You are on page 1of 2

Bijak Mengkonsumsi Antibiotik

Apakah Antibiotik itu?

A
ntibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba
atau bahan alam yang dihasilkan oleh jamur yang dapat
menghambat atau membunuh mikroba jenis lain.
Antibiotik merupakan salah satu obat yang harus
dipatuhi cara penggunaannya supaya tidak menimbulkan efek
samping yang berbahaya. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat
dapat menyebabkan penyakit infeksi menjadi sulit untuk diobati dan
dapat
membahayakan nyawa pasien yang terinfeksi
dikarenakan terjadinya resisten atau kekebalan dari 3% atau 180 ribu kasus tuberkulosis multi-drug
bakteri tersebut terhadap antibiotik, dapat resistant (TB-MDR) muncul setiap tahun di Asia
menimbulkan terjadinya peningkatan efek samping Tenggara, menurut catatan WHO. Kasus extra-drug
dan toksisitas antibiotik, pemborosan biaya dan tidak resistant (TB-XDR) juga dilaporkan ada di
tercapainya manfaat klinik yang optimal dalam Banglasdesh, India, Indonesia, dan Thailand.
pencegahan maupun pengobatan penyakit infeksi
81% dari 781 pasien infeksi Escherichia coli yang
tersebut (Kaparang et al, 2014).
dirawat di rumah sakit tidak mempan diobati dengan
beberapa jenis antibiotik, seperti ampisilin (73
Prof Iwan Dwiprahasto selaku guru besar farmakologi
persen), ko-trimaksazol (56 persen), kloramfenikol (43
UGM menuturkan penggunaan antibiotik yang tidak
persen), siprofloksasin (22 persen), dan gentamisin
tepat bisa membahayakan kesehatan masyarakat
(18 persen).
secara global maupun individu. Bentuk
penyalahgunaannya cukup beragam mulai dari tidak 87% pasien diare dan 94% pasien infeksi saluran
tepat dalam memilih jenis antibiotik hingga cara dan pernapasan atas di Indonesia, menurut penelitian
lama pemberiannya. Prof Iwan Dwi Prahasto, sebenarnya tidak perlu
antibiotik.
Data dan Fakta
Tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik. Ada Cara Mencegah Resistensi
infeksi yang disebabkan oleh virus yang justru tidak Antibiotik
boleh diobati dengan antibiotik. Diantaranya, demam, Resistensi antibiotik sebenarnya bisa ditekan dengan
influenza, batuk-pilek dan lain-lain. cara mencegah muncul dan berkembangnya bakteri
resisten dan mencegah penyebaran bakteri resisten
yang sudah ada. Tiap pribadi bisa berpartisipasi 7. Pilek, batuk, dan diare umumnya tidak
melakukan hal ini, diantaranya: memerlukan antibiotik. Usahakan banyak
minum, cukup makan makanan bergizi, dan
1. Penggunaan asntibiotik secara bijak, termasuk
istirahat. Jika demam lebih dari 3 hari, segera
tepat indikasinya, tepat penderita, tepat obat,
periksa ke dokter.
dan tepat dosis.
8. Pengendalian penyebaran kuman resisten
2. Jangan sembarangan menggunakan antibiotik.
dengan cara membiasakan diri mencuci
Gunakan antibiotik hanya berdasarkan resep
tangan menggunakan sabun.
dokter, yaitu dengan dosis dan jangka waktu
sesuai resep.
3. Tanyakan kepada dokter, obat mana dari resep
“A HEALTHY OUTSIDE STARTS FROM THE
yang mengandung antibiotik. INSIDE”
4. Jangan gunakan atau membeli antibiotik
berdasarkan resep sebelumnya atau resep Robert Urich
yang pernah diberikan kepada orang lain
dengan keluhan kesehatan yang sepertinya
sama.
5. Jangan paksa dokter untuk memberikan
antibiotik.
6. Minum antibiotik sampai habis sesuai dengan
petunjuk dokter dan jangan menghentikan
sebelum waktu yang dianjurkan hanya karena
merasa sudah sembuh.