You are on page 1of 3

EROSI ALIRAN BAWAH TANAH AKIBAT KEBOCORAN PIPA PDAM

DI KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG

Adinda A M Lailiya
Email: Adinda1759@gmail.com

Erosi merupakan proses penghanyutan tanah oleh desakan-desakan atau kekuaatan air
dan angin, baik yang berlangsung secara alamiah ataupun sebagai akibat tindakan atau
perbuatan manusia (kartasapoetra:1987:35). Erosi yang berlangsung secara normal atau
alamiah terjadi secara normal di lapangan dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi
kehidupan manusia. Terdapat pula beberapa erosi yang menimbulkan dampak negatif bagi
manusia seperti tanah longsor.

Di Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang terdapat aliran PDAM yang di alirkan ke


rumah-rumah penduduk. PDAM yang sangat membantu penduduk dalam mencukupi
kebutuhan air setiap harinya, terlebih lagi air PDAM yang di alirkan berasal dari sumber
sememu dengan air yang bersih dan segar membuat penduduk sangat puas air yang dialirkan.
Pemasangan pipa-pipa PDAM yang di alirkan ke rumah-rumah penduduk tertimbun di dalam
tanah agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat, namun tertimbunnya pipa-pipa tersebut
dapat mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat seperti yang terjadi di Kecamatan Kunir.

Dampak buruk yang terjadi dari pemasangan PDAM di Kecamatan Kunir yaitu adanya
lubang yang cukup besar di tepi jalan yang terkubangi oleh air. Hal ini diakibatkan oleh adanya
kebocoran pipa PDAM yang membuat lapisan tanah diatasnya terkikis secara perlahan-lahan
yang akhirnya tanah yang menutupi pipa terangkut oleh air sehingga tanahnya runtuh, ditambah
lagi tidak adanya tanaman di atasnya sebagai penguat yang mengakibatkan proses terkikisnya
tanah semakin cepat. Bocornya pipa PDAM diakibatkan oleh usia pipa yang sudah tua yang
perlu adanya penggantian ulang pipa-pipa tersebut, kebocoran pipa tidak akan terjadi bila
dilakukan pengecekan pipa-pipa yang sudah berusia tua sehingga terdapat adanya penanganan
yang lebih cepat sebelum terjadi dampak buruk yang ditimbulkan.
Gambar: erosi aliran bawah permukaaan akibat kebocoran pipa PDAM

Bentuk erosi yang terjadi di Kecamatan Kunir termasuk bentuk erosi aliran bawah
permukaan. Hal ini dikarenakan adanya aliran air yang terpusat pada saluran air yang ada di
bawah permukaan tanah yang disebabkan karena kebocoran saluran air pipa PDAM, selain itu
karena struktur tanah yang mudah lolos air, sehingga air yang terus-menerus keluar dari
kebocoran pipa-pipa PDAM menyebabkan tanah yang berada diatasnya terangkut oleh air
sehingga tanahnya runtuh dan menimbulkan lubang besar yang akan terisi air. Dampak dari
adanya erosi aliran bawah permukaan di Kecamatan Kunir menimbulkan dampak negatife bagi
masyarakat, untuk dampak fisik yang ditimbulkan dari erosi aliran bawah permukaan di
Kecamatan Kunir yaitu menghambat kelancaran air dan penurunan tingkat kualitas air saat
terjadi erosi, sedangkan untuk dampak social yang ditimbulkan dari erosi aliran bawah
permukaan yaitu terganggunya aktivitas masyarakat untuk bekerja, sekolah dan lain-lain
karena jalannya sebagian sudah tererosi sehingga menghambat laju kecepatan kendaraan
masyarakat.

Solusi dari erosi aliran bawah permukaan akibat pipa PDAM yang bocor yaitu dengan
melakukan pengecekaan pipa-pipa PDAM yang sudah berusia lanjut, melakukan penggantian
pipa-pipa yang sudah berusia lanjut dan melakukan penanaman tanaman pada sekitar daerah
pemasangan pipa agar dapat mengikat air dan resistensi tanah sehingga tanah tidak mudah
tererosi karena ada penguat akar-akar tanaman tersebut.
Gambar: lokasi erosi aliran bawah permukaan