You are on page 1of 15

PELAKSANAAN PAGANG GADAI TANAH ULAYAT KAUM DI

KECAMATAN PATAMUAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN

ARTIKEL

Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan


untuk Mencapai Gelar Sarjana Hukum

Oleh:

ADE MAI CHARLY


1310012111093

Program Kekhususan Hukum Perdata

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS BUNG HATTA
PADANG
2017

Reg. No. 196/ PDT/ 02/ 01-2017


secara turun-temurun,
PELAKSANAAN dariPAGANG
ninik turun tanah ulayat.
GADAI TANAH ULAYATHak KAUM
ulayat DI
ini pada
ke mamak, dari mamak
KECAMATAN turun keKABUPATEN
PATAMUAN dasarnyaPADANG
merupakan konsekuensi logis
PARIAMAN
kemenakan, pusako tinggi baitu juo 1 dari 1 asas 1kekeluargaan (komunal,
Ade Mai Charly , Syafril , Adri ,
(pusaka tinggi begitu juga)
Prodi Ilmu Hukum, danFakultas
harus Hukumgotong royong, dan
Universitas kemasyarakatan).
Bung Hatta
Email : ade.maidezixs@gmail.com
diteruskan kepada generasi berikutnya Apabila ada kesulitan dalam kaum,
dalam keadaan utuh, tidak terbagi-bagi dibutuhkan sejumlah uang harta
dan tidak boleh dibagi. Abstract
pusaka tadi hanya bisa digadaikan.
Unalienated land is ' nature reserve ' the House that usually consists of a forest far
Ada tiga macam tanah ulayat di Diterima sejumlah uang, emas atau
from the ghetto and shrubs from the village, usually at the foot of the Hill. Customary
land according to the Minangkabau people is the legacy of those who founded the
nagari. A fiduciary is a person who has a dipihak property, pagang is dipihak people
who have money. The problem in this research are (1) how does the implementation
of customary land pawn pagang House Patamuan in Padang pariaman (2) what
factors cause communities Patamuan sub district of Padang Pariaman unalienated
land pawn pagang do House. This research uses a type of juridical sociological
research. The data used include primary data and secondary data, techniques of data
collection through interviews and document study, data were analyzed qualitatively.
From research it can be concluded that (1) has not been the entire implementation of
the pledge was fulfilled by pagang pagang pledge, associated with the approval of the
members in the House, the chief beneficiary of this present, mamak, princesses, and
unnoticed by the density of the customs of the Nagari and Wali Nagari. (2) factor-
factor masyarakaat do pagang pawn, because economic factors are not sufficient and as
for who did the pawn beyond the terms that have been in the Minangkabau adat law
specified that will be solved conversationally.
Keywords: implementation, Pagang unalienated Land pledge,

Pendahuluan Minangkabau berbunyi “tanah


Tanah adalah permukaan bumi ulayat”. Tanah ulayat menurut ajaran
atau lapisan bumi yang di atas sekali Adat Minangkabau adalah sebidang
atau keadaan bumi di suatu tempat tanah yang pada kawasannya terdapat
atau permukaan bumi yang diberi ulayat penghulu. Yang dimaksud
batas atau keadaan bumi yang terbatas kawasan disini adalah segala sesuatu
yang di tempati suatu bangsa yang yang terdapat atau yang ada di atas
diperintah suatu negara menjadi daerah tanah, termasuk udara dan ruang
negara atau bahan-bahan bumi atau angkasa maupun segala hasil perut
dasar warna. Dalam ungkapan bumi. Tanah tersebut diwariskan

1
secara turun-temurun,
PELAKSANAAN dariPAGANG
ninik turun tanah ulayat.
GADAI TANAH ULAYATHak KAUM
ulayat DI
ini pada
ke mamak, dari mamak
KECAMATAN turun keKABUPATEN
PATAMUAN dasarnyaPADANG
merupakan konsekuensi logis
PARIAMAN
kemenakan, pusako tinggi baitu juo dari asas kekeluargaan (komunal,
(pusaka tinggi begitu juga) dan harus gotong royong, dan kemasyarakatan).
diteruskan kepada generasi berikutnya Apabila ada kesulitan dalam kaum,
dalam keadaan utuh, tidak terbagi-bagi dibutuhkan sejumlah uang harta
dan tidak boleh dibagi. pusaka tadi hanya bisa digadaikan.
Ada tiga macam tanah ulayat di Diterima sejumlah uang, emas atau
Minangkabau: padi dengan pihak sipengurus dan
1. Tanah ulayat nagari; yaitu tanah pemegang menyando sawah atau
hutan di luar kawasan hutan ladang tersebut (sando = sandera).
lindung (cagar alam) atau hutan Sando adalah sebagai jaminan pinjam.
negara dan tidak termasuk kawasan Di Minangkabau dikenal 3 jenis sando
yang telah menjadi ulayat suku (gadai), yaitu :
atau ulayat kaum. 1. Sando, yaitu menerima pinjaman
2. Tanah ulayat suku; yaitu tanah dengan jalan menyerahkan jaminan
hutan yang dibuat kawasan hutan sando. Bila pinjaman dikembalikan
negara dan ulayat nagari, belum jaminan pun dipulangkan kepada
menjadi ulayat suatu kaum dalam pemiliknya.
suku tersebut. 2. Sando Kudo, yaitu menggadaikan
3. Tanah ulayat kaum; yaitu hutan harta yang tidak mungkin dapat
yang sudah lepas dari kekuasaan ditebus lagi karena selalu ditambah
ulayat nagari, ulayat suku, dan dan tambahannya itu sudah terlalu
tidak pula termasuk sebagai tanah berat (sudah sama dengan harga
milik perorangan (individu). jual beli)
Hak ulayat merupakan istilah baku 3. Sando Aguang, yaitu merunggukan
dalam hukum adat di Indonesia, yang harta untuk selamanya, salamo
berarti hak sekelompok atau gagak hitam, salamo aie hilie atau
segolongan penduduk (masyarakat) selama ada rumah di atas tanah
atas sebidang tanah, yang disebut ulayat.

2
Pagang gadaipagang
melakukan ini memang
gadai sangat
tanah lapangan
menyeratusdengan
perlu biaya
melakukan
dengan
ualyat kaum ? wawancara dengan informen yaitu NZ.
memerlukan dana, mulai dari
Berdasarkan
diperlukan batasan masalah
pada saat-saat yang
yang penting DT. Rangkayo Bandaro sebagai
waktu kematian. Sampai
akan dikaji mungkin
dan yang oleh peneliti
dapatmaka dapat
memberi anggota KAN di Kecamatan
acara
ditarik
malu tujuan penelitiankaum
keluarga yang hendak
yang Patamuan, dan dengan responden yaitu
dicapai oleh peneliti sebagai berikut :
bersangkutan. Ibu Baidar selaku orang yang
1. Untuk mengetahui
Di dalam pelaksanaan
adat Minangkabau menggadaikan tanah ulayat kaum dan
semenjak dahulu dibolehkan
melakukan pagang gadai. Sifat
pagang gadai ini adalah berfungsi
sosial, karena gadai ini biasa terjadi bagi
orang yang mempunyai harta dan
kekurangan uang, dan begitu pula
sebaliknya, yang memegang adalah
orang yang punya uang tetapi tidak
punya (kekurangan) harta. Gadai
adalah dipihak orang yang mempunyai
harta, pagang adalah dipihak orang
yang mempunyai uang. Gadai ini baru
dapat dilaksanakan oleh seseorang di
Minangkabau setelah berdiri atau
dijumpai syarat yang empat macam,
yakni:
1. Maik tabujua ateh rumah
(mayat terbujur di atas rumah).
Sesuai dengan kedudukan kaum itu
harus dilaksanakan. Upacara
kematian-kematian sesuai dengan
harga diri kaum. Upacara ini

3
Pagang gadaipagang
melakukan ini memang
gadai sangat
tanah lapangan
menyeratusdengan
perlu biaya
melakukan
dengan
ualyat kaum ? wawancara dengan informen yaitu NZ.
dana Berdasarkan batasan
yang tersedia masalah
diluar yang
kebutuhan DT. Rangkayo Bandaro sebagai
akan sehari-hari.
pokok dikaji oleh peneliti maka dapat anggota KAN di Kecamatan
ditarik
2. Gadih tujuanindak
gadang penelitian
balaki. yang hendak Patamuan, dan dengan responden yaitu
(gadis
dicapai
yang
olehcukup
peneliti
dewasa
sebagaitapi
berikut
belum: Ibu Baidar selaku orang yang
punya suami).mengetahui
1. Untuk Diperlukan biaya mulai
pelaksanaan menggadaikan tanah ulayat kaum dan
dari persiapan sampai kepada
penyelesaian kenduri perkawinannya.
3. Rumah gadang katirisan (rumah gadang
yang rusak)
Yaitu biaya memperbaiki rumah gadang
yang telah rusak.
4. Managakkan gala pusako (gelar penghulu
belum diletakkan)
Seperti gelar penghulu yang belum
dilekatkan perlu dilekatkan dengan biaya
perhelatan sesuai kebesarannya.
Berdasarkan uraian latar belakang di
atas, maka permasalahan yang diangkat
dalam penulisan ini adalah :
1. Bagaimanakah pelaksanaan
pagang gadai tanah ulayat kaum
di Kecamatan Patamuan Kabupaten
Padang Pariaman ?
2. Apakah faktor-faktor penyebab
masyarakat Kecamtan Patamuan
Kabupaten Padang Pariaman

4
Pagang gadaipagang
melakukan ini memang
gadai sangat
tanah lapangan
menyeratusdengan
perlu biaya
melakukan
dengan
ualyat kaum ? wawancara dengan informen yaitu NZ.
Berdasarkan batasan masalah yang DT. Rangkayo Bandaro sebagai
akan dikaji oleh peneliti maka dapat anggota KAN di Kecamatan
ditarik tujuan penelitian yang hendak Patamuan, dan dengan responden yaitu
dicapai oleh peneliti sebagai berikut : Ibu Baidar selaku orang yang
1. Untuk mengetahui pelaksanaan menggadaikan tanah ulayat kaum dan
pagang gadai tanah ulayat kaum di Ibu Ize selaku orang yang menerima
Kecamatan Patamuan Kabupaten gadai.
Padang Pariaman. b. Data Sekunder
2. Untuk mengetahui faktor-faktor Data sekunder adalah data data
penyebab masyarakat Kecamatan yang diperoleh dari perpustakaan
Patamuan Kabupaten Padang hukum, buku-buku yang berhubungan
Pariaman melakukan pagang gadai dengan objek penelitian, hasil
tanah ulayat kaum. penelitian dalam bentuk laporan,
Metodologi skripsi, tesis, disertai, dan peraturan
Jenis penelitian yang digunakan perundang-undangan. Data sekunder
adalah penelitian yuridis sosiologis tersebut, dapat dibagi menjadi:
yaitu suatu penelitian yang dilakukan 1) Bahan Hukum Primer
terhadap keadaan nyata masyarakat Bahan-bahan hukum yang
atau lingkungan masyarakat dengan mengikat terdiri dari peraturan
maksud dan tujuan untuk merumuskan perundang-undangan yang
fakta dan pada akhirnya menuju pada terkait dengan objek penelitian.
penyelesaian masalah. Misalnya: Peraturan Daerah
Dalam penelitian ini, penulis Nomor 2 Tahun 2007,
menggunakan 2 (dua) sumber data Peraturan Daerah Nomor 16
yaitu, data primer dan data sekunder. Tahun 2007.
a. Data Primer 2) Bahan Hukum Sekunder
Data primer adalah data Bahan Hukum Sekunder
yang diperoleh secara langsung di adalah buku-buku dan tulisan-

5
tulisan ilmiah hukum yang mengelompokkan data sesuai dengan
terkait dengan penelitian ini. aspek yang diteliti, kemudian diambil
Baik data primer ataupun data kesimpulan untuk memperoleh
sekunder diharapkan dapat jawaban dari rumusan masalah yang
memberikan gambaran tentang objek diteliti dan diuraikan dalam bentuk
penelitian secara tepat dan benar. kalimat.
Ada dua kegiatan utama yang akan Hasil dan Pembahasan
dilakukan dalam melaksanakan Pelaksanaan pagang gadai di
penelitian ini, yaitu: Kecamatan Patamuan Kabupaten
a. Wawancara padang pariaman banyak terjadi
Wawancara adalah teknik terhadap pusaka tinggi kaum, terhadap
pengumpulan data untuk memperoleh tanah ulayat yang menjadi ganggam
keterangan dengan melakukan tanya bauntuak (hak pakai). Pelaksanaan
jawab secara lisan dengan informan. pagang gadai di Kecamatan Patamuan
Wawancara dalam bentuk semi Kabupaten Padang Pariaman adalaht:
terstuktur. Wawancara semi terstuktur a. Persetujuan dalam kaum
adalah wawancara dengan Kaum adalah satu garis
mengembangkan daftar pertanyaan keturunan lurus ke atas dan
yang sudah disusun. kebawah yang bertali darah, yang
b. Studi Dokumen terdiri dari beberapa paruik, dan
Studi dokumen yang penulis beberapa paruik terdiri dari
lakukan yaitu mengumpulkan data beberapa jurai. Dalam kaum
dengan cara mempelajari bahan tersebut juga terdapat kemenakan
perpustakaan, terdiri dari peraturan bertali adat. Jadi dalam menggadai
perundang-undangan, dokumen- tanah ulayat kaum harus di setujui
dokumen, dan buku-buku berkaitan oleh seluruh kemenakan, apabila
dengan rumusan masalah yang diteliti. salah satu kemenakan tidak
Analisis data yang dilakukan menyetujui maka pelaksanaan
adalah dengan menggunakan metode pagang gadai itu tidak sah.
kualitatif yaitu dengan

5
b. Persetujuan mamak kepala waris. antara kemenakan, mamak kepala
Mamak kepala waris adalah waris, dan penguhulu suku, dan
laki-laki tertua dalam kaum mengetahui dari unsur pemerintahan,
tersebut, mamak kepala waris dengan orang yang akan
berfungsi mangawasi semua menggadaikan tanah ulayat kaum
pelaksanan tentang pusaka, tersebut. Setelah dilakukannya
terutama tanah ulayat. Jadi apabila musyawarah dan telah di setujui untuk
mamak kepala waris tidak menggadaikan tanah ulayat kaum
menyetujui gadai tersebut, maka tersebut barulah orang yang akan
gadai yang dilakukan tidak sah. menggadaikan tersebut meminta tanda
c. Persetujuan penghulu suku tangan kemenakan, mamak kepala
Penghulu suku berkedudukan waris, penghulu suku dan unsur dari
sebagai puncak pimpinan pemerintahan dalam pelaksanan
tertinggi dalam suku yang pagang gadai tanah ulayat kaum
bersangkutan, yang berfungsi tersebut, agar gadai yang dilakukan itu
mengatur pengelolaan tanah suku sah.
dalam persukuannya dan yang Dari hasil penelitian, belum
dalam persengketaan merupakan seluruh pelaksanaan pagang gadai
pemegang posisi kunci dalam tersebut terlaksana oleh pagang gadai,
penyelesaian masalah yang akan banyak terjadi tanpa persetujuan dalam
di tanggulangi. anggota kaum, mamak kepala waris,
d. Mengetahui dari unsur penghulu kaum, dan tanpa diketahui
pemerintahan adalah: oleh Kerapatan Adat Nagari dan Wali
1) Kerapatan adat nagari Nagari.
2) Wali nagari Dalam adat di Minagkabau yang
3) Wali Korong melakukan pagang gadai tanah ulayat
kaum adalah orang Minangkabau asli,
Jadi di Kecamatan Patamuan
dan dia mempunyai tanah, ladang,
pelaksanaan gadai di atas harus
sawah. Tetapi kalau dia tidak
dilakukan terlebih dahulu musyawarah
mempunyai tanah di daerah

6
Minangkabau maka ia bukan orang Bahwa melakukan pagang gadai tanah
Minangkabau asli. Jadi seluruh ulayat kaum di Kecamatan Patamuan
anggota keluarga boleh melakukan Kabupaten Padang Pariaman dengan
gadai tanah ulayat kaum asalkan dia alasan sebagai berikut:
orang Minangkabau asli dan 1. Maik tabujua ateh rumah
mendapatkan persetujuan dari (mayat terbujur di atas rumah)
kemenakan, mamak kepala waris, maksudnya adalah salah seorang
mamak adat, dan penghulu suku dan anggota keluarga meninggal dunia,
unsur dari pemerintahan dan sesuai dalam syariah islam mayat itu harus
dengan syarat-syarat yang telah di dimandikan, di kafani, di sholatkan,
tentukan oleh hukum adat di di kuburkan ini. Wajib dilakukan,
Minangkabau. disamping itu di Kecamatan
Yang menjadi jaminan gadai Patamuan setelah di kuburkan mayat
adalah apa saja yang ada pada kita, itu sehari, dua hari, tiga hari harus di
contonya kita punya sawah sekian doakan atau di kajikan sampai
petak, atau kebun kelapa. Pagang penyeratusan hari dan batagak batu.
gadai tanah ulayat kaum ini dapat Dari mulai awal kematian sampai
digadaikan kepada siapa saja, boleh pengajian penyeratusan hari tadi
antara suku, boleh antara nagari. Jadi membutuhkan dana yang cukup
boleh melakukan pagang gadai kepada banyak, dan kebetulan atas nama
keluarga yang mempunyai uang, agar keluarga kita tidak mempunyai dana
tidak memberi malu keluarga. pada saat itu, ini merupakan
Penguasaan bagi pihak yang keharusan menurut adat dan agama
menerima gadai terhadap barang karena itu dibuatlah kesepakatan oleh
jaminan tersebut adalah mengelola mamak untuk memanggil sanak dan
sawah atau kebun tersebut dan di kemenakan agar bermusyawarah
ambil hasilnya, sampai barang ditebus untuk menyetujui melakukan gadai
kembali oleh orang yang tanah ulayat kaum dan anggota
menggadaikan tanah ulayat kaum keluarga juga sepakat melakukan
kepadanya. gadai tanah ulayat kaum tersebut,

7
agar penyelenggaraan kematian ini Waktu dulu orang
dapat berjalan dengan lancar. Minangkabau tinggal di rumah
2. Gadih gadang indak balaki gadang, seluruh keluarga tinggal
(gadis yang cukup dewasa tapi dirumah gadang tersebut. Karena
belum mempunyai suami) lebih-lebih rumah gadang tersebut rusak dan
orang di Kabupaten Padang Pariaman sebagai mamak dan keluarga tidak
bahwa seorang gadis yang cukup sanggup untuk memperbaiki rumah
besar tapi belum mempunyai suami gadang tersebut. Jadi dibuatlah
harus dicarikan calon suaminya kesepakatan oleh mamak untuk
sedangkan kita juga tidak punya uang. memanggil sanak dan kemenakan
Bahwa dalam adat di Pariaman agar bermusyawarah untuk
pinangan berada pada pihak menyetujui melakukan gadai tanah
perempuan kepada pihak laki-laki ulayat kaum dan anggota keluarga
oleh karena itu kita harus mempunyai juga sepakat melakukan gadai
dana, yang pertama untuk uang tanah ulayat kaum tersebut, untuk
jemputan, ada untuk uang dapur, ada memperbaiki rumah gadang yang
juga untuk uang manjalang, dan juga rusak tersebut.
uang untuk pesta. 4. Managakkan gala pusako
Itu seluruhnya membutuhkan Dalam pengangkatan gelar
dana yang cukup banyak. Dibuatlah pusaka harus mempunyai dana
kesepakatan oleh mamak untuk yang banyak. Seandainya dalam
memanggil sanak dan kemenakan satu kaum tersebut tidak ada dana,
agar bermusyawarah untuk maka boleh melakukan gadai
menyetujui melakukan gadai tanah tanah ualayat kaum untuk
ulayat kaum dan anggota keluarga pelaksanaan pengangkatan gelar
juga sepakat melakukan gadai tanah pusaka tersebut dengan
ulayat kaum tersebut, agar persetujuan sanak dan
penyelenggaraan perkawinan berjalan kemenakan.
dengan lancar. Maka dari itu pagang gadai
3. Rumah gadang katirisan baru bisa terjadi atau baru bisa

8
terlaksana sesuai dengan alasan-alasan penghulu suku, dan unsur dari
diatas dan sesuai dengan kesepakatan pemerintahan.
antara kemenakan, mamak kepala Dan apabila orang yang
waris, mamak adat, dan penghulu suku menggadai di luar syarat-syarat
dan unsur dari pemerintahan. Apabila tersebut tidak mampu menebus barang
tidak ada tanda tangan kemenakan, yang di gadaikannya dan
mamak kepala waris, mamak adat, dan mengakibatkan keluarganya malu
penghulu suku dan unsur dari maka keluarganya yang mempunyai
pemerintahan maka pagang gadai uang akan membantu untuk
tersebut tidak lah sah. membayarnya.
Tetapi kenyataannya masih ada
Simpulan
beberapa yang melakukan pagang
1. Mengenai pelaksanaan pagang
gadai tanah ulayat kaum di Kecamatan
gadai di Kecamatan Patamuan
Patamuan Kabupaten Padang
harus ada persetujuan dan tanda
Pariaman dengan alasan dan faktor
tangan oleh kaum, mamak kepala
sebagai berikut:
waris, mamak adat, penghulu suku,
a) Kekurangan uang
dan persetujuan dari unsur
b) Pendidikan anaknya
pemerintahan dan apabila tidak ada
c) Memperoleh pekerjaan anak.
persetujuan dan tanda tangani oleh
d) Biaya keperluan dan kebutuhan
kaum, mamak kepala waris,
keluarga.
mamak adat, penghulu suku, dan
Di Kecamatan Patamuan
persetuan dari unsur pemerintah
Kabupaten Padang Pariaman yang
maka gadai yang dilaksanakan
melakukan gadai tanah ulayat diluar
tersebut tidak sah.
syarat-syarat yang telah di tentukan
2. Dalam faktor-faktor penyebab
oleh adat Minangkabau dan di luar
masyarakat Kecamatan Patamuan
pelaksanaan gadai tanah ulayat kaum
melakukan pagang gadai dan
penyelesaiannya di selesaikan secara
dalam aturan hukum adat
kekeluargaan dan musyawarah dengan
Minangkabau tanah ulayat tidak
kemenakan, mamak kepala waris,

9
dapat dijual dalam keadaan apapun memberikan masukan, bimbingan dan
kecuali digadaikan. Salah satu arahan yang bermanfaat kepada
faktor masyarakat menggadai penulis dalam menyelesaikan karya
tanah ulayat adalah karena faktor ilmiah ini
ekonomi dan kekurangan uang dan Selanjutnya pada kesempatan
atau dengan alasan berikut: Maik ini penulis menyampaikan ucapan
tabujua ateh rumah, Gadih gadang terima kasih yang sebesar-besarnya
indak balaki, Rumah gadang kepada :
katirisan, Managakkan gala 1. Ibu Dwi Astuti Palupi, S.H., M.H.,
pusako. selaku Dekan Fakultas Hukum
3. Apabila masyarakat melakukan Universitas Bung Hatta Padang.
gadai diluar syarat-syarat yang 2. Ibu DR. Sanidjar Pebrihariati,
telah ditentukan maka S.H., M.H., selaku Wakil Dekan
penyelesaiannya di selesaikan Fakultas Hukum Universitas Bung
secara kekeluargaan dan Hatta Padang.
musyawarah dengan kemenakan, 3. Bapak H. Adri, S.H., M.H., selaku
mamak kepala waris, mamak adat, Ketua Bagian Hukum Perdata
penghulu suku, dan unsur dari Fakultas Hukum Universitas Bung
pemerintahan. Dengan cara Hatta Padang.
anggota keluarga yang mampu 4. Bapak Desmal Fajri, S.Ag. M.H,
maka dia yang mengembalikan selaku Pembimbing Akademik
uang kepada si pemagang sesuai yang telah membimbing dan
dengan perjanjian. memberikan arahan kepada
Ucapan Terima Kasih penulis untuk memilih dan
Pada kesempatan ini penulis menentukan mata kuliah setiap
ingin mengucapkan terima kasih semester selama kuliah di Fakultas
kepada Bapak Syafril S.H.,M.H selaku Hukum Universitas Bung Hatta
Pembimbing I dan Bapak Adri Padang.
S.H.,M.H., selaku Pembimbing II yang 5. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas
telah meluangkan waktunya untuk Hukum, yang selama ini telah

10
banyak memberikan bekal ilmu Sumtera Barat, PT Raja Grafindo
bagi penulis selama belajar di Persada, Jakarta.
Fakultas Hukum Universitas Bung 2012, Pengelolaan
Hatta Padang. Tanah Ulayat Nagari Pada Era
6. Staf Karyawan dan Karyawati Desentralisasi Pemerintah Di
Biro Akademik dan Biro Sumatera Barat, PT Raja Grafindo
Kemahasiswaan Fakultas Hukum Persada, Jakarta.
Universitas Bung Hatta Padang. Idroes Hakimi, 1978, Pokok-Pokok
7. Bapak NZ. Dt. Rangkayo Pengetahuan Adat Minangkabau,
Bandaharo selaku anggota KAN CV. Rosda Bandung, Bandung.
di Kecamatan Patamuan M Sayuti, 2005, Tau Jo Nan Ampek,
Kabupaten Padang Pariaman, Ibu Mega Sari Kerjasama Sako

Baidar selaku orang yang Batuah,Padang.


menggadai dan Ibu Ize selaku Suarman, Bustanul Arifin, Syahrial
orang yang menerima gadai yang Chan, 2000, Adat Minangkabau,
telah memberikan kesempatan Soerjono Soekanto, 2014, Pengantar
untuk melakukan wawancara Penelitian Hukum, Universitas
sehingga skripsi ini dapat selesai. Indonesia, Jakarta
Zainuddin Ali, 2014, Metode
Penelitian Hukum, Sinar Grafika,
Jakarta.
Daftar Pustaka Peraturan Daerah Nomor 16 tahun
Edison MS, Nasrun, 2010, Tambo 2008 tentang Tanah Ulayat dan
Minangkabau Budaya dan Hukum Pemanfaatannya
Adat Di Minangkabau, Kristal Chedemitry.blogspot.co.id/2012/02/ha
Multimedia,Bukitinggi. k-ulayat-dan-tanah-ulayat-
Helmy Panuh, 2012, Peranan di_29.html, diakses pada hari
Kerapatan Adat Nagari Dalam Jumat, 30 September 2016, pukul
Proses Pendaftaran Tanah Adat Di 16.00 WIB.

11
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j Analisis.pdf&usg=AFQjCNEf6use
&q=&esrc=s&source=web&cd=2 CAaHQtZfwpUyH_9uPRdX4g,
&ved=0ahUKEwjM4cqmrJPRAh diakses pada hari Jumat, 30
XJuo8KHcepA3wQFgghMAE&ur September 2016, pukul 16.30 WIB
l=http%3A%2F%2Flib.ui.ac.id%2 Repository.usu.ac.id/bitstream/123456
Ffile%3Ffile%3Ddigital%2F13583 78/4405/3/chapter II.pdf, diakses
8-T%252027990- pada hari Jumat, 30 September
Penyelesaian%2520sengketa- 2016, pukul 17.00 WIB

12