You are on page 1of 59

LAPORAN

PERENCANAAN JEMBATAN RANGKA BAJA

Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan nilai mata kuliah


Struktur Baja Jembatan 1 pada semester 4 tahun ajaran 2013 – 2014

Oleh:

Doni Mardian
NIM. 121134011

PROGRAM STUDI TEKNIK PERANCANGAN JALAN DAN


JEMBATAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. berkat Rahmat dan Hidayah – Nya
penyusun dapat menyelesaikan Laporan Perancangan Struktur Jembatan Rangka
Baja. Shalawat serta salam tidak lupa penyusun panjatkan kepada junjunan Nabi
besar Muhammad SAW.
Dengan selesainya laporan perancangan struktur jembatan rangka baja,
tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang telah memberikan masukan –
masukan kepada penulis. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih
kepada:
1. Moeljono, Drs, SP1., sebagai dosen pembimbing pada mata kuliah Struktur
Baja Jembatan 1.
2. Rekan – rekan 2 TPJJ yang telah memberikan dukungan dan saran atas
penyusunan laporan ini.
3. Semua pihak yang terkait dan tidak bisa disebutkan satu persatu.
Penyusun berharap bahwa laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca,
khususnya bagi Mahasiswa program studi D4 TPJJ POLBAN. Penyusun menyadari
bahwa laporan yang dibuat tidak sempurna dan masih banyak kekurangan
didalamnya. Oleh karena itu penyusun mengharapkan masukan/saran dan kritik
yang membangun agar dapat diperbaiki kedepannya.

Penulis,

Bandung, July 2014

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1

1.3 Tujuan ....................................................................................................... 1

1.4 Sistematika Penulisan ............................................................................... 2

BAB II DATA TEKNIS ......................................................................................... 4

BAB III PERHITUNGAN BEBAN........................................................................ 7

3.1 Beban Gelagar Memanjang ...................................................................... 7

3.1.1 Beban Mati (DL) .................................................................................... 7

3.1.2 Beban Hidup (LL) ............................................................................. 8

3.1.3 Total Beban Pada Gelagar Memanjang............................................. 8

3.2 Beban Gelagar Melintang ............................................................................. 9

3.2.1 Beban Mati ........................................................................................ 9

3.2.2 Beban Hidup ................................................................................... 10

3.2.3 Beban Angin ................................................................................... 11

3.2.4 Total Beban Pada Gelagar Melintang ............................................. 11

3.3 Beban Gelagar Induk .............................................................................. 12

3.3.1 Akibat Beban Mati ............................................................................... 12

3.3.2 Akibat Beban Angin ........................................................................ 19

3.3.3 Akibat Beban Hidup ........................................................................ 23

BAB IV PERENCANAAN DIMENSI GELAGAR ............................................. 37

4.1 Perencanaan Dimensi Gelagar Memanjang ........................................... 37

ii
4.1.1 Kontrol Terhadap Kekuatan ............................................................ 37

4.1.2 Kontrol Terhadap Bentang .............................................................. 38

4.1.3 Memeriksa terhadap geser............................................................... 40

4.2 Perencanaan Dimensi Gelagar Melintang .............................................. 41

4.2.1 Kontrol Terhadap Kekuatan ............................................................ 41

4.2.2 Kontrol Terhadap Bentang .............................................................. 42

4.2.3 Memeriksa Terhadap Geser ............................................................ 43

4.3 Perencanaan Dimensi Gelagar Induk ..................................................... 43

4.3.1 Perencanaan Batang Bawah (B) ...................................................... 43

4.3.2 Perencanaan Batang Atas (A) ......................................................... 45

4.3.3 Perencanaan Batang Diagonal (Tarik) ............................................ 47

4.3.4 Perencanaan Batang Diagonal (Tekan) ........................................... 49

BAB V PERHITUNGAN SAMBUNGAN .......................................................... 52

5.1 Data Perhitungan Sambungan ................................................................ 52

5.2 Menghitung Gaya pikul 1 baut (n = 1) ................................................... 52

5.3 Pola Letak Baut ...................................................................................... 52

5.4 Perencanaan Baut Untuk Gelagar Induk ................................................ 53

BAB VI KESIMPULAN ...................................................................................... 54

LAMPIRAN .......................................................................................................... 55

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan perekonomian di zaman modern ini semakin persat. Di era globalisasi saat
ini kita dituntut dalam mengembangkan teknologi. Persaingan semakin ketat setelah adanya
kebijakan tentang AFTA yang menuntut negara kita untuk bekerja keras meningkatkan sumber
daya manusia, sarana, dan prasarana. Prasarana memiliki peran penting dalam aspek
transportasi, efisiensi waktu, dan tempat. Prasarana jalan adalah salah satu hal yang penting
untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi negara ini. Prasarana ini dapat
menghubungkan suatu tempat dengan tempat yang lain. Prasarana jalan tidak hanya
meningkatkan perekonomian saja, dalam hal industrialisasi dan moderenisasi pun prasarana
jalan sangat penting. Pembangunan prasarana jalan di negara ini tidak bisa dilaksanakan tanpa
pembangunan jembatan karena kondisi geografis Indonesia yang cenderung memiliki kontur
beragam. Pembangunan jembatan pun dinilai lebih efisien dan murah dibandingkan
membangun terowongan. Pembangunan jembatan tidak bisa disepelekan melihat kegagalan-
kegagalan konstruksi jembatan yang ada di Indonesia. Kegagalan-kegalan konstruksi jembatan
ini tentunya sangat merugikan bangsa Indonesia mengingat bahwa laju ekonomi dari hari ke
hari semakin besar. Oleh karena itu kami sebagai mahasiswa ditugaskan untuk merancang
suatu jembatan rangka baja yang sesuai dengan ketentuan standar agar kami dapat ilmu
sebelum kami turun ke lapangan.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana cara melakukan pembebanan pada jembatan rangka baja?
2. Bagaimana cara merencanakan dimensi kebutuhan penampang jembatan rangka baja?
3. Bagaimana cara merencanakan sambungan pada jembatan rangka baja?

1.3 Tujuan

Tujuan dalam penyusunan laporan ini adalah sebagai berikut:


1. Memahami cara melakukan pembebanan pada jembatan rangka baja.
2. Memahami cara merencanakan kebutuhan penampang jembatan rangka baja.
3. Memahami cara merencanakan sambungan pada jembatan rangka baja.

1
1.4 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN
BAB II PERHITUNGAN BEBAN
BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN PENAMPANG
BAB IV PERENCANAAN SAMBUNGAN
BAB V KESIMPULAN

2
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
JURUSAN TEKNIK SIPIL
PROGRAM DIPLOMA-4 TPJJ
TUGAS SEMESTER IV
STRUKTUR BAJA JEMBATAN
NAMA MAHASISWA : Doni Mardian…..……………… T. Tangan Dosen
NIM : 121134011………………………
KELAS : 2 - TPJJ…………………….…....
TGL PENUGASAN :

A. DATA PERENCANAAN :
a. Type Rangka : (a), ( b), (c), (d)
b. Bentang Jembatan (L) : 40,00m. 45,00m . 50,00m . 55,00m . 60,00m
c. Lebar Jembatan (B) : 8 mm
d. Tebal Pelat Lantai Kendaraan : 22,00 cm
e. Kelas Muatan : A/I , B/II , C/III
f. Mutu Baja : BJ37 , BJ.41 , BJ.50
g. Sambungan –sambungan : Dengan Baut Mutu Tinggi & Las sudut
h. Lain-lain : Tentukan sendiri
B. BENTUK RANGKA :

a b

c d

C. DIMINTA :
a. Perhitungan Perencanaan Dimensi Batang rangka & Gelagar/ Balok
b. Perhitungan Sambungan-sambungan
c. Gambar Rencana & Gambar Kerja
d. Gambar Detail-Detail Sambungan
e. Gunakan Teori pembebanan & Syarat Perencanaan dari buku SNI Bina Marga

3
BAB II
DATA TEKNIS

Data teknik perancangan sebagai berikut.


a. Type Rangka : (d)
b. Bentang Jembatan (L) : 40 m
c. Sudut Batang Rangka Tepi (α) : 63,43 ͦ
d. Lebar Jembatan (B) :8m
e. Tebal Perkerasan (Aspal) : 5 cm
f. Tebal Pelat Lantai Kendaraan : 22 cm
g. Mutu Baja (BJ) : BJ-50
h. Kelas/Muatan : B/II
i. Sambungan – sambungan : Baut & Las
j. Tinggi Rangka (H) :6m
k. Jarak antar Gelagar melintang (λ) :5m
l. Jarak antar Gelagar memanjang (b) : 1.35 m
m. Lebar Trotoar :1m

Panjang tiap batang pada rangka Jembatan seperti tabel di bawah ini.
Tabel 1.1. Panjang Batang Pada Rangka Jembatan
Nama Batang Dimensi (m) Jumlah Total (m)
d 1-16 5.59 16 89.4
a 1-7 5 7 35
b 1-8 5 8 40
Total Panjang Batang (m) 164.4

4
50 50 50 50
a1 a2 a3 a4 a5 a6 a7

9
55.
50
d1 d2 d3 d4 d5 d6 d7 d8 d9 d10 d11 d12 d13 d14 d15 d16

b1 b2 b3 b4 b5 b6 b7 b8
50 50 50 50

400

TAMPAK SAMPING
SKALA 1:100

GELAGAR INDUK

h
H=5000

TROTOAR

ASPAL t=5 cm
GELAGAR MEMANJANG
1000 1000
5% 5%

LANTAI KENDARAAN t=22 cm

h'
1,3 m 1,35 m 1,35 m 1,35 m 1,35 m 1,3 m

8m

GELAGAR MELINTANG

POTONGAN 1-1
SKALA 1 : 50

5
GELAGAR MEMANJANG

PELAT BETON t=22cm


TROTOAR

13 10

13,5

13,5
80 60
13,5

13,5

13 10

50 50
400

ASPAL t = 5cm
GELAGAR MELINTANG

TAMPAK ATAS
SKALA 1:100

6
BAB III
PERHITUNGAN BEBAN

3.1 Beban Gelagar Memanjang

3.1.1 Beban Mati (DL)


Berat Aspal = 0.05 x 1.35 x 22
= 1.485 kN/m
Berat Genangan air = 0.5 x 1.35 x 9.8
= 6.615 kN/m
Berat Pelat Lantai = 0.22 x 1.35 x 24
= 7.128 kN/m
Berat Balok Profil = 2 kN/m +
= 17.228 kN/m
Panjang bentang jembatan = 5 m
Momen dan gaya geser akibat beban mati max
MDL = 1/8 x Qdl x L2
= 1/8 x 17.228 x 52
= 53.84 kNm
DDL = 1/2 x Qdl x L
= 1/2 x 17.228 x 5
= 43.07 kN

7
3.1.2 Beban Hidup (LL)
*Beban Terbagi Rata
L ≤ 30 m ; q = 9 kPa = kN/m2
qu = q UDL x 100% x b
= 9 x 1.35
= 12.15 kN/m
*Beban Garis
P = 49 kN/m
Pu =Pxb
= 49 x 1.35
= 66.15 Kn

Momen dan gaya geser akibat beban hidup max


MLL = 1/8 x QLL x L2 + 1/4 x PLL x L
= 1/8 x 12.15 x 52 + 1/4 x 66.15 x 5
= 120.66 kNm
DLL = 1/2 x QLL x L + PLL
= 1/2 x 12.15 x 5 + 66.15
= 96.525 kN

3.1.3 Total Beban Pada Gelagar Memanjang


Mu = 1.2 x 53.84 + 1.6 x 120.66 x 70%
= 199.75 kNm
Du = 1.2 x 43.07 + 1.6 x 96.525 x 70%
= 159.79 kN

8
3.2 Beban Gelagar Melintang

3.2.1 Beban Mati


* Akibat Gelagar Memanjang
∑𝑉𝑢
qeq = 𝐵
43.07 𝑥 8
= 8

= 43.07 kN/m

* Akibat Beban Profil (asumsi)


WF.700.300.13.24 = 1.85 kN/m = qbs
Momen dan gaya geser akibat beban mati max
MDL = 1/8 x (qeq + qbs) x L2
= 1/8 x (53.84 + 1.85) x 82
= 445.52 kNm

DDL = 1/2 x (qeq + qbs) x L


= 1/2 x (43.07 + 1.85) x 8
= 179.68 kN

9
3.2.2 Beban Hidup

(2 𝑥 𝑄𝑡𝑟 𝑥 𝑙𝑡) +(2 𝑥 𝑄𝑢𝑑𝑙 𝑥 𝑙𝑥 𝑥 50%)+(𝑞𝑢𝑑𝑙 𝑥 100% 𝑥 5.5)


QLLeq = xλ
𝐵
(2 𝑥 12 𝑥 1) +(2 𝑥 9 𝑥 0.25 𝑥 50%)+(9 𝑥 100% 𝑥 5.5)
= x5
8

= 47.35 kN/m
𝑃 𝑥 50% 𝑥 2 𝑥 𝑙𝑥 +𝑃 𝑥 100% 𝑥 5.5
PLLeq = 6
49 𝑥 50% 𝑥 2 𝑥 0.25 +49 𝑥 100% 𝑥 5.5
= 6

= 49.96 kN/m
QuLL = QLleq + PLleq
= 47.35 + 49.96
= 97.31 kN/m
Momen dan gaya geser akibat beban hidup max
MLL = 1/8 x QuLL x L2
= 1/8 x 97.31 x 82
= 778.48 kNm
DLL = 1/2 x QuLL x L
= 1/2 x 97.31 x 8
= 389.24 Kn

10
3.2.3 Beban Angin

W =wxλx2
= 0.5 x 5 x 2
= 5 kN
𝑊𝑥2
Vw = 1.75
5𝑥2
= 1.75

= 5.71 kN
Mw = ¼ x 5.71 x 8
= 11.42 kNm
3.2.4 Total Beban Pada Gelagar Melintang
Mu = 1.2 x 359.36 + 1.6 x 778.48 x 70% + 11.42
= 1314.55 kNm
Du = 1.2 x 179.68 + 1.6 x 389.24 x 70% + 5.71
= 657.27 kN

11
3.3 Beban Gelagar Induk

3.3.1 Akibat Beban Mati

Berat Rangka *asumsi =2 kN/m


PD = Reaksi Gelagar Melintang + Berat Rangka
164.4𝑥2
= 179.68 + 8

= 220.78 x 1.2
= 264.94 kN
Hitung Gaya Batang Akibat Beban Mati
½ PD = 132.47 kN
PD = 264.94 kN
Va=Vb = ½ x ∑ PD
= 1059.76 kN
Sudut Struktur Rangka
Arc tgn (5/2.5) = 63.43o

12
a) Tinjau terhadap titik A
Σ𝑉 = 0
1
+𝑉𝑎 − 2 × 𝑃𝐷 + 𝑑1 × sin 63.43 =0

+1059.76 − 132.47 + 𝑑1 × sin 63.43 =0


927.29 +𝑑1 × sin 63.43 =0
d1 = -1036.79 kN (Tekan)

Σ𝐻 = 0
𝑑1 × cos 63.43 + 𝑏1 = 0
−463.75 + 𝑏1 = 0
b1 = +463.75 kN (Tarik)

b) Tinjau terhadap titik C


Σ𝑉 = 0
+𝑑1 × sin 63.43 − 𝑑2 × sin 63.43 = 0
+927.3 − 𝑑2 × sin 63.43 = 0
d2 = + 1036.79 kN (Tarik)

Σ𝐻 = 0
+𝑑1 × cos 63.43 + 𝑑2 × cos 63.43 + 𝑎1 = 0
463.75 + 463.75 + 𝑎1 = 0
a1 = -927.5 kN (Tekan)

c) Tinjauan terhadap titik D


Σ𝑉 = 0
+𝑑2 × sin 63.43 + 𝑑3 × sin 63.43 − 𝑃𝑑 = 0
+927.3 + 𝑑3 × sin 63.43 − 264.94 = 0
d3 = -740.6 kN (Tekan)
Σ𝐻 = 0
−𝑑2 × cos 63.43 + 𝑑3 × cos 63.43 − 𝑏1 +
𝑏2 = 0
−463.7 − 331.3 − 463.75 + 𝑏2 = 0
b2 = +1258.75 kN (Tarik)

13
d) Tinjauan terhadap titik E
Σ𝑉 = 0
+𝑑3 × sin 63.43 − 𝑑4 × sin 63.43 = 0
+662.4 − 𝑑4 × sin 63.43 = 0
d4 = +740.6 kN (Tarik)

Σ𝐻 = 0
+𝑑3 × cos 63.43 + 𝑑4 × cos 63.43 + 𝑎1 +
𝑎2 = 0
331.3 + 331.3 + 927.5 + 𝑎2 = 0
a2 = -1590.1 kN (Tekan)
e) Tinjauan terhadap titik F
Σ𝑉 = 0
+𝑑4 × sin 63.43 + 𝑑5 × sin 63.43 − 𝑃𝑑 = 0
+662.4 + 𝑑5 × sin 63.43 − 264.94 = 0
d5 = 444.4 kN (Tekan)

Σ𝐻 = 0
−𝑑4 × cos 63.43 + 𝑑5 × cos 63.43 − 𝑏2 +
𝑏3 = 0
−331.3 − 198.8 − 1258.75 + 𝑏3 = 0
b3 = +1788.85 kN (Tarik)
f) Tinjauan terhadap titik G
Σ𝑉 = 0
+𝑑5 × sin 63.43 − 𝑑6 × sin 63.43 = 0
+397.5 − 𝑑6 × sin 63.43 = 0
d6 = +444.4 kN (Tarik)

Σ𝐻 = 0
+𝑑5 × cos 63.43 + 𝑑6 × cos 63.43 + 𝑎2 +
𝑎3 = 0
198.8 + 198.8 + 1590.1 + 𝑎3 = 0
a3 = -1987.7 kN (Tekan)
g) Tinjauan terhadap titik H

14
Σ𝑉 = 0
+𝑑6 × sin 63.43 + 𝑑7 × sin 63.43 − 𝑃𝑑 = 0
+397.5 + 𝑑5 × sin 63.43 − 264.94 = 0
d7 = 148.2 kN (Tekan)

Σ𝐻 = 0
−𝑑6 × cos 63.43 + 𝑑7 × cos 63.43 − 𝑏3 +
𝑏4 = 0
−198.8 − 66.3 − 1788.85 + 𝑏4 = 0
b4 = +2053.95 kN (Tarik)

a) Tinjauan terhadap titik I


Σ𝑉 = 0
+𝑑7 × sin 63.43 − 𝑑8 × sin 63.43 = 0
+132.5 − 𝑑8 × sin 63.43 = 0
d8 = +148.2 kN (Tarik)

Σ𝐻 = 0
+𝑑7 × cos 63.43 + 𝑑8 × cos 63.43 + 𝑎2 +
𝑎3 = 0
66.3 + 66.3 + 1987.7 + 𝑎3 = 0
a4 = -2120.3 kN (Tekan)

Karena bentuk rangka batang simetris cukup dihitung setengah bentang saja.
jadi :
a1 = a7 b1 = b8 d1 = d2 = d15 = d16
a2 = a6 b2 = b7 d3 = d4 = d14 = d13
a3 = a5 b3 = b6 d5 = d6 = d12 = d11
b4 = b5 d7 = d8 = d9 = d10

15
Gaya-gaya Batang Akibat Beban Mati Pdl Dengan Metoda Kesetimbangan Titik Simpul.

No GAYA BATANG (kN)


Batang Tekan Tarik
a1 927.5
a2 1590.1
a3 1987.7
a4 2120.3
a5 1987.7
a6 1590.1
a7 927.5
b1 463.75
b2 1258.75
b3 1788.85
b4 2053.95
b5 2053.95
b6 1788.85
b7 1258.75
b8 463.75
d1 1036.79
d2 1036.79
d3 740.6
d4 740.6
d5 444.4
d6 444.4
d7 148.2
d8 148.2
d9 148.2
d10 148.2
d11 444.4
d12 444.4
d13 740.6
d14 740.6
d15 1036.79
d16 1036.79

16
Perhitungan Gaya batang akibat beban mati PDL menggunakan software MDSolids 4.0
didapatkan gaya sebagai berikut:

Keterangan : Tarik
Tekan

17
No GAYA BATANG (kN)
Batang Tekan Tarik
a1 927.29
a2 1589.64
a3 1987.05
a4 2119.52
a5 1987.05
a6 1589.64
a7 927.29
b1 463.65
b2 1258.47
b3 1788.35
b4 2053.29
b5 2053.29
b6 1788.35
b7 1258.47
b8 463.65
d1 1036.74
d2 1036.74
d3 740.53
d4 740.53
d5 444.32
d6 444.32
d7 148.11
d8 148.11
d9 148.11
d10 148.11
d11 444.32
d12 444.32
d13 740.53
d14 740.53
d15 1036.74
d16 1036.74

Hasil dari gaya-gaya batang menggunakan hitungan manual dengan hitungan software
hampir sama, dapat disimpulkan bahwa perhitungan gaya secara manual sama dengan
perhitungan gaya software.

18
3.3.2 Akibat Beban Angin

W = 50-75 kg/cm2 ; diambil W=50 kg/cm2 = 0,5 kN/m2


w' = w.h’.L
w’ = 0,5 . 1 . 40 = 20 kN
wL = w.2.L
= 0,5 . 2 . 40 = 40 kN
𝐿+(𝐿−2λ)
WR = 0,3 x ( 𝑥 𝐻)
2
40+(40−2(5))
= 0,3 x ( 𝑥 5) = 52.5 kN
2

∑ 𝑀𝑑𝐴 = 0 = w’.1/2 . h’ + WR. 1/3 . H + WL . (h’+2) – VW . B


w’.1/2 .h’ + WR.1/3 .H + WL .(h’+2)
Vw = 𝐵
20.1/2 .1 + 52.5.1/3 .5 + 40 .(1+2)
= = 27,2 kN
8
𝑉𝑤 27,2
Pw = 𝑛−1 = 9−1 = 3,4 kN
∑𝑃𝑤 27,2
Va = Vb = = = 13.6 kN
2 2

19
Contoh perhitungan akibat beban Angin
a) Tinjau terhadap titik A
Σ𝑉 = 0
1
+𝑉𝑎 − 2 × 𝑃𝑤 + 𝑑1 × sin 63,43 =0

+13,6 − 1,7 + 𝑑1 × sin 63,43 =0


11,9 + 𝑑1 × sin 63,43 =0
d1 = -13,3 kN (Tekan)

Σ𝐻 = 0
𝑑1 × cos 63.43 + 𝑏1 = 0
−5,95 + 𝑏1 = 0
b1 = +5,95 kN (Tarik)

a) Tinjau terhadap titik C


Σ𝑉 = 0
+𝑑1 × sin 63,43 − 𝑑2 × sin 63,43 = 0
+11,9 − 𝑑2 × sin 63,43 = 0
d2 = + 13,3 kN (Tarik)

Σ𝐻 = 0
+𝑑1 × cos 63,43 + 𝑑2 × cos 63,43 + 𝑎1 = 0
5,95 + 5,95 + 𝑎1 = 0
a1 = -11,9 kN (Tekan)

20
Perhitungan Gaya batang akibat beban mati Pw menggunakan software MDSolids 4.0
didapatkan gaya sebagai berikut:

Keterangan :
Tarik
Tekan

21
Tabel Gaya-gaya batang akibat angin dengan Program MDSolids 4.0

No GAYA BATANG (kN)


Batang Tekan Tarik
a1 11,9
a2 20,4
a3 25,5
a4 27,2
a5 25,5
a6 20,4
a7 11,9
b1 5,95
b2 16,15
b3 22,95
b4 26,35
b5 26,35
b6 22,95
b7 16,15
b8 5,95
d1 13,3
d2 13,3
d3 9,5
d4 9,5
d5 5,7
d6 5,7
d7 1,9
d8 1,9
d9 1,9
d10 1,9
d11 5,7
d12 5,7
d13 9,5
d14 9,5
d15 13,3
d16 13,3
Perbandingan antara contoh perhitungan manual dengan perhitungan menggunakan software
sama jadi perhitungan software bisa kita ambil.

22
3.3.3 Akibat Beban Hidup
L= 40 m
qudl = 9 kN/m2
qtrotoar = 12 kN/m2
qKEL= 49 kN/m2
5,5
𝑞𝑡.𝑙𝑡+𝑞𝑢𝑑𝑙.50%.𝑙𝑥+𝑞𝑢𝑑𝑙.100%.
2
qLL = 𝐵
2
5,5
12.1+9.50%.0,25+9.100%.
2
= 8 = 9,5 kN/m
2

PLL = (PKEL100% . 2,75 + Lx . PKEL50% )


= (49 x 2,75 + 24,5 x 0,25 )
= 140,9 kN

Gaya-gaya batang akibat beban hidup pada rangka induk dicari dengan metode garis pengaruh
sebagai berikut:

23
Pada saat P=1 satuan di titik,
𝑃 × 8𝜆
𝐴 → 𝑉𝑎 = =1
8𝜆
𝑃 × 7𝜆
𝐷 → 𝑉𝑎 = = 0,875
8𝜆
𝑃 × 6𝜆
𝐹 → 𝑉𝑎 = = 0,75
8𝜆
𝑃 × 5𝜆
𝐻 → 𝑉𝑎 = = 0,625
8𝜆
𝑃 × 4𝜆
𝐽 → 𝑉𝑎 = = 0,5
8𝜆
𝑃 × 3𝜆
𝐿 → 𝑉𝑎 = = 0,375
8𝜆
𝑃 × 2𝜆
𝑁 → 𝑉𝑎 = = 0,25
8𝜆
𝑃×𝜆
𝑃 → 𝑉𝑎 = = 0,125
8𝜆
𝑃 × 0𝜆
𝐵 → 𝑉𝑎 = =0
8𝜆

a. Garis Pengaruh Batang D1, A1, A2, A3, Dan A4

TITIK Va SD1 SA1 SA2 SA3 SA4


A 1,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
D 0,875 -0,978 -0,875 -0,750 -0,625 -0,500
F 0,750 -0,839 -0,750 -1,500 -1,250 -1,000
H 0,625 -0,699 -0,625 -1,250 -1,875 -1,500
J 0,500 -0,559 -0,500 -1,000 -1,500 -2,000
MAX -0,978 -0,875 -1,500 -1,875 -2,00
TEKAN
-323,73 -289,54 -496,35 -620,44 -661,80
MAX (kN)

24
Contoh Perhitungan
Mencari SA ketika P=1 satuan pada titik D

∑𝑉 = 0

𝑉𝑎 + 𝑆𝐷1 𝑠𝑖𝑛𝛼 = 0
−𝑉𝑎 −0,875
𝑆𝐷1 (𝐶) = = = (−)𝟎, 𝟗𝟕𝟖 (𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑠𝑖𝑛63,43𝑜

∑ 𝑀𝐷 = 0

(𝑉𝑎 × 𝜆) + (𝑆𝐴2 × ℎ) = 0
−𝑉𝑎 × 𝜆 −0,875 × 5
𝑆𝐴1 (𝐶) = = = (−)𝟎, 𝟖𝟕𝟓 (𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏)
ℎ 5

∑ 𝑀𝐹 = 0

(𝑉𝑎 × 2𝜆) − (𝑃 × 𝜆) + (𝑆𝐴3 × ℎ) = 0


(−𝑉𝑎 × 2𝜆) + (𝑃 × 𝜆) (−0,875 × (2 × 5)) + (1 × 5)
𝑆𝐴2 (𝐶) = =
ℎ 5
𝑺𝑨𝟐 (𝑪) = (−)𝟎, 𝟕𝟓 (𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏)

∑ 𝑀𝐻 = 0

(𝑉𝑎 × 3𝜆) − (𝑃 × 2𝜆) + (𝑆𝐴4 × ℎ) = 0


(−𝑉𝑎 × 3𝜆) + (𝑃 × 2𝜆)
𝑆𝐴3 (𝐶) =

(−0,875 × (3 × 5)) + (1 × 2 × 5)
𝑆𝐴3 (𝐶) =
5
𝑺𝑨𝟑 (𝑪) = (−)𝟎, 𝟔𝟐𝟓 (𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏)

∑ 𝑀𝐽 = 0

(𝑉𝑎 × 4𝜆) − (𝑃 × 3𝜆) + (𝑆𝐴5 × ℎ) = 0


(−𝑉𝑎 × 4𝜆) + (𝑃 × 3𝜆)
𝑆𝐴4 (𝐶) =

(−0,875 × (4 × 5)) + (1 × 3 × 5)
𝑆𝐴4 (𝐶) =
5
𝑺𝑨𝟒 (𝑪) = (−)𝟎, 𝟓 (𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏)

Mencari gaya batang maks SD1

25
Ymax = - 0,978
1
𝐺𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑥 = (𝑃𝐿𝐿 × 𝑌𝑚𝑎𝑥 ) + (𝑞𝐿𝐿 × 𝐿 × 𝑌𝑚𝑎𝑥 )
2
1
𝐺𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑥 = (140,9 × −0,978) + (12 × 40 × −0,978)
2
𝑮𝒂𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒌𝒂𝒏 𝐦𝐚𝐱 = (−)𝟑𝟕𝟐, 𝟔𝟒 𝒌𝑵 (𝒕𝒆𝒌𝒂𝒏)

Nilai D1 = D16
Nilai A1 = A7
Nilai A2 = A6
Nilai A3 = A5

26
Gambar Garis Pengaruh Batang D1, A1, A2, A3, Dan A4

27
b. Garis pengaruh batang B (SB)

TITIK Va SB1 SB2 SB3 SB4


A 1,000 0,000 0,000 0,000 0,000
C 0,875 0,438 0,813 0,688 0,563
E 0,750 0,375 1,125 1,375 1,125
G 0,625 0,313 0,938 1,563 1,688
I 0,500 0,250 0,750 1,250 1,750
MAX 0,438 1,125 1,563 1,750
TEKAN MAX 144,769 372,263 517,031 579,075

Contoh Perhitungan
Mencari SA ketika P=1 satuan pada titik C

∑ 𝑀𝐶 = 0

(𝑉𝑎 × 0,5𝜆) − (𝑆𝐵1 × ℎ) = 0


𝑉𝑎 × 0,5𝜆 0,875 × 0,5 × 5
𝑆𝐵1 (𝐶) = = = 𝟎, 𝟒𝟑𝟖 (𝑻𝒂𝒓𝒊𝒌)
ℎ 5

∑ 𝑀𝐸 = 0

(𝑉𝑎 × 1,5𝜆) − (𝑃 × 0,5𝜆) − (𝑆𝐵2 × ℎ) = 0


(𝑉𝑎 × 1,5𝜆) − (𝑃 × 0,5𝜆)
𝑆𝐵2 (𝐶) =

(0,875 × (1,5 × 5)) − (1 × 0,5 × 5)
𝑆𝐵2 (𝐶) =
5
𝑺𝑩𝟐 (𝑪) = 𝟎, 𝟖𝟏𝟑 (𝑻𝒂𝒓𝒊𝒌)

∑ 𝑀𝐺 = 0

(𝑉𝑎 × 2,5𝜆) − (𝑃 × 1,5𝜆) − (𝑆𝐵3 × ℎ) = 0


(𝑉𝑎 × 2,5𝜆) − (𝑃 × 1,5𝜆)
𝑆𝐵3 (𝐶) =

(0,875 × (2,5 × 5)) − (1 × 1,5 × 5)
𝑆𝐵3 (𝐶) =
5
𝑺𝑩𝟑 (𝑪) = 𝟎, 𝟔𝟖𝟖(𝑻𝒂𝒓𝒊𝒌)

∑ 𝑀𝐼 = 0

28
(𝑉𝑎 × 3,5𝜆) − (𝑃 × 2,5𝜆) − (𝑆𝐵4 × ℎ) = 0
(𝑉𝑎 × 3,5𝜆) − (𝑃 × 2,5𝜆)
𝑆𝐵4 (𝐶) =

(0,875 × (3,5 × 5)) − (1 × 2,5 × 5)
𝑆𝐵4 (𝐶) =
5
𝑺𝑩𝟒 (𝑪) = 𝟎, 𝟓𝟔𝟑(𝑻𝒂𝒓𝒊𝒌)

Mencari gaya batang maks SB1


Ymax = 0,438
1
𝐺𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑥 = (𝑃𝐿𝐿 × 𝑌𝑚𝑎𝑥 ) + (𝑞𝐿𝐿 × 𝐿 × 𝑌𝑚𝑎𝑥 )
2
1
𝐺𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑥 = (140,9 × 0,438) + (12 × 40 × 0,438)
2
𝑮𝒂𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒌𝒂𝒏 𝐦𝐚𝐱 = 𝟏𝟔𝟔, 𝟔𝟒𝟒 (𝒕𝒂𝒓𝒊𝒌)

Nilai B1 = B8
Nilai B2 = B7
Nilai B3 = B6
Nilai B4 = B5

29
Gambar Garis Pengaruh Batang B1, B2, B3, dan B4

30
c. Garis pengaruh batang D2 , D3 , D4 , D5 , D6 , D7, dan D8

TITIK Va SD2 SD3 SD4 SD5 SD6 SD7 SD8


A 1,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000
D 0,875 0,140 -0,140 0,140 -0,140 0,140 -0,140 0,140
F 0,750 -0,839 0,839 0,280 -0,280 0,280 -0,280 0,280
H 0,625 -0,699 0,699 -0,699 0,699 0,419 -0,419 0,419
J 0,500 -0,559 0,559 -0,559 0,559 -0,559 0,559 0,559
MAX TEKAN -0,839 -0,140 -0,699 -0,280 -0,559 -0,419 0
MAX TARIK 0,140 0,839 0,280 0,699 0,419 0,559 0,559

TEKAN MAX -277,480 -46,247 -231,233 -92,493 -184,987 -138,740 0

TARIK MAX 46,247 277,480 92,493 231,233 138,740 184,987 184,987

Contoh perhitungan
Mencari SD ketika P=1 satuan pada titik D

∑𝑉 = 0

𝑉𝑎 + 𝑆𝐷2 𝑠𝑖𝑛𝛼 = 0
−𝑉𝑎 −0,750
𝑆𝐷2 (𝐸) = = = −𝟎, 𝟖𝟑𝟗 (𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑠𝑖𝑛63,43𝑜

∑𝑉 = 0

𝑉𝑎 − 𝑆𝐷3 𝑠𝑖𝑛𝛼 = 0
𝑉𝑎 0,750
𝑆𝐷3 (𝐸) = = = 𝟎, 𝟖𝟑𝟗 (𝑻𝒂𝒓𝒊𝒌)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑠𝑖𝑛63,43𝑜

∑𝑉 = 0

𝑉𝑎 − 𝑃 + 𝑆𝐷4 𝑠𝑖𝑛𝛼 = 0
−𝑉𝑎 + 𝑃 −0,750 + 1
𝑆𝐷4 (𝐸) = = = 𝟎, 𝟐𝟖𝟎 (𝑻𝒂𝒓𝒊𝒌)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑠𝑖𝑛63,43𝑜

∑𝑉 = 0

𝑉𝑎 − 𝑃 − 𝑆𝐷5 𝑠𝑖𝑛𝛼 = 0
𝑉𝑎 − 𝑃 0,750 − 1
𝑆𝐷5 (𝐸) = = = −𝟎, 𝟐𝟖𝟎 (𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑠𝑖𝑛63,43𝑜

31
∑𝑉 = 0

𝑉𝑎 − 𝑃 + 𝑆𝐷6 𝑠𝑖𝑛𝛼 = 0
−𝑉𝑎 + 𝑃 −0,750 + 1
𝑆𝐷6 (𝐸) = = = 𝟎, 𝟐𝟖𝟎 (𝑻𝒂𝒓𝒊𝒌)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑠𝑖𝑛63,43𝑜

∑𝑉 = 0

𝑉𝑎 − 𝑃 − 𝑆𝐷7 𝑠𝑖𝑛𝛼 = 0
𝑉𝑎 − 𝑃 0,750 − 1
𝑆𝐷7 (𝐸) = = = −𝟎, 𝟐𝟖𝟎 (𝑻𝒆𝒌𝒂𝒏)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑠𝑖𝑛63,43𝑜

∑𝑉 = 0

𝑉𝑎 − 𝑃 + 𝑆𝐷8 𝑠𝑖𝑛𝛼 = 0
−𝑉𝑎 + 𝑃 −0,750 + 1
𝑆𝐷8 (𝐸) = = = 𝟎, 𝟐𝟖𝟎 (𝑻𝒂𝒓𝒊𝒌)
𝑠𝑖𝑛𝛼 𝑠𝑖𝑛63,43𝑜

Mencari gaya batang maks SD2


Ymax = -0,839(Tekan)
Ymax = 0,140(Tarik)

1
𝐺𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑥 = (𝑃𝐿𝐿 × 𝑌𝑚𝑎𝑥 ) + (𝑞𝐿𝐿 × 𝐿 × 𝑌𝑚𝑎𝑥 )
2
1
𝐺𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑥 = (140,9 × −0,839) + (12 × 40 × −0,839)
2
𝑮𝒂𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒌𝒂𝒏 𝐦𝐚𝐱 = −𝟑𝟏𝟗, 𝟒𝟎𝟖 𝒌𝑵 (𝒕𝒆𝒌𝒂𝒏)

1
𝐺𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑥 = (𝑃𝐿𝐿 × 𝑌𝑚𝑎𝑥 ) + (𝑞𝐿𝐿 × 𝐿 × 𝑌𝑚𝑎𝑥 )
2
1
𝐺𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑥 = (140,9 × 0,14) + (12 × 40 × 0,14)
2
𝑮𝒂𝒚𝒂 𝒕𝒆𝒌𝒂𝒏 𝐦𝐚𝐱 = 𝟓𝟑, 𝟐𝟒 (𝒕𝒂𝒓𝒊𝒌)

32
Nilai D2 = D15
Nilai D3 = D14
Nilai D4 = D13
Nilai D5 = D12
Nilai D6 = D11
Nilai D7 = D10
Nilai D8 = D9

33
Gambar Garis Pengaruh Batang D2 , D3 , D4 , D5 , D6 , D7, dan D8

34
Beban Mati Beban Angin Beban Hidup Beban Kombinasi Gaya Batang Desain
No Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya
Gaya Tekan
Batang Tekan Tarik Tekan Tarik Tarik Tekan Tarik Tekan Tarik
(kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN)
a1 -927,5 -11,9 -289,54 -1582,214
a2 -1590,1 -20,4 -496,35 -2712,480
a3 -1987,7 -25,5 -620,44 -3390,694
a4 -2120,3 -27,2 -661,8 -3616,840 -3616,84
a5 -1987,7 -25,5 -620,44 -3390,694
a6 -1590,1 -20,4 -496,35 -2712,480
a7 -927,5 -11,9 -289,54 -1582,214
b1 463,75 5,95 144,769 791,105
b2 1258,75 16,15 372,263 2114,196
b3 1788,85 22,95 517,031 2985,345
b4 2053,95 26,35 579,075 3404,435
3404,435
b5 2053,95 26,35 579,075 3404,435
b6 1788,85 22,95 517,031 2985,345
b7 1258,75 16,15 372,263 2114,196
b8 463,75 5,95 144,769 791,105

TABEL KOMBINASI PEMBEBANAN

35
Beban Mati Beban Angin Beban Hidup Beban Kombinasi Gaya Batang Desain
No Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya Gaya
Gaya Tekan
Batang Tekan Tarik Tekan Tarik Tarik Tekan Tarik Tekan Tarik
(kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN) (kN)
d1 -1036,79 -13,3 -323,73 0,000 -1768,766 0,000
d2 1036,79 13,3 -277,48 46,247 -443,968 1324,793
d3 -740,6 -9,5 -46,247 277,48 -967,465 443,968
d4 740,6 9,5 -231,233 92,493 -369,973 1041,459
d5 -444,4 -5,7 -92,493 231,233 -684,119 369,973
d6 444,4 5,7 -184,987 138,74 -295,979 758,114
d7 -148,2 -1,9 -138,74 184,987 -400,774 295,979
d8 148,2 1,9 0 184,987 0,000 474,769
-1768,766 1324,7932
d9 148,2 1,9 0 184,987 0,000 474,769
d10 -148,2 -1,9 -138,74 184,987 -400,774 295,979
d11 444,4 5,7 -184,987 138,74 -295,979 758,114
d12 -444,4 -5,7 -92,493 231,233 -684,119 369,973
d13 740,6 9,5 -231,233 92,493 -369,973 1041,459
d14 -740,6 -9,5 -46,247 277,48 -967,465 443,968
d15 1036,79 13,3 -277,48 46,247 -443,968 1324,793
d16 -1036,79 -13,3 -323,73 0,000 -1768,766 0,000

TABEL KOMBINASI PEMBEBANAN

36
BAB IV
PERENCANAAN DIMENSI GELAGAR

4.1 Perencanaan Dimensi Gelagar Memanjang

Mutu baja : BJ 50
a. Fy : 290 MPa = 2900 kN/m2
b. Fu : 500 MPa = 5000 kN/m2
𝜙 = 0,9
Mu = 199,75 kNm

Koefisien penampang plastis untuk WF = 1,12 (khusus untuk profil I.WF)


𝑀𝑢 ≤ 𝜙𝑀𝑛
𝑀𝑛 = 1,12 × 𝑆𝑥 × 𝐹𝑦
𝑀𝑢 × 103
𝑆𝑥 =
1,12 × 𝐹𝑦
199,75 𝑥 106
𝑆𝑥𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢 =
0,9 × 1,12 × 290
𝑺𝒙𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 = 𝟔𝟖𝟑𝟑𝟐𝟔, 𝟓 𝒎𝒎𝟑 ≈ 𝟔𝟖𝟑, 𝟑𝟑 𝒄𝒎𝟑
Coba IWF 350.175.7.11

4.1.1 Kontrol Terhadap Kekuatan

𝑏 175
𝜆= = = 𝟏𝟓, 𝟗𝒄𝒎;
𝑡𝑓 11

𝐸 200000
𝜆𝑝 = 1,76√𝐹𝑦 = 1,76√ = 𝟒𝟔, 𝟐𝟐𝒄𝒎
290

𝜆 < 𝜆𝑝 Penampang kompak


Mn = Mp
Mp = 1,12 X Sx X fy
= 1,12 X 775 X 103 X 290
= 251720000 kNmm

Syarat : Mu ≤ Mn Ø

37
199,75 × 106 ≤ 251720000 × 0,9
199,75 × 106 ≤ 226548000 → OK

4.1.2 Kontrol Terhadap Bentang

Lb = λ = 5m = 500 cm

𝐸
𝐿𝑝 = 1,76 × 𝑖𝑦 × √
𝑓𝑦

200000
= 1,76 × 3,95 × √ = 182,6 𝑐𝑚
290

Lb > Lp → balok labil


1
𝑗= × ((ℎ × 𝑡𝑓 3 ) + (2 × 𝑏 × 𝑡𝑤 3 ))
3
1
𝑗= × ((35 × 1,13 ) + (2 × 17,5 × 0,73 ))
3
𝒋 = 𝟏𝟗, 𝟓𝟑 𝒄𝒎𝟒
𝑮 = 𝟖𝟎. 𝟎𝟎𝟎 𝑴𝑷𝒂 = 𝟖𝟎𝟎. 𝟎𝟎𝟎 𝒌𝒈/𝒄𝒎𝟐

𝑬 = 𝟐𝟎𝟎. 𝟎𝟎𝟎 𝑴𝑷𝒂 = 𝟐. 𝟎𝟎𝟎. 𝟎𝟎𝟎 𝒌𝒈/𝒄𝒎𝟐


𝐹𝐿 = 0,70 𝐹𝑦 = 0,70 × 290 = 203 𝑀𝑃𝑎 = 𝟐. 𝟎𝟑𝟎 𝒌𝒈/𝒄𝒎𝟐

𝜋 𝐸 × 𝐺 × 𝑗 × 𝐴
𝑋1 = √
𝑆𝑥 2

3,14 2.000.000 × 800.000 × 19,53 × 63,14


𝑋1 = √
775 2
𝒌𝒈
𝑿𝟏 = 𝟏𝟐𝟕𝟐𝟐𝟐, 𝟏𝟔
𝒄𝒎𝟐

ℎ2
𝑆𝑥 2 𝐼𝑦 ×
𝑋2 = 4 × ( ) × ( 4)
𝑗 × 𝐺 𝐼𝑦

2 352
775 984 ×
𝑋2 = 4 × ( ) × ( 4 )
19,53 × 800.000 984

𝑿𝟐 = 𝟑, 𝟎𝟏 × 𝟏𝟎−𝟔 𝒄𝒎𝟒 /𝒌𝒈


38
𝑋1 × 𝑖𝑦
𝐿𝑟 = √1 + √1 + (𝑋2 × 𝐹𝐿2 )
𝐹𝐿
127222,16 × 3,95
𝐿𝑟 = √1 + √1 + (3,01 × 10−6 × 20302 )
2030
𝑳𝒓 = 𝟓𝟑𝟒, 𝟒𝟓 𝒄𝒎

Jadi, Lp < Lb < Lr


182,6 < 500 < 534,45
Balok dalam kondisi tekuk inelastis
𝑀𝑟 = 𝑆𝑥 × 𝐹𝐿
𝑀𝑟 = 775 × 2030
𝑴𝒓 = 𝟏𝟓𝟕𝟑𝟐𝟓𝟎 𝒌𝒈𝒄𝒎
𝑴𝒓 = 𝟏𝟓𝟕𝟑𝟐𝟓 𝑵𝒎
𝑀𝑝 = 𝐹𝑦 × 1,12 × 𝑆𝑥
𝑀𝑝 = 290 × 1,12 × 775
𝑴𝒑 = 𝟐𝟓𝟏𝟕𝟐𝟎 𝑵𝒎
𝐿𝑟 − 𝐿𝑏
𝑀𝑛 = 𝐶𝑏 × (𝑀𝑅 + (𝑀𝑝 − 𝑀𝑅 ) × ) ≤ 𝑀𝑝
𝐿𝑟 − 𝐿𝑝
534,45 − 500
𝑀𝑛 = 1 × (157325 + (251720 − 157325)) × ≤ 𝑀𝑝
534,45 − 182,6
𝑴𝒏 = 𝟏𝟔𝟔𝟓𝟔𝟕, 𝟑 𝑵𝒎

Syarat :
𝑀𝑢 ≤ 𝜙𝑀𝑛
𝟏𝟗𝟗, 𝟕𝟓 𝒌𝑵𝒎 ≤ 𝟏𝟔𝟔, 𝟓𝟔𝟕𝒌𝑵𝒎 𝑵𝑶𝑻 𝑶𝑲!
Balok Perlu Stiffner
500
= 2,7 ≈ 3 space
182,6

166,67 166,67 166,67

500

39
4.1.3 Memeriksa terhadap geser

𝑽𝒖 = 𝟏𝟓𝟗, 𝟕𝟗 𝒌𝑵
Kn = 5

Syarat

ℎ 35 𝐾𝑛 × 𝐸
= = 𝟓𝟎 < 1,1√
𝑡𝑤 0,7 𝐹𝑦

ℎ 35 5 × 200.000
= = 𝟓𝟎 < 1,1√ = 𝟔𝟒, 𝟓𝟗 ; 𝑶𝑲
𝑡𝑤 1,2 290

𝑉𝑛 = 0,6 × 𝐹𝑦 × ℎ × 𝑡𝑤
𝑉𝑛 = 0,6 × 290 × 35 × 0,7
𝑽𝒏 = 𝟒𝟐𝟔𝟑 𝒌𝑵
Syarat :
𝑉𝑢 < 𝜙 𝑉𝑛
159,79 < 0,9 𝑥 4263
𝟏𝟓𝟗, 𝟕𝟗 𝒌𝑵 < 𝟑𝟖𝟑𝟔, 𝟕𝒌𝑵; 𝑶𝑲
IWF 350.175.7.11 dapat dipakai untuk gelagar memanjang

40
4.2 Perencanaan Dimensi Gelagar Melintang

Mutu baja : BJ 50
c. Fy : 290 MPa = 2900 kN/m2
d. Fu : 500 MPa = 5000 kN/m2
𝜙 = 0,9
Mu = 1314,55 kNm

Koefisien penampang plastis untuk WF = 1,12 (khusus untuk profil I.WF)


𝑀𝑢 ≤ 𝜙𝑀𝑛
𝑀𝑛 = 1,12 × 𝑆𝑥 × 𝐹𝑦
𝑀𝑢 × 103
𝑆𝑥 =
1,12 × 𝐹𝑦
1314,55 𝑥 106
𝑆𝑥𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢 =
0,9 × 1,12 × 290
𝑺𝒙𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 = 𝟒𝟒𝟗𝟔𝟗𝟓𝟓, 𝟒 𝒎𝒎𝟑 ≈ 𝟒𝟒𝟗𝟕𝒄𝒎𝟑
Coba IWF 428.407.20.35

4.2.1 Kontrol Terhadap Kekuatan

𝑏 407
𝜆= = = 𝟏𝟏, 𝟔 𝒄𝒎;
𝑡𝑓 35

𝐸 200000
𝜆𝑝 = 1,76√𝐹𝑦 = 1,76√ = 𝟒𝟔, 𝟐𝟐𝒄𝒎
290

𝜆 < 𝜆𝑝 Penampang kompak


Mn = Mp
Mp = 1,12 X Sx X fy
= 1,12 X 5570 X 103 X 290
= 1809136000 kNmm

Syarat : Mu ≤ Mn Ø
1314,55 × 106 ≤ 1809136000 × 0,9
199,75 × 106 ≤ 1628222400 → OK

41
4.2.2 Kontrol Terhadap Bentang

Lb = B = 1,35m = 135 cm

𝐸
𝐿𝑝 = 1,76 × 𝑖𝑦 × √
𝑓𝑦

200000
= 1,76 × 10,4 × √ = 480,7 𝑐𝑚
290

Karena Lb < Lp, maka,


Mn = Mp
Mp = 1,12 X Sx X fy
= 1,12 X 5570 X 103 X 290
= 1809136000 kNmm

Syarat : Mu ≤ Mn Ø
1314,55 × 106 ≤ 1809136000 × 0,9
199,75 × 106 ≤ 1628222400 → OK

42
4.2.3 Memeriksa Terhadap Geser

𝑽𝒖 = 𝟔𝟓𝟕, 𝟐𝟕 𝒌𝑵

Kn = 5
Syarat

ℎ 42,8 𝐾𝑛 × 𝐸
= = 𝟐𝟏, 𝟒 < 1,1√
𝑡𝑤 2 𝐹𝑦

ℎ 42,8 5 × 200.000
= = 𝟐𝟏, 𝟒 < 1,1√ = 𝟔𝟒, 𝟓𝟗 ; 𝑶𝑲
𝑡𝑤 2 290

𝑉𝑛 = 0,6 × 𝐹𝑦 × ℎ × 𝑡𝑤
𝑉𝑛 = 0,6 × 290 × 42,8 × 2
𝑽𝒏 = 𝟏𝟒𝟖𝟗𝟒, 𝟒 𝒌𝑵
Syarat :
𝑉𝑢 < 𝜙 𝑉𝑛
657,27 < 0,9 𝑥 14894,4
𝟔𝟓𝟕, 𝟐𝟕 𝒌𝑵 < 𝟏𝟑𝟒𝟎𝟒, 𝟗𝟔 𝒌𝑵; 𝑶𝑲
IWF 428.407.20.35 dapat dipakai untuk gelagar memanjang

4.3 Perencanaan Dimensi Gelagar Induk

4.3.1 Perencanaan Batang Bawah (B)

Gaya tarik maksimum (Nu) = 3404,435kN = 3404435 N


Panjang batang (L) = 500 cm
Elastisitas baja = 200.000 MPa
BJ Baja = BJ – 50
Fy = 290 MPa
Fu = 500 MPa
Φt = 0,9
U (koefisien reduksi) = 0,85
Diameter baut = 1 inchi ≈ 25,4 mm (Baut tanpa ulir pada bidang geser)
Asumsi tf = 16 mm
43
Asumsi n baut = 4 bh

1. Luas Profil Rencana (Ag perlu)


𝑁𝑢 3404435
𝐴𝑔1 = = = 𝟏𝟑𝟎𝟒𝟑, 𝟖 𝒎𝒎𝟐
𝜙𝑡 × 𝐹𝑦 0,9 × 290
𝑁𝑢
𝐴𝑔2 = + ∑ 𝑙𝑢𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑎𝑢𝑡
𝜙𝑡 × 𝐹𝑢 × 𝑢
𝑁𝑢
𝐴𝑔2 = + (𝑛 × 𝑑ℎ × 𝑡𝑓)
𝜙𝑡 × 𝐹𝑢 × 𝑢
3404435
𝐴𝑔2 = + (4 × (25,4 + 1) × 16) = 𝟏𝟐𝟑𝟓𝟏𝒎𝒎𝟐
0,75 × 500 × 0,85
𝑺𝒆𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝑨𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝟏𝟑𝟎𝟒𝟑, 𝟖 𝒎𝒎𝟐 = 𝟏𝟑𝟎, 𝟒𝟒𝒄𝒎𝟐

2. Jari – jari Girasi


𝐿 500
𝑟𝑚𝑖𝑛 = = = 2,08 𝑐𝑚
240 240

3. Kebutuhan Profil
Dicoba profil IWF 390.300.10.16 dengan data profil sebagai berikut:
Berat profil = 10,7 kN/m
Zx = 1980 cm3
Zy = 481 cm3
Ix = 38700 cm4
Iy = 7210 cm4
ix = 16,9 cm > rmin = 2,08 cm, OK
iy = 7,28 cm > rmin = 2,08 cm, OK
r = 22 cm
A = 136,0 cm2 > Ag perlu = 130,44 OK
h = 39 cm
b = 30 cm
tf = 1 cm
tw = 1,6 cm

4. Kontrol Profil
Terhadap kekuatan batang tarik
𝑁𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 1 = ∅𝑡 × 𝐹𝑦 × 𝐴𝑝𝑟𝑜𝑓𝑖𝑙 ≥ 𝑁𝑢𝑎𝑑𝑎
𝑁𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 1 = 0,9 × 290 × 13600 ≥ 3404435 N
44
𝑵𝒖𝒂𝒌𝒕𝒖𝒂𝒍 𝟏 = 𝟑𝟓𝟒𝟗𝟔𝟎𝟎 𝑵 ≥ 𝟑𝟒𝟎𝟒𝟒𝟑𝟓 𝐍, 𝐎𝐊

𝐴𝑛 = 𝐴𝑝𝑟𝑜𝑓𝑖𝑙 − (𝑛 × 𝑑ℎ × 𝑡𝑓)
𝐴𝑛 = 13600 − (4 × (25,4 + 1) × 16) = 𝟏𝟏𝟖𝟒𝟔, 𝟒 𝒎𝒎𝟐

𝐴𝑒 = 𝑢 × 𝐴𝑛 = 0,85 × 11846,4 = 𝟏𝟎𝟎𝟔𝟗, 𝟒 𝒎𝒎𝟐

𝑁𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 2 = ∅𝑡 × 𝐹𝑢 × 𝐴𝑒 ≥ 𝑁𝑢𝑎𝑑𝑎
𝑁𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 2 = 0,75 × 500 × 10069,4 ≥ 3404435 N
𝑵𝒖𝒂𝒌𝒕𝒖𝒂𝒍 𝟐 = 𝟑𝟕𝟕𝟔𝟎𝟐𝟓 𝑵 ≥ 𝟑𝟒𝟎𝟒𝟒𝟑𝟓 𝐍, 𝐎𝐊

Terhadap kelangsingan batang tarik


𝐿
𝜆𝑡𝑥 = ≤ 240
𝑟𝑥
500
𝜆𝑡𝑥 = ≤ 240
16,90
𝝀𝒕𝒙 = 𝟑𝟎 ≤ 𝟐𝟒𝟎, 𝑶𝑲

𝐿
𝜆𝑡𝑦 = ≤ 240
𝑟𝑦
500
𝜆𝑡𝑦 = ≤ 240
7,28
𝝀𝒕𝒙 = 𝟔𝟗 ≤ 𝟐𝟒𝟎, 𝑶𝑲

Profil IWF 390.300.10.16 untuk seluruh batang tarik (B) dapat digunakan, karena telah
memenuhi syarat kekuatan dan kelangsingan batang tarik.

4.3.2 Perencanaan Batang Atas (A)

Gaya tekan maks (Tu) = 3616,84 kN


= 3616840 N
Panjang tekuk (L) = 500 cm
Elastisitas Baja (E) = 200.000 MPa
BJ Baja = BJ – 50

45
Fy = 290 MPa
Fu = 500 MPa
∅cr = 0,85
𝑘 =1

1. Luas Profil Rencana (Ag perlu)


𝑇𝑢
𝐴𝑔 =
∅𝑐𝑟 × 𝑓𝑐𝑟
2
𝑓𝑐𝑟 = (0,658𝜆𝑐𝑟 ) 𝐹𝑦

𝑘×𝐿 𝐹𝑦
𝜆𝑐𝑟 = ×√
𝜋×𝑟 𝐸
𝑘𝐿
= 𝑑𝑖𝑎𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑑𝑎ℎ𝑢𝑙𝑢 = 100
𝑟

100 290
𝜆𝑐𝑟 = ×√ = 𝟏, 𝟐𝟏 < 𝟏, 𝟓𝟎, 𝑶𝑲
𝜋 200.000
2
𝐹𝑐𝑟 = (0,6581,21 )290 = 𝟏𝟓𝟔, 𝟖𝟖 𝑴𝑷𝒂

3616840
𝐴𝑔𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢 = = 𝟐𝟕𝟏𝟐𝟑, 𝟑 𝒎𝒎𝟐 ≈ 𝟐𝟕𝟏, 𝟐𝟑 𝒄𝒎𝟐
0,85 × 156,88

2. Kebutuhan Profil
Dicoba profil IWF 414.405.18.28 dengan data profil sebagai berikut:
Berat profil = 2,32 kN/m
Zx = 4480 cm3
Zy = 1530 cm3
Ix = 92800cm4
Iy = 31000 cm4
ix = 17,7 cm
iy = 10,2 cm
r = 22 cm
A = 295,4 cm2 > Ag perlu = 271,23 cm2OK
h = 41,4 cm
b = 40,5 cm
tf = 1,8 cm
tw = 2,80 cm
46
rmin = 10,2 cm
3. Kontrol Profil
Terhadap kekuatan batang tekan
𝑇𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 = ∅𝑐𝑟 × 𝑓𝑐𝑟 × 𝐴𝑝𝑟𝑜𝑓𝑖𝑙 ≥ 𝑇𝑢𝑎𝑑𝑎

𝑘𝐿 𝐹𝑦 1 × 500 290
𝜆𝑐𝑟 = ×√ = ×√ = 𝟎, 𝟔 < 𝟏, 𝟓𝟎 , 𝑶𝑲
𝜋×𝑟 𝐸 𝜋 × 10,2 200.000
2
𝑓𝑐𝑟 = (0,6580,6 )290 = 𝟐𝟒𝟗, 𝟒 𝑴𝑷𝒂
𝑇𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 = 0,85 × 249,4 × 29540 ≥ 3616840 N
𝑻𝒖𝒂𝒌𝒕𝒖𝒂𝒍 = 𝟔𝟐𝟔𝟐𝟏𝟖𝟒, 𝟔𝑵 ≥ 𝟑𝟔𝟏𝟔𝟖𝟒𝟎 𝐍, 𝐎𝐊

Profil IWF 414.405.18.28 untuk seluruh batang tekan (A) dapat digunakan, karena telah
memenuhi syarat kekuatan batang tekan.

4.3.3 Perencanaan Batang Diagonal (Tarik)

Gaya tarik maksimum (Nu) = 1324,79 kN = 1324790 N


Panjang batang (L) = 559 cm
Elastisitas baja = 200.000 MPa
BJ Baja = BJ – 50
Fy = 290 MPa
Fu = 500 MPa
Φt = 0,9
U (koefisien reduksi) = 0,85
Diameter baut = 1 inchi ≈ 25,4 mm (Baut tanpa ulir pada bidang geser)
Asumsi tf = 16 mm
Asumsi n baut = 4 bh

5. Luas Profil Rencana (Ag perlu)


𝑁𝑢 1324790
𝐴𝑔1 = = = 𝟓𝟎𝟕𝟓, 𝟖𝒎𝒎𝟐
𝜙𝑡 × 𝐹𝑦 0,9 × 290
𝑁𝑢
𝐴𝑔2 = + ∑ 𝑙𝑢𝑏𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑎𝑢𝑡
𝜙𝑡 × 𝐹𝑢 × 𝑢

47
𝑁𝑢
𝐴𝑔2 = + (𝑛 × 𝑑ℎ × 𝑡𝑓)
𝜙𝑡 × 𝐹𝑢 × 𝑢
1324790
𝐴𝑔2 = + (4 × (25,4 + 1) × 16) = 𝟓𝟖𝟒𝟓, 𝟖𝒎𝒎𝟐
0,75 × 500 × 0,85
𝑺𝒆𝒉𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂 𝑨𝒈 𝒑𝒆𝒓𝒍𝒖 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝟓𝟖𝟒𝟓, 𝟖 𝒎𝒎𝟐 = 𝟓𝟖, 𝟒𝟔𝒄𝒎𝟐

6. Jari – jari Girasi


𝐿 559
𝑟𝑚𝑖𝑛 = = = 2,33𝑐𝑚
240 240

7. Kebutuhan Profil
Dicoba profil IWF 294.200.8.12 dengan data profil sebagai berikut:
Berat profil = 5,68 kN/m
Zx = 771 cm3
Zy = 160 cm3
Ix = 11300 cm4
Iy = 1600 cm4
ix = 12,5 cm > rmin = 2,33 cm, OK
iy = 4,71 cm > rmin = 2,33 cm, OK
r = 18 cm
A = 72,38 cm2 > Ag perlu = 58,46 OK
h = 29,4 cm
b = 20 cm
tf = 0,8 cm
tw = 1,2 cm

8. Kontrol Profil
Terhadap kekuatan batang tarik
𝑁𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 1 = ∅𝑡 × 𝐹𝑦 × 𝐴𝑝𝑟𝑜𝑓𝑖𝑙 ≥ 𝑁𝑢𝑎𝑑𝑎
𝑁𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 1 = 0,9 × 290 × 7238 ≥ 1324790 N
𝑵𝒖𝒂𝒌𝒕𝒖𝒂𝒍 𝟏 = 𝟏𝟖𝟖𝟗𝟏𝟏𝟖 𝑵 ≥ 𝟏𝟑𝟐𝟒𝟕𝟗𝟎 𝐍, 𝐎𝐊

𝐴𝑛 = 𝐴𝑝𝑟𝑜𝑓𝑖𝑙 − (𝑛 × 𝑑ℎ × 𝑡𝑓)
𝐴𝑛 = 7238 − (4 × (25,4 + 1) × 16) = 𝟓𝟓𝟒𝟖, 𝟒 𝒎𝒎𝟐

𝐴𝑒 = 𝑢 × 𝐴𝑛 = 0,85 × 11846,4 = 𝟒𝟕𝟏𝟔, 𝟏𝟒 𝒎𝒎𝟐


48
𝑁𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 2 = ∅𝑡 × 𝐹𝑢 × 𝐴𝑒 ≥ 𝑁𝑢𝑎𝑑𝑎
𝑁𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 2 = 0,75 × 500 × 4716,14 ≥ 3404435 N
𝑵𝒖𝒂𝒌𝒕𝒖𝒂𝒍 𝟐 = 𝟏𝟕𝟔𝟖𝟓𝟓𝟐, 𝟓 𝑵 ≥ 𝟏𝟑𝟐𝟒𝟕𝟗𝟎 𝐍, 𝐎𝐊

Terhadap kelangsingan batang tarik


𝐿
𝜆𝑡𝑥 = ≤ 240
𝑟𝑥
559
𝜆𝑡𝑥 = ≤ 240
12,5
𝝀𝒕𝒙 = 𝟒𝟒, 𝟕𝟐 ≤ 𝟐𝟒𝟎, 𝑶𝑲

𝐿
𝜆𝑡𝑦 = ≤ 240
𝑟𝑦
559
𝜆𝑡𝑦 = ≤ 240
4,71
𝝀𝒕𝒙 = 𝟏𝟏𝟖, 𝟕 ≤ 𝟐𝟒𝟎, 𝑶𝑲

Profil IWF 294.200.8.12 untuk seluruh batang diagonal (tarik) dapat digunakan, karena
telah memenuhi syarat kekuatan dan kelangsingan batang tarik.

4.3.4 Perencanaan Batang Diagonal (Tekan)

Gaya tekan maks (Tu) = 1768,766 kN


= 1768766 N
Panjang tekuk (L) = 559 cm
Elastisitas Baja (E) = 200.000 MPa
BJ Baja = BJ – 50
Fy = 290 MPa
Fu = 500 MPa
∅cr = 0,85
𝑘 =1

49
4. Luas Profil Rencana (Ag perlu)
𝑇𝑢
𝐴𝑔 =
∅𝑐𝑟 × 𝑓𝑐𝑟
2
𝑓𝑐𝑟 = (0,658𝜆𝑐𝑟 ) 𝐹𝑦

𝑘×𝐿 𝐹𝑦
𝜆𝑐𝑟 = ×√
𝜋×𝑟 𝐸
𝑘𝐿
= 𝑑𝑖𝑎𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑟𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑑𝑎ℎ𝑢𝑙𝑢 = 100
𝑟

100 290
𝜆𝑐𝑟 = ×√ = 𝟏, 𝟐𝟏 < 𝟏, 𝟓𝟎, 𝑶𝑲
𝜋 200.000
2
𝐹𝑐𝑟 = (0,6581,21 )290 = 𝟏𝟓𝟔, 𝟖𝟖 𝑴𝑷𝒂

1768766
𝐴𝑔𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢 = = 𝟏𝟑𝟐𝟔𝟒, 𝟑 𝒎𝒎𝟐 ≈ 𝟏𝟑𝟐, 𝟔𝟒 𝒄𝒎𝟐
0,85 × 156,88

5. Kebutuhan Profil
Dicoba profil IWF 390.300.10.16 dengan data profil sebagai berikut:
Berat profil = 10,7 kN/m
Zx = 1980 cm3
Zy = 481 cm3
Ix = 38700 cm4
Iy = 7210 cm4
ix = 16,9 cm > rmin = 2,08 cm, OK
iy = 7,28 cm > rmin = 2,08 cm, OK
r = 22 cm
A = 136,0 cm2 > Ag perlu = 130,44 OK
h = 39 cm
b = 30 cm
tf = 1 cm
tw = 1,6 cm

rmin = 7,28 cm

50
6. Kontrol Profil
Terhadap kekuatan batang tekan
𝑇𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 = ∅𝑐𝑟 × 𝑓𝑐𝑟 × 𝐴𝑝𝑟𝑜𝑓𝑖𝑙 ≥ 𝑇𝑢𝑎𝑑𝑎

𝑘𝐿 𝐹𝑦 1 × 559 290
𝜆𝑐𝑟 = ×√ = ×√ = 𝟎, 𝟗𝟑 < 𝟏, 𝟓𝟎 , 𝑶𝑲
𝜋×𝑟 𝐸 𝜋 × 7,28 200.000
2
𝑓𝑐𝑟 = (0,6580,93 )290 = 𝟏𝟔𝟓, 𝟏 𝑴𝑷𝒂
𝑇𝑢𝑎𝑘𝑡𝑢𝑎𝑙 = 0,85 × 165,1 × 13600 ≥ 1768766 N
𝑻𝒖𝒂𝒌𝒕𝒖𝒂𝒍 = 𝟏𝟗𝟎𝟖𝟓𝟓𝟔 𝑵 ≥ 𝟏𝟕𝟔𝟖𝟕𝟔𝟔 𝐍, 𝐎𝐊

Profil IWF 390.300.10.16 untuk seluruh batang diagonal (tekan) dapat digunakan, karena
telah memenuhi syarat kekuatan batang tekan.

51
BAB V
PERHITUNGAN SAMBUNGAN

5.1 Data Perhitungan Sambungan

Diameter baut = 1 in = 2,54 cm = 25,4 mm

(Ulir Tidak Penuh dimana db = dn)


Luas Baut Ab = ¼ 𝜋 ds2 = 5067 cm2
Baut Mutu Tinggi (A-325) Fu = 325 Mpa = 3250 kg/cm2
Tegangan gser baut Fv = 60 ksi = 4222,2 kg/cm2
(Ulir Baut Tidak Pada Bidang Geser)
Mutu Baja (BJ.50) Fu = 500 MPa = 5000 kg/cm2
Tebal Plat Simpul (tp) Min. = 16 mm = 1,6 cm

5.2 Menghitung Gaya pikul 1 baut (n = 1)

1. Tinjau terhadap gaya geser (bidang geser (G)=1)


𝑃𝑢𝑏 = ∅𝑏. 𝐴𝑏. 𝐹𝑣. 𝑛. 𝐺
𝑃𝑢𝑏 = 0,75 × 5,067 × 4222,2 × 1 × 1
𝑃𝑢𝑏 = 16045,4 𝐾𝑔
2. Tinjau terhadap pelat pemikul
𝑃𝑢𝑏 = ∅𝑏. 2,4. 𝑑𝑏. 𝑡𝑝. 𝐹𝑢. 𝑛
𝑃𝑢𝑏 = 0,75 × 2,4 × 2,54 × 1,6 × 5000 × 1
𝑃𝑢𝑏 = 36576 𝐾𝑔
Diambil nilai terkecil Pub = 16045,4 Kg

5.3 Pola Letak Baut

Jarak antar baut :


3,0 db ≤ S/U ≤ 24 tp atau 12 inci
7,62 ≤ S/U ≤ 38,4 atau 30,48 cm
diambil jarak S = U = 10 cm
Jarak baut ke tepi plat :
1,5 db ≤ S1/U1 ≤ 12 tp atau 6 inci
3,81 ≤ S1/U1 ≤ 19,2 atau 15,24 cm
diambil jarak S1 = U1 = 8 cm
52
5.4 Perencanaan Baut Untuk Gelagar Induk

Untuk menghitung kebutuhan baut diambil gaya yang ekstrim, untuk mewakili kebutuhan
baut pada gelagar induk.
Batang Atas = 3616,84 kN (Tekan)
Batang Bawah = 3404,44 kN (Tarik)
Batang Diagonal = 1768,77 kN (Tekan)
Batang Diagonal = 1324,79 kN (Tarik)

a. Kebutuhan Jumlah Baut Untuk Batang Atas (nb)


Beban ultimate (Pu) = 3616,84 kN = 361684 kg
𝑃𝑢 361684
𝑛𝑏 = = = 22,5 𝑏ℎ (𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 2 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛)
𝑃𝑏 16045,4
= 11.27 bh
= 12 bh (untuk satu sisi sambungan)
b. Kebutuhan Jumlah Baut Untuk Batang Bawah (nb)
Beban ultimate (Pu) = 3404,44 kN = 340444 kg
𝑃𝑢 340444
𝑛𝑏 = = = 21,2 𝑏ℎ (𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 2 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛)
𝑃𝑏 16045,4
= 10,6 bh
= 11 buah (untuk satu sisi sambungan)
c. Kebutuhan Jumlah Baut Untuk Batang Diagonal (nb)
Beban ultimate (Pu) = 1768,77 kN = 176877 kg
𝑃𝑢 176877
𝑛𝑏 = = = 11,02 𝑏ℎ (𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 2 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛)
𝑃𝑏 16045,4
= 5,51 bh
= 6 buah (untuk satu sisi sambungan)
d. Kebutuhan Jumlah Baut Untuk Batang Diagonal (nb)
Beban ultimate (Pu) = 1324,79 kN = 132479 kg
𝑃𝑢 132479
𝑛𝑏 = = = 8,3 𝑏ℎ (𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 2 𝑠𝑖𝑠𝑖 𝑠𝑎𝑚𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛)
𝑃𝑏 16045,4
= 4,15 bh
= 5 buah (untuk satu sisi sambungan)

53
BAB VI
KESIMPULAN

Pada perencanaan jembatan rangka baja didapatkan hasil sebagai berikut ini:

1. Lebar jembatan adalah 8 meter.


2. Panjang jembatan adalah 40 meter.
3. Jarak antar gelagar melintang adalah 5 meter.
4. Jarak antar gelagar memanjang adalah 1,35 meter.
5. Jembatan yang direncanakan merupakan jembatan kelas B dengan tipe rangka warren.
6. Profil yang digunkan untuk gelagar memanjang adalah IWF 350.175.7.11 dengan catatan
menggunakan stiffner 3 space.
7. Profil yang digunakan untuk gelagar melintang adalah IWF 390.300.10.16
8. Profil yang digunakan untuk gelagar induk batang atas adalah IWF 414.405.18.28
9. Profil yang digunakan untuk gelagar induk batang bawah IWF 390.300.10.16
10. Profil yang digunakan untuk gelagar induk batang diagonal tarik adalah IWF
294.200.8.12
11. Profil yang digunakan untuk gelagar induk batang diagonal tekan adalah IWF IWF
390.300.10.16
12. Alat sambung yang digunakan adalah pelat dan baut.
13. Diameter baut yang digunakan adalah 25,4 mm (1 inchi).
14. Tebal pelat sambung yang digunakan adalah 16 mm.

54
LAMPIRAN