You are on page 1of 6

BALADA CINTA MARIA DAN YUSUF

Narrator : Diceritakan pada sebuah desa hiduplah seorang pemuda yang sangat tampan. Hidupnya
sangat sederhana, namun dia adalah seorang pekerja keras. Meski pun sangat sibuk dengan
pekerjaannya, dia tidak pernah lupa untuk melayani di Gereja. Dia bernama Yusuf. Suatu hari,
setelah melayani di gereja, dia berjalan pulang menuju rumah bersama pendetanya. Apakah
yang mereka perbincangkan?

Pdt : Terimakasih atas pelayananmu tadi ya nak, Tuhan memberkati.

Yusuf : hehe bukannya pelayanan adalah kewajiban untuk umat kristiani pak, sudah sewajarnya
yang berasal dari Allah dipersembahkan untuk Allah. Untuk kebaktian minggu depan, ada yang
perlu saya bantu untuk dipersiapkan pak?

Pdt : Kalau pastinya, saya belum tau. Nanti saya kabari lagi ya nak.

Yusuf : iya pak. Saya menunggu kabar selanjutnya.

Pdt : Puji Tuhan.. gimana kabar kedua orang tuamu di rumah? Sudah lama saya tidak ngobrol
dengan mereka..

Yusuf : Puji Tuhan, kabar baik pak. Hehe kedua orangtua saya sedang ada pekerjaan yang harus
diselesaikan di rumah. Jadi setelah kebaktian tadi, mereka langsung bergegas untuk pulang
pak.

Pdt : Oh begitu. Kalau bapak ikut Yusuf pulang boleh? Bapak mau jenguk bapak ibumu.

Yusuf : boleh-boleh aja pak. Saya malah seneng sekalian dapat temen ngobrol di jalan.

Narrator : mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Yusuf. Di tempat lain, ada
seorang gadis cantik yang hidup sederhana. Dia hidup bersama kedua orang tua yang sangat
menyayanginya. Dialah Maria.

(pemain masuk sambil bercakap-cakap menuju kursi)

Ibu : bagaimana kelanjutannya pak? Tentang pernikahan anak kita Maria dengan Yusuf?

Bapak : bapak yakin bu. Bapak tau betul, Yusuf adalah yang pantas untuk Maria.

Ibu : Baguslah pak, ibu juga yakin pada Yusuf. Dia kan rajin, pekerja keras, sudah mengenal lama
anak kita, dan yang terpenting Yusuf rajin melayani Tuhan terlebih lagi di Gereja Induk sana.
Bagaimana kalau Maria dipanggil kesini saja sekalian pak? Bukannya lebih enak ngobrol
masalah ini kalau sekalian ada anaknya?

Bapak : Iya, benar juga bu, biar Maria nya manteb juga. (memanggil) Maria anak bapak, kesini
sebentar.

Maria : (masuk sambil setengah berlari) iya bapak. Ada apa pak?

Ibu : bapak sama ibu mau bicara tentang masa depanmu. Kamu sudah yakin kan untuk menjalin
hubungan yang lebih serius dengan Yusuf? Kelihatannya kamu sudah kesengsem banget sama
yang namanya Yusuf
Maria : Hehe kalau diumpamakan, manusia butuh oksigen untuk hidup, kalau Maria butuh Yusuf
untuk hidup pak, buk

Bapak : Yah kamu juga butuh oksigen kan untuk hidup wkwkwkwk

Maria : Itukan hanya perumpamaan pak, ah bapak ini bikin Maria malu saja.

Ibu : Cie anak ibu, kalau ibu sendiri sangat mendukung Mar, apapun yang membuat kamu bahagia
di dunia ini, ibu dukung penuh, toh kalian kan sudah kenal lama, sudah melayani di Gereja
sejak kecil bersama-sama.

Bapak : Jadi gini. Bapak besok mau kerumah Yusuf, mau membicarakan tentang hubungan kalian
dengan orangtua Yusuf juga. Maria sekarang persiapkan diri dulu. Besok pagi kita ke rumah
Yusuf.

Maria : iya bapak. Maria persiapkan diri dulu.

Ibu : ya udah. Masuk ke kamar dulu sana. Nanti ibu lanjutin cuci piringnya.

Maria : iya bu.

-------------------------- LAGU 1 ---------------------------


Adegan 2

Narrator : Beberapa hari setelah itu, Maria dan Yusuf pun bertemu, saling memantapkan diri, dan
akhirnya bertunangan. Namun ada sesuatu hal yang terjadi setelah tunangan itu dilaksanakan.
Maria menerima pesan Whatsapp dari seseorang yang tidak diketahuinya. Kira-kira apa isi dari
pesan tersebut?

(pemain masuk saat narrator membaca)

Maria : (Membaca Pesan WA) Hai Maria. Aku datang membawa kabar sukacita padamu. Sebentar
lagi kamu akan mengandung. Bergembiralah. Sebab Tuhan telah melakukan perbuatan yang
ajaib untukmu. Diberkatilah kamu, keluargamu, dan bayi kecilmu nanti.

(Selesai membaca) Ini dari siapa ya? Kok tidak ada foto profil dan nama Whatsapp
pengirimnya? Apakah aku harus percaya dengan berita dari WA ini? Apakah benar ini adalah
kehendak dari Tuhan? Apakah ini garis hidupku? Jika ini semua atas kehendakMu, aku akan
menerimanya. Aku akan melakukan semua yang Kau kehendaki. Karena kutau siapa yang
seharusnya kusembah.

Narrator : Setelah menerima pesan tersebut, Maria pun menemui kedua orang tuanya untuk
menceritakan apa yang dia alami. Beberapa minggu kemudian, mengandunglah Maria. Dan ia
pun mulai berpikir bagaimana ia harus mengatakannya pada Yusuf.

(Bapak ibu maria masuk)

Maria : Bapak dan ibu percaya dengan Maria kan? Tuhan memberikan bayi ini padaku. Aku harus
mengandung bayi dari Tuhan. Bapak, ibu, bagaimana aku harus bercerita pada Yusuf? Aku
tidak berani bertemu dia. Aku takut dia tidak percaya padaku!

Bapak : Maria, anakku. Tuhan sudah menunjukkan kehendakNya. Kamu harus menceritakan
semuanya pada Yusuf, tunanganmu. Kamu harus menceritakannya. Apapun yang akan terjadi
nanti, tidak usah dipikirkan. Saling percayalah satu sama lain. Berdoa pada Tuhan, biar Dia
yang memberikan jawaban atas doa-doamu.

Ibu : Nak Maria. Apapun yang terjadi nanti, kami akan selalu bersamamu. Jangan putus berdoa
pada Tuhan. Serahkan semuanya pada Tuhan. Ibu percaya kamu anak baik-baik nak.

Maria : Iya pak, bu. Terima kasih. Maria akan bercerita pada Yusuf tentang semuanya. Maria akan
menerima apapun yang terjadi nanti.

Bapak : Yasudah. Temui Yusuf sekarang. Mungkin dia sedang menunggumu di rumah.

Maria : Iya bapak.

-------------------------- LAGU 2 ---------------------------


Adegan 3

Narrator : keberanian Maria untuk menemui Yusuf pun mulai membesar. Keyakinannya akan
kehendak Tuhan, membuatnya semakin kuat dalam menjalani hari-harinya. Pada akhirnya,
Maria pun menemui Yusuf, tunangannya, sesampainya…

(Maria berjalan perlahan)

Maria : (gelisah) semoga Yusuf menerima. Semoga Yusuf mau mendengar. Semoga Yusuf percaya
padaku.

Yusuf : (masuk dari arah lain) Maria, sini sini masuk, ceritakan apa yang ingin kamu sampaikan
padaku.

Maria : Yusuf, aku ingin bercerita padamu namun aku memohon kepadamu untuk mendengarkan
dan aku mohon kamu mengerti.

Yusuf : iya Maria. Akan aku berusaha menjadi pendengar yang baik.

Maria : begini. Beberapa minggu yang lalu aku menerima pesan WA dari orang yang tidak dikenal.
Dia memberitahuku bahwa aku akan mengandung.

Yusuf : Lalu? Kamu percaya saja dengan berita itu? Bukannya jaman sekarang banyak berita HOAX,
yang belum jelas kebenarannya?

Maria : Emm, masalahnya apa yang dituliskan di dalam pesan tersebut benar.

Yusuf : Hah?Benar? Jadi kamu hamil?

Maria : Iya Yusuf, aku bisa jelaskan.

Yusuf : Tidak mungkin Maria! Kita kan masih tinggal di rumah orangtua kita masing-masing? Atau ini
hanya karanganmu saja? Siapa yang sudah menghamilimu Maria?

Maria : Tidak ada Yusuf, ini semua kuasa roh kudus, hanya kamu lelaki yang aku sayang.

Yusuf : Aku tidak yakin akan hal itu, aku ingin pergi ke kamar, aku ingin menenangkan diriku sejenak,
kamu pulang saja ke rumah sana.

Maria : Yusuf tolong percaya padaku. Aku tahu ini bukan hal yang kamu inginkan, namun ccaramu
dalam menerimanya akan menjadi lebih penting dari segalanya
Yusuf : (masuk ke kamar, tanpa berbicara sepatah katapun)

-------------------------- LAGU 3 ---------------------------


Narrator: Setelah mendengar berita dari Maria, Yusuf memulai pergumulannya. Ia mulai memikirkan
tentang kelanjutan perjodohannya dengan Maria. Yusuf merasakan gelisah ditiap-tiap
harinya. Tetangga rumahnya pun mendengar tentang kehamilan Maria, dan mulai
menggunjingkan kejadian ini.

Yusuf : Bagaimana bisa ya Tuhan? Maria tunanganku sudah hamil? atau jangan-jangan,
pertunanganku, adalah rencana keluarga Maria untuk menutupi kehamilannya. Atau aku
akhiri saja ya pertunanganku dengan ini? Sungguh memalukan, aku tidak tega mendengar
kedua orangtuaku digunjing oleh tetangga-tetanggaku.

-------------------------- LAGU 4 ---------------------------

Narrator: Disaat Yusuf tengah melayani di gerejanya, dia terlihat sangat kacau, sehingga apa yang
dilakukannya selalu berantakan. Kemudian datanglah pendeta yang melihat tingkah aneh
Yusuf. Yusuf pun menceritakan apa yang sedang ia gumulkan kepada pendeta.
Pendeta : Yusuf, sebenarnya kamu sedang menghadapi masalah apa? Bapak amati, kamu tidak
seperti biasanya, memainkan keyboard untuk latihan ibadah esok saja sampai salah-salah
kunci.
Yusuf : Tidak ada apa-apa kok pak, mungkin pikiran saya saja yang sedang kacau.
Pendeta : Kalau begitu berarti ada apa-apa dong dek Yusuf, gausah sungkan-sungkan cerita saja ke
bapak, mungkin bapak bisa membantu. Semakin kamu coba simpan sendiri masalahmu,
bagaimana orang lain membantu untuk menyelesaikan masalahmu? Setidaknya kamu hanya
perlu seseorang yang mau mendengar kali ini.
Yusuf : Jadi begini pak, emmm tapi ini kejadian yang sangat memalukan, bahkan sangat
merendahkan diri saya sebagai lelaki, beberapa hari lalu Maria memberitahu saya bahwa dia
mengandung, tetapi saya sendiri belum pernah melakukan hubungan suami istri, semua
orang tahu bahwa saya dan maria masih tinggal di rumah orangtua kami masing-masing.
Saya menduga bahwa ini adalah rencana keluarga maria untuk mejodohkan saya agar
menutupi kehamilan anaknya.

Pendeta : Sebenarnya kamu mengenal Maria itu sosok perempuan yang seperti apa? Bapak
mengenalnya sebagai wanita yang baik-baik nak.

Yusuf : Benar pak saya juga mengenal Maria sebagai wanita yang baik, tetapi pak...

Pendeta : Tunggu dulu nak, sebenarnya kamu sayang tidak dengan Maria?

Yusuf : Iya pak, tetapi masalah ini...

Pendeta : Kalau iya, kenapa masih ada kata tetapi, bukannya kamu sudah berjanji akan menerima
baik kekurangan maupun kelebihan Maria? Kenapa kamu tidak ingin memahami kondisi
Maria? Mungkin apa yang dikatakan Maria benar, dan ini benar-benar rencana Tuhan yang
mulia.

Yusuf : Iya pak, saya paham, hidup begitu misterius, saya harus menerimanya.

Pendeta : Kalau begitu segera temui Maria, kali ini Maria membutuhkan dirimu, pundak siapa yang
akan dia gunakan di saat menangis, selain pundakmu Yusuf?

Yusuf : Baik pak, terimakasih, puji Tuhan saya lebih tenang setelah bercerita masalah ini kepada
bapak. Saya akan segera menemui Maria, saya pamit dahulu pak.

-------------------------- LAGU 5 ---------------------------

Narr : Setelah sharing dan menghadapi pergumulannya yang rumit, Yusuf pun akhirnya
membulatkan niatnya untuk mempersunting Maria, dan akhirnya Yusuf menemui Maria.
Kemudian membicarakan rencana untuk pindah ke desa lain memulai kehidupan mereka
yang baru setelah menikah.

Yusuf : Maria, apa kabar?

Maria : Puji Tuhan baik Yusuf, tumben kesini ga chat dulu?

Yusuf : Soalnya ini sangat mendesak Maria, aku baru sadar, ternyata rindu itu berat, aku tidak kuat.

Maria : Kamu itu lho, dari dulu tidak berubah.

Yusuf : Maria, aku ingin meminta maaf tentang perilaku ku yang tidak menyenangkan Maria, aku
ingin kita tetap melanjutkan pertunangan kita, aku percaya kamu Maria aku mau menerima
bayi yang ada dikandunganmu, namun sekali lagi ijinkan aku untuk meminta maaf. Maria, aku
pernah bilang kepadamu (sambil memegang tangan Maria) siapapun yang mengganggu mu
di dunia ini, besoknya akan hilang, kali ini aku tidak ingin hilang, karena aku ingin menjagamu.

Maria : Sudahlah lupakan itu.

Yusuf : Hah? Lupakan Maria? Tentang pertunangan dan rencana pernikahan kita?

Maria : Bukan itu maksudku, yang aku maksud adalah alangkah baiknya kita melupakan
permasalahan kemarin, aku tahu kamu memerlukan waktu sejenak untuk menenangkan diri.
Aku mau Yusuf, aku mau melanjutkan pertunangan kita ke jenjang pernikahan.

Yusuf : Puji Tuhan, aku sangat bersyukur sekali mengenal wanita sepertimu Maria, namun aku
memiliki rencana, setelah pesta pernikahan kita, aku akan menggunakan hasil tabunganku,
hasil jerih payahku selama ini untuk pindah ke desa lain, menjadi warga desa di sana, demi
memulai kehidupan kita yang baru Maria

Maria : Kemanapun itu Yusuf aku tidak akan menolak bahkan mengekang rencanamu, dengan satu
syarat, asal aku ikut bersamamu.

Yusuf : Ternyata benar, kisah cinta kita Tuhan penulisnya, penulisnya dalah pemilik cerita terbaik di
bumi ini, dan kisah ini memang kisah terbaik yang telah Tuhan tulis untuk kita.

-------------------------- LAGU 6 ---------------------------


Narr : Setelah perjalanan yang jauh, mereka pun tiba di suatu desa. Kemudian mereka mulai
mencari penginapan. Namun mereka belum menemukan sebuah penginapan. Padahal
Mereka sangat membutuhkan penginapan karena Maria akan melahirkan. Dan akhirnya....
Yusuf : Permisi, apakah ada kamar yang tersisa di penginapan ini? Sudah 2 kali saya menanyakan ke
penginapan lain, namun sudah tidak ada kamar yang tersisa, sedangkan istri saya sedang
mengandung.

Penjaga: Mohon maaf mas, untuk kamar di penginapan ini sudah penuh.

Maria : Mas, aku akan melahirkan (sambil menahan rasa sakit) perutku sakit sekali.

Penjaga: emm, pak bagaimana kalau istri bapak dibawa ke gazebo di dekat hotel ini? meskipun tidak
bagus, namun dapat menjadi tempat persalinan istri bapak.

Yususf : Mohon antarkan kami kesana, saya sudah tidak tega melihat istri saya menahan rasa sakit.
-------------------------- LAGU 7 ---------------------------

Narr : Walaupun dalam keadaan yang berkekurangan, Maria pun melahirkan di gazebo tersebut.
Maria melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan. Kabar itu pun mulai terdengar
oleh orang-orang sekitar. Mereka pun terharu mendengar perjalanan Maria & Yusuf dari awal
mereka memulai perjalanan hingga akhirnya Maria & Yusuf melahirkan seorang anak.

-------------------------- MALAM KUDUS & LAGU 8 ---------------------------