You are on page 1of 10

Ringkasan

Sirsak memiliki nama latin (Annona muricata L) dan berasal dari keluarga
Annonaceae. Selain dikomsumsi seperti buah-buahan lainnya, buah sirsak juga dapat
digunakan sebagai obat tradisional begitu juga dengan daun, biji, dan akarnya. Daun sirsak
(Annona muricata L) merupakan salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai teh.
Daun sirsak banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal seperti untuk penyakit kulit, rematik,
batuk dan flu, serta antikanker. Kandungan senyawa dalam teh daun sirsak antara lain
steroid/terpenoid, flavonoid kumarin, alkaloid, dan tanin kandungan lain dalam teh
daun sirsak adalah adanya senyawa acetogenin, kandungan senyawa acetoginin dalam teh
daun sirsak mempunyai manfaat untuk menyerang sel kanker

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui zat gizi yang terkandung dalam daun
sirsak sbagai bahan utama pembuatan teh dan untuk menemukan inovasi baru teh dengan
bahan utama daun sirsak sebagai pencegah sel kanker. Rancangan penelitian yang digunakan
adalah adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL) terdiri dari satu faktor yaitu lama perebusan
( 5=B1, 10=B2,15=B3). Parameter yang diukur adalah aktivitas zat terkandung (metode
DPPH dan uji kimia) dan sifat organoleptik dan daya terima. Teknik pengumpulan data
menggunakan eksperimen, analisis dengan ANOVA, angket, kepustakaan dan dokumentasi.

Kata kunci : Daun sirsak, teh, antikanker.


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belekang

Sirsak memiliki nama latin (Annona muricata L) dan berasal dari keluarga
Annonaceae. Tanaman sirsak berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Sirsak memiliki buah dengan rasa asam manis dan menyegarkan. Selain dikomsumsi seperti
buah-buahan lainnya, buah sirsak juga dapat digunakan sebagai obat tradisional begitu juga
dengan daun, biji, dan akarnya.

Daun sirsak (Annona muricata L) merupakan salah satu bahan yang dapat
dimanfaatkan sebagai teh. Daun sirsak mengandung annonaceous acetogenin yang aktif
melawan sel kanker, dengan kekuatan 10.000 kali lebih kuat dari kemoterapi. Kandungan
antioksidan pada daun sirsak bekerja selektif dalam membunuh dan menetralkan penyakit.

Teh merupakan minuman berkafein yang diolah dengan cara menyeduh bagian pucuk
atau tangkai daun yang telah dikeringkan. Beberapa jenis teh yang beredar di masyarakat
adalah teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih. Pada umumnya, teh berasal dari
tanaman teh (Camellia sinensis). Teh Camellia mengandung antioksidan sehingga banyak
dikonsumsi masyarakat sebagai minuman sehari-hari.

Pola hidup masyarakat di zaman era sekarang ini sangatlah kurang baik. Dari segi
kehidupan, pola makanan yang kita makan saja terkadang kurang sehat. Tanpa disadari kita
lebih suka makan makanan yang instan. Tidak hanya itu jika kita berada di lingkungan
sekitar, kita menghirup asap rokok, polusi kendaraaan yang akan menimbulkan gangguan
kesehatan dalam tubuh kita.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah diuraikan, maka dirumuskan masalah dalam penelitian
ini adalah :

1. Apa zat gizi terkandung dalam daun sirsak sebagai bahan utama pembuatan teh.

2. Menemukan kasiat teh daun sirsak sebagai pencegah sel kanker agar dapat diaplikasikan
oleh masyarakat.
C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk dapat mengetahui zat gizi yang terkandung dalam daun sirsak sbagai bahan utama
pembuatan teh.

2. Menemukan inovasi baru teh dengan bahan utama daun sirsak sebagai pencegah sel
kanker.

D. Luaran yang di harapkan

Luaran yang kami harapkan dari dilaksanakannya penelitian ini ialah publikasi ilmiah
pada pihak masyarakat akan daun sirsak sebagai minuman dalam bentuk teh dengaan cara
pebusan, agar masyarakat mengetahui manfaat yang terkandung dalam daun sirsak sebagai
teh dan dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan masyarakat.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Sirsak (Annona muricata L.)

Tanaman sirsak diklasifikasikan berasal dari kingdom Plantae, dari superdivisi


Spermatophyta, divisi Magnoliophyta. Seluruh bagian tanaman sirsak dapat digunakan
sebagai obat tradisional, termasuk kulit kayu, daun, akar, buah, dan biji. Bagian lain pada
tanaman sirsak yang terkenal dapat digunakan sebagai obat-obatan adalah daun (Eka, 2012).

Tabel 1. Kandungan gizi buah sirsak (setiap 100 gram)

Komposisi zat gizi Jumlah


Energi 65 Kcal
Protein 1 gram
Lemak 0,3 gram
Karbohidrat 16,3 gram
Kalsium 14 mg
Fosfor 27 mg
Serat 2 gram
Besi 0,6 mg
Vitamin A 1 RE
Vitamnin B1 0,07 mg
Vitamin B2 0,04 mg
Vitamin C 20 mg
Niasin 0.7 mg
Sumber: Arum (2015)

B. Daun Sirsak

Daun sirsak banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal seperti untuk penyakit kulit,
rematik, batuk dan flu, serta antikanker. Kandungan senyawa dalam teh daun sirsak antara
lain steroid/terpenoid, flavonoid kumarin, alkaloid, dan tanin kandungan lain dalam teh
daun sirsak adalah adanya senyawa acetogenin, kandungan senyawa acetoginin dalam teh
daun sirsak mempunyai manfaat untuk menyerang sel kanker dengan aman dan efektif
secara alami, tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada
terapi kemo (Muhammad, 2015).

C. Pengertian Teh

Tanaman teh dapat tumbuh subur dari daerah dataran pantai sampai pegungunan.
Tanaman teh dapat tumbuh dan berkembang secara baik pada tanah dengan ketinggian antara
200-2300 meter di atas permukaan laut. Pada tanaman teh yang dimanfaatkan adalah daun
pucuk dan muda (Meylina, 2015).

D. Daun Stevia

Tanaman stevia ditemukan oleh Bertoni sebagai tumbuhan yang daunnya berasa
manis di daerah Paraguay pada tahun 1899. Pemanis stevia bermanfaat sebagai campuran
dalam minuman dengan keasaman rendah, gula-gula, es krim, orange juice, dan minuman
berkarbonat. Produk stevia digunakan terutama untuk makanan berkalori rendah bagi
penderita diabetes, orang yang kegemukan dan penderita gigi berlubang (Oryza, 2006).
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat

Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Februari 2018 sampai dengan bulan juni
2018 yang akan dilakukan di Laboratorium Pengolahan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas
Pertanian Universitas Mulawarman Pertanian Samarinda.

B. Bahan dan Alat

Alat-alat yang digunakan adalah : pisau, talenan, ember, baskom, saringan, plastik,
panci, kompor, gelas, toples, labu leher tiga, kondensor, heating mantle, statip, klem, sumbat
karet, alat rotary evaporator, waterbath, vial 10 ml, botol cokelat 200 ml, gelas beaker 300
ml, spatula, kertas saring, neraca digital, vial30 ml, labu takar 100 ml, labu takar 10 ml, labu
takar 5 ml, mikropipet, aluminium foil,

Bahan-bahan yang digunakan adalah : larutan diphenylpicryl-hydrazyl (DPPH), etanol


pro analysis, methanol pro analysis, daun sirsak segar, daun stevia, air

C. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL) terdiri dari satu faktor
yaitu lama perebusan ( 5=B1, 10=B2,15=B3). Parameter yang diukur adalah aktivitas zat
terkandung (metode DPPH dan uji kimia) dan sifat organoleptik dan daya terima. Teknik
pengumpulan data menggunakan eksperimen, analisis dengan ANOVA, angket, kepustakaan
dan dokumentasi.
D. Prosedur Penelitian

Daun sirsak segar

Direbus dalam air mendidih dalam waktu (3menit


Di dinginkan
=B1, 6menit= B2, 9 menit= B3) dengan 3 kali
ulangan
uji air rebusan jantung pisang dengan Metode
DPPH dan Uji Kimia, uji sifat organoleptik dan
uji kadar gula darah pada panelis sebelum dan
sesudah
BAB IV

BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

4.1 Anggaran Penelitian

Biaya anggaran penelitian sesuai kebutuhan disajikan dalam tabel 1.

Tabel 1. Ringkasan Anggaran Biaya Penelitian

No Jenis pengeluaran Biaya (Rp)


.
1. Peralatan penunjang 2.085.000,00
2. Bahan habis pakai 3.155.000,00
3. Adiministrasi 900.000,00
4. Publikasi 300.000,00
5. Lain-lain 150.000,00
Biaya Total (Rp) 6.590.000,00

4.2 Jadwal Penelitian

No Kegiatan Bulan ke 1 Bukan ke 2 Bulan ke 3 Bulan ke 4


1. Studi Pustaka
2 Penyusunan
instrumen
penelitian
3 Penyusunan
proposal
penelitian
4 Seminar
pendahuluan
5 Penelitian
pendahuluan
6 Seminar 1
7 Pengumpulan
Data
8 Uji DPPH dan Uji
kimia
9 Uji organoleptik
10 Seminar 2
11 Laporan Akhir
Penelitian
DAFTAR PUSTAKA

Agrianic Arum. 2015. Pengaruh perbedaan komposisi bahan terhadap karakteristik inderawi
minuman serbuk instan daun sirsak (Annona muricata L) yang dibuat dengan teknik
blending dan filtrasi basah. Skripsi Jurusan teknologi jasa dan produksi Fakultas
Teknik Universitas Negeri Semarang.

Daroni S. O. 2006. Kajian proses pembuatan teh herbal dari campuran teh hijau (Camellia
sinensis), rimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb) dan daun ceramai
(Phyllanthus acidus (L) Skeels). Jurnal Fakultas teknologi pertanian Institut pertanian
bogor : Bogor.

Muizuddin Muhammad, E. Z. 2015. Studi aktivitas antibakteri kefir teh daun sirsak (Annona
muricata L) dari berbagai merk teh daun sirsak dipasaran. Jurusan teknologi hasil
pertanian Universitas Brawijaya : Malang.

Herdianti Meylina. 2015. Pengaruh penerapan audit produksi pengelolan kemitraan inti-
plasma terhadap produktivitas teh pada unit produksi samigaluh, PT. Pagilaran.
Skripsi: Fakultas ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Purwatresna Eka. 2012. Aktivitas antidiabetes ekstrak air dan etanol daun sirsak
secara in vitri melalui inhibisi enzim α-glukosidase. Jurnal Fakultas matematika
dan ilmu pengetahuan alam Institut pertanian bogor : Bogor.