You are on page 1of 13

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 3

1. EGA AUDIA
2. MERIN SINDA FREDELA
3. M. NAUFAL
4. RIZEY PEBRILIA

GURU BIDANG STUDI


ZAINAL, S.Pd

SMA NEGERI 4 KERINCI


TAHUN AJARAN
2017/2018
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin segala puji kehadirat Allah SWT yang telah


memberikan taufiq dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga atas ridho-Nyalah
penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Tugas makalah ini diselesaikan untuk memenuhi tugas yang diberikan dan
sebagai sarana menambah wawasan.
Walaupun telah berusaha semaksimalkan mungkin penulis menyadari
penuh bahwa tugas makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan penulis sebagai
pengetahuan dan perbaikan di masa yang akan datang.
Mudah-mudahan makalah yang penulis buat ini bisa bermanfaat baik bagi
pembaca maupun bagi penulisnya.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ i


DAFTAR ISI ............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG .................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH ................................................................ 1
C. TUJUAN PENULISAN .................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................ 2
A. ADAP KEPADA ORANG TUA .................................................... 2
B. ADAP KEPADA GURU ................................................................ 4
BAB III PENUTUP .................................................................................... 8
A. KESIMPULAN ............................................................................... 8
B. SARAN ........................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 9
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Seberapa hormatkah kita sebagai anak kepada orang tua kita?guru
kita?mungkin kata tersebut bukanlah kata yang mesti ditanyakan,karena rasa
hormat kepada orang tua dan guru itu merupakan sebuah kewajiban bagi seorang
anak.
Beginilah cara al-Qur’an dan hadits-hadits menjelaskan mengenai
kewajiban anak terhadap orang tua. Mereka harus menghormati, mentaati ,
berbuat baik dan tidak berkata buruk atau sesuatu yang menyakitkan kedua orang
tua. “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain
Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut
dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada
keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah
kepada mereka perkataan yang mulia” QS. Al-Isra’, 17: 23. Karena kedua orang
tua, terutama ibu, telah mengawali melakukan kewajiban dengan kasih sayang
yang dilimpahkan. Sejak anak masih berupa bayi, bahkan masih dalam
kandungan.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Adap Kepada Orang Tua ?
2. Adap Kepada Guru ?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui Adap Kepada Orang Tua
2. Dapat mengetahui Adap Kepada Guru
BAB II
PEMBAHASAN

A. ADAB KEPADA ORANG TUA


Adab menurut bahasa ialah norma/aturan. Menurut istilah adab ialah
norma atau atauran mengenai sopan santun yang di dasarkan atas aturan agama,
terutama agama islam. Sedangkan orang tua adalah orang yang lebih tua dari kita,
yang telah merawat,mendidik dan membesarkan kita, semenjak dalam kandungan
sampai kita dewasa yang biasa disebut ayah dan ibu. Jadi adab kepada orang tua
adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan
agama terutama agama islam terhadap orang yang sudah membesarkan kita,
merawat serta mendidik kita yaitu terutama ayah dan ibu.
Orang tua merupakan orang yang secara jasmani menjadi asal keturunan
anak, orang tua merupakan sosok yang paling dekat hubungannya dengan
anaknya. Pengorbanan orang tua sungguh tiada tara, mereka mendidik kita dan
menyerahkan hidupnya untuk keselamatan anaknya.
Islam mengajarkan agar seorang anak untuk selalu menaati orang tuanya
selama tidak bertentangan dengan agama. Dalam Al-Qur’an Allah sering
mengiringkan perintah ta’at kepada-Nya diikuti dengan berbuat baik pada orang
tua, karena merekalah tangan kedua setelah Allah. Sebagaimana Firman Allah
swt. dalam surah An-Nisa’ ayat 36 sebagai berikut.

Artinya: “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu memperekutukan-Nya


dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-
kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin. Sungguh, Allah tidak menyukai
orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisa 4:36).

Dalam ayat tersebutm dijelaskan bahwa kita diwajibkan beribadah kepada


Allah swt., juga berbuat baik kepada orang tua. Terutama seorang Ibu yang secara
khusus Allah menyebutkan betapa berat mendidik anaknya, sejak dalam
kandungan, melahirkan, menyusui, serta mendidik ke tahap selanjutnya.
Oleh karena itu, ketika Rasulullah saw. ditanya, kepada siapa lebih awal
berbuat baik? Beliau menjawab “kepada Ibumu, lalu Ibumu, dan Ibumu baru
kemudian kepada bapakmu.”
Selanjutnya Allah swt. memerintahkan bersyukurlah atas ni’mat iman dan ihsan
serta bersyukurlah kepada orang tua mu atas ni’mat tarbiyyah (pendidikan).
Karena keduanya penyebab adanya kamu dan karena pendidikan mereka yang
baik sehingga menjadi kuat.
Kita harus selalu berbuat baik kepada kedua orang. Dan yang harus menjadi
pertimbangan adalah pendidikan dan kasih sayang orang tua terhadap anaknya
tidaklah hanya dua tahun. Sebagaimana tuntunan Al-Qur’an, pendidikan anak
diberikan sampai sang anak dewasa, bahkan sampai sang anak berkeluarga,
seorang ibu pun sering membimbing anaknya.
Tetapi perlu diperhatikan, jika kedua orang tua membawa kita untuk kekufuran
dan syirik kepada Allah swt., maka tidak perlu untuk di ta’ati.
Akan tetapi, tetaplah bergaul dalam urusan dunia baik dengan baik dan
Ihsan sekalipun mereka musyrik. Karena kekufuran , mereka terhadap Allah,
tidaklah menghilangkan kelelahannya dalam mendidik anak-anaknya, maka
wajarlah jika Allah memerintahkan kita untuk merawat kedua orang tua kita pada
masa tuanya ditunjukkan dalam firman Allah swt. QS. Al-Isra ayat 23 berikut.

‫ﻦﻐُﻠْﺒَﻳﺎ َّﻣِﺇﺎ ًﻧ َﺎﺴْﺣِﺇ ِﻦْﻳَﺪِﻟ َﺍﻮْﻟﺎِﺑَﻭ ُﻩﺎَّﻳِﺇﺎ َّﻟِﺇﻭﺍ ُﺪُﺒْﻌَﺗﺎ َّﻟَﺃ َﻚُّﺑَﺭﻰ َﻀَﻗَﻭ‬
َ َّ ‫ﺎ َﻟَﻭ ٍّﻑُﺃﺎ َﻤُﻬَﻟ ْﻞُﻘَﺗﺎ َﻠَﻓﺎ َﻤُﻫﺎَﻠِﻛ ْﻭَﺃﺎ َﻤُﻫُﺪَﺣَﺃ َ َﺮﺒِﻜْﻟﺍ َﻙَ ْﺪﻨِﻋ‬
‫ ﺗَﻨْﻬَﺮْﻫُﻤَﺎ ﻭَﻗُﻞْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﻗَﻮْﻟًﺎ ﻛَﺮِﻳﻤًﺎ‬23( )
‫ ) ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺟَﻨَﺎﺡَ ﺍﻟﺬُّﻝِّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ ﻭَﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ ﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛََﻤﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲ ﺻَﻐِﻴﺮًﺍ‬24(

Artinya : Dan Tuhanmu menetapkan bahwa janganlah kamu menyembah


melainkan kepada-Nya dan berbuat baiklah kepada ibu bapak. Jika sampai salah
seorang mereka atau keduanya telah tua dalam pemeliharaanmu (berusia lanjut),
maka janganlah engkau katakan kepada keduanya “ah” dan janganlah engkau
bentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya perkataan yang mulia (23).
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan
ucapkanlah “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua
telah mendidik aku pada waktu kecil (24)” (QS. Al-Isra 17 : 23-24).
Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa adab kepada
orang tua (yang masih hidup) adalah sebagai berikut :
1. Jangan berkata kasar yang dapat menyakiti perasaan kedua orang tua.
2. Berkata baik, sopan dan santun kepada kedua orang tua
3. Bertanggung jawab atas kehidupan dan kesejahteraannya di hari tuanya
4. Merendahkan diri di hadapan kedua orang tua.
5. Jangan membentak atau memarahi kedua orang tua

Adab kepada Orang Tua dan guru


1. PATUH TERHADAP PERINTAH ORANG TUA
Hendaklah kita selalu tunduk dan patuh kepada kedua oramg tua dalam
segala hal yang baik-baik.”Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat
baik) ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah
yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepada Ku dan kedua orang tua ibu bapakmu, hanya kepada Kulah kamu
kembali. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan
Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka
janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia
dengan baik…….”(QS. Luqman [31] : 14 - 15)
2. TIDAK BERKATA KASAR KEPADA ORANG TUA
Kita dilarang berkata kasar, membentak misalnya berkata hus / ah dan kata
kata sejenisnya, yang termasuk ungkapan yang tidak baik. Karena Allah
berfirman.”Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan
menyembah selain Dia dan agar kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu
dengan sebaik-baiknya, jika salah seorang diantara kedduanya sampai
berusia lanjut atau keddua-keduanya sampai berusia lanjut daam
pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan”ah” dan
janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra [17] : 23)Merawat Orang Tua Ketika
Usianya Sudah Lanjut. Allah Berfirman: “Dan rendahkanlah dirimu
terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan
ucapkanlah”wahai Tuhanku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana
(kasih mereka) mendidikku waktu kecil.” (QS. Al- Isra [17] : 240)
3. BERUSAHA MENYENANGKAN HATI ORANG TUA
Nabi bersabda: “Dari „Abdullah bin „Amr bin „Ash radhiyallaahu
„anhuma, bahwa Rasulullah shallallaahu „alaihi wa sallam bersabda:
“Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah
bergantung kepada kemurkaan orang tua”
4. SELALU MENDOAKAN ORANG TUA
Contohnya:”Ya Allah Tuhanku, ampunilah segala dosaku, dan dosa kedua
orang tuaku, kasihanilah dan sayangilah mereka sebagaimana (mereka)
mendidik/merawatku di waktu kecil.

B. ADAB KEPADA GURU


Guru merupakan ‘orang tua kedua’ kita, merekalah yang berjasa dalam
mendidik kita setelah orang tua, Ilmu yang kita peroleh saat ini tidak lepas dari
peranan seorang guru, seseorang dapat membedakan baik dan buruk karena ilmu.
Islam meletakkan ilmu di atas yang lainnya, dan Islam juga meninggikan derajat
orang yang berilmu dibanding yang lain.
Selain itu biasanya Orang tidak memiliki banyak waktu untuk
mengajarkan berbagai macam ilmu kepada anaknya, maka dari itu peran guru
adalah mengajarkan berbagai macam ilmu. Setelah hormat dan ta’at kepada orang
tua, setiap muslim wajib hormat dan menghargai gurunya, karena gurunya
merupakan orang yang perannya sangat penting dalam mendidik kita.
Orang yang berilmu tidaklah pandai begitu saja tanpa proses belajar.
Proses belajar bisa dilakukan secara formal maupun non-formal. Proses belajar
biasanya membutuhkan pembina yang biasa disebut guru, yang mempunyai andil
besar dalam proses belajar. Guru akan membukakkan pintu-pintu ilmu lain
baginya, yang menunjukkan bila kita salah, agar tidak tergelincir pada kekeliruan.
Hendaknya orang yang sedang belajar dan berilmu itu bersikap baik terhadap
guru.
Berikut Adalah Beberapa Adab Murid Kepada Guru.
1. MULIAKAN DAN MENGHORMATI GURU
Memuliakan orang yang berilmu/guru termasuk perkara yang dianjurkan,
sebagaimana Rasulullah saw. berikut.
Ibnu Abbas r.a berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Bukan termasuk
golongan umatku orang yang tidak menyayangi yang muda, tidak
menghormati yang tua, tidak memerintahkan kebajikan dan tidak melarang
kemungkaran” (HR. Tirmidzi).
Agar mendapat ilmu dan taufik, seorang murid hendaknya memuliakan
dan menghargai guru, serta berlaku lemah lembut dan sopan santun,
jangan memotong pembicaraannya, dan memperhatikan dengan baik. Agar
kita mendapat ilmu yang bermanfaat, aamiin
2. MENDOAKAN UNTUK KEBAIKAN BAGI GURU
Ibnu Umar r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda : “Jika ada orang yang
memberimu, maka balaslah pemberian itu, jika tidak bisa membalasnya,
maka doakanlah ia, sehingga kamu memandang telah cukup membalas
kebaikan tersebut”.
Ibnu Jama’ah ra. berkata : “Hendaklah seorang penuntut ilmu mendoakan
gurunyqa sepanjang masa, memperhatikan anak-anaknya, kerabatnya, dan
menunaikan haknya apabila telah wafat”. “Dan karena ilmu yang telah
diberikannya juga, hendaknya seorang murid mendoakan gurunya, semoga
ia diberikan pahala atas ilmu yang telah diberikan kepada muridnya”.
3. REDAH HATI KEPADA GURU
Sama halnya dengan adab kepada orang tua, kita juga harus merendahkan
hati kepada guru, walaupun sang murid lebih pintar, hendaknya
menghidari perdebatan dengan guru, dalam hal ini seorang murid
hendaklah bersikap rendah hati kepada gurunya, karena sesungguhnya
rendah hatinya seorang murid kepada gurunya adalah kemuliaan dan
tunduknya adalah kebangaan, sebagaimana Ibnu Jama’ah pernah
mengatakan demikian.
Nabi Muhammad saw. bersabda, yang artinya : “Abu Hurairah ra. berkata
: bahwasanya Rasulullah saw. bersabda :”Pelajarilah ilmu, pelajarilah ilmu
ketenangan dan kesopanan, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang yang
kamu ambil ilmunya” (HR. Tabrani). Ibnu Abbas juga peenah
menyampaikan :”Aku merendahkan diri tatkala aku menuntut ilmu, maka
aku dimuliakan tatkala aku menjadi guru”.
4. MENCONTOH AKHLAKNYA
Guru adalah teladan bagi muridnya, oleh karenanya, hendaklah seorang
murid mencontoh akhlak dan kepribadian gurunya yang baik. Seperti
mencontoh kebiasaan dan ibadahnya. Seorang guru pasti membrikan hal-
hal yang baik secara lisan atau perbuatan terhadap murid-muridnya.
5. MENENANGKAN HATI GURU
Seorang murid hendaknya tidak membuat gusar gurunya. Imam Syafi’i
dalam pertemuannya dengan gurunya, Imam Malik, pada tahun 170 H,
hampir tidak pernah meninggalkan gurunya sampai gurunya wafat pada
tahun 179 H. Imam Syafi’i tidak pernah meninggalkannya, kecuali ketika
ia pergi ke Mekah untuk menjenguk ibunya ataupun pergi ke pusat ilmu
atau faqoh. Itupun setelah diperoleh izin dan restu daru gurunya.
Ada sebuah cerita tentang Imam Syafi’i, ketika beliau berziarah ke makam
Abu Hanifah, ia datang bersama dengan salah satu murid seniornya Abu
Hanifah, bernama Hasan Asy-Syaibani. Setelah tiba di makam, Hasan
Asy-Syaibani mempersilahkan Imam Syafi’i untuk menjadi imam shalat
subuh.
Pada rakaat kedua Imam Syafi’i tidak membaca qunut; padahal dalam
mahzabImam Syafi’i sendiri membaca qunut asalah sunat ab’ad, tetapi
beliau meninggalkan membaca qunut.
Setelah selesai shalat, Hasan Syaibani bertanya, “Mengapa Anda tidak
membaca qunut wahai Syafi’i? Bukankah engkau berpendapat bahwa
qunut subuh sebuah amalan sunat yang perlu dibaca?” Aku malu dengan
pemilik kuburan ini” Sahut Imam Asy-Syafi’i.
Hikmah berbakti kepada orang tua dan guru
Hikmah berbakti kepada orang tua dan guru adalah sebagai berikut.
 Merupakan amal yang paling utama
 Apabila orang tua dan guru ridha, maka Allah pun ridha, atas amal yang
kita perbuat
 Dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami, yaitu dengan
bertawasul dengan amal shaleh tersebut.
 Diluaskan rezeki dan panjang umur.
 Dimasukkan kedalam surga oleh Allah swt.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Hormat berarti menghargai, takzim dan khidmat kepada orang lain, baik
orang tua, guru sesama anggota keluarga. Dalam hubungan dengan orang
tua, perilaku hormat ditujukan dengan berbakti kepada orang tua. Berbakti
merupakan kewajiban anak kepada orang tua
2. Perilaku hormat dan patuh kepada orang lain sangat baik dilakukan oleh
seorang muslim. Oleh karena itu, perilaku hormat dan patuh ini harus
diterapkan kepada siapa saja. Berikut adalah contoh perilaku hormat dan
patuh kepada orang tua, guru dan anggota keluarga
3. Taat dan berbakti kepada kedua orang tua adalah sikap dan perbuatan yang
terpuji. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa Allah Swt.
memerintahkan kepada umat manusia untuk menghormati orang tua.
Dalil-dalil tentang perintah Allah Swt. tersebut antara lain pada Surah Al-
Isra':

3. SARAN
Sesuai dengan Pembahasan dan kesimpulan di atas, Kami menyarankan
untuk dapat memahami konsep pemikiran atau mindset yang baik akan sikap dan
tindakan yang benar dalam Menghormati dan Mematuhi kedua Orangtua dan
Guru.
DAFAR PUSTAKA

http://kisahimuslim.blogspot.com/2014/09/pentingnya-hormat-dan-patuh-
kepada.html
http://catur-wijayanti.blogspot.com/2013/06/tafsir-surah-al-isra17-ayat-23-
24.html
http://www.academia.edu/6603308/Makalah_tafsir_etika_kepada_orang_tua_by_
Naylin_Najihah?login=&email_was_taken=true
http://www.slideshare.net/poetrachebhungsu/tugas-makalah-agama
http://hikayatsahabat.heck.in/kisah-bakti-seorang-pemuda-terhadap-ibun.xhtml
http://www.abstrak.web.id/contoh-makalah/