Вы находитесь на странице: 1из 1

NPV (Nett Present Value)

Net Present Value (NPV) adalah nilai keuntungan bersih atau perolehan keuntungan
yang diperoleh di akhir pengerjaan suatu proyek/investasi. Perhitungan Net Present Value
sering dipakai sebagai pembantu dalam mengukur apakah suatu proyek dapat dinyatakan
feasible (layak) atau tidak. Biasanya perbandingan antara 2 proyek atau lebih dalam periode
waktu yang diperhitungkan. Selanjutnya orang yang akan menegerjakan project akan dapat
mengambil keputusan manakah proyek yang lebih realistis dalam dikerjakan.
Kriteria diterima atau ditolaknya sebuah proyek atau investasi dengan NPV adalah :

 NPV > 0 ------ terima


 NPV < 0 ------ tolak

Contoh Soal :

1. Seorang manajer keuangan berencana membeli mesin baru untuk menambah kapasitas
produksi. Mesin baru itu berharga Rp. 1.000.000.000 dan memberikan tambahan arus
kas sebesar Rp. 300.000.000 ditahun pertama. Rp. 400.000.000 ditahun kedua, dan Rp.
500.000.000 di tahun ketiga hingga tahun kelima. Menggunaka tingkat diskonto 14%
p.a. tentukanlah keputusan yang harus diambil manajer itu.
Jawab :
I0 = Rp. 1.000.000.000
k = 14% = 0,14
CF1 = Rp. 300.000.000
CF2 = Rp. 400.000.000
CF3 = CF4 = CF5 = Rp. 500.000.000

𝐶𝐹1 𝐶𝐹
2 𝐶𝐹3 𝐶𝐹
4 5 𝐶𝐹
NPV = + (1+𝑘)2 +
+ (1+𝑘)4 + (1+𝑘)5 − 𝐼0
1+𝑘 (1+𝑘)3

𝑅𝑝.300.000.000 𝑅𝑝.400.000.000 𝑅𝑝.500.000.000 𝑅𝑝.500.000.000


NP V = + + + +
1+0,14 (1+0,14)2 (1+0,14)3 (1+0,14)4
𝑅𝑝.500.000.000
– 𝑅𝑝. 1.000.000.000
(1+0,14)5

= Rp. 464.155.135

Karena, NPV > 0, proyek diterima