silinder. Silinder yang
terletak pada satu bidang disebut sebuah bank; sudut a antara dua bank bervariasidari
30 sampai 120 derajat, sudut yang paling umum adalah antara 40 dan 70 derajat.

3. Mesin diesel Radial

jenis mesin diesel radial Mempunyai silinder yang semuanya terletakpada satu bidang
dengan garis tengahnya berada pada sudut yang sama dan hanya ada satu engkol
untuk tempat memasangkan semua batang engkol. Mesin jenis mesin diesel ini
dibangun dengan lima, tujuh, sembilan dan sebelas silinder.

4. Mesin diesel Datar.

Pengaturan jenis mesin diesel semacam ini digunakan untuk bus dan truk.

10
5. Unit Mesin diesel Jamak.

Berat tiap daya kuda, yang disebut berat mesin diesel spesifik, makin besar dengan
makin bertambahnya ukuran mesin diesel , lubang dan langkah mesin diesel. Untuk
mendapatkan mesin dengan keluaran daya sangat tinggi tanpa menambah berat
spesifiknya, maka dua dan empat mesin lengkap, yang memiliki enam atau delapan
silinder masing-masing dikombinasikan dalam satu kesatuan dengan menghubungkan
tiap mesin diesel kepada poros penggerak utama s (gb1- 4a dan b) dengan bantuan
kopling dan rantai rol atau kopling dan roda gigi.

6. Mesin diesel torak berlawanan

Mesin diesel derngan dua torak tiap silinder yang menggerakkan doa poros
engkol digunakan dalam kapal dan ketreta rel. Disainya menunjukan banyak
keuntungan dari pembakaran bahan bakar, menyeimbangkan masa ulak-alik,
pemeliharaan mesin dan mudah dicapai.

2.4 Nama komponen dan cara kerja pada mesin diesel

1. Fuel Tank

Tangki bahan bakar (fuel tank) berfungsi untuk menyimpan bahan bakar, terbuat dari
plat baja tipis yang bagian dalamnya dilapisi anti karat. Dalam tangki bahan bakar
terdapat fuel sender gauge yang berfungsi untuk menunjukkan jumlah bahan bakar
yang ada dalam tangki dan juga separator yang berfungsi sebagai damper bila
kendaraan berjalan atau berhenti secara tiba-tiba atau bila berjalan di jalan yang tidak
rata. Fuel inlet ditempatkan 2-3 mm dari bagian dasar tangki, ini dimaksudkan untuk
mencegah ikut t

Bagian – bagian fuel tank

11
1. tutup tanki

tutup tanki ini di lengkapi dengan lubang pernapasan yang berfungsi untuk mencegah
kevakuman dan tekanan yang berlebihan di dalam tanki, pada lobang pengisian
biasanya dilengkapi strainer yang berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh
bahan bakar.

2. drain valve

adalah lubang untuk menguras tanki atau untuk mengeluarkan kotoran/ air yang
mengendap pada tanki.

3. Stand pipe

Adalah pipa hisap transfer pump yang ujungnya diletakkan kurang lebih 5m di atas
dasar tanki agar endapan kotoran/air tidak masuk ke dalam sistem.

4. Buffle

Adalah penyekat yang berfungsi untuk menjaga permukaan bahan bakar pada stand
pipe selalu stanby pada saat mesin beroperasi pada nedan yang bergelombang.

2. Water Separator

Adalah komponen yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang kasar/air agar
tidak ikut terbawa bahan bakar ke dalam sistem, dengan tujuan melindungi Transfer
Pump dari partikel kasar/melindungi komponen dari kemungkinan karat.

Elemen filter ini terbuat dari strainer/kawat- kawat halus yang bisa di bersihkan,
sedangkan untuk water separatornya digunakan hanya untuk sekali pakai.

Gambar water separator

12
Pompa Injeksi ( Fuel Injection Pump )

Adalah suatu komponen yang berfungsi untuk mendistribusikan bahan bakar dengan
tekanan tinggi kedalam masing- masing silinder melalui injektor sesuai jumlah yang
di butuhkan dan waktu yang tepat serta urutan pembakaran . pompa injeksi masih
dibedakan lagi menjadi dua model, yaitu:

a. Pompa injeksi tipe inline

Pompa injeksi inline banyak digunakan pada mesin diesel yang bertenaga besar
karena pompa injeksi mempunyai kelebihan yaitu tiap satu pompa melayani satu
silinder, elemen pompa yang terdiri dari satu silinder dan plunger keduanya sangat
presisi sehingga celah antara plunger dengan silinder sekitar 1/1000 mm, ketelitian ini
sangat baik untuk mencegah terjadinya kebocoran saat injeksi walaupun pada putaran
rendah, sebuah alur diagonal yang disebut alur pengontrol adalah bagian dari plunger
yang di potong pada bagian atas. Alur ini berhubungan dengan bagian atas plunger
oleh sebuah lubang

Gambar pompa injeksi inline

Elemen Pompa Injeksi Inline ( Injection Pump Element )

a) Plunger

Jenis Plunger menurut tpenya digolongkan atas :

1. Jenis tipe normal

13
2. Jenis tipe Counter

Kedua tipe plunger ini sama pekerjaannya hanya berbeda caranya.

Silinder mempunyai 2 buah lubang :

1. Lubang pintu pemasukan ( Inlet port )

2. Lubang pintu simpangan/ pembocoran ( Spill Port )

b) Rack/Sleeve

Adalah komponen yang fungsinya menentukan jumlah konsumsi fuel yang akan
diinjeksikan ke dalam silinder, sesuai dengan gerakan:

 Rack : bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menentukan posisi plunger saat
dilakukan perubahan konsumsi fuel yang akan diinjeksikan
 Sleeve : Bergerak naik dan turun untuk menentukan posisi plunger
saat diperlukan perubahan konsumsi fuel yang akan
diinjeksikan

B. pompa injeksi tipe Rotary

Pompa injeksi rotary dirancang menggunakan plunger tipe tunggal untuk


mengatur banyaknya bahan bakar yang di injeksikan dengan tepat dan pemberian
bahan bakar ke setiap silinder mesin sesuai dengan urutan penginjeksiannya.
Kelebihan pompa injeksi rotary sendiri antara lain yaitu:

a. Kompak dan ringan karena hanya 4,5 kg dan komponennya hanya sedikit
jumlahnya

b. Mampu digunakan untuk mesin diesel putaran tinggi

c. Seragam dalam jumlah penginjeksian bahan bakar

14
d. Mudah dalam menghidupkan mesin & memiliki putaran idle yang stabil

e. Mudah dalam penyetelan jumlah bahan bakar yang di injeksikan

f. Dilengkapi dengan solenoid penghenti bahan bakar

g. Konstruksinya dirancang sedemikian rupa sehingga jika terjadi mesin berputar


balik pompa tidak akan memberikan bahan bakar ke silinder

3. Solenoid

Dalam menghentikan semua jenis motor diesel diperlukan suatu metode penghentian
penyaluran bahan bakar pada injektor, yang berarti akan menghentikan motor. Pada
kebanyakan motor diesel kendaraan kecil hal tersebut dilakukan dengan cara
menggunakan sebuah selenoid listrik yang dikontrol oleh saklar pengapian dan jika
selenoid pada posisi bekerja maka tidak ada aliran bahan bakar yang masuk ke
plunger pump sehingga tidak ada bahan bakar yang diinjeksikan.

 Cara kerja

Pada saat kunci kontak on, arus mengalir kekumparan solenoid, medan magnet yang
ditimbulkan menarik inti besi kedalam kumparan, katup membuka, dengan demikian
solar mengalir masuk keruang tekanan tinggi ® mesin siap dihidupkan.

Pada saat kunci off, medan magnet hilang, pegas mendorong inti besi keluar ® katup
menutup.bahan bakar, solar terhenti, Ü motor mati.

Delivery valve

Delivery valve adalah katup yang berfungsi memberikan tekanan tinggi bahan bakar
ke injector melalui pipa tekanan tinggi dan mencegah aliran balik bahan bakar dari

15
pipa bertekanan tinggi ke barrel. Bahan bakar yang terkompresikan oleh tekanan
tinggi oleh plunger mendorong delivery valve ke atas dan bahan bakar menyembur
keluar. Segera setelah bahan bakar terkompresikan dengan sempurna, delivery valve
akan kembali ke posisi semula karena dorongan dari valve spring untuk menutup
lubang bahan bakar (fuel Passage), dengan demikian dapat mencegah kembalinya
bahan bakar

Delivery valve bergerak turun sampai permukaan valve seat ditahan dengan kuat.
Selama langkah ini bahan bakar ditarik kembali ke injection pipe, seketika itu juga
menurunkan residual pressure antara delivery valve dan nozzle. Penarikan tersebut
memperbaiki akhir peninjeksian dan sekaligus mencegah menetesnya bahan bakar
setelah penginjeksian.

Mechanic pengatur Kecepatan ( Mechanical Governor )

Fungsi Governor adalah :

1. Mengatur putaran engine agar konstan

2. Merubah putaran engine sesuai dengan power yang dinginkan

3. Mengatur respon engine

Fungsi dari governor adalah mengatur secara otomatis pemberian bahan bakar sesuai
dengan beban mesin. Mnurut mekanismenya governor dapat dibagi menjadi 2 yaitu
jenis pneumatic dan sentrifugal dan menurut fungsinya dapat dibedakan antara jenis
kecepatan dan jenis semua kecepatan. Jumlah bahan bakar yang disemprotkan diatur
menurut posisi control rack yang diatur oleh governor

Seperti yang ditunjukan pada gambar, governor terdapat dua ruangan yang dibatasi
diafragma, Ruang A dihubungan oleh selang venture yang menghadap ke saringan
udara dan ruangan B dihubungkan ke Intake manifold atau venturi tambahan. Salah

16
satu ujung diafragma berkaitan dengan Control rack dan selalu ditahan oleh pegas
utama ke arah penyemprotan yang banyak. Bila mesin sudah bekerja diafragma
bergerak akibat perbedaan tekanan pada saringan udara dan venture tambahan dan
pengontrolan bahan bakar diperoleh dari keseimbangan antara diafragma dan pegas
utama

Bagian-Bagian dari Governor :

 Drive Gear

Adalah komponen yang dapat mendeteksi/mengetahui putaran engine

 Flyweight

Adalah komponen yang berfungsi merubah gaya putar engine menjadi gaya translasi

 Governor Spring

Adalah spring yang berfungsi membalance atau mengimbangi gaya translasi


flyweight sehingga didapatkan posisi posisi tertentu yang stabil sesuai dengan putaran
engine

 Lever

Adalah bagian yang di yang dihubungkan secara mekanis dengan pedal throttle untuk
mengatur speed ( menambah/mengurangi ) putaran/power engine

 Output Linkage

Adalah bagian yang dihubungkan dengan mekanisme perubahan jumlah konsumsi


fuel pada injection pump

17
Governor yang terpasang pada pompa injeksi digunakan untuk mengatur kecepatan
mesin. Kecepatan mesin ini sebanding dengan mengalirnya bahan bakar ke dalam
silinder ruang bakar

Pada governor mekanik, pengaturan injeksi bahan bakarnya sesuai dengan kerja
governor yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal. Plunger dari pompa injeksi
berputar oleh gerakan dari batang gerigi pengatur bahan bakar ( Control Rod ),
dengan demikian mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke dalam silinder.

Control Rod dihubungkan ke governor melalui floating lever. Bila putaran mesin
naik, batang gerigi pengatur bahan bakar bergerak mengurangi jumlah bahan bakar
yang di injeksikan. Bila putaran mesin turun, batang gerigi pengatur bahan bakar (
Control Rod ) bergerak menambah bahan bakar yang di injeksikan. Dengan demikian
governor adalah suatu mekanisme untuk lever ratio dari floating lever.

Jika mesin berputar idling, gaya sentrifugal dari bobot Flyweight adalah kecil. Jika
gaya sentrifugal ini tidak cukup besar untuk mengatasi tahanan dari batang gerigi
pengatur bahan bakar ( control Rod ) mesin dapat mati.

Cara Kerja Governor Sentrifugal Jenis RQ

a). Posisi start

Batang pengatur ditekan lebih dari maksimum (posisi start), Plunyer diputar
maksimum, langkah efektif paling besar . Dengan demikian volume penyemprotan
menjadi paling banyak. Bobot sentrifugal membuka karena pedal gas pada posisi
maksimum.

b). Posisi putaran idle

Setelah mesin hidup pedal gas dilepas, batang pengatur kembali ke posisi putaran
idle.

18
Plunyer diputar sedikit, volume penyemprotan juga sedikit. Bobot sentrifugal
membuka tergantung pada putaran mesin. Putaran mesin naik, bobot sentrifugal
membuka dan volume injeksi diperkecil. Putaran mesin turun, bobot sentrifugal
menutup dan volume injeksi diperbesar.

c). Posisi putaran menengah

Pada putaran menengah posisi batang pengatur hanya ditentukan oleh sopir. Pedal gas
sedikit ditekan, putaran mesin naik diatas putaran idle, bobot sentrifugal membuka
bebas dari pegas pengatur putaran idle dan terletak pada pegas putaran maksimum.
Dengan demikian pada posisi putaran menengah governor tidak bekerja.

d). Pembatasan putaran maksimum

Batang pengatur pada posisi maksimum, putaran mesin juga maksimum. Bobot
sentrifugal membuka sesuai dengan putaran maksimum. Apabila putaran mesin lebih
tinggi dari putaran maksimum, bobot sentrifugal membuka penuh maka batang
pengatur tertarik ke arah stop sedikit dengan demikian governor dapat membatasi
putaran maksimum.

e). Pegas pengatur governor jenis RQ

Pada governor jenis RQ pegas pengatur dipasang menjadi satu dengan bobot
sentrifugal Pegas pengatur terdiri dari 3 buah pegas yang berfungsi untuk mengatur
putaran idle dan putaran maks. Pada putaran idle, pengaturan dilakukan oleh pegas
bagian luar (pegas idle). Bobot sentrifugal membuka tergantung dari putaran idle dan
dapat membuka tergantung dari putaran idle dan dapat membuka maksimum = 6 mm

Pada pembatasan putaran maksimum, diatur oleh semua peges pengatur bobot
sentrifugal membuka maksimum = 5 mm dari posisi gambar B ( lihat gambar)

B. Governor Sentrifugal Jenis RSV

19
Governor sentrifugal jenis RSV adalah satu governor yang dapat meregulasi setiap
putaran mesin (putaran idle sampai putaran maksimum). Huruf V (verstell) berarti
penyetel/pemindah.Pada governor sentrifugal jenis RSV hanya terdapat satu pegas
tarik sebagai pengatur yang terpasang diluar bobot sentrifugal.

1. Cara kerja governor sentrifugal jenis RSV

a. Posisi start

Pada saat mesin belum hidup, batang pengatur selalu pada posisi start karena tarikan
dari pegas start.Dengan demikian mesin dapat lebih mudah dihidupkan walaupun tuas
penyetel pada posisi idle.

b. Posisi idle

Tuas penyetel pada posisi putaran idle. Pegas pengatur tertarik sedikit bobot
sentrifugal membuka tergantung putaran idle dan kekuatan pegas pengatur. Putaran
mesin naik, bobot sentrifugal membuka, volume injeksi diperkecil. Putaran mesin
turun, bobot sentrifugal menutup volume injeksi diperbesarSupaya putaran idle dapat
stabil, maka untuk meregulasi putaran dipasang pegas tambahan untuk putaran idle.

c. Regulasi pada putaran menengah

Tuas penyetel pada posisi putaran menengah, pegas pengatur tertarik kuat, batang
pengatur bergerak kearah maksimum, bobot sentrifugal masih sedikit terbuka.
Dengan demikian volume injeksi menjadi besar / banyak, putaran mesin naik. Bobot
sentrifugal membuka. Apabila gaya sentrifugal lebih besar dari kekuatan pegas.
Dengan demikian pengatur tertarik kearah volume injeksi yang kecil / sedikit sampai
terjadi keseimbangan antara gaya sentrifugal dengan kekuatan pegas pengatur.

d. Posisi putaran maksimum dan pembatasan

20
Tuas penyetel pada posisi maksimum pegas pengatur tertarik penuh. Volume injeksi
banyak putaran mesin tinggi dan bobot sentrifugal membuka. Putaran maksimum
dapat tercapai apabila gaya sentrifugal sebanding dengan kekuatan pegas pengatur.
Putaran mesin bertambah naik bobot sentrifugal membuka tambah kuat batang
pengatur tertarik kearah stop / sedikit.

4. Injektor

Adalah komponen yang bertugas untuk mengkabutkan bahan bakar ke dalam ruang
silinder sesuai waktu yang di yang tepat agar terjadi pembakaran yang sempurna.

Gambar injektor

Pembukaan injector ada berbagai macam cara antara lain menggunakan tekanan
bahan bakar solar yang tinggi, menggunakan solenoid, dan menggunakan cam. Tetapi
yang banyak digunakan pada motor diesel pada umumnya menggunakan tekanan
solar yang tinggi karena lebih sederhana dan lebih mudah.

Cara kerja injector:

Bahan bakar dari pompa tekanan tinggi masuk ke injector, karena penampung
injector berbebtuk kerucut sehingga ada tekanan ke atas dari bahan bakar untuk
melawan tekanan dari pegas, bila pegasnya kalah maka bahan bakar akan menyembur
lewat celah yang ada dan berupa kabut karena tekanannya tinggi. Ini berlangsung
selama tekanan bahan bakar melebihi tekanan pegas.

Pompa Pengalir

Pompa pengalir kerja tunggal

21
a) Langkah antara

Cara kerja :

Penumbuk rol ditekan kebawah oleh eksentrik, volume dibawah torak menjadi kecil,
katup tekan membuka Solar mengalir keruang diatas torak karena, volume diatas
torak menjadi lebih besar Pada langkah ini tidak terjadi pengisapan dan penekanan
solar

b) Langkah isap dan tekan

Cara kerja :

Eksentrik tidak menekan penumbuk rol, torak ditekan keatas oleh pegas, Volume
dibawah torak menjadi besar katup hisap membuka Solar dihisap dari tangki lewat
saringan kasa, volume diatas torak menjadi lebih kecil, katup tekan menutup, solar
ditekan kesaringan halus

Pompa pengalir kerja ganda

a) Langkah melawan pegas

Cara kerja :

Penumbuk rol ditekan oleh eksentrik Volume dibawah torak menjadi lebih kecil,
solar mengalir keluar melalui KT1 volume diatas torak menjadi lebih besar Solar
mengalir melalui KI2 kedalam ruang atas torak.

b) Langkah pengembali

Cara kerja :

Torak bergerak keatas karena tekanan pegas, volume diatas torak menjadi lebih kecil,
solar mengalir keluar melalui KT2 volume dibawah torak menjadi lebih besar, solar

22
mengalir dari tangki melalui KI1 keruang dibawah torak Pompa ini digunakan untuk
motor Diesel besar

Pompa pengalir sistem membran

Cara kerja :

Tuas ditekan oleh eksentrik. Membran turun kebawah, Volume diatas membran
menjadi besar, katup hisap membuka, solar masuk keruang diatas membran

Langkah tekan

Cara kerja :

Membran bergerak keatas karena tekanan pegas volume diatas membran menjadi
kecil, katup tekan akan membuka, solar ditekan keluar melalui katup tekan

5. Turbocharger

Motor Bakar Dengan Turbocharger

Sebuah motor 4 langkah dikatakan turbocharger apabila tekanan isapnya lebih tinggi
daripada tekanan atmosfer sekitarnya. Hal ini diperoleh dengan jalan memaksa udara
atmosfer masuk ke dalam silinder selamalangkah isap, dengan pompa udara yang
disebut turbocharger.

Turbocharger memanfaatkan energy yang terkandung dalam gas buang untuk


menggerakkan kompresor sehingga lebih efektif menaikkan mean effective pressure
(mep) dibandingkan dengan metode supercharger, tanpa perlu menaikkan kecepatan
mesin, jumlah maupun langkah silinder, maupun kecepatan rata-rata piston.

Tekanan efektif rata-rata (mep) mesin diesel menggunakan turbocharger mencapai


sekitar 160 – 230 psi dengan penambahan daya sekitar 75% – 100 % dibandingkan

23
mesin diesel tanpa turbocharger. Persyaratan utama turbocharger terletak pada
ketahanan dinding silinder dalam menerima gaya tekan yang meningkat dalam
silinder. Dan perbandingan berat dan daya yang dulunya 10 : 1 sekarang dapat
mencapai 6 : 1.

Untuk mencapai daya output optimum maka efisiensi volumetris dan laju pembilasan
gas bekas harus ditingkatkan. Untuk mencapai keadaan ini maka kompresi rasio harus
dikurangi sedikit dan perubahan katup overlap. Secara keseluruhan, semua
turbocharger memiliki tiga sistem dasar yaitu turbin, kompressor dan assembling
bantalan.

Perbedan-perbedaan yang ada adalah pada variasi peningkatan tekanan dan debit
udara yang dimasukkan dalam ruang silinder. Rumah turbin, desain roda turbin dan
konstruksi yang berbentuk volute ataupun nozzle sangat menentukan kecepatan aliran
gas yang akan menggerakkan poros kompressor. Ketika mesin mulai digerakkan
maka gas buang akan memasuki rumah turbin yang berbentuk volute dengan variasi
ruang yang semakin kecil

dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kecepatan gas yang sangat tinggi ini akan
digunakan untuk memutar turbin, yang kemudian keluar melalui pipa buang ke
atmosfir.

Akibat perputaran turbin maka compressor juga akan ikut berputar dan menyebabkan
terjadinya tekanan vakum pada sisi hisap compressor. Akibatnya tekanan atmosfer
akan memaksa udara ke dalam saluran hisap compressor pada kecepatan relative
tinggi. Udara ini kemudia memasuki diffuser dan mengalami penekanan lagi pada
rumah compressor dan

dikeluarkan melalui sisi tekan ke ruang silinder.

Cara pengoperasian turbocharger

24
1. Turbocharger dua tingkat

Jenis ini digunakan untuk meningkatkan batas torsi mesin dan tekanan efektif rata-
rata (mep). Beberapa jenis mesin V dan inline menggunakan dua atau empat
turbocharger dan aftercooler (masing-masing satu untuk pipa manifold buang).

Cara kerja:

Udara mengalir dari saringan udara ke rumah kompressor tingkat pertama (low
pressure turbocharger), kemudian keluar dari kompressor tingkat pertama dan masuk
kompressor tingkat kedua. Setelah udara ditekan pada kompressor tingkat dua maka
udara keluar melewati aftercooler menuju pipa hisap silinder. Pada keadaan ini
temperatur udara

dikurangi sampai 223°F (1060° C) dan tekanan berkisar 204,5 kpa.

Gas buang hasil pembakaran memasuki pipa manifold tipe pulsa yang kemudian
memasuki rumah turbin tingkat dua. Gas buang kemudian meninggalkan turbin
tingkat dua dan memasuki turbin tingkat pertama yang akan menggerakkan roda
turbin dengan sisa-sisa energi yang terkandung dalam gas buang. Kemudian gas ini
dibuang melalui pipa saluran buang ke atmosfer. Dengan metode ini diperkirakan
diperoleh daya tambahan sebesar 75 HP dan torsinya meningkat sampai putaran 700
rpm.

2. Turbocharger majemuk

Berdasarkan uji coba eksperimental, maka dengan metode ini efisiensi total mesin
diesel dapat mencapai 46,5%. Sistem yang mencakup roda turbin dan porosnya
dihubungkan ke sebuah kopling fluida. Kemudian turbin ini dihubungkan dengan
roda gigi reduksi dan poros outputnya dihubungkan dengan crankshaft.

Cara kerja:

25
Gas buang menggerakkan roda turbin yang selanjutnya akan menggerakkan kopling
fluida yang akan menyebabkan turbin ikut berputar. Perputaran turbin akan
menggerakkan ruda gigi reduksi yang akan membantu pergerakan crankshaft. Gas
buang yang meninggalkan

rumah turbin diarahkan ke turbocharger yang akan menggerakkan turbin dan


kompressor didalamnya. Akibat pergerakan kompressor maka udara atmosfer akan
ditarik ke dalam kompressor dan ditekan melalui aftercooler masuk ke dalam ruang
silinder sehingga suhunya senantiasa konstan

1. Komponen Utama Turbocharger

1. Turbin

Roda turbin yang memulai proses keseluruhan kompresi udara ke silinder, turbin
turbocharger dapat dibuat dari aluminium atau keramik, dewasa ini penggunaan
keramik lebih diutamakan karena ringan dan tahan panas, semakin ringan turbin akan
menghasilkan putaran yang lebih cepat dan mencegah turbo lag. Turbo lag adalah
jeda saat mesin tidak merespon tekanan udara yang dihasilkan turbocharger, biasanya
terjadi saat mesin masih pada putaran rendah.

Roda turbin dapat berputar antara 80.000 – 150.000 rpm, untuk itu diperlukan
pelimasan yang sangat baik untuk mencegah kerusakan pada turbin. Turbin
dihubungkan dengan batang turbin (turbine shaft). Bantalan dan sambungan yang
sesuai antara turbin dan batang turbin sangat dibutuhkan karena mereka bekerja pada
putaran yang sangat tinggi.

2. Kompressor

Saat kompressor berputar, menghisap udara sekitar ke dalam air inlet yang letaknya
berlawanan dengan turbin untuk mendapatkan udara dingin. Kompressor

26
meningkatkan tekanan udara 6 – 8 psi. Pada tekanan permukaan laut, kepadatan udara
14,7 psi. Sehingga kompressor dapat meningkat hingga 50%.

1. Komponen Pundukung Turbocharger

1. Blow off valve

Blow off valve merupakan komponen yang dapat mencegah kebocoran tekanan udara
(boost) terlalu awal saat meningkatkan tekanan udara yang biasanya terjadi saat
pergantian roda gigi transmisi. Banyak faktor untuk menggunakan blow off valve
bergantung pada dimana blow off valve tersebut dipasang, kapasitas dan ukuran
turbocharger dan daya mesin yang dihasilkan pada tiap kendaraan.

2. Wastegates

Salah satu komponen penting dari turbocharger penyetelan turbocharger untuk


mendapatkan hasil yang maksimal perlu diperhatikanpenggunaan wastegates yang
sesuai. Penggunaan wastegates dengan kapasitas terlalu kecil mengakibatkan
kenaikan tekanan udara (boost) berlangsung lambat dan penggunaan wastegates
dengan kapasitas terlalu besar dapat meningkatkan boost lag dan menurunkan
performamesin. Wastegates dapat disetel sesuai dengan kemampuan turbocharger.

3. Relief Valve

Relief valve dapat digunakan sebagai komponen pengaman tekanan udara ganda
(secondary boost safety device). Dengan menyetel baut dapat mengontrol titik
pembuangan tekanan udara (dari 0,8 kg/mm2 hingga 2,0 kg/mm2). Melindungi intake
manifold dan mesin dari tekanan udara tiba-tiba dan overboosting.

4. Tachometer

menampilkan putaran mesin per menit sebagai indikator untuk pengemudi. Dengan
memperhatikan kecepatan putaran mesin, pengemudi dapat segera mematikan mesin

27
saat mesin bekerja berlebihan. Tachometer juga dapat meyakinkan bahwa
turbocharger dan mesin

bekerja dengan selaras.

5. Boost Gauge

Menunjukkan besarnya tekanan udara yang dihasilkan turbocharger dalam psi atau
bar. Selama turbocharger dan mesin bekerja bersama-sama, besarnya tekanan udara
yang masuk ke dalam mesin sangat perlu diperhatikan, besarnya harus selalu tetap
dalam kapasitas yang di ijinkan (jangan sampai melebihi batas spesifikasi atau
overboost).

6. Turbo Timer

Turbin turbocharger berputar hingga 150.000 rpm, untuk itudibutuhkan pelumasan


yang sangat baik pada shaft turbin turbocharger. Jika mesin dengan turbocharger tiba-
tiba dimatikan maka turbin tidak dapat berhenti berputar dengan seketika karena gaya
sentrifugal yang dihasilkan. Jika mesin berhenti berputar, berhenti juga sulpai oli
pada poros turbin, apa jadinya jika turbin yang masih berputar 150.000 rpm bekerja
tanpa pelumas. Untuk mencegah hal tersebut maka bagi pemilik kendaraan yang
dilengkapi dengan turbo hendaknya membiarkan mesin berputar stationer selama 30
detik sebelum mesin dimatikan agar turbocharger tidak berputar terlalu cepat.
Kebanyakan pemilik kendaran enggan untuk menunggu selama 30 detik sebelum
mesin dimatikan, untuk itulah dibuat turbo timer. Gunanya untuk menyalakan mesin
selama waktu yang ditentukan (30 – 60 detik) setelah kunci kontak off untuk
mencegah kerusakan akibat kurangnya pelumasan pada komponen turbocharger.

1. Intercooler

28
Intercooler merupakan suatu alat yang berfungsi untuk melepas kalor. Intercooler
biasanya dipakai untuk mendinginkan udara keluaran dari supercharger atau
turbocharger. Temperatur udara keluaran turbocharger diatas 120°C, tergantung dari
tekanan (boost) yang dihasilkan maka dari itu temperatur udara yang sangat tinggi
sudah pasti memiliki kerapatan yang sangat rendah sehingga pembakaran yang terjadi
didalam silinder kekurangan oksigen sehingga menyebabkan kemampuan unjuk kerja
motor menurun. Dari sinilah muncul pemikiran untuk membuat kerapatan udara yang
masuk kedalam silinder bertambah supaya kandungan oksigennya kaya. Maka dari itu
pada motor bakar yang dilengkapi sepercharger atau turbocharger harus disertai
dengan penambahan intercooler.

Ditinjau dari pendinginannya intercooler dibagi 2 macam yaitu intercooler


berpendingin udara (air to aor intercooler) dan intercooler berpendingin air (air to
liquid intercooler)

a) Intercooler berpendingin udara (air to air intercooler)

Pendinginan intercooler umumnya menggunakan udara bebas yang mengalir melalui


fin-fin intercooler akibat mobil berjalan. Ada juga yang berpendingin udara yang
dihasilkan oleh kipas pendingin yang dihembuskan ke permukaan intercooler
sehingga angin tersebut melewati fin-fin intercooler.

Ada juga yang pendinginannya dengan media udara dan cairan (semprot air), ada juga
yang cairan saja. Penurunan temperatur keluaran intercooler dengan pendinginan
udara sekitar 15%-25%, dengan media udara dan semprotan air sekitar 20%-35%.
Dan yang paling extreme yang sering dilakukan pada mobil-mobil balap (Drag race)
pendinginan intercooler dengan menyemprotkan air dingin pada permukaan
intercooler sehingga temperatur keluarannya diharapkan sekitar 24-27°C (dari
temperatur awal 120°C).

29
b) Intercooler berpendingin air (air to liquid intercooler)Intercooler dengan media
pendinginan cairan (air to liquid intercooler), cairan yang digunakan yaitu cairan
pendingin yang biasa dipakai untuk cairan pendingin radiator mobil (coolant). Karena
cairan pendingin mempunyai titik didih lebih tinggi dari pada titik didih air (diatas
100°C) sehingga lebih baik untuk meredam panas. Prinsip kerjanya sederhana, cairan

pendingin disirkulasikan oleh pompa sehingga cairan pendingin bersirkulasi melalui


pipa-pipa pendingin yang sisi luarnya merupakan udara yang didinginkan.

30
BAB III

PRAKTIKUM PENGECEKAN DAN PENYETELAN

3.1PENYETELAN CELAH KATUP

Menyetel celah katup (valve clearance) merupakan salah satu dari langkah penyetelan
awal sebelum menghidupkan mesin. Hal ini dikarenakan celah katup adalah
komponen yang sangat penting dalam mengatur sistem kerja dari mesin 4 tak. Terkait
dengan hal tersebut ada beberapa alasan mengapa celah katup perlu untuk disetel,
yaitu:
Mengacu pada adanya penyebaran panas (pemuaian), maka pada rocker arm dan
ujung batang katup harus terdapat celah katup. Kalau celah katup terlalu longgar atau
terlalu sempit, maka akan timbul masalah seperti halnya sebagai berikut:
a. Jika celah katup terlalu sempit, maka katup akan membuka terlalu awal dan
menutup dengan lambat, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya salah pengapian,
atau pengapian balik.
b. Jika celahnya terlalu longgar, maka katup akan membuka terlambat dan menutup
terlalu cepat, sehingga dapat menimbulkan suara berisik dan getaran.
Karena perannya yang penting, maka dalam menyetel celah katup harus benar, jika
tidak maka akan menimbulkan masalah-masalah seperti diatas, dan tentunya umur
dari mesin menjadi lebih pendek. Langsung saja kita bahas bagaimana cara menyetel
celah katup. Sebelum itu, hendaknya anda menyiapkan peralatan yang akan
digunakan:

1. Tool box (obeng minus/plus, kunci ring)2. Kunci T 12


3. Feeler gauge
4. Majun
5. Buku manual (jika ada)

31
Cara Menyetel Celah Katup

Sebelumnya perlu diperhatikan, bahwa tutorial ini dilakukan pada mesin DIESEL
dengan mekanisme katup dan FO 1-3-4-2. Namun, anda tidak perlu khawatir
jika mobil anda berbeda jenis, karena tutorial dibawah ini mengajarkan tentang
konsep dasar cara menyetel katup, jadi untuk mesin dan mekanisme katup yang
berbeda dapat menyesuaikan.
A. Persiapan

1. Siapkan mesin, alat dan bahan yang diperlukan.


2. Periksalah oli mesin, air radiator dan bahan bakar.
3. Hidupkan mesin untuk pemanasan kurang lebih 5 menit.
4. Membuka cover kepala silinder.

32
B. Cara Menyetel Celah Katup
1. Putar poros engkol hingga tanda pada puli poros engkol tepat dengan angka 0 pada
tutup rantai timing.

2. Menentukan top kompresi silinder 1 atau 4, dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
a) Pada saat memutar poros engkol sambil memperhatikan katup masuk silinder mana
yang bergerak. Lihatlah katup masuk atau push rod katup masuk pada silinder 1 atau
4 sambil menggerak-gerakkan puli poros engkol.
b) Apabila yang bergerak push rod katup masuk silinder 4 pada saat anda menggerak-
gerakkan atau memutar poros engkol, berarti ketika tanda pada puli tepat dengan
tanda 0 : yang sedang mengalami top kompresi adalah silinder 1. Begitu juga
sebaliknya.
3. Menentukan katup-katup yang boleh distel pada saat top kompresi silinder 1 atau
4. Caranya dengan melihat diagram/tabel proses kerja silinder atau bisa juga dengan
menggerak-gerakkan puli poros engkol sambil melihat push rod katup yang tidak
bergerak. Push rod yang tidak bergerak maka boleh disetel.

33
4. Setel celah katup sesuai spesifikasi. Penyetelan dilakukan dengan cara:
a) Mengendorkan mur 12 menggunakan kunci ring 12.

b) Menempatkan atau memasukkan feeler gauge ke dalam celah antara rocker arm
dengan batang katup.
c) Melakukan penyetelan dengan mengubah (mengencangkan/mengendorkan) baut
penyetel dengan obeng.
d) Setelah celah katup telah benar/sesuai, kencangkan mur penahan sambil menahan
baut penyetel agar tidak bergerak. Lalu cek kembali celah katup dengan merasakan
tarikan/gesekan dari feeler gauge. Ulangi cara tersebut jika belum menemukan
kesesuaian.
5. Putar poros engkol 1 putaran (360°) sehingga tanda pada puli bertepatan dengan
tanda 0 pada tutup rantai timing.
6. Menyetel celah katup untuk katup-katup yang belum disetel sesuai spesifikasi.
7. Coba hidupkan mesin, apakah sudah halus atau belum? Jika sudah maka anda
berhasil.
7. Menutup kembali kepala silinder, lalu memasang komponen lainnya.
8. Bersihan objek kerja, alat, dan juga tempat kerja.

34
alat dan bahan :
1. feller gauge
2. obeng negatif (-)
3. kunci yg sesuai dendan jenis mobil
4. kain lap
5. dan lain-lain yg diperlukan

langkah-langkah menyetel celah katup :


1. buka tutup kepala silinder dengan kunci yang sesuai ukuran
2. top kompressikan piston no.1
3. ukur celah katup dengan feller gauge
4. celah yang dapat distel adalah katup ex & in piston no.1, katup in piston no.2, dan
katup ex piston no.3
5. top kompressikan piston no.4
6. celah yang dapat distel adalah katup ex & in piston no.4, katup in piston no.3, dan
katup ex piston no.2
7. degan catatan, katup in 0,40mm dan katup ex 0,40 mm
8. tutup kembali tutup kepala silinder.

K3:
1.hendaklah menggunakan baju kerja

35
2.bersihkan peralatan sebelum menyetel
3.jangan menghidupkan mesin ketika katup di stel
4.jangan menngunakan sarung tangan

KESIMPULAN: kondisi katup pada mesin yang saya stel kondisinya masih bagus

36
Teknik cara setel nozzle dan analisa kerusakanya”. Nozzle merupakan sub
component fuel system yang berfunsi ntuk mengabutkan atau menyemprotkan bahan
bakar bertekanan yang dikirim dari FIP.

Analisa Kerusakan

Dalam sejarah konvensional fuel system nozzle merupakan salah satu komponen
utama yang sangat fital keberadaanya. Jika terjadi masalah terhadap nozzle ini
efeknya akan sangat berpengaruh terhadap performa engine, biasanya akan
menimbulkan gas buang berwarna hitam dan tenaga engine drop/hunting. Masalah
yang paling sering terjadi pada nozzle adalah kualitas pengkabutan yang tidak
sempurna, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah sebagai
berikut :

 Tension spring nozzle lemah.


 Pressure injeksi fuel/bahan bakar dibawah setandar.

37
 Scratch/baret pada needle nozzle/housingnya.
 Karat pada nozzle.
 Penyumbatan/kerak pada nozzle hole.
 Kebocoran fuel line dari seal, piping, gasket dll.

Dari problem diatas poin pertama merupakan tautan masalah yang berhubungan
dengan tema artikel yang saya bahas ini, untuk throuble lainya mungkin bisa di action
dengan repair atau replace with new part. Untuk tension sepring yang lemah kenapa
bisa mengakibatkan spray injection tidak sempurna….?

Bisa anda lihat gambar diatas, sebenarnya fuel bertekanan yang dikirim oleh FIP
adalah untuk mendorong needle nozzle yang didukung spring nozzle ke arah atas.
Dan kekuatan tension spring sudah disetting oleh pabrik sesuai dengan setting
pressure injeksi, umumnya untuk presure injeksi nozzle di kisaran 100 – 300 Kg/cm².
Jika anggap saja pressure injeksinya standarnya 270 Kg/cm² maka kekuatan spring
yang didorong fuel bertekanan dari FIP adalah sama 270 Kg/cm². Karena kondisi dan
umur pemakaian nozzle dalam unit engine selama beroperasi maka tension spring
bisa saja melemah dan hal ini berakibat pada kualitas pengkabutan menurun bisa
menetes/partikel pengkabutan yang tidak sempurna/pertikel fuel besar, sehingga fuel
tidak terbakar semua karena excess air ratio tidak tercapai, gas buang berwarna hitam
dan tenaga engine turun/drop.

Penyetelan Nozzle

Ada 2 metode penyetelan nozzle yang selama ini saya pelajari yaitu metode
adjustment sim dan metode screw adjuster, uraianya adalah sbb :

1. Metode adjustment sim

38
Gambar.1

Ganbar. 2

Metode ini yaitu melakukan penyetelan kekencangan tension sepring dengan jalan
menambahkan sim(4) pada gambar no satu untuk menaikan pressure sesuai setandar
yang diinginkan,langkahnya sebagai berikut :

39
 Tes nozzle seperti pada Gambar.2 pastikan memang pressure dibawah
setandar atau kualitas pengkabutan yang tidak bagus.
 Diassembly nozzle Gambar.1, bersihkan semua komponen, ukur kekuatan
tension spring dengan special tool “Spring Tester”sesuaikan dengan setandar,
jika memang tension melemah.
 Ukur sim(4) dan tambahkan sim baru sesuai dengan kenaikan pressure yang
diinginkan(berdasarkan Shop Manualnya)
 Assembly kembali nozzle dan lakukan pengetesan kembali seperti Gambar.2
jika presure kurang tambahkan kembali sim(4) mengulangi kembali langkah
poin 2 dan3 sampai didapatkan pressure yang tepat dan spray injeksi yang
sesuai.

2. Metode adjusment screw

Gambar. 1A

40
Gambar. 1B

Untuk metode ini dalam menambah kekuatan tension spring dengan cara mensetel
screw adjuster(1-4) searah jarum jam/clockwise, berikut cara penyetelanya :

 Tes nozzle seperti pada Gambar.2 pastikan memang pressure dibawah


setandar atau kualitas pengkabutan yang tidak bagus.
 Disassembly nozzle Gambar.1A, bersihkan semua komponen, assembly
semua komponen kecuali; housing(1-5), ring seal(1-11) dan bolt(1-8) agar
bisa dites pada nozzle tester sambil di setel.
 Pasang nozzle assembly pada nozzle tester dan lakukan pengetesan Gambar.2,
jika pressure dan spray injeksi belum sesuai lakukan penyetelan langsung
dengan memutar screw adjuster dengan obeng(-). Untuk metode ini memang
lebih simple dan mudah dalam penyetelanya.

Alat dan bahan:

1.kunci 19,22,23,24

2.ragum

41
3.kain majun

4.nampan

5.nozzle tester

6.botol

7.kunci neppel 17

Langkah langkah menyetel nozzle:

1.lepas nozzle dari mesin menggunakan kunci 24

2.lepas selang penghubung nozzle

3.lalu cek nozzle menggunakan nozzle tester dengan tekan max 100 bar

4.jika tekan tidak mencapai 100 bar, maka harus di perbaiki

5. jika tidak mencapai standart, maka nozzle harus di tambah sim/ ringnya

6.setiap ring /sim nilainya 10

KESIMPULAN: keaadaan nozzle masih bagus dan layak pakai

42
TUNE UP

3.3 PENGERTIAN TUNE UP

TUNE-UP Merupakan pekerjaan perawatan rutin atau servis ringan yang


dilakukan secara periodik atau saat mesin mobil mengalami gangguan-gangguan
kecil. Tune-up dilakukan biasanya setelah kendaraan mencapai jarak tempuh 10.000 -
15.000 km. Maksud mengembalikan tenaga mesin seperti semula.
Pemeriksaan, pembersihan, penggantian, dan penyetelan komponen atau bagian-
bagian mesin menjadi bagian tune-up dengan berbagai prosedur yang ditempuh

TUNE UP MOTOR DIESEL

Sistem Pendinginan
Energi yang dimasukan didalam motor berupa bahan bakar hanya kira-kira 30%
yang dapat diubah menjadi energi mekanis (gerak). Sisanya sebesar 70% hilang
percuma berupa kalor sebesar 25-30% melalui pendinginan dari motor. Sistem
pendinginan mempunyai tugas untuk menyerap panas mesin yang kemudian akan
disalurkan atau dikeluarkan kembali ke udara luar.
Di bawah ini adalah prosedur pemeriksaan sistem pendinginan dalam tune up :
a. Periksa tinggi air pendingin
Jika tinggi air pendingin kurang dari batas full maka isilah hingga garis batas full
tersbut pada tangki
b.Periksa kualitas air pendingin
Perksalah apakah air tercampur oli atau kotoran dan apakah menimbulkan karat.

43
c. Periksa cara kerja tutup radiator
Dengan menggunakan alat tes tutup radiator, periksa tekanan pegas dan dudukan
katup vakum dari tutup radiator. Jika tutup radiator membuka pada tekanan dibawah
angka spesifikasi : STD = 0.75 – 1.05 dengan limit 0.6 kg/cm. Jika tutup radiator
rusak maka tutup tersebut harus diganti.

d.Pemeriksaan thermostat
pemeriksaan dilakukan dengan cara melepas thermostat dari tempatnya lalu
thermostat di letakan pada air panas dengan suhu 80°C lalu amati apakah thermostat
terbuka atau tidak jika tidak maka harus segera di ganti thermostat tersebut.

44
Memeriksa/mengganti/menyetel tali kipas.
Periksa tali kipas dari kemungkinan aus dan retak. Hal ini dapat menyebabkan tali
kipas putus dan mesin panas atau naik temperaturnya. Periksa kekerasan tapi kipas.
Bila terlalu kendor atau terlalu kencang harus disetel kembali. Kekerasan tali
kipas=bila ditekan dengan kuat (10 kg) kelengkungan tali kipas 7-11 mm.
Dalam tune up ada dua langkah pemeriksaan tali kipas yaitu :
a. Pemeriksaan secara visual.
Memeriksa tali kipas kemungkinan terdapat :
- Retak sudah buruk.
- Persinggungan tidak sempurna antara tali dan pully.
- Terdapat oli atau gemuk pada tali kipas tersebut.
b. Periksa dan stel kekencangan tali kipas.
Periksa kelenturan tali kipas dengan memberikan tekanan sebesar 98N/10kg diantara
dua pulli, stel bila perlu, lihat spesiikasi kelenturan tali pulli diantara alternator dan
pompa air.
Antara : kipas dan alternator, jarak kelenturan 7 – 11 mm.

45
KESIMPULAN: keaadaan air radiator sudah keruh, waktunya di ganti air, oli sudah
waktunya ganti, van belt kendor, sudah waktunya menyetel

3.4 pompa injeksi pada mesin diesel

Pada sistem bahan bakar diesel ada 2 tipe pompa injeksi yang digunakan sebagai
penekan bahan bakar (solar) :

1. Pompa Injeksi In-line

46
Keterangan :
1. Fuel tank (tangki bahan bakar) 6. Fuel filter (saringan solar)
2. Fuel line (pipa bahan bakar) 7. Injection pump (pompa injeksi)
3. Priming pump (pompa priming) 8. Injection pipe (pipa injeksi)
4. Feed pump 9. Injector (injection nozzle)
5. Water sedimeter 10. Over flow pipe (pipa pengembali)

Aliran bahan bakar adalah :


Fuel tank - fuel line - feed pump - water sedimeter - fuel filter - injection pump -
injection pipe - injection nozzle - ruang bakar.
- over flow pipe - fuel tank.

2. Pompa Injeksi Distributor

47
Keterangan :
1. Fuel tank (tangki bahan bakar) 5. Injection pump (pompa injeksi)
2. Fuel line (pipa bahan bakar) 6. Injection pipe (pipa injeksi)
3. Water sedimeter & fuel filter 7. Injector (injection nozzle)
4. Priming pump (pompa priming) 8. Over flow pipe (pipa pengembali)

Aliran bahan bakar adalah :


Fuel tank - fuel line - water sedimeter & fuel filter - injection pump -
- injection pipe - injection nozzle - ruang bakar.
- over flow pipe - fuel tank.

48
Hasil Praktikum

1.Keselamatan dan Kesehatan Kerja


1. Perhatikan petunjuk keselamatan kerja praktikum
2. Pahami langkah kerja prosedur praktikum dengan baik
3. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya
4. Hubungi dosen praktikum apabila mengalami masalah
5. Pakailah wearpack

2.Alat dan Bahan


a. Alat
1. Kunci Pas
2. Kunci Ring
3. Kunci Shok
4. Obeng
5. Trainer pompa injeksi
b. Bahan
1. Satu buah pompa injeksi tipe in line

LANGKAH KERJA / SOP ( Standard Operasional Prosedure )


1. Pembongkaran
a. Pahami terlebih dahulu nama komponen pompa injeksi tipe inline dengan
governor
b. Lepaskan baut pada rumah penutup governor dengan menggunakan kunci
ring ukuran 10
c. Setelah baut pengunci telah dilepas, kemudian lepaskan tutup governor
d. Lepaskan tuas penyetel
e. Lepaskan pengunci pada tuas penyetel yang ada di dalam governor
f. Kemudian lepaskanlah pegas start

49
g. Lakukan pelepasan pada tuas antar setelah melepas pegas start
h. Lepaskan bantalan antar setelah melepas tuas antar
i. Kemuduian lepaskann bobot sentrifugal
j. Lepaskanlah ring pengunci pada gear dengan menggunakan tang snap ring
setelah melepas ring pengunci, lepaskan gear pengunci
k. Kemudian lepas gear pada governor
l. Lepaskanlah pegas pengatur
m. Lepaskanlah tuas pengatur
n. Sebelum membuka komponen pada pompa inline terlebih dahulu buka tutup
samping pompa
o. Sebelum melepas plunger spring, putarlah chamsaft hingga terlihat lubang
pada tappet. Kemudian pasangkan besi pengunci lubang tappet
p. Buka felt plate plug sebelum melepas komponen pompa dan masukkan tuas
penekan untuk melepas plunger spring
q. Kemudian lepaskan komponen pompa
r. Setelah semua komponen pompa dilepaskan, lepaskan puly pemutar
chamsaft
s. Setelah itu lepaskan chamsaft

50
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan
Setelah melakukan praktik kelompok kami dapat melakukan melakukan pemeriksaan,
mengidentifikasi gangguan dan menyimpulkan hasil pengukuran dari keadaan
komponen engine, merakit dan menghidupkan kembali engine sesuai dengan
prosedur, memahami prinsip kerja komponen-komponen engine, menerapkan
pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja dalam praktek. Dapat disimpulkan
bahwa kondisi komponen engine ISUZU 4 JB 1 rata-rata masih layak dan bisa
dimanfaatkan (masih masuk ukuran standard dan belum diluar batas yang ditentukan)
serta masih bisa bekerja dengan baik. Jadi tidak perlu adanya penggantian komponen
secara menyeluruh, akan tetapi hanya gasket dan oil seal saja yang perlu diganti.

51
Saran
Saran yang ingin di sampaikan adalah sifatnya yang membangun:

1. Diharapkan peralatan praktik bisa lebih lengkap.


2. Diharapkan peralatan praktik di perbanyak, sehingga tidak meminjam pada
kelompok lain.
3. Komponen engine harap di lengkapi sehingga tidak menganggu kelompok lain
karena beberapa komponennya di dipinjam oleh kelompok lain karena terbatasnya
komponen engine.

52
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (1995). New Step 1 Training Manual. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor.
Anonim. (1995). Materi Pelajaran Engine Group Step 2. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor.

53