You are on page 1of 3

BENDA KETON

Benda Keton dalam urin : aseton, aseto-asetat, asam betahydroxy-butirat.


Ketonuria adalah keadaan dimana didapat benda keton dalam urin. Bahan yg
digunakan adalah urine segar karena benda keton ini mudah menguap. Percobaan
terhadap benda keton perlu diperksa bila ada glukosuria berat misalnya 3+ terutama
DM tipe I dan pada keadaan kelaparan.
Pada ketoasidosis diabetik, kadar gula darah meningkat dengan cepat akibat
glukoneogenesis dan peningkatan penguraian lemak yg progresif. Terjadi poliuria
dan dehidrasi. Kadar keton yg meningkat (ketosis) akibat penggunaan asam lemak
yg hampir total untuk menghasilkan ATP. Keton keluar melalui urine (ketonuria) dan
menyebabkan bau nafas.
Badan keton bersifat asam, bila bertumpuk dalam sirkulasi darah, badan keton akan
menimbulkan asidosis metabolik.

Interpretasi kadar keton darah :


Normal : < 0,5 mmol/L
Hiperketonemia : > 1 mmol/L

TEST ROTHERA

Asas

Na-nitropusid bereaksi dengan asam aseto-asetat dan aseton memberikan warna


ungu.

Reagensia
Rothera : ammonium sulfat
Na-nitropusid
Amonia larutan pekat
Cara pemeriksaan :
1. Ke dalam 5 ml urin dalam tabung dibubuhi 1 g reagens Rothera dan kocoklah
sampai larut dan teteskan 1-2 ml larutan amonium hidroxida pekat dengan
tabung pada posisi miring.
2. Letakkan tabung dlm sikap tegak dan bacalah hasil setelah 3 menit kemudian.
3. Warna ungu kemerah-merahan pada perbatasan kedua lapisan cairan
menandakan adanya zat-zat (benda-benda) keton. Makin cepat warna itu terjadi
dan makin tua warnanya, makn banyak juga jumlah zat keton. Warna coklat
diberikan arti negatif. Nyatakanlah hasil dengan positif atau negatif.

Catatan
Pentinglah untuk memakai urin yang segar pada test ini. Perubahan asam aceto-
acetat menjadi aceton dan menguapnya aceton dari urin yg dibiarkan, mengurangi
kemungkinan hasil positif dalam urin yg mengandung benda-benda keton itu.

CARA GERHARDT

Asas
Ferrichlorida bereaksi dengan asam aseto-asetat memberikan warna coklat – merah
(anggur port). Test ini lebih peka pada test Rothera.

Reagensia
Larutan Ferrichlorida 10%
Dalam air suling

Cara pemeriksaan :
1. Tambahkan tetes demi tets reagens Gerhardt ke dalam 5 ml urin sehingga fosfat
mengendap
2. Saring dan lanjutkan penambahan reagen
3. Perhatikan adanya warna merah coklat yg menandakan test ini positif.
Catatan
Jika reaksi Gerhardt positif, harus dikontrol bahwa tidak ada zat-zat lain yg
mengganggu, dapat dipergunakan cara dibawah ini yg memakai sifat asam aceto-
acetat yg mudah menghilang sebagai dasar:
1. 5 ml urin diasamkan dgn asam acetat dan kemudian ditambahkan 5 ml
aquadest
2. Masaklah campuran itu sampai volume menjadi 5 ml lagi
3. Dinginkan dan jika perlu saringlah
4. Lakukanlah test Gerhardt dgn cairan itu ( atau dgn filtratnya )
5. Jika hasil dgn urin yg tidak dimasak positif dan test dgn urin yg dimasak
menjadi negatif, maka test itu positif sejati. Sebaliknya jika baik dgn urin yg
tdk dipanasi dan dgn urin yg dipanasi hasilnya positif, maka test itu
sebenarnya berhasil positif palsu. (zat-zat yg mengganggu seperti : derivat
fenol, antipirin, natrium gikarbonat, salisilat )