You are on page 1of 7

DI SUSUN OLEH:

Nama : Fitrianingsih

Nik : 7803

Asal Sekolah : SMA Negeri 1 Woja

Pemerintah Kabupaten Dompu


Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
SMA Negeri 1 Woja
2017
IDENTITAS PESERTA

Nama : Fitrianingsih
NIK : 7803
Kelas : XII Mipa 2
Sekolah Asal : SMA Negeri 1 Woja

Alamat Sekolah : Jl. Kakatua no.7 kandai-dua


Dompu-NTB
Alamat Rumah : Jl. Lintas Sumbawa no. 7 Desa Bara
Kec. Woja
Nomor HP/WA : 085338426135

Alamat Email : ningsweet2@gmail.com

2 Artikel “ Menanggulangi Banjir dengan Sistem Drainase yang Tepat, Guna


terlaksananya Pembangunan di Kabupaten Dompu” – Fitrianingsih
ABSTRAK

Dompu merupakan daerah yang memiliki banyak potensi alam. Salah


satunya adalah sumber daya airnya yang melimpah seperti banyak sungai-sungai,
pantai, irigasi, bendungan, dan sebagainya. Sehingga daerah Dompu kerap kali
diguyur hujan akibat penguapan yang berlebihan. Hal itu tentu menjadikan
Dompu menjadi daerah yang subur dengan hasil alam yang melimpah. Akan
tetapi hujan tersebut juga kerap kali berpotensi menyebabkan terjadinya banjir.
Salah satu solusi yang bisa dilakukan dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan
menerapkan sistem drainase. Sistem drainase merupakan salah satu fasilitas yang
digunakan untuk mengalirkan air sehingga mencegah terjadinya luapan air. Sistem
drainase yang penulis amati di Dompu sangatlah tepat dan strategis, karena
Dompu akhir-akhir ini jarang terkena banjir walau diguyur hujan lebat. Hal ini
berkat kinerja pemerintah setempat khusunya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten
Dompu yang patut di acungi jempol. Akan tetapi dilain hal, masih banyak
permasalahan yang berkaitan dengan sistem drainase ini, salah satu yang penulis
amati di pasar atas Dompu adalah masalah penyumbatan pada drainase yang
diakibatkan oleh sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat. Sehingga
lambat laun hal ini dapat menyebabkan tergenangnya air dan terjadilah bencana
banjir yang tentunya menyusahkan masyarakat pula. Untuk itu penulis bermaksud
menyampaikan sebuah artikel yang berjudul “Menanggulangi Banjir dengan
Sistem Drainase yang Tepat, Guna Terlaksananya Pembangunan di
Kabupaten Dompu” yang diharapkan dapat menjadi solusi yang berkaitan
dengan masalah drainase.

3 Artikel “ Menanggulangi Banjir dengan Sistem Drainase yang Tepat, Guna


terlaksananya Pembangunan di Kabupaten Dompu” – Fitrianingsih
Menanggulangi Banjir dengan Sistem Drainase yang Tepat, Guna
Terlaksananya Pembangunan di Kabupaten Dompu

Tentunya kita tak asing lagi dengan sistem Drainase, karena drainase
merupakan komponen yang penting dalam kehidupan masyarakat. Menurut
Azwaruddin (2008) Drainase berasal dari Bahasa inggris yaitu “Drainage“ yang
mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara
umum, Sistem drainase dapat didefenisikan sebagai serangkaian bangunan air
yang berfungsi untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu
kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal.

Sumber masalah utama Drainase yang kerap kali terjadi adalah


tersumbatnya aliran air akibat sampah. Sampah ini merupakan hasil limbah rumah
tangga yang dibuang oleh masyarakat ke selokan, sungai, maupun saluran air
lainnya. Sampah tersebut dapat mengotori dan menghambat aliran air, sehingga
air kerap kali meluap dan dapat menyebabkan banjir saat hujan turun. Hal ini
tentu akan menyesahkan masyarakat, yang secara tak sadar banjir tersebut
disebabkan oleh tangan mereka sendiri.

Menurut data dari Suara NTB, banjir bandang yang melanda kota Dompu
(Sabtu, 4 November 2017) telah berdampak cukup parah. Hal ini diakibatkan oleh
penyempitan sungai oleh bangunan dan sampah yang dibuang di sungai menjadi
pemicu terjadinya banjir yang merendam seluruh rumah warga.

Untuk itu, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal
tersebut diantaranya adalah dengan membuat sistem drainase tertutup pada
selokan dan tempat saluran air lainnya. Sistem drainase tertutup bertujuan untuk
menutupi saluran air agar masyarakat tidak membuang sampah di sekitar drainase.
Contohnya yang penulis amati adalah di Pasar Atas Dompu, disana sistem
drainase yang diterapkan adalah sistem drainase tertutup karena untuk mencegah
masyarakat membuang sampah sembarangan. Akan tetapi karena volume
penduduk di pasar yang padat, penerapan sistem drainase tertutup sekalipun tidak

4 Artikel “ Menanggulangi Banjir dengan Sistem Drainase yang Tepat, Guna


terlaksananya Pembangunan di Kabupaten Dompu” – Fitrianingsih
dapat menyelesaikan masalah akibat limbah masyarakat yang semakin
meningkat.

Berdasarkan literatur yang penulis baca, hal itu dapat dicegah dengan
beberapa cara yaitu dengan mengadakan penyuluhan akan pentingnya kesadaran
untuk tidak membuang sampah sembarangan, menerapkan aturan dan sanksi bagi
yang membuang sampah sembarangan, menyediakan tong sampah di sekitar
drainase, selain itu pemerintah juga turun tangan untuk mengajak masyarakat
bergotong royong membersihkan sungai atau selokan, dan membuat bak
pengontrol serta saringan agar sampah yang masuk ke drainase dapat dibuang
dengan cepat agar tidak mengendap.

Selanjutnya, solusi lain yang dapat dilakukan yakni mengajak dan


bersosialisasi kepada kaum muda untuk menerapkan sistem resapan air (biopori).
Mengapa harus kaum muda? Karena mereka adalah generasi penerus yang kelak
akan memimpin bangsa ini. Tentunnya kita tidak ingin masalah sampah terus
berkelanjutan akibat ketidaktahuan generasi akan pentingnya menjaga lingkungan
terutama pada sistem drainase.

Biopori merupakan sistem drainase yang dapat membantu peran dari


selokan dan sungai. Biopori atau sumur resapan air dapat dibuat dengan mudah
dan sederhana, yakni dengan cara membuat lubang sedalam 1 meter dan
berdiameter 10 cm di lingkungan rumah. Berdasarkan penelitian, Biopori
memiliki segudang manfaat secara ekologi dan lingkungan, yaitu memperluas
bidang penyerapan air, sebagai penanganan limbah organik, dan meningkatkan
kesehatan tanah. Hal ini juga pernah dilakukan oleh kaum muda di beberapa kota
besar di Indonesia dan telah terbukti membuahkan hasil yang optimal untuk
mencegah banjir.

Maka dari itu, Pemerintah tidak akan mampu melaksanakan programnya


tanpa ada dukungan dari masyarakat terutama kaum muda. Dan penulis selaku
generasi penerus mengajak pemerintah, masyarakat, dan kaum muda untuk saling
berbenah membangun Kabupaten Dompu ini menuju kota yang maju dan
berkualitas. Semoga sistem drainase yang penulis sampaikan dapat menjadi solusi

5 Artikel “ Menanggulangi Banjir dengan Sistem Drainase yang Tepat, Guna


terlaksananya Pembangunan di Kabupaten Dompu” – Fitrianingsih
yang tepat untuk menanggulangi banjir sehingga mendorong terlaksananya
pembangunan di Kabupaten Dompu tercinta ini.

6 Artikel “ Menanggulangi Banjir dengan Sistem Drainase yang Tepat, Guna


terlaksananya Pembangunan di Kabupaten Dompu” – Fitrianingsih
DAFTAR PUSTAKA

http://www.suarantb.com/news/2017/11/06/248165/BPBD.Dompu.Ungkap.Penye
bab.Banjir ( Diakses pada tanggal 14 November 2017)

https://rathocivil02.wordpress.com/2007/12/23/tugas-drainase/ (Diakses pada


tanggal 15 November 2017)

https://id.wikipedia.org/wiki/Biopori (Diakses pada tanggal 17 November 2017)

7 Artikel “ Menanggulangi Banjir dengan Sistem Drainase yang Tepat, Guna


terlaksananya Pembangunan di Kabupaten Dompu” – Fitrianingsih