You are on page 1of 2

KELOMPOK 9

Ringkasan:

Kondisi integrasi yang terjadi diantara rekan-rekan mahasiswa Unpar sudah cukup baik
dalam hal persatuan sesama mahasiswa Unpar meskipun berbeda-beda fakultas,
jurusan, suku, ras, agama, dan budaya. Contohnya terbentuknya LKM (Lembaga
Kepresidenan Mahasiswa) sebagai wadah aspirasi masyarakat Unpar. Hal ini
membuktikan bahwa pendapat setiap mahasiswa dapat disalurkan. Contoh lainnya
adalah banyaknya UKM dan Komunitas yang terdapat di kampus Unpar. Selain dapat
menyalurkan hobi, mahasiswa juga dapat saling mengenal dengan mahasiswa dari
jurusan lain dan juga dapat meningkatkan persatuan antar mahasiswa ketika akan
melakukan kompetisi antar universitas.

Secara harfiah, primordial sempit dapat diartikan memegang teguh hal yang telah
dibawa saat kecil tetapi tidak menerima hal yang berbeda dari orang lain. Primordial
sempit dapat berakibat seseorang tidak mau berbaur dengan yang tidak sepaham atau
sepandangan dengannya. Menurut analisis kelompok kami untuk menghilangkan
primordial sempit adalah dengan menanamkan rasa toleransi terhadap perbedaan
masing-masing kelompok dalam suatu masyarakat contohnya masyarakat Unpar. Salah
satu upaya untuk meningkatkan integrasi, pembauran, dan persatuan diantara
mahasiswa Unpar adalah dengan adanya kegiatan UKM karena selain menyalurkan
hobi , mahasiswa yang berbeda jurusan bisa saling mengenal satu sama lainnya dalam
kegiatan tersebut. Upaya lainnya yaitu dengan membentuk himpunan himpunan besar
seperti himpunan antar jurusan,fakultas, ataupun pembentukan LKM dan MPM sebagai
sarana masyarakat Unpar membaur dalam sebuah perbedaan dan membentuk
persatuan didalamnya.

Kesimpulan:

Setelah melakukan analisis terhadap kondisi intregrasi di kalangan mahasiswa Unpar, dapat
disimpulkan bahwa untuk meningkatkan persatuan di kalangan mahasiswa sebenarnya
tergantung dari sikap mahasiswa itu sendiri apakah ia mau membuka diri dan mau menerima
perbedaan yang ada. Kegiatan inisiasi dan adaptasi gabungan, LKM, MPM, UKM, komunitas,
maupun kelas MKU merupakan sarana untuk mempererat hubungan antar mahasiswa dari
berbagai jurusan. Unpar telah menyediakan sarana untuk meningkatkan hubungan sosial antar
mahasiswa dengan baik, tetapi semua itu tidak ada gunanya bila mahasiswa tidak mau
membuka diri dan masih memiliki primordial sempit dalam dirinya.

Contohnya saja pada acara Parahyangan Sports Combat atau yang biasa disebut dengan PSC.
yang diselenggarakan oleh Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM). Pada acara tersebut
pastinya ada susunan kepanitiaan yang dibuat oleh LKM untuk mendukung acara tersebut
sedangkan susunan kepanitiaan yang dibentuk oleh LKM pastinya terdiri dari orang-orang yang
terdiri dari berbagai jurusan yang ada di Unpar. Sedangkan tugas mereka adalah mencari cara
bagaimana acara PSC dapat diselenggarakan dengan baik. Agar acara PSC dapat
diselenggarakan dengan baik, diperlukan koordinasi dan kerjasama dari para panitia. Koordinasi
dan kerjasama ini dapat menghilangkan primordial sempit serta menumbuhkan rasa persatuan
di kalangan mahasiswa Unpar.