You are on page 1of 7

MENGEMBANGKAN MATERI PEMBELAJARAN.

PENGERTIAN MATERI PEMBELAJARAN.


Sebagaimana dijelaskanpada bagian sebelumnya bahwa pembelajaran berbasis
kompetemsi, termasuk yang berlaku pada smk saat ini, dapat dimaknai sebagai suatu
pembelajaran yang materi pembelajarannya dikembangkan bersasarkan kompetensi
kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Dengan demikian berarti bahwa materi
pembelajaran adalah isi (content) suatu pembelajaran yang harus dipelajari peserta didik agar
ia dapat menguasai suatu kompetesi yang telah ditetapkan dalam standar isi yang berupa
kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD).
Sejalan dengan jenis komponen pembentuk suatu kompetensi, maka jenis materi
pembelajaran dapat dibedakan menjadi materi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.
Materi pembelajara aspek kognitif secara terperinci dapat diklarifikasi lagi menjadi empat
jenis, yaitu fakta, konsep, prinsip dan prosedur (Reigeluth,1987). Termasuk jenis materi fakta
adalah nama nama objek, peristiwa sejarah, lamban, nama tempat, nama oang dan
sebagainya. Termasuk materi konsep adalah pengertian, definisi, ciri khusus, komponen, atau
bagian suatu objek. Termasuk materi prinsip adalah dalil, rumus, adagium, postulat, teorema,
atau hubungan antar konsep yang menggambarkan “jika....maka...”.
Materi jenis prosedur adalah materi berkenaan dengan langkah langkah secara
sistematis atau berurutan untk mengerjakan suatu tugas. Materi jenis sikap (afektif) adalah
materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong
menolong., semangat dan minat belajar, semangat bekerja, dan sebagainya. Sedangkan materi
pembelajaran aspek psikomotorik terdiri dari gerakan awal, semi rutin dan rutin dari suatu
gerakan fisik untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu pada level tertentu. Secara ringkas,
klasifikasi, pengertian dan contoh materi pembelajaran tsb ditunjukkan pada tabel 9.1.

KEDUDUKAN MATERI PEMBELAJARAN.


Sebagaimana diuraikan sebelumnya, materi pembelajaran merupakan salah satu
komponen sistem pembelajaran yang memegang peranan penting dalam membantu peserta
didik dalam mencapai KI dan KD. Oleh karena itu materi pembelajaran perlu dipilih dengan
tepat agar seoptimal mungkin membantu peserta didik dalam mencapai kompetensi tersebut.
Masalah masalah yang timbul berkenaan dengan pemilihan materi pembelajaran menyangkut
jenis, cakupan, urutan, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran dan sumber
diperolehnya materi pembelajaran. Jenis materi pembelajaran perlu diidentifikasi atau
ditentukan dengan tepat karena setiap jenis materi pembelajaran memerlukan strategi
penyampaian, media dan cara mengevaluasi yang berbeda beda. Cakupan atau ruang lingkup
serta kedalaman materi pembelajaran perlu diperhatikan agar tidak kurang dan tidak lebih
untuk dipelajari peserta didik guna mencapai kompetensi. Urutan (sequence) perlu
diperhatikan agar pembelajaran menjadi runtut. Perlakuan (cara mengajarkan atau
menyampaikan dan mempelajari) perlu dipilih setepat tepatnya agar tidak salah mengajarkan
atau mempelajarinya (misalnya perlu kejelasan apakah suatu materi harus dihafalkan,
dipahami atau diaplikasikan).
PRINSIP PRINSIP PEMILIHAN MATERI BELAJAR.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pemilihan materi pembelajaran,
prinsip relevansi, konsistensin dan kecukupan. Prinsip relevansi dimaksudkan untk
mendapatkan materi pembelajaran yang relevan atau berkaitan dengan pencapaian KI dan
KD. Sebgai contoh, jika kompetensi yang diharapkan dikuasai pesera didik berupa menghafal
fakta, yakni.
Tabel 9.1. Klasifikasi Materi Pembelajaran Menjadi Fakta, Konsep, Prosedur Dan Prinsip.
No. Jenis Materi Pengertian Contoh
1 Fakta Materi pembelajaran yang  Negara RI merdeka pada 17
berupa informasi verbal agustus 1945
yang berkaitan dengan  Nama bagian utama mesin
nama, tempat, jumlah, bubut adalah : kepala tetap,
kapan kepala lepas, eretan atas,
eretan bawah, rangka, meja
mesin
 Ibukota Negara RI adalah
Jakarta
 Dalam setahun ada 12 bulan
2 Konsep Materi pembelajaran yang  Mesin empat tak adalah mesin
berkaitan dengan definisi, yang dalam menghasilkan
identifikasi, klasifikasi, tenaga memerlukan 4 langkah
dan ciri khusus torak, yaitu langkah pengisian,
langkah kompresi, langkah
usaha dan langkah buang
3 Prinsip Materi pembelajaran yang  Hukum oemuaian logam: jika
berkaitan dengan logam dipanasi maka akan
penerapan dalil, hukum memuai
atau rumus  Rumus menghitung luas bujur
sangkar: luas bujur sangkar
adalah sisi kali sisi
4 Prosedur Materi pembelajaran yang Langkah umum melakukan
berkaitan dengan bagan pemotongsn secara mekanik:
alir (flowchart), algoritma, 1. Mengidentifikasi tugas dan
langkah langkah spesifikasi pekerjaan
pengerjaan sesuatu secara 2. Memilih mesin pemotong
urut (SOP) 3. Memilih dan memasang
perkakas pada mesin
pemotong
4. Memasang material pada
mesin pemotong
5. Mengoperasikan mesin untuk
memotong
6. Memeriksa hasil pemotongan
Menyebutkan nama bagian utama mesin bubut misalnya, maka materi pembelajaran yang
dipelajari peserta didik harus berupa fakta tentang nama bagian utama mesin bubut.
Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika KD yang harus dikuasai peserta didik
berjumlah empat macam, maka bahan ajar harus diajarkan juga meliputi empat macam.
Sebagai contoh, KD yang harus dikuasai peserta didik adalah melaksanakan pekerjaan
persiapan pada mesin bubut yang mecakup melaksanakan setting benda kerja, dan setting
tools, maka materi yang dipelajari peserta didik juga harus meliputi prosedur setting benda
kerja dan setting tools [ada mesin bubut.
Terakhir, prinsip keukupan dimaksudkan materi pembelajaran yang dipelajari peserta
didik hendaknya cukup memadai untuk menguasai KD yang telah ditetapkan. Materi tidak
boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang
membantu peserta didik untuk mencapai KI dan KD. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan
membuang buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

LANGKAH LANGKAH PEMILIHAN MATERI.


Kriteria pokok yang harus diperhatikan guru dalam pemilihan atau pengembangan
materi pembelajaran adalah KI dan KD. Hal ini berarti bahwa materi pembelajaran yang
dipilih untuk suatu pembelajaran harus berisikan materi pembelajaran yang benar benar
menunjang tercapainya KI dan KD tersebut. Dengan kata lain, pemilihan dan pengembangan
materi pembelajaran harus berpijak dan merujuk pada KI dan KD.
Secara garis besar ada empat langkah yang harus dutempuh guru dalam pemilihan
materi pembelajaran, yaitu (1) mengidentifikasi aspek aspek yang terdapat dalam KI dan KD
yang harus dipelajari peserta didik; (2) mengidentifikasi jenis jenis materi pembelajaran; (3)
memlikih pembelajaran yang relevan dengan KI dan KD; dan (4) memilih sumber materi
pembelajaran. Secara lebih operasional keempat langkah tersebut dijelaskan sebagai berikut.
Mengidetifkasi Aspek Aspek Yang Terdapat Dalam KI dan KD
Identifikasi aspek aspek yang terdapat dalam KI dan KD dapat diacukan pada hasil
pengebangan indkator KD sebagaimana telah dilakukan pada pembuatan silabus atau
kegiatan analisis kompetensi. Pada pegembangan indikator tersebut telah teridentifikasi
berbagai aspek KD yang harus dipelajari peserta didik yang mecakup aspek kognitif,
psikomotorik dan afektif. Ketoga aspek tersebut memerlukan jenis materi pembeljaran yang
berbeda beda yang harus dipelajari para peserta didik agar mencapai penguasaan kompetensi
sebagaimana dirumuskan dalam KD. Karena KD merupakan subkompetensi dari kompetensi
sebagaimana terdapat dalam KI, maka identfikasi aspek aspek dalam keseluruhan KD yang
terdapat dalam suatu KI akan menggambarkan cakupan materi pembelajaran yang harus
dipelajari para peserta didik untuk menguasai KI tersebut.
Mengidentifikasi Jenis Jenis Materi Pembelajaran.
Berdasarkan berbagai aspek yang telah teridentifikasi dari masing masing KD dalam
suatu KI, maka materi pembelajaran yang harus dipelajari peserta didik untuk mencapai KI
tersebut juga dapat dipilah menjadi jenis materi aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, materi pembelajaran aspek kognitif secara terperinci
dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu fakta, konsep, prinsip dan prosedur.
Identifikasi jenis materi pembelajaran penting dilakukan karena memiliki kosekuensi logis
terhadap proses pembelajaran yang harus dirancang guru agar dapat memudahkan
keberhasilan peserta didik dalam mencaai kompetensi. Hal tersebut mudah dipahami karena
setiap jenis materi pembelajaran tertentu memerlukan strategi atau metode pembelajaran,
media, dan sistem evaluasi/penilaian yang berbeda beda. Misalnya, metode untuk
mengajarakan mater fakta atau informasi verbal yan bersifat hafalan adalah menggunakan
“jembatan ingatan” (mnemonics), metode untuk mengajarkan materi yang bersifat prosedural
adalah “demonstrasi”, dan metode untuk mengajarkan materi yang bersifat psikomotorik,
yang menekankan padaketerampilan teknikal, adalah “pemberian tugas praktik” yang disertai
dengan “pemberian bimbingan” langsung.

Memilih Jenis Materi Yang Sesuai Dengan KI dan KD.


Sesuai dengan karakteristik pembelajaran program kejuruan/produktif di SMK,
khususnya pada kelompok mata pelajaran C2 dan C3, maka hampir dapat dipastikan bahwa
hasil analisis terhadap aspek aspek suatu KD akan menghasilkan kebutuhan materi
pembelajran yang mencakup aspek lognitif, psikomotorik, dan afektif. Oleh karena itu materi
pembelajarannya yang harus dikembangkan guru juga mencakup ketiga aspek tersebut.
Langkah berikutnya yang harus dilakukan guru adalah memilih materi pembelajaran yang
diperlukan tersebut dari berbagai sumber yang ada sesuai dengan aspek aspek yang telah
teridentifkasi dalam KI dan KD. Pada tabel 9.2. diberikan contoh panggalan dari silabus
mata pelajaran kompetensi kejuruan pada SMK kompetensi keahlian teknik pemesinan (014)
yang dapat dijadikan acuan untuk memilih jenis materi pembelajaran.
Berdasarkan tabel 9.2. tersebut diketahui bahwa jenis materi pembeljaran yang sesuai
dengan KD “mengoperasikan mesin bubut” pada SK “melakukan pekerjaan mesin bubut”
(dalam KTSP) terdiri dari empat jenis, yaitu konsep, prosedur, praktik dan nilai nilai yang
terkait dengan materi praktik. Dengan demikian, bahan ajar yang harus dikembangkan guru
pada KD “mengoperasikan mesin bubut” harus mencakup keempat jenis materi pembelajaran
tersebut.
Cara lain yang dapat ditempuh guru untuk menentukan jenis materi pembelajaran yang
akan diajarkan adalah dengan jalan menganalisis subskills (indikator) apa yang harus
dikuasai peserta didik. Berikut adalah contoh analisis subskills (indikator) untuk
mengidentifikasi jenis materi pembelajaran yang dituangkan dalam rumusan “jika...maka...”
1. Jika indikator yang dikuasai peserta didik berupa mengingat nama suatu objek, simbol,
atau suatu peristiwa, maka maeri pembelajaran yang hars dikembangkan guru adalah
“fakta”. Misalnya nama bagian utama mesin bubut, nama tools mesin bubut, simbol
simbol pengerjaan.
2. Jika indikator yang dikuasai peserta didik berupa kemampuan untuk menyatakan suatu
definisi, menuliskan cir khas sesuatu, mengklasifikasi atau mengelompokkan beberapa
contoh objek sesuai dengan suatu definisi, maka materi yang harus dikembangkan guru
adalah “konsep”. Misalnya konsep adiabatis pada mesin otomotif, konsep empat tak,
konsep mesin dua tak, konsep membubut tirus, konsep layanan prima.
3. Jika indikator yang harus dikuasai peserta didik berupa cara melakukan sesuatu atau
prosedur pembuatan sesuatu, maka materi yang harus dikembangakan guru adalah
“prosedur”. Contoh: prosedur setting benda kerja pada mesin bubut, prosedur tune up.

Tabel 9.2. Contoh Cara Memilih Materi Pembelajaran Sesuai Dengan SK, KD, Dan Indikator.

Standar Komptensi Indikator Jenis dan Topik


Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran
Melakukan Mengoperasikan Kognitif :
pekerjaan mesin bubut  Menjelaskan cara setting  Prosedural:
dengan mesin benda kerja pada mesin prosedur setting
bubut bubut sesuai standar yang benda kerja pada
berlaku. mesin bubut
 Memilih tool (alat potong)  Konsep: jenis
sesuai dengan karakteristik mesin bubut dan
benda kerja yang akan penggunaannya
dibubut.
 Menjelaskan cara setting  Prosedural:
tool pada mesn bubut prosedur setting
sesuai dengan standar yang tool pada mesin
berlaku bubut.
Psikomotorik :
 Melakukan setting benda  Praktik:
kerja pada mesin bubut melakukan
setting benda
kerja
 Melakukan setting tool  Praktik:
pada mesin bubut. melakukan
setting tool.
 Melakukan pembubutan  Praktik:
benda kerja sesuai SOP melakukan
pembubutan.
Afektif :
 Bekerja sesuai SOP 
Nilai pentingnya
bekerja sesuai
SOP
 Menggunakan APD  Nilai
pentingnnya
penggunaan
APD
 Menggunakan tools sesuai  Nilai pentingnya
fungsinya menggunakan
tools sesuai
fungsinya
Catatan : SK, KD, Dan Indikator Diambilkan Dari Penggalan Silabus Mata Pelajaran
Kompetensi Kejuruan Pada Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan.
4. Jika indikator yang dikuasai peserta didik berupa menentukan hubunga antara beberapa
konsep, atau memenrapkan hubngan antara berbagai konsep, maka materi pembelajaran
yang harus dikembangkan guru termasuk kategori “prinsip”. Misalnya cara menghitung
pergerseran kepala lepas dalam pembuatan tirus.

5. Jika indikator yang dikuasai peserta didik berupa memilih berbuat atau tidak berbuat
berdasarkan pertimbangan baik buruk, suka tidak suka, indah tidak indah, maka materi
pembelajaran yang harus dikembangkan guru adalah berupa afektif, sikap atau nilai.
Misalnya bekerja sesuai SOP, pentingnya menggunakan APD.

6. Jika indikator yang dikuasai peserta didik berupa melakukan perbuatan secara fisik,
maka materi pembelajaran yang harus dikembangkan guru adalah aspek
motorik/praktik. Misalnya: praktik membubut tirus.

MENENTUKAN CAKUPAN DAN URUTAN MATERI PEMBELAJARAN.


Cakupan atau ruang lingkup, kedalaman, dan urutan materi pembelajaran penting
diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap proses belajar peserta didik. Ketepatan dalam
menentukan cakupan, ruang lingkup dan kedalaman materi pembelajaran akan
menghindarkan peserta didik belajar terlalu sedikit atau terlalu banyak, terlalu dangkal atau
mendalam. Ketepatan urutan penyajian (sequencing) materi pembelajaran dapat memudahkan
peserta didik mempelajari materi pembelajaran tersebut.

Menentukan Cakupan Materi Pembelajaran.


Hal penting yang harus diperhatikan guru dalam menentukan cakupan atau ruang lingkup
materi pembelajaran adalah jenis materinya, apakah materinya berupa aspek kognitif (fakta,
konsep, prinsip dan prosedur), aspek afektif ataukah aspek psiomotorik. Hal tersebut penting
diperhatikan karena masing masing jenis materi tersebut akan berpengaruh terhadap
penggunaan strategi dan media pembelajaran yang berbeda beda dalam pelaksanaan
pembelajaran.
Selain jenis materi pembelajaran, guru juga harus memprihatinkan prinsip prinsip yang
digunakan dalam menentukan cakupan materi pembelajaran yang menyangkut keluasn dan
kedalamn materimya. Keluasan cakupan materi pembelajaran menggambarkan berapa
banyak materi yang dimasukkan ke dalam suatu pembelajaran., sedangkan kedalaman materi
menyangkut seberapa detail konsep konsep yang terkandung didalamnya harus
dipelajari/dikuasai peserta didik. Sebagai contoh, kompetensi “bekerja dengan mesin bubut”
dapat diajarkan di kelas X, XI, XII, namun keluasan dan kedalamnnya pada setiap kelas
tersebut akan berbeda beda. Semakin tinggi kelasnya maka akan semakin luas cakupan aspek
membubut yang harus dipelajari peserta didik dan semakin detail pula setiap aspek yang
dipelajarinya. Kelas X hanya belajar membubut dasar, sedangkan kelas XII sudah harus
belajar membubut kompleks dalam bentuk benda kerja yang tidak beraturan.
Prinsip lainnya yang harus diperhatikan guru dalam menentukan materi pembelajaran adalah
prinsip kecukupan (adequacy). Prinsip kecukupan materi pembelajaran berkaitan dengan
cukup tidaknya materi pembelajaran tersebut untuk membantu penguasaan peserta didik
terhadap kompetensi dasar yang telah ditentukan. Misalnya, suatu KD berbunyi “membubut
tirus” maka uraian materinya mencakup: (1) penguasaan atas konsep ketirusan, (2) rumus
untuk menghitung sudut tirus, (3) prosedur menggeser kepala lepas berdasarkan perhitungan
sudut tirus, (4) prosedur setting tool untuk membubut tirus, dan (5) praktik membubut tirus.

Menentukan Urutan Materi Pembelajaran.


Urutan (sequencing) materi pembelajaran sangat penting diperhatikan oleh guru karena akan
berkaitan dengan urutan mampelajari materi tersebut oleh peserta didik. Urutan yang tepat
akan memudahkan belajar peserta didik. Demikian pula sebaliknya, materi pembelajaran
yang disajikan secara tidak berurutan akan meyulitkan belajar peserta didik. Bahkan pserta
didik bisa gagal belajar apabila materi pembelajarannya bersifat hirarkhis, dimana suatu
materi pembelajaran menjadi prasyarat (prerequisite) bagi materi yang lain. Misalnya, materi
membubut dasar menjadi prasyarat untuk belajar materi membubut lanjut atau membubut
kompleks. Artinya,