You are on page 1of 14

PENDAHULUAN

Pengertian

Body kendaraan (mobil) adalah bagian dari kendaraan yang dibentuk sedemikian rupa
sebagai pelindung penumpang ataupun barang yang ada didalam kendaraan dari terpaan angin
dan hujan dan panas matahari, pada umumnya body otomotif terbuat dari bahan plat logam
(steel plate) yang tebalnya antara 0,6 mm sampai dengan 0,9 mm yang didalamnya terdapat
rangka sebagai penguat atau penahan plat tersebut. Selain aspek keamanan dan kenyamanan
bagi pengemudi ata penumpang body kendaraan juga mengandung nilai seni yang tinggi.

Pada awal abad 19-an kendaraan hanya digunakan oleh manusia untuk berpindah
tempat dari satu tempat ke tempat yang lainnya, maka belum ada pemikiran tentang
pembuatannya yang mengarah ke aspek estetika dan kenyamanan. Yang penting kendaraan
tersebut bisa mencapai tujuan dengan waktu yang lebih singkat. Kemajuan jaman dan
berkembangnya teknologi dibidang otomotif, membuat kendaraan pada jaman ini sebagai
tempat berkreasi juga pada khususnya dalam hal keindahan yang dimana bodi kendaraan yang
lebih mencolok dari luar. Dari segi bentuk bodi kendaraan yang dahulunya berbentuk kotak
dengan tujuan bisa mengangkut penumpang ataupun barang, tetapi sekarang bentuk kendaraan
berkembang lebih bervariasi dengan melihat segi ergenomic/biomekanik dan aerodinamik,dan
banyak aksesoris dan kelengkapan bahkan ada kendaraan dengan sengaja didesain memiliki
ciri khasnya sendiri dari pabrik pembuatnya.
Klasifikasi Kendaraan Menurut Body

1. Mobil Sedan

Image source : http://automobiles.honda.com/2016/accord-sedan/


Mobil sedan yang juga sering disebut dengan mobil saloon, juga dikenal sebagai
kendaran three box karena mempunyai 3 bagian yaitu mesin, penumpang dan bagasi. Sedan
pada umumnya memiliki kapasitas penumpang berjumlah 5 orang, 2 orang dibagian depan dan
3 lainnya di bagian belakang. Pintu mobil sedan ini layaknya mobil hatback yakni berjumlah
lima buah, 4 untuk akses keluar masuk orang, dan 1 pintu lainnya adalah pintu bagasi mobil.
Dan yang membedakan antara mobil Sedan dan hatback adalah antara bagasi dan ruang kabin
penumpang ini terpisah.

2. Mobil Coupe

Image source : Pinterest.com


Jenis mobil yang kedua ialah mobil coupe yang memiliki desain unik, yakni desain di
bagian atapnya cenderung turun kebelakang. Dan salah satu ciri khas dari mobil jenis coupe
ini adalah mobil tersebut hanya memiliki 2 buah car seat atau 2 kursi saja, walaupun ada juga
mobil jenis coupe saat ini yang memiliki 4 car seat namun yang jelas daun pintu mobil hanya
ada dua buah saja. Mobil ini didesain lebih sporty dan personal.

3. Mobil Hatchback

Mobil hatback ialah salah satu jenis mobil yang banyak sekali dipasarkan di indonesia,
mobil hatback ini adalah mobil yang memiliki desain ruang kabin penumpang yang menyatu
dengan ruang bagasi mobil yang mana memberikan keleluasaan kita dalam mengatur barang
bawaan nantinya. Mobil hatback ini biasanya memiliki pintu berjumlah 5 buah, 4 pintu untuk
akses ( keluar dan masuk )penumpang, dan 1 pintu lagi adalah pintu bagasi. Desain rata rata
mobil hatback tergolong kecil sehingga mobil hatback mendapat julukan sebagai city car.
4. Mobil Station Wagon dan Van

Image source : http://www.carsmagazine.info/audi-a4-review/


Mobil station wagon atau van yang memiliki basis desain mirip dengan mobil sedan,
namun pada mobil jenis ini memiliki dimensi panjang yang lebih dibandingkan sedan, Hal ini
dikarenakan body dari mobil ini dipanjangkan kebelakang sehingga bentuknya menyatu
dengan bagian bagasi sehingga pada ruang bagasi dan ruang kabin penumpang menyatu. Mobil
ini memiliki roof yang memanjang hingga keseluruhan bagian belakang kendaraan. Mobil
station wagon lebih menekankan untuk memuat penumpang sedangkan van lebih menekankan
angkutan kargo.

5. Mobil Sport Utility Vehicle ( SUV )

captiva suv car


Mobil Sport Utility Vehicle atau yang biasa disebut dengan singkatan SUV ini adalah
jenis mobil yang didesain dan diciptakan untuk melibas baik jalanan ber aspal maupun jalanan
off road. Dan mobil jenis SUV ini dapat mengangkut orang / penumpang beserta barang
bawaan yang jumlahnya lumayan banyak, Hal ini pula lah yang membuat desain mobil SUV
juga lumayan besar. Rata rata mobil SUV ini menggunakan sistem penggerak 4 roda, Meskipun
beberapa mobil yang masuk kedalam kategori SUV ini masih menggunakan sistem penggerak
2 roda.

6. Mobil Hardtop

Mobil hardtop adalah kendaraan penumpang dengan tanpa sambungan diantara center
pillar dan roof, serta memiliki intu tanpa binhkai. Akan tetapi kini telah diperkenalkan
kendaraan yang memiliki sambungan ke roof, dan center pillar. Yang kini dikenal sebagai
hardtop berpilar. Hardtop memiliki ruang penumpang yang sedikit lebih kecil dari sedan 4
pintu.
7. Mobil Convertible

Image source : Autoevolution.com


Mobil yang bagian atapnya dapat dilipat adalah jenis mobil yang masuk kedalam
kategori convertible. Dengan demikian mobil jenis ini dapat diubah ubah pada bagian atasnya,
apakah mau dipakai dalam keadaan atap tertutup atau atap terbuka. Dan mobil jenis converse
ini pun masih dibagi lagi kedalam dua jenis, yakni hard convertible dan soft top convertible.
Jenis hard conversible adalah mobil yang bagian atapnya terbuat dari bahan plastik atau
material keras lain seperti aluminium, sedangkan yang soft top convertible pada bagian atapnya
terbuat dari bahan kanvas.

Klasifikasi Body Kendaraan Menurut Rancangan Body

Konstruksi dasar dari body kendaraan penumpang dapat dibagi klasifikasi sebagai berikut,
dimana letak mesin dan bagaimana ditopangnya :

GAMBAR

MONOCOCK BODY

Monocock body adalah sebuah konsep rancangan yang mengikuti jejak asalnya, yaitu
aplikasi pada pesawat modern, dan sering kali diperbandingkan dengan bentuk dan kulit telur.
Apabila kulit telur ditekan dengan jari, ia dapat tahan terhadap kekuatan yang besar. Sebabnya
adalah, tekanan jari disebar merata keseluruhan kulit tanpa dikonsentrasi disatu area. Dalam
dinamika, hal ini disebut "Stressed hull structure".

Sekalipun body kendaraan tidak dapat mengadopsi stressed hull struktur secara sempurna,
biasanya, apabila body memiliki konstruksi seperti ini untuk tahan terhadap kekuatan luar, maka ini
dikatakan memiliki monocock body.

GAMBAR
Monocock body memiliki kerakteristik sebagai berikut :

1. Monocock body ringan tetapi cukup kuat untuk tahan terhadap kebengkokan dan puntiran,
karena konstruksinya menyatu. Monocock body dibentuk dari kombinasi panel baja tipis yang
dipres kedalam berbagai bentuk dan di spot-weld (las titik) bersama.
2. Suara dan getaran dari pemindah daya (drive train) dan suspensi, dapat merambati monocock
body dengan mudah, karena monocock body bertindak sebagai kotak akustik serta
menguatkannya. Oleh sebab itu, perlu untuk berhati-hati menangani ketahanan suara (noise)
dan getaran (vibration) pada saat melakukan perbaikan kendaraan yang rusak tabrakan.
3. Karena lembar baja tipis digunakan secara luas, maka perlu tindakan pencegahan karat,
khususnya dibagian under body.
4. Karena kombinasi dari berbagai panel dipres kedalam bentuk yang kompleks, maka sekali rusak,
maka monocock body memerlukan tenaga berlebihan untuk memperbaikinya.

KENDARAAN TYPE FF -Karakteristik Kendaraan Type FF

KENDARAAN TYPE FF

1. Karakteristik Kendaraan Type FF

FF adalah kendaraan dengan Mesin-Depan, Penggerak Roda-Depan (FF Front Engine, Front-
Wheel drive). Yaitu, mesin dipasang di bagian depan kendaraan dan menggerakkan roda depan.
Karena tidak adanya komponen penggerak belakang, maka kendaraan type FF dapat mengurangi
bagian terowongan lantainya, sehingga memberikan ruang penumpang yang lebih besar. Selanjutnya,
suspensi belakang kendaraan FF dapat menjadi lebih sederhana konstruksinya, dan mengurangi berat
kendaraan. Akan tetapi, karena mesin, transaxle, suspensi depan dan steering system berada didepan,
maka berbagai tindakan harus dilakukan terhadap konstruksi body untuk menahan beban ekstra
tersebut. Beberapa tindakan untuk memperkuat dan mempertegasnya, adalah dengan memperbesar
area penyambungan atau memperkuat member.

GAMBAR

Kendaraan type FF memiliki karakteristik sebagai berikut :

a. Berat keseluruhan kendaraan dapat dikurangi, karena tidak adanya komponen penggerak
belakang dan menyatunya transmisi dan differential dalam transaxle.
b. Berat axle depan kendaraan type FF lebih besar dari pada type FR, dan beban pada suspensi dan
ban depan juga lebih besar, karena roda depan mengontrol baik penggerak maupun kemudi.
c. Karena tidak adanya semua komponen penggerak belakang, maka ruang kaki menjadi lebih
luas.
d. Karena tangki bahan bakar dapat ditempatkan dibagian bawah tengah kendaraan, maka ruang
bagasi dapat menjadi lebih luas dan rata.
e. Dalam hal terjadi tabrakan depan, karena berat inertial mesin dengan transaxle lebih besar
dibanding pada kendaraan type FR, maka kendaraan lebih mudah rusak.
f. Ada beberapa metode penopangan mesin, tergantung pada ukuran kendaraannya. Kendaraan
kompak menerima keseluruhan beban mesin pada side member. Kendaraan ukuran-menengah
menerima seluruh beban mesin pada center member dan side membernya. Kendaraan ukuran
besar menerima seluruh beban mesin dengan subframe dan apron.

2. STURKTUR BODY DEPAN KENDARAAN TYPE FF

(1) Metode Penopangan Mesin

a. Metode Subframe

Dalam system ini, mesin, system suspensi

transaxle dan system kemudi dipasangkan

pada subtrame, bebas dari body. Subframe

inidipasang pada body. Karena sumber utama

dari vibrasi dipasangkan pada frame, maka

metode ini memberikan kemampuan redam

yang lebih tenang dibandingkan dengan metode

lain Dimasa sekarang, metode subframe telah

dipasangkan secara luas pada kendaraan

seperti misalnya pada LEXUS ES300 (Seri vcV10).

b. Metode Center Member

Center member dipasang dibawah

pertengahan mesin dan tegak lurus mesin

untuk memberikan topangan longitudinal pada

mesin. Topangan lateral pada mesin diperoleh

dengan menggunakan side member depan

yang ditempatkan pada kedua sisi mesin.

Dimasa sekarang, motode center member

dipasang pada beberapa model kendaraan,

dari klas Corolla (Seri AE100) sampai klas

Camry (Seri SV30).


c. Metode Pemasangan Lang sung (Direct-mount)

Disamping penggunaan subframe atau cen-

ter member, mesin dipasangkan langsung

pada member yang diperkuat seperti misalnya

Cross member depan side member depan

dan member penopang steering gear box.

Metode ini, kini digunakan pada kendaraan

kendaraan model kompak dari mulai Starlet

(Seri EP80) hingga Tercil (Seri EL40).

(2) Struktur Panel Body Depan

1) Metode Subframe

Body depan terdiri dari engine hood dan fender depan yang dipasang dengan baut dan A
Radiator (A Radiator Support Atas, (B Radiator Support, (C Cross Member Depan, (D Side Member
Depan, (E Fender Appron Depan, (F Dash Panel dan (G Cowl Panel, yang kesemuanya di spot-weld
(las titik). Member-member, seperti misalnya side member diperkuat dengan menggunakan bentuk
penampang melintang yang lebih besar serta reinforcement.

Type suspensi depan yang secara luas digunakan adalah system suspensi ndependent type strut, dan
komponen-komponen berpengaruh terhadap aligment roda depan. Subframe dibuat pada side
member depan, selanjutnya untuk menopang mesin, transaxle dan steering gear box, subframe
memperkuat body depan melalui bentuk Crosshatch.

GAMBAR

2) Untuk Center Member dan metode pemasangan langsung (Dreck-mount)

Pada kendaraan yang menggunakan center memberi dan metode pemasangan langsung, yang
diperkuat (A Steering gear box support member) digunakan untuk menopang mesin dan steering gear
box.

Ini tidak dijumpai pada kendaraan type FR, atau pada kendaraan type FF yang menggunakan
metode subframe. Akan tetapi, ada beberapa model tanpa steering gear box support member. Dalam
hal model seperti misalnya Carina II, steering gear box dipasangkan pada A suspension cross member.
Adapula beberapa model dengan model lubang besar dibagian belakang side member depan, untuk
memasukkan steering linkage.

Sementara dalam hal struktur body tidak terdapat perbedaan yang besar antara metode center
member dan metode pemasangan langsung (direct mount methods), metode untuk penopangan
system suspensinya itu berbeda. Kendaraan yang menggunakan metode center member adalah
dengan metode B suspension cross member yang dihubungkan ke side member depan kiri dan kanan.
Membernya dirancang untuk meningkatkan ketegaran penopangan system suspensi, agar menambah
ketegaran body secara keseluruhan, dan mengurangi kebisingan (noise dan vibrasi). Dilain pihak
metode pemasangan langsung (direct mount methods) dirancang untuk menerima beban dari
suspensi langsung pada body frame.

3. STRUKTUR UNDER BODY KENDARAAN TYPE FF

(1) Under Body Depan

Under body depan dibuat dari member yang

diperkuat, seperti misalnya side bagian depan,

Cross member depan dan steering gearbox sup-

port member (tidak ada dibeberapa kendaraan)

untuk menjamin kekuatan dan ketegarannya. Side

member depan dihubungkan dengan floor-under-

reinforcement dan main floor side member, untuk

menyerap benturan bila ada tabrakan pada body.

1. Contoh dari struktur side member depan.

A. LEXUS ES 300 Seri VCV10

(Metode Subframe)

Oleh karena tidak adanya steering gear-

box support member, maka side member

depan dihubungkan langsung main floor

side member dan under reinforcement.

Untuk menjamin ketegaran pada area Dash Pan

persambungan, metode ini menggunakan


67 spot weld (las titik).

B. COROLLA-Seri AE100

(Metode Center Member)

Side member depan disambungkan pada

steering gearbox support member. Oleh

karena steering gearbox side member

dihubungkan langsung pada kedua main

floor side member kiri dan kanan, maka

member secara efektif disambung pula

pada rocker panel, jumlah spot weld (las

titik) kira-kira 40.

C. TERCEL-Seri EL40

Metode pemasangan langsung (Direct

menurut method)

Type ini seperti halnya metode center

member, juga menggunakan side member

depan yang disambungkan dengan steer-

ing gearbox suport member. Jumlah spot

weld (las titik) kira-kira 34.

(2) Center Under Body (Under Body Tengah)

Center under body terdiri dari(A main floor side member.B floor under reinforcement depan,C floor
cross member dan D floor panel depan. Main floor side member pada cabin samping kiri dan kanan
bawah menggunakan lembaran baja yang berkualitas tinggi member ini disebut juga member panel
inner.

Floor under reinforcement dan floor cross member menggunakan member yang diperkuat untuk
menguatkan floor panel dan meningkatkan ketegaran center under body secara efektif.
GAMBAR

(3) Under Body Belakang

Under body belakang terdiri dari Afloor side member belakang(B) floor cross member belakang
dan© floor pan belakang. Oleh karena kendaraan type FF menempatkan fueltank dibawah lantai jok
belakang, maka type ini dapat menempatkan floor pan belakang pada posisi yang lebih rendah untuk
memberikan ruang bagasi yang lebih luas dan dalam.

GAMBAR

Oleh karena fuel tank ditempatkan dibawah lantai jok belakang, maka apabila terjadi tabrakan
belakang, sebagian benturan dapat diserap oleh ruang bagasi. Demikian pula, floor side member
belakang yang belakang diben (embossing *1) untuk memperbaiki tingkat (kemampuan) penyerapan
benturannya. Dalam pada itu, floor side member belakang yang belakang dibuat terpisah dari floor
side member belakang, agar mempermudah penggantian dalam perbaikan body.

GAMBAR

KENDARAAN TYPE FR

1. KARAKTERISTIK KENDARAAN TYPE FR

“FR” adalah kendaraan dengan mesin depan, Penggerak Roda Belakang, (FR-Front Engine, Real
Wheel Drive). Yaitu mesin dipasang dibagian depan kendaraan dan menggerakkan roda belakang
melalui propeller shaft. Oleh karena kendaraan type FR memiliki propeller shaft dan differential
belakang dibawah body floor, maka dibuatlah ruangan yang lebih besar untuk floor tunner, dan oleh
sebab itu, ruang penumpang menjadi berkurang lega-nya. Type FR ini kurang bermanfaat pada
kendaraan-kendaraan kompak, karena ruang penumpangnya.... Dari sebab itu, sekarang type FR
lebih banyak dígurakan pada model-model yang berukuran besar saja.

GAMBAR

Kendaraan type FR memiliki karakteristik sebagai berikut:

a. Berat yang merata didistribusikan kebagian roda depan dan belakang, karena mesin, transmisi
diferential dipasang secara terpisah. Akibatnya, steering menjadi lebih ringan, dan beban ke
system suspensi dan roda depan berkurang, dibanding pada kendaraan type FF.
b. Mesin dipasang memanjang pada kendaraan, dan ditopang oleh suspension member atau
sebuah subframe yang ditempatkan melintang, side member depan, dan posisi kurang lebih
pertengahan body depan.
c. Karena kendaraan type FR memerlukan area tunnel yang besar untuk memindahkan daya gerak
diroda belakang, maka area penumpang menjadi berkurang.
d. Apabila fuel tank dipasang dibawah floor pan belakang, ruang bagasi dapat dibuat panjang,
akan tetapi menjadi dangkal. Apabila fuel tank dipasang dibelakang seat belakang, maka ruang
bagasi dapat dibuat dalam, tetapi akan menjadi pendek. Jadi kendaraan type FR sedikit kurang
menguntungkan dalam hal ruang bagasi, dibanding dengan kendaraan type FF.
2. STRUKTUR BODY DEPAN KENDARAAN TYPE FR

Body depan terdiri dari engine hood, fender depan dan A) suspension member, yang kesemuanya
dengan baut, B) radiator support, side member depan, D) cross member depan,E)fender apron
depan F) dash panel, dan G) cowl panel yang kesemuanya di spot-welded (las titik)

Member-member, seperti misalnya side member depan, dikencangkan dengan menggunakan


reinforcement yang dialokasi secara effisien demi ketegaran yang bertingkat tinggi. Demikian pula,
suspension member depan yang dibaut pada(C) side member depan, turut menambah ketegaran
dari body depan.

GAMBAR

3. STRUKTUR UNDER BODY KENDARAAN TYPE FR

(1) Under Body Depan

Under body depan terdiri dari member yang diperkuat, misalnya A) side member depan dan B) cross
member depan untuk menjamin terpenuhinya kekuatan dan ketegarannya. Side member depan
disamping secara terpisah untuk memperkuat misalnya C) main floor side member dan D) floor
under reinforcement melalui E) floor cross member.

GAMBAR

Dalam beberapa tahun ini, suatu stuktur panel baru telah digunakan untuk mendapatkan tingkat
ketegaran yang lebih tinggi, keamanan, serta pengurangan berat. Pada beberapa model cross
member depan telah diganti dari type penampang berbentuk kotak menjadi type penámpang
berbentuk-U yang ringan. Demikian pula, bagian belakang dibuat berketegaran tinggi, dengan E
bumper reinforcement.

Selanjutnya, support member untuk side member depan juga diganti dari floor cross menjadi G
torque box dengan area pemasangan yang lebar, untuk memperbaiki ketegaran yang lebih besar
serta energi yang lebih efektif apabila terjadi tabrakan.

GAMBAR

(2) Under Body Tengah

Under body tengah terdiri dari A) main floor side member B) Floor under reinforcement depan, C)
floor cross member dan(D floor panel depan.

Main floor side member pada samping kiri dan kanan bawah kabin menggunakan lembar baja
berkekuatan tinggi. Member ini juga disebut rocker panel inner.

Floor under reinforcement dan floor cross member menggunakan member yang diperkuat untuk
memperkuat floor panel dan menambah ketegaran under body tengah secara efektif.

GAMBAR
Struktur Floor Tunnel Kendaraan Type FR

Karena kendaraan type FR memasang transmisinya pada arah longitudinal dan memiliki propeller
shaft, maka diperlukan ruang floor tunnel yang lebih besar. Akibatnya, maka kendaraan type FR tidak
dapat memberikan ruang kaki yang lebih besar dari type FF. Oleh karena ketiga alasan itulah,
konfigurasi FR telah dibatasi pada model-model berukuran menengah sampai besar saja, yang dapat
memberikan body yang lebih besar.

GAMBAR

(3) Under Body Belakang

Under body belakang terdiri dari A) floor side member belakang,B floor cross member, danC floor
pan belakang. Floor side member memberikan kekuatan pada body belakang, dan suspensi belakang

dipasangkannya padanya. Apabila fuel tank dipasang dibalik sandaran seat belakang (type piggy
back), floor side member real yang belakang dirancang agar mudah dilipat dengan mudah, sehingga
apabila ada tabrakan belakang, benturannya dapat diserap secara efektif oleh ruangarı bagasi. Pada
saat yang sama, floor side member real yang belakang dibuat terpisah dari floor side member
belakang untuk maksud penggantian pada saat body repair.

GAMBAR

Disisi lain, apabila fuel tank dipasang dibawah floor pan belakang (suspending type), maka setengah
bagian belakang dari floor side member belakang itu kuat dan tidak dapat terlipat, sedangkan bagian
pojok (kick-up) dapat terlipat dengan mudah, untuk melindungi fuel dari benturan, dalam hal terjadi
tabrakan belakang.

GAMBAR