You are on page 1of 6

MKM Vol. 05 No.

01 Des 2010

IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR PADA MAHASISWA


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
Maria Agnes Etty Dedy1, Magdarita Riwu2, I Made Artawan3

Abstract: This research aims to indentifying learning styles of the students of the Medical
faculty of University of Nusa Cendana in Kupang. The faculty has just been opened for
three years with students learning pattern in its forming. The first students have to shape
their own learning pattern lacking any guidance from previous experience. Adding to this,
the sifting of learning style in all medical schools in Indonesia to competence-based style
results in more students participation. It is, therefore, urgent to have a kind of a model
learning system for the students to follow so that they may be more active in learning. As
initial steps, this research describes some learning indicators to help the students find
their own more appropriate learning styles, that is, daily effective learning hours, library
visit frequency in a week, scientific information access frequency to the internet in a week,
and group learning at the Medical Faculty of the University of Nusa Cendana. The
method used to get the data is a descriptive one. The data collected through a survey
with eight questions to be answered by 137 respondents who are the students of the
Faculty. These studies showed that 67% (93/137) students joined in study group and finds
that group study helpful in the way of sharing knowledge, discussion and working on their
assignment. Meanwhile 42.3% (56/137) among them always involve in scientific related
topic at least once a week.

Keywords : Identification, survey, and learning styles.

PENDAHULUAN keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman


Belajar merupakan salah satu kewajiban individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan
mahasiswa. Dalam menunaikan kewajiban lingkungannya”. Belajar bukan merupakan
tersebut, mahasiswa bisa melakukan di suatu hasil atau tujuan, melainkan proses
kampus termasuk di perpustakaan, di rumah untuk mencapai tujuan. Belajar bukan
atau di tempat lain yang cukup kondusif sekadar mengingat, melainkan juga
untuk belajar. Biasanya, belajar dilakukan di mengalami. Hasil belajar bukan merupakan
kampus saat mahasiswa mengikuti suatu penguasaan hasil latihan melainkan
perkuliahan dan dibimbing oleh para dosen. perubahan perilaku. Perubahan perilaku
Atau saat jeda antara perkuliahan yang satu tersebut mencakup perubahan yang disadari
dengan perkuliahan yang lainnya. Di mana dan disengaja (intensional), perubahan yang
mahasiswa dapat memanfaatkan waktu jeda berkesinambungan, perubahan yang
itu untuk membaca buku di perpustakaan, fungsional, perubahan yang bersifat positif,
terutama buku-buku yang terkait langsung perubahan yang bersifat aktif, perubahan
dengan matakuliah yang sedang diikuti oleh yang bersifat permanen, perubahan yang
mahasiswa yang bersangkutan. Belajar bisa bertujuan dan terarah, dan perubahan
juga dilakukan di rumah, di mana mahasiswa perilaku secara keseluruhan (Surya, 1992) .
membaca kembali bahan-bahan yang telah
diajarkan sebelumnya atau mengerjakan Menurut Gagne, perubahan perilaku yang
merupakan hasil belajar dapat berbentuk
tugas yang diberikan oleh para dosen. Hal ini
bisa dilakukan secara mandiri atau bersama- informasi verbal, kecakapan intelektual,
sama dengan teman-teman (kelompok strategi kognitif, sikap, dan kecakapan
belajar) yang mengambil mata kuliah yang motorik (Gagne dlm. Makmun, 2003).
sama. Itu semua dilakukan untuk mencapai Selanjutnya, hasil belajar akan tampak dalam
keberhasilan dalam belajar. berbagai bentuk, yakni kebiasaan,
keterampilan, pengamatan, berfikir asosiatif,
Menurut Surya (1992), belajar adalah “suatu berfikir rasional dan kritis, sikap, menghindari
proses yang dilakukan oleh individu untuk hal yang mubazir (inhibisi), apresiasi, dan
memperoleh perubahan perilaku baru secara perilaku afektif (bdk. Surya, 1992).
1) Staf pengajar FK Undana
2) Staf pengajar FK Undana
3) Staf pengajar FK Undana
Identifikasi gaya Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana

Setiap mahasiswa tidak hanya belajar mahasiswa, dan bahkan mungkin kurikulum
dengan kecepatan yang berbeda tetapi juga tersebut dapat membentuk gaya belajar
memproses informasi dengan cara yang mahasiswa yang khas pada Fakultas
berbeda. Cara memproses informasi yang Kedokteran, dalam hal ini FK Undana.
diperoleh disebut gaya belajar. Menurut De
Porter dan Hernacki (2009), gaya belajar PELAKSANAAN PENELITIAN
adalah kombinasi dari menyerap, mengatur,
dan mengolah informasi. Selanjutnya, De Pelaksanaan penelitian dimulai dari awal
Porter dan Hernacki mengatakan bahwa ada November 2010 dan berakhir pada
tiga jenis gaya belajar berdasarkan modalitas Desember 2010. Penelitian dilakukan
yang digunakan individu dalam memproses dengan mengedarkan 8 (delapan) buah
informasi (perceptual modality), yakni gaya daftar pertanyaan, sebagai berikut: (1) Status
belajar visual (belajar dengan cara melihat), tempat tinggal; (2) Jam belajar yang paling
auditory (belajar dengan cara mendengar), efektif; (3) Jumlah jam dalam sehari yang
dan kinaestheti (belajar dengan cara disisihkan untuk belajar diluar jam kuliah,
bergerak, bekerja, dan menyentuh). Gaya tutorial, CSL dan praktikum; (4) Jumlah judul
belajar berkaitan dengan proses-proses buku ilmiah kedokteran yang dimiliki secara
kemampuan yang dimiliki seseorang. Pada pribadi; (5) Frekuensi mengunjungi
dasarnya setiap individu menggunakan perpustakaan; (6) Frekuensi mengakses
semua indera dalam menyerap informasi. informasi ilmiah di internet diluar jam kuliah,
Gaya belajar seseorang dipengaruhi oleh tutorial, CSL dan praktikum (7) Mempunyai
berbagai faktor, di antaranya adalah kelompok belajar; (8) Jika YA, berapa kali
kecenderungan sifat, jenis / metode dalam seminggu melakukan diskusi ilmiah.
pembelajaran, jenis kelamin, dan persepsi
mengenai makna belajar itu sendiri. Secara
umum bisa dikatakan bahwa gaya belajar HASIL
seseorang memiliki korelasi dengan
prestasinya. Dari 150 orang mahasiswa Fakultas
Kedokteran Universitas Nusa Cendana, ada
Ada tiga alasan penting yang mendorong 137 mahasiswa yang mengisi kuisioner
peneliti melakukan penelitian ini. Pertama, dengan jelas terbaca.
sejak FK Undana berdiri, belum ada
penelitian tentang identifikasi gaya belajar Pertanyaan pertama berkaitan dengan
para mahasiswanya. Kedua, Fakultas status tempat tinggal. Di sini, peneliti ingin
Kedokteran Universitas Nusa Cendana mengetahui status tempat tinggal mahasiswa
merupakan fakultas yang masih berusia 3 FK Undana. Dari sebaran jawaban kuisioner
tahun. Pola anutan dalam aktivitas belajar diperoleh hasil bahwa 22,6% (31 orang)
yang sesuai dengan kurikulum berbasis mahasiswa tinggal dengan keluarga, 40,1%
kompetensi yang terintegrasi dalam blok (55 orang) mahasiswa kos dan sisanya
belum terbentuk. Oleh karena itu, survei tinggal dengan orang tua. yaitu sebanyak
tentang kebiasaan atau gaya belajar pada 37,2% (51 orang) mahasiswa.
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas
Nusa Cendana yang berjalan selama ini Pertanyaan kedua berhubungan dengan jam
perlu dilakukan. Ketiga, metode belajar yang paling efektif. Tujuan dari
pembelajaran pada Fakultas Kedokteran, pertanyaan ini adalah peneliti ingin
termasuk FK Universitas Nusa Cendana, mengetahui jam belajar paling efektif bagi
tidak lagi menggunakan metode mahasiswa FK Undana. Dari sebaran
konvensional, sebagaimana diterapkan pada jawaban kuisioner diperoleh bahwa jam
fakultas-fakultas kedokteran lain di belajar paling efektif adalah pada pukul
lingkungan universitas di Indonesia, tetapi 17.00–18.00 sebanyak 3,65% (5 orang),
kurikulum berbasis kompetensi yang pukul 19.00–21.00 sebanyak 37,2% (51
terintegrasi dalam blok. Kurikulum semacam orang), pukul 21.00–22.30 sebanyak 24,1%
itu mempengaruhi kebiasaan belajar (33 orang), 22.30–23.30 sebanyak 10,2% (14
57
MKM Vol. 05 No. 01 Des 2010

orang) dan sisanya sebanyak 24,8% (34 Pertanyaan keenam berhubungan dengan
orang) pada pukul 05.00–06.00. frekuensi mengakses informasi ilmiah di
internet. Di sini peneliti ingin mendapatkan
Pertanyaan ketiga bertautan dengan jumlah informasi mengenai berapa kali dalam
jam yang disisihkan untuk belajar diluar seminggu mahasiswa FK Undana
jam kuliah, tutorial, CSL, dan praktikum. mengakses informasi ilmiah di internet di luar
Di sini, peneliti ingin mengetahui berapa jam jam kuliah, tutorial, CSL, dan praktikum. Dari
dalam sehari yang disisihkan mahasiswa FK sebaran jawaban kuisioner diperoleh bahwa
Undana untuk belajar di luar jam kuliah, 35,8% (49 orang) mengakses informasi
tutorial, CSL, dan praktikum. Dari sebaran ilmiah di internet sebanyak 1-2 kali dalam
jawaban kuisioner diperoleh jawaban bahwa seminggu, 38% (52 orang) mengakses
37,2% (51 orang) mahasiswa belajar selama informasi ilmiah di internet sebanyak 3-4 kali
1 jam saja, 43,8% (60 orang) mahasiswa dalam seminggu, 8,75% (12 orang)
belajar selama 2 jam, 16,8% (23 orang) mengakses informasi ilmiah di internet
mahasiswa belajar selama 3 jam, 2,19 % (3 sebanyak 5 kali dalam seminggu, 3,65% (5
orang) mahasiswa belajar selama 4 jam, dan orang) mengakses informasi ilmiah di
tidak ada mahasiswa yang belajar selama 5 internet sebanyak 6 kali informasi ilmiah di
jam. internet sebanyak 7 kali dalam seminggu.

Pertanyaan keempat bertalian dengan Pertanyaan ketujuh berkaitan dengan


jumlah judul buku ilmiah kedokteran yang kelompok belajar. Tujuannya adalah
dimiliki mahasiswa FK Undana. Tujuan peneliti ingin mendapatkan informasi
dari pertanyaan ini adalah peneliti ingin mengenai kelompok belajar pada mahasiswa
mendapatkan informasi mengenai jumlah FK Undana. Dari sebaran jawaban kuisioner
judul buku ilmiah kedokteran yang dimiliki diperoleh bahwa 67,9% (93 orang)
oleh mahasiswa FK Undana secara pribadi. mahasiswa mempunyai kelompok belajar
Dari sebaran jawaban kuisioner diperoleh dan sisanya, yakni sebanyak 32,1% (44
data bahwa 74,5% (102 orang) mahasiswa orang) mahasiswa tidak mempunyai
mempunyai 0-10 judul buku, 13,1% (18 kelompok belajar.
orang) mahasiswa mempunyai 10-20 judul
buku, 1,46% (2 orang mahasiswa) Pertanyaan terakhir terkait dengan diskusi
mempunyai 21-30 judul buku, 0,37% (1 ilmiah. Di sini, peneliti ingin mendapatkan
orang) mempunyai 31-40 judul buku, dan informasi dari mahasiswa FK Undana yang
sisanya 10,2% (14 orang) mempunyai lebih mempunyai kelompok belajar mengenai
dari 40 judul buku. berapa kali dalam seminggu melakukan
diskusi ilmiah. Dari sebaran jawaban
Pertanyaan kelima bertautan dengan kuisioner diperoleh bahwa 42,3% (58 orang)
frekuensi mengunjungi perpustakaan. Di melakukan diskusi ilmiah 1 kali dalam
sini, peneliti ingin mendapatkan informasi seminggu, 17,5% (24 orang) melakukan
mengenai berapa kali dalam seminggu diskusi ilmiah 2 kali dalam seminggu, 4,38%
mahasiswa FK Undana mengunjungi (6 orang) melakukan diskusi ilmiah 3 kali
perpustakaan. Dari sebaran jawaban dalam seminggu, 0,73% (1 orang)
kuisioner diperoleh bahwa 49,6% (68 orang) mahasiswa yang melakukan diskusi ilmiah 4
mengunjungi perpustakaan 1 kali dalam kali dalam seminggu dan sisanya 2,92% (2
seminggu, 19% (26 orang) mengunjungi orang) melakukan diskusi ilmiah lebih dari 4
perpustakaan 2 kali dalam seminggu, 15,3% kali dalam seminggu.
(21 orang) mengunjungi perpustakaan 3 kali
dalam seminggu, 1,46% (2 orang) PEMBAHASAN
mengunjungi perpustakaan 4 kali dalam
seminggu, dan sisanya sebanyak 14,6% (20 Status tempat tinggal seorang mahasiswa
orang) mengunjungi perpustakaan lebih dari dapat membentuk gaya belajarnya. Pada
5 kali dalam seminggu. mahasiswa yang tinggal dengan keluarga,
gaya belajar banyak dipengaruhi oleh faktor
58
Identifikasi gaya Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana

luar. Kerap kali terjadi, mahasiswa yang Jam belajar yang paling efektif dapat
tinggal dengan keluarga dihadapkan pada membantu mahasiswa di dalam poses
dua pilihan yang sama-sama berisiko bagi belajar. Jam belajar efektif berbeda-beda
dirinya, yakni belajar atau sekadar untuk setiap mahasiswa. Kebiasaan personal
mengerjakan tugas yang diberikan dosen turut mempengaruhi jam belajar yang efektif
terlebih dahulu baru kemudian itu. Kendati demikian, kecenderungan umum
menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, untuk jam belajar yang efektif itu adalah
seperti memasak, mencuci piring, dan pukul 19.00-21.00.
menjaga anak tuan rumah atau
menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, Jumlah jam belajar mahasiswa dalam sehari
terlebih dahulu baru belajar atau di luar jam kuliah, tutorial, CSL, dan
mengerjakan tugas. Kalau dia memilih yang praktikum juga berbeda. Perbedaan jumlah
pertama, risikonya adalah pekerjaan rumah jam belajar ini barangkali ada kaitannya
tangga bisa terbengkalai dan bahkan dengan tingkat kecerdasan masing-masing
mungkin dimarahi oleh keluarga di mana dia mahasiswa. Di mana, ada mahasiswa yang
tinggal. Sebaliknya, kalau dia memilih yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi (dan
kedua, mahasiswa tersebut mungkin tidak itu bersifat alamiah) dan apa pula yang
bisa belajar lagi karena sudah larut malam tingkat kecerdasannya biasa-biasa saja.
dan ngantuk atau mungkin juga karena mood Selain itu, motivasi dan kebiasaan personal
yang bersangkutan untuk belajar telah hilang setiap mahasiswa turut mempengaruhi
atau konsentrasi belajarnya hilang. perbedaan jumlah jam belajar yang
digunakan. Secara umum bisa dikatakan
Pada mahasiswa yang tinggal atau berdiam bahwa ada kecenderungan di mana semakin
di kos, kesadaran untuk belajar berasal dari banyak jumlah jam belajar yang dipakai oleh
dalam dirinya sendiri. Di sinilah faktor mahasiswa untuk mendalami materi
tanggung jawab pribadi, pengambilan perkuliahan atau membaca literatur yang
keputusan sendiri, dan pengarahan pada diri berkaitan dengan matakuliah yang sedang
sendiri berperan. Ketika seorang mahasiswa diikutinya, semakin banyak juga
mampu mengatur jadwal belajarnya dengan pengetahuan (knowledge) yang diperoleh,
baik, ia tidak akan menemukan hambatan pemahamannya makin mendalam dan
dalam proses yang disebut belajar itu. Dan wawasannya pun makin luas. Dengan
prestasi akademiknya cenderung baik. sendirinya, kecenderungan untuk mencapai
Sebaliknya, jika mahasiswa tersebut tidak kesuksesan dalam belajar pun makin tinggi.
mampu mengatur dirinya sendiri, termasuk Tentu saja motivasi yang kuat dan
mengatur jadwal belajarnya, ia cenderung kecerdasan alamiah dari mahasisiwa itu
mengalami masalah dengan prestasi sendiri cenderung turut mempengaruhi
akademikinya. kesuksesan dalam belajar, termasuk prestasi
akademiknya.
Bagi mahasiswa yang tinggal dengan orang
tua, masalah lain mungkin terjadi. Ketika Berkaitan dengan jumlah jam belajar,
seorang mahasiswa tidak mempunyai berbagai literatur ilmiah menunjukkan bahwa
motivasi yang kuat untuk berhasil dalam kerja atau aktivitas yang efektif pada setiap
belajar, ia membutuhkan dorongan dari orang adalah 8 jam/hari. Kalau tolok ukur ini
pihak luar, dalam hal ini orang tuanya. Dan, kita pakai maka sistem perkuliahan yang
ketika dorongan itu hilang maka mahasiswa terlalu padat di FK Undana membuat
tersebut enggan belajar atau dia belajar mahasiswa tidak memiliki cukup waktu untuk
sehari sebelum ujian berlangsung atau belajar di rumah, baik belajar secara mandiri
sistem kebut semalam (sks). Tetapi ada juga maupun belajar bersama dengan teman-
mahasiswa yang memiliki motivasi yang kuat teman lain (kelompok belajar). Hal lain yang
untuk belajar tanpa harus didorong oleh perlu ditegaskan di sini adalah bahwa
orang tuanya. cakupan materi perkuliahan yang terlalu
melebar, di satu sisi membuat mahasiswa FK
Undana mengetahui banyak hal, tapi di lain
59
MKM Vol. 05 No. 01 Des 2010

sisi pengetahuan mereka tentang banyak hal setiap mahasiswa bervariasi dan jumlah
itu tidak terlalu mendalam. Dengan kata lain, terbanyak 37,2% (51 orang) mahasiswa
mahasiswa FK Undana diwajibkan untuk mempunyai jam belajar paling efektif adalah
mempelajari banyak hal dengan pukul 19.00-21.00; (2)Jumlah jam belajar
mengorbankan segi kedalaman dari apa setiap hari pada setiap mahasiswa bervariasi
yang dipelajari itu. Keharusan semacam itu dan jumlah terbanyak 43,82% (60 orang)
kurang membantu mahasiswa saat menekuni mahasiswa mempunyai jumlah jam belajar
profesi mereka kelak. dalam sehari adalah 2 jam; (3) Jumlah buku
ilmiah kedokteran pada setiap mahasiswa
Jumlah judul buku ilmiah kedokteran yang bervariasi dan jumlah terbanyak 74,5% (102
dimiliki secara pribadi dapat menggambarkan orang) mahasiswa mempunyai 0-10 jumlah
strategi belajar mahasiswa untuk judul buku ilmiah kedokteran yang dimiliki
mengunjungi perpustakaan. Boleh jadi, secara pribadi; (4) Frekuensi mengunjungi
ketika mahasiswa mempunyai banyak jumlah perpustakaan juga bervariasi pada setiap
judul buku ilmiah kedokteran, mahasiswa mahasiswa per minggu dan jumlah terbanyak
tersebut tidak perlu mengunjungi 49,6% (68 orang) mengunjungi perpustakaan
perpustakaan lagi, dengan catatan buku- sebanyak 1 kali; (5) Frekuensi akses
buku tersebut dipelajari, bukan hanya untuk informasi ilmiah melalui internet per minggu
dikoleksi. bervariasi pada setiap mahasiswa dan
jumlah terbanyak 35,8% (49 orang)
Jumlah mahasiswa yang mengakses mahasiswa biasa mengakses informasi
informasi ilmiah di internet di luar jam kuliah,ilmiah di internet 1-2 kali; (6) Sebanyak
tutorial, CSL, dan praktikum juga berbeda. 67,9% (93 orang) mahasiswa mempunyai
Barangkali hal itu terjadi karena mahasiswa kelompok belajar dan 42,3% (58 orang)
tidak memiliki fasilitas untuk mengakses mahasiswa melakukan diskusi ilmiah 1 kali
informasi ilmiah tersebut atau fasilitas dalam seminggu.
disediakan oleh pihak kampus tapi fasilitas
yang disediakan itu kurang memadai. DAFTAR PUSTAKA
Misalnya jaringan internetnya sering mati
atau tiba-tiba error saat mengunduh Bertens, K. 2005. Metode Belajar Untuk
informasi yang dibutuhkan. Akibatnya Mahasiswa. Jakarta: Gramedia.
mahasiswa tidak mau membuka internet lagi. DePorter, Bobbi & Mike Hernacki. 2009.
Idealnya, setiap hari mahasiswa mengakses Quantum Learning: Membiasakan Belajar
informasi ilmiah untuk memperluas wawasan Nyaman dan Menyenangkan (Terj.).
dan memperkaya pengetahuan mereka. Bandung: Kaifa (Mizan Group).
Budiman Chandra. 2002. Metodologi
Dari ketiga angkatan pada mahasiswa Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi.
Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Jakarta: EGC.
Cendana, lebih dari 50% mahasiswa Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan
mempunyai kelompok belajar. Kelompok Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
belajar ini dimanfaatkan oleh mahasiswa Cokie, Lepinski. 2005. Problem Based
sebagai sarana untuk berdiskusi, saling Learning. Monash: Monash University.
menukar informasi yang terkait dengan Gazpers, Vincent. 1990. Teknik
matakuliah yang sedang diikuti, membantu Pengambilan Contoh Untuk Penelitian
teman-teman lain yang kurang memahami Survei. Bandung: Tarsito.
matakuliah tertentu, dan mengerjakan tugas Kasjono, Heru Subaris & Yasril. 2009. Teknik
yang diberikan oleh para dosen. Sampling Untuk Penelitian Kesehatan.
Jogjakarta: Graha Ilmu.
KESIMPULAN Makmun, Abin Syamsuddin. 2003. Psikologi
Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik Remaja.
kesimpulan bahwa: (1) Jam belajar efektif di
luar jam kuliah, tutorial dan praktikum pada
60
Identifikasi gaya Belajar pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana

Pannen P., Sadjati I. M. 2005. Pembelajaran


Orang Dewasa. Jakarta: PAU-PPAI
Universitas Terbuka.
Purwanto, Ngalim. 1996. Psikologi
Pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor
Yang Mempengaruhinya. Jakarta:
RinekaCipta.
Soekidjo, Notoatmodjo. 2002. Metode
Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta.
Suciati, Irawan P. 2005. Teori Belajar dan
Motivasi. Jakarta: PAU-PPAI Universitas
Terbuka.
Surya, Mohamad. 1992. Psikologi
Pendidikan. Bandung: IKIP Bandung
http://www.penalaran-
unm.org/index.php/artikel-
nalar/penelitian/163-penelitian-
deskriptif.html
http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/20/in
ovasi-konsep-belajar-pembelajaran/
http://mbegedut.blogspot.com/2010/11/fungsi
-teori-belajar-dalam-proses.html
http://techonly13.wordpress.com/2009/07/04/
pengertian-belajar-dan-pembelajaran/

61