You are on page 1of 19

ARTIKEL ILMIAH

HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN


KEPERCAYAAN DIRI DALAM MENGUNGGAH FOTO PADA
MAHASISWA FKIP SENDRATASIK UNIVERSITAS PGRI
PALEMBANG

Oleh :

Diah Larasita
Dwi Hurriyati
Sawi Sujarwo

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS BINA DARMA
PALEMBANG
2017
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN KEPERCAYAAN DIRI
DALAM MENGUNGGAH FOTO PADA MAHASISWA FKIP
SENDRATASIK UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Diah Larasita
13181024
Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang
ABSTRACT
This study aims to determine the correlation between body image with
confidence in uploading photos to students FKIP Sendratasik University PGRI
Palembang. The hypothesis proposed in this study is there is a correlation
between body image with confidence in uploading photos to students FKIP
Sendratasik University PGRI Palembang. The total population in this study is 200
students who upload photos and sampled 127 students based on Purposive
Sampling technique. Measuring tool used in this research is the body image scale
and scale of confidence. The analysis technique used is simple regression analysis
technique. Based on the results of data analysis showed the correlation coefficient
(R) of 0.633 with the coefficient of determination (R Square) of 40.1 and the value
of p = 0.000 (p <0.01), so the proposed hypothesis accepted. The results of the
analysis indicate that there is a very significant correlation between body image
with confidence in uploading photos to students FKIP Sendratasik University
PGRI Palembang.
Keywords: Body Image, Self Confidence, Upload Photos
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh
dengan kepercayaan diri dalam mengunggah foto pada mahasiswa FKIP
Sendratasik Universitas PGRI Palembang. Hipotesis yang diajukan dalam
penelitian ini adalah ada hubungan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri
dalam mengunggah foto pada mahasiswa FKIP Sendratasik Universitas PGRI
Palembang. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 200 mahasiswa yang
mengunggah foto di media sosial dan dijadikan sampel 127 mahasiswa
berdasarkan teknik Purposive Sampling. Alat ukur yang digunakan dalam
penelitian ini adalah skala citra tubuh dan skala kepercayaan diri. Teknik analisis
yang digunakan yaitu teknik analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis
data penelitian menunjukkan koefisien korelasi (R) sebesar 0.633 dengan
koefisien determinasi (R Square) sebesar 40.1 dan nilai p = 0.000 (p< 0.01),
sehingga hipotesis yang diajukan diterima. Hasil analisis tersebut menunjukkan
bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara citra tubuh dengan
kepercayaan diri dalam mengunggah foto pada mahasiswa FKIP Sendratasik
Universitas PGRI Palembang.

Kata Kunci : Citra Tubuh, Kepercayaan Diri, Mengunggah Foto


PENGANTAR

Masa dewasa awal meliputi individu yang berusia 20 hingga 40 tahun.

Individu yang memasuki dewasa awal adalah individu yang telah menyelesaikan

proses pertumbuhannya dan siap menerima kedudukan bersama individu dewasa

lain dalam masyarakat (Papalia, 2013). Pada masa ini, individu akan

meninggalkan rumah orangtuanya untuk menyelesaikan pendidikan, untuk bekerja

demi mencapai kemandirian ekonomi dan kestabilan hubungan dengan pasangan,

atau untuk berkeluarga ( Berk, 2012). Pada masa ini, individu sudah dianggap

dapat membuat keputusan sendiri dan bertanggung jawab atas dirinya, tidak

seperti remaja dan anak – anak yang masih menjadi tanggung jawab orang tua.

Oleh karena itu, pada masa ini individu dituntut untuk menyelesaikan diri dengan

pola kehidupan yang baru serta harapan sosial yang baru ( Papalia, 2013). Hal ini

dapat memicu individu dewasa awal mengikuti perkembangan kemajuan

teknologi.

Perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini berkembang dengan pesat

yang tidak dapat dipungkiri lagi akan besar pengaruhnya terhadap kehidupan

manusia, terutama di kota-kota besar. Salah satu produk kemajuan teknologi yang

berkembang pesat adalah internet. Ceyhan (2007) menjelaskan bahwa internet

berfungsi untuk mengirim pesan, mencari informasi dan melakukan interaksi

dengan siapa saja secara cepat. Media sosial dapat diakses oleh individu melalui
internet maupun media sosial lainnya yang berupa facebook, twitter, instagram,

path dan lain sebagainya. Media sosial sekarang banyak digunakan dalam

berbagai macam bentuk yaitu adalah dengan menggunggah foto, membuat status,

melihat aktivitas teman dimedia sosial dan mencari berbagai macam tugas kuliah

dan pekerjaan.

Terutama pada kalangan para mahasiswa yang lebih ingin selalu diakui dan

diekspose melalui media sosial yang memiliki tujuan yaitu untuk dikomentari oleh

teman-teman yang berteman dimedia sosial. Dengan kemajuan zaman dan

pesatnya perkembangan teknologi yang dapat tidak dipungkiri lagi akan besar

dampaknya dalam kehidupan manusia terutama pada masa kini. Pengaruh yang

ditimbulkan yaitu berpengaruh positif yang meliputi rasa bahagia, membiarkan

teman media sosial tau apa kegiatan yang sedang dilakukan, dapat dilihat oleh

teman dekat, dan agar terlihat seperti kekinian dalam menggunggah foto.

Sedangkan untuk dampak negatif dalam kehidupan sehari-hari meliputi berbagai

dampak yaitu sering menerima kalimat kasar atau cemoohan dalam menggungah

foto yang sering diupload, tidak banyak menerima like, banyak para teman media

sosial yang ingin tau kegiatan foto yang diupload. Salah satunya pada kalangan

mahasiswa yang pada saat ini sedang trend dalam mengunggah foto di media

sosial dengan berbagai cara dan tempat yang sedang kekinian.

Mahasiswa sendratasik terkadang mengabadikan dengan mengunggah foto

saat beberapa subjek menggunakan pakaian tari untuk tampil, pergi ke kampus

atau berkumpul bersama teman - teman. Apabila mahasiswa tidak menggunakan

make up, mereka merasa kurang percaya diri, risih dan malu terutama saat
mengunggah foto akan tetapi jika mereka menggunakan make up dan memakai

pakaian yang sedang trend baik ketika berfoto maupun ke kampus atau hangout

bersama mereka merasa percaya diri dan yakin akan penampilannya. Mereka

harus menggunakan kostum yang terlihat elegan untuk menunjang penampilan.

Selain itu, mahasiswa sendratasik sering mengunggah foto dalam satu bulan sekali

ada lima foto yang diunggah dengan penampilan make up yang semakin divariasi.

Mereka juga menambah dengan gaya rambut, gaya hijab yang dimodifikasi. Foto-

foto tersebut sering diupload di media sosial seperti instagram, facebook, bbm,

twitter, youtobe, line, whatsapps dan lain sebagainya maupun untuk koleksi

pribadi. Ketika mereka mengunggah foto dimedia tidak sedikit para pengikut

mereka mengomentari hasil unggahan foto mereka ada yang memberikan

komentar positif dan negatif, tetapi sebagian dari mereka seakan tidak

menghiraukan komentar – komentar yang negatif dari orang lain. Sedangkan, jika

ada yang memuji foto mereka langsung membalas dengan hal yang senada.

Di Indonesia, mengunggah foto di media sosial merupakan hal yang tidak

boleh ketinggalan. Foto adalah kegiatan mengambil foto diri sendiri maupun

banyak orang hingga seluruh tubuh yang biasanya dilakukan dengan smartphone,

lalu diunggah ke media sosial (Gibb,2003). Dikalangan mahasiswa, citra atau

keadaan fisik dipandang sebagai suatu hal yang sangat penting, namun ketika

keadaan fisik tidak sesuai dengan harapannya (ketidak sesuaian antara citra tubuh

dengan self picture) dapat menimbulkan rasa tidak puas dan kurang percaya diri.

Sejalan dengan penelitian yang dilakukan di Georgia Tech dan Yahoo yang

melakukan wawancara terhadap 15 orang remaja pengguna media sosial. Di


dapati hasil dari penelitian yang dipublikasikan di AAAI Conference on Web and

Social Media, seseorang akan lebih merasa percaya diri ketika foto yang

diunggahnya kemedia sosial mendapatkan banyak love dan komentar dari para

pengikutnya (Felicia,2015).

Kepercayaan diri menurut Hakim (2002) merupakan keyakinan seseorang

terhadap segala kelebihan aspek yang dimilikinya dan keyakinan tersebut

membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan di dalam

hidupnya. Selain itu kepercayaan diri menurut Willis (Ghufron & Risnawita, 2014)

merupakan keyakinan bahwa seseorang mampu menanggulangi suatu masalah

dengan situasi terbaik dan dapat memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi

orang lain. Terdapat ciri - ciri kepercayaan diri menurut Lindenfielad (Rahayu,

2013) yaitu cinta diri, pemahaman diri, memiliki tujuan yang jelas.

Harter (Santrock, 2003) mengatakan citra tubuh secara konsisten

berkorelasi paling kuat dengan rasa kepercayaan diri secara umum. Citra tubuh

pada individu memiliki hubungan sangat erat dengan kepercayaandiri. Sehingga

apabila individu memiliki citra tubuh yang sesuai dengan konsep idealnya, maka

tingkat kepercayaan dirinya tinggi. Saat memiliki gambaran mental yang akurat

mengenai citra tubuh maka individu akan memiliki kepercayaan diri yang sehat

(Meliana, 2006).

Citra tubuh menurut Anwar (2009) adalah gambaran mental seseorang

terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya, bagaimana seseorang mempersepsi dan

memberikan penilaian atas apa yang dia pikirkan dan rasakan terhadap ukuran dan

bentuk tubuhnya dan atas bagaimana kira-kira penilaian orang lain terhadap
dirinya. Menurut Cash dan Pruzinsky (2002) citra tubuh merupakan sikap yang

dimiliki oleh seseorang terhadap tubuhnya yang dapat berupa penilaian positif

atau negatif. Citra tubuh menurut Tresnasari (2001) terdiri dari empat ciri-ciri

citra tubuh yaitu mempersepsikan bentuk tubuh, merasa bangga atau punya harga

diri, merasa nyaman.

Berdasarkan fenomena diatas peneliti tertarik meneliti hubungan antara

citra tubuh dengan kepercayaan diri dalam mengunggah foto pada mahasiswa

FKIP sendratasik Universitas PGRI Palembang.

HIPOTESIS
Berdasarkan penjelasan di atas maka hipotesis penelitian ini adalah ada

hubungan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri dalam mengunggah foto

pada mahasiswa FKIP sendratasik Universitas PGRI Palembang.

METODE PENELITIAN

Berdasarkan tujuan penelitian maupun hipotesis penelitian pada bab

sebelumnya, maka diketahui variabel-variabel dalam penelitian ini yaitu:

1. Variabel tergantung (dependen variabel) : Kepercayaan diri

2. Variabel bebas (independent variabel) : Citra tubuh

Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 200 mahasiswa

yang aktif mengunggah foto dan menggunakan make up. Metode pengumpulan

data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode skala likert yaitu cara
mengumpulkan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang diberikan pada

subjek. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini ada 2 yaitu :

1. Kepercayaan diri

Kepercayaan diri adalah penilaian mahasiswa FKIP Sendratarsik Universitas

PGRI Palembang dalam menilai diri maupun objek sekitarnya sehingga individu

mempunyai keyakinan dirinya untuk dapat melakukan sesuatu sesuai dengan

kemampuannya.

Aspek – aspek kepercayaan diri menurut Lauster (Ghufron & Risnawita,

2014) yaitu keyakinan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, rasional, dan

realitis. Adapun butir dari skala kepercayaan diri :

Distribusi Skala Kepercayaan Diri Penelitian


Aspek Indikator Aitem ∑
F UF
Keyakinan Sikap positif 1(1),21(20) 11(10),31(28) 4
kemampuan
diri Bersungguh – 2(2),42(21)
sungguh 12(11),32(29) 4
Optimis Sikap positif 3(3),23(22) 13(12),33(30), 5
53(40)
Berpandangan baik 24(4) 14(13) 2

Objektif Kebenaran yang 5(5),25(23),45(35) 35(14) 4


semestinya
6(6),26(24),46(36) 36 (15) 4
Kebenaran pribadi
Bertanggung Kesediaan 7(7),27(25),47(37) 37(16),57(31) 5
jawab menanggung
18(17),38(32), 6
Konsekuensi 8(8),28(26),48(38) 58(41)
Rasional dan Anlisis masalah - 19(18),39(33) 2
realistis
Pemikiran sesuai 10(9),30(27),50(39) 20(19),40(34) 5
kenyataan
22 19 41
Keterangan : angka dalam kurung () adalah nomor urut butir baru setelah uji coba
F : Favourable
UF : Unfavourable

2. Citra tubuh

Citra tubuh adalah penilaian mahasiswa FKIP Sendratasik Universitas PGRI

Palembang terhadap ukuran, bentuk, dan estetika tubuhnya berdasarkan evaluasi

individual dan pengalaman afektif terkait atribut fisiknya.

Aspek – aspek Davidson & Mc. Cabe (2005) yaitu daya tarik fisik,

kepuasan gambar tubuh, penilaian citra tubuh, menutupi bagian tubuh, perbaikan

tubuh. Adapun butir dari skala citra tubuh :

Distribusi Skala Citra Tubuh untuk Penelitian


Aspek Indikator Aitem ∑
F UF
Daya tarik Penampilan menarik 1(1),21(21),41(37) 11(11),31(28),51(6
fisik (41)

Penilaian bentuk 2(2),22(22),42(38) 12(12),32(29) 5


tubuh
Kepuasan Kepuasan ukuran 23(3),43(23) 33(13),53(30) 4
gambar tubuh tubuh

Keyakinan pada 44(4) 34(14) 2


bentuk tubuh
Penilaian Kepentingan citra 5(5),25(24),45(39) 15(15),35(31), 6
citra tubuh tubuh 55(42)

Ketertarikan bentuk
tubuh 6(6),26(25) 16(16),36(32) 4

Menutupi Menutupi ukuran 7(7) 17(17),37(33) 3


bagian tubuh tubuh yang kurang
menarik

Menghindari diskusi 48(8) 18(18),38(34), 4


bentuk dan ukuran 58(43)
tubuh

Perbaikan Memperbaiki bentuk 29(9),49(26) 19(19),39(35), 5


Tubuh tubuh 59(44)

Meningkatkan 10(10),30(27), 20(20),40(36) 5


ukuran dan berat 50(40)
badan
21 23 44
Keterangan : angka dalam kurung () adalah nomor urut butir baru setelah uji coba
F : Favourable
UF : Unfavourable

HASIL PENELITIAN

Pada penelitian ini tentang hubungan antara citra tubuh dengan

kepercayaan diri dalam mengunggah foto pada mahasiswa FKIP Sendratasik

Universitas PGRI Palembang. Peneliti mengkategorisasikan subjek penelitian

menjadi dua yaitu baik dan buruk untuk skala citra tubuh sedangkan untuk skala

kepercayaan diri adalah tinggi dan rendah.

Hasil dari kedua data yang diperoleh melalui alat ukur yang dibuat oleh

peneliti berdasarkan berdistribusi normal karena memenuhi kaidah p> 0,05 dapat

dilihat pada variabel citra tubuh dengan p = 0,357 (p>0,05), KS-Z = 0,927dan

variabel kepercayaan diri mendapatkan nilai p = 0,216 (p>0,05) dengan KS-Z

=1,672

Hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dikatakan linier jika

tidak ditemukan penyimpangan. Kaidah uji yang digunakan adalah jika p <0,05

berarti hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dinyatakan linier,
tetapi jika p>0,05 maka hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat tidak

linier.

Berdasarkan output spss tabel anova dan koefesien menunjukkan

hubungan antara citra tubuh (X) dengan kepercayaan diri (Y) dalam mengunggah

foto menunjukkan p=0,000 (p<0,01) dan F= 83,720. Nilai p merupakan nilai yang

menunjukkan seberapa linier hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.

Dalam tabeltersebut nilai p = 0,000< 0,01 sehingga menunjukkan garis persamaan

linier antara citra tubuh dengan kepercayaan diri dalam mengunggah foto.

Berdasarkan hasil nilai korelasi antara variabel citra tubuh dengan

kepercayaan diri , yaitu nilai r = 0,633 dengan nilai r square = 0,401 dan p =

0,000 dimana p < 0,01. Dengan demikian, hasil tersebut menunjukkan bahwa ada

hubungan yang sangat signifikan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri

dalam mengunggah foto pada mahasiswa FKIP Sendratasik Universitas PGRI

Palembang. Besarnya sumbangan yang diberikan oleh citra tubuh dengan

kepercayaan diri adalah sebesar 0,401 atau 40,1 %. Jadi masih terdapat 59,9%

pengaruh dari faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kepercayaan diri,

namun tidak diteliti oleh peneliti.

PEMBAHASAN

Penelitian yang dilakukan mengenai citra tubuh dengan kepercayaan diri

dalam mengunggah foto di media sosial ini menggunakan uji regresi sederhana

yang bertujuan untuk menguji hipotesis tentang adanya hubungan antara citra

tubuh dengan kepercayaan diri dalam mengunggah foto di media sosial pada
mahasiswa FKIP sendratasik Universitas PGRI Palembang. Hasil penelitian yang

dilakukan didapatkan hasil data analisis menggunakan metode statistik maka

dapat dideskripsikan bahwa hipotesis yang diajukan diterima dengan data statistik

yang diperoleh nilai r = 0,633 dengan nilai signifikansi (p) = 0,000 dengan p <

0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara

citra tubuh dengan kepercayaan diri dalam mengunggah foto di media sosial pada

mahasiswa FKIP Sendratasik Universitas PGRI Palembang.

Berdasarkan hasil hipotesis yang didapatkan melalui data analisis bahwa

nilai sumbang yang didapatkan antara citra tubuh dengan kepercayaan diri adalah

sebesar 40,1% atau nilai r², yang artinya terdapat 59,9% hal-hal yang harus

diperhatikan peneliti. Beberapa faktor tidak dilakukan oleh peneliti yakni faktor

internal yang meliputi harga diri, konsep diri, pengalaman, citra tubuh. Sedangkan

faktor eksternal meliputi pendidikan, pekerjaan, lingkungan dan pengalaman

hidup.

Hasil kategorisasi kepercayaan diri tinggi menunjukkan bahwa dari 127

mahasiswa sendratasik yang dijadikan subjek penelitian terdapat sebanyak 69

mahasiswa atau 55% yang memiliki kepercayaan diri dan sebanyak 58 mahasiswa

atau 45% memiliki kepercayaan diri yang rendah.

Rahayu (2013) menyatakan bahwa kepercayaan diri yang tinggi adalah

keyakinan atas kemampuan diri sehingga dalam tindakan- tindakannya tidak

terlalu emas, merasa bebas melakukan hal- hal yang sesuai keinginan. Sedangkan

kepercayaan diri rendah adalah tidak memiliki sesuatu keinginan yang


diperjuangkan secara bersunguh-sunguh, canggung dalam menghadapi orang,

sering memiliki harapan yang tidak realistis, terlalu sensitif.

Berdasarkan dari hasil penelitian dilapangan terlihat pada mahasiswa

sendratasik mengatakan bahwa ketika mengunggah foto dengan pose yang sangat

trend dan kekinian dalam memilih tempat untuk mengekspose foto yang akan

diuploadnya. Mahasiswa sendratasik juga merasa yakin ketika berfoto, mahasiswa

juga terkadang tidak memakai efek kamera. Selain itu, ketika mahasiswa dikritik

oleh teman-temannya mereka marasa cuek dan tidak mengubah penampilannya

serta mahasiswa juga selalu berpikir positif atas komentar dari orang lain. Dengan

demikian, dari data analisis yang diperoleh yaitu data kepercayaan diri didapatkan

sebanyak 69 mahasiswa atau 55% memiliki kepercayaan diri tinggi.

Hasil kategorisasi citra tubuh menunjukkan bahwa dari 127 mahasiswa

terdapat sebanyak 64 mahasiswa atau 50,4% yang memiliki citra tubuh baik

sedangkan sebanyak 63 mahasiswa atau 49,6% yang memiliki citra tubuh yang

buruk.

Cash (2002) menyatakan bahwa citra tubuh yang baik adalah adalah derajat

kepuasaan individu terhadap karakteristik tubuh atau bagian-bagian dari tubuh.

Sedangkan citra tubuh yang buruk adalah adalah evaluasi diri dan perasaan yang

negatif, individu merasa hanya orang lain yang menarik dan bentuk tubuh dan

ukuran tubuh individu adalah sebuah tanda kegagalan pribadi dan individu merasa

malu dan khawatir akan badannya.


Berdasarkan dari penelitian dilapangan terlihat mahasiswa tidak memilih

mengedit foto walaupun memiliki bentuk tubuh yang tidak ideal. Mahasiswa juga

lebih merasa bangga ketika menggunakan make up ketimbang harus mengedit

foto dan mahasiswa juga tidak pernah memakai efek kamera walaupun mereka

masih tetap menggunakan make up. Selain itu, mahasiswa merasa nyaman dan

bangga menggunakan pakaian yang sedang trend dan mahasiswa tampak cuek

ketika dikomentari oleh orang lain mengenai penampilannya. Dengan demikian,

Dengan demikian, dari data analisis yang diperoleh yaitu data citra tubuh

didapatkan sebanyak 64 mahasiswa atau 50,4 % yang memiliki citra tubuh baik.

Hubungan antar variabel dalam penelitian ini didukung pernyataan Harter

(Santrock, 2003) mengatakan citra tubuh secara konsisten berkorelasi paling kuat

dengan rasa kepercayaan diri secara umum. Sehingga apabila individu memiliki

citra tubuh yang sesuai dengan konsep idealnya, maka tingkat kepercayaan dirinya

tinggi. Hasil penelitian menunjukan bahwa baiknya citra tubuh mahasiswa

sendratasik tidak menggunakan aplikasi kamera dan bangga dengan bentuk tubuh

yang dimiliki serta mahaisswa sendratasik juga sering menggunakan make up

ketika berfoto ketimbang harus mengcrop foto. Selain itu mahasiswa merasa

nyaman saat menggunakan pakaian yang sedang trend maka mahasiswa

sendratasik memiliki kepercayaan diri yang tinggi, ketika mereka marasa yakin

saat mengunggah dengan pose yang sedang trend dan mereka percaya diri saat

menggunakan custom menarik dan ketika ada yang mengkritik hasil unggah foto

mahasiswa sendratasik terlihat cuek dan berpikir positif atas komentar orang lain.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik citra tubuh semakin

tinggi kepercayaan mahasiswa FKIP Sendratasik. .

Sejalan dengan hasil penelitian ini yang pernah dilakukan Sri Wahyuni

(2014) yang berjudul hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan

berbicara di depan umum pada mahasiswa psikologi. Hasil penelitian diperoleh

nilai p = 0.000 < a = 0.05 mengatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat

signifikan. Hal ini berarti hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan yang

sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan

umum pada mahasiswa program studi psikologi angkatan 2009 dan 2010 di

Universitas Mulawarman Samarinda dengan r=-0.559 dan p=0.000. Nilai r=-0.559

dengan koefisien negatif diartikan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara

kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa.

Hal ini juga berarti semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin rendah

kecemasan berbicara di depan umum, dan begitu pula sebaliknya, semakin rendah

kepercayaan diri maka semakin tinggi kecemasan berbicara di depan umum pada

mahasiswa.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis data dan pembahasan,

peneliti menarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara

citra tubuh dengan kepercayaan diri dalam mengunggah foto di media sosial pada

mahasiswa FKIP Sendratasik Universitas PGRI Palembang.


Adapun dari hasil penelitian tersebut terdapat beberapa saran yang

dikemukakan peneliti. Beberapa saran tersebut antara lain :

1. Bagi Mahasiswa

Saran bagi mahasiswa FKIP Sendratasik Univeristas PGRI Palembang

lebih diharapkan untuk meningkatkan kepercayaan diri sehingga citra tubuh

semakin baik melalui kegiatan seperti mengikuti ajang kontes kecantikan, kontes

foto model, lomba tari .

2. Penelitian Selanjutnya

Bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneruskan penelitian ini, peneliti

berharap dapat meneruskan dengan variabel penelitian yang sejenis atau lebih

kompleks dengan mempertimbangkan faktor – faktor internal lain yang

mempengaruhi kepercayaan diri atau faktor eksternal. Hal lain yakni keterbatasan

peneliti dalam penyusunan skala Try Out agar dapat diminimalisir jumlah aitem

yang gugur pada penelitian selanjutnya. Selain itu, pengaturan waktu perlu

diperhatikan agar tidak terjadi pengembalian angket yang tidak diisi dengan

lengkap. Peneliti selanjutnya juga dapat menambah sampel penelitian tidak hanya

pada satu fakultas, namun diikutsertakan fakultas lain yang terdapat dalam

universitas sehingga hasil penelitian dapat digeneralisir dan dijadikan

perbandingan dari hasil penelitian ini.


Daftar Pustaka

Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Yoyakarta : Pustaka Pelajar

Anwar. (2009). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Bandung: Penerbit


Refika Aditama.

Berk, L.E. (2012). Development through the lifespan. Edisi Kelima.


Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Cash & Prunzinsky. (2002). Body image: a handbook of theory, research, and
clinical practice. New York: Guildford Press.

Davison,T.E. & Mc Cabe, M.P. (2005). AdolescentBody Image and Psychosocial


Functioniong. Deakin University : Australia.

Felicia, N. (2015). Pengaruh Jumlah "Like" Di Instagram Terhadap Kepercayaan


Diri. Jurnal Psikologi Gunadarma 3, 21-30.

Ghufron, M,N. & Risnawati. (2011). Teori- teori psikologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media.

Gibbs, J.C. (2003). Moral development and reality. Beyond the theories of
Kohlberg and Hoffman.Thousand Oaks, CA: Sage.

Hakim, T . (2002). Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri. Jakarta : Purwa Swara.

Harter, S (1999 ). The Construction of The Self: A Developmental Perspective.


New York: The Guilford Press.

Lauster, P. (2006). Tes Kepribadian. Jakarta : Gaya Media Pratama.

Lindenfield, G. (2010) . Tips Bisa Percaya Diri. Dalam Syaifullah, A. Jogjakarta:


Citra Ilmu.

Melliana (2006). Menjelajah Tubuh :Perempuan dan Mitos Kecantikan.


Yogyakarta: Pelangi Aksara.
Papalia D.E.,Old S.W., Feldman R.D (2013). Human Development. Jakarta:
Salemba Humanika.

Rahayu, Y.A. (2013). Menumbuhkan Kepercayaan Diri Melalui Kegiatan


Bercerita. Jakarta: PT Indeks.

Santrock, W. J.(2003). Adolencent, Perkembanngan Remaja. Jakarta : Erlangga.

Sujarwo, S. (2013). Diktat Kuliah Statistik I. Tidak Diperjual-Belikan, Dipakai


Untuk Kalangan Sendiri. Fakultas Psikologi: Universitas Bina Darma
Palembang.

Sujarwo, S. (2013). Diktat Kuliah Statistik II. Tidak Diperjual-Belikan, Dipakai


Untuk Kalangan Sendiri. Fakultas Psikologi: Universitas Bina Darma
Palembang.

Sugiyono (2013). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung:


Alfabeta.

Tresnasari,T. (2001). Hubungan Citra Raga dan Minat Membeli Kosmetik


Pemutih pada Remaja Putri. Skripsi (tidak di terbitkan). Yoyakarta:
Fakultas Psikologi UGM.
IDENTITAS PENELITI

 Nama : Diah Larasita


 Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 16 september 1995
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Agama : Islam
 Email : diahlarasita16@gmail.com
 Telepon/ No. Hp : 081271598547