You are on page 1of 14

PENGARUH PENERAPAN MODEL MODEL LEARNING CYCLE 5E PADA

MATERI INVERTEBRATA TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS


DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X SMA
MUHAMMADIYAH 7 SURABAYA

Anggi Budi Arbiliani


Dosen Pembimbing I : Dra. Yuni Gayatri, M.Pd
Dosen Pembimbing II : Dr. Wiwi Wikanta, M.Kes
E-mail: anggibudiarbiliani@yahoo.com

ABSTRAK
This study aims to (1). determine the effect of learning model Learning Cycle 5E on the
material Invertebrates of the science process skills of students (2) the effect of the model
Learning Cycle 5E on the material invertebrates effect on cognitive learning outcomes
of students (3) determine the ability of teachers to manage learning biology through
learning model Learning Cycle 5E in improving skills and the cognitive learning
process of students. This study is a quasi experimental research with the study design
using the design of "The Non-Equivalent Control Group". The sample in this research is
class X SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. Data collected with the test and non-test
(observation) using research instruments observation sheet teachers 'skills in the
management of learning, observation sheet skill students' science process, pretest and
posttest. Data were analyzed descriptively and quantitatively test statistic T. From these
results it can be concluded that: (1) There is an effect Learning Cycle 5E learning model
on Invertebrate material to the students' science process skills; (2) Model Learning
Cycle 5E on Invertebrate material effect on cognitive learning outcomes of students.
The average value of completeness in classical the experimental class amounted to
78.2%; (3) ability to understand biology teachers manage learning by using Learning
Cycle 5E models in enhancing science process skills of students and student learning
outcomes SMA Muhammadiyah 7 Surabaya in he very good category.

Keywords: Learning Cycle 5E, Science Process Skills, Cognitive Learning Outcomes.

PENDAHULUAN Skills, scientificapproach, dan authentic


Konsep Pendidikan Abad 21 assesment (BSNP:2010).
yang telah ditetapkan oleh Kementerian Salah satu konsep dari abad 21
Pendidikan dan Kebudayaan Republik adalah pendekatan saintifik yang
Indonesia untuk mengembangkan diadaptasi dari konsep Inovator’s DNA
Kurikulum baru yaitu 21st Century yang mengatakan bahwa seseorang
memiliki karakteristik sebagai inovator
jika memiliki kemampuan untuk mengamati, menanya, mencoba,
mengasosiasikan suatu peristiwa dengan mengolah, menyaji, dan menalar semua
peristiwa yang lainnya (associating), proses tersebut mengarah pada
bertanya tentang hal-hal yang belum keterampilan proses sains.
pernah dilakukan (questioning), Model pembelajaran yang juga
melakukan pengamatan lingkungan didasari dengan pendekatan saintifik
(observing), membuat jaringan agar adalah Learning Cycle. Learning Cycle
hasil lebih baik (networking), dan adalah model pembelajaran yang
melakukan eksperimen agar tercapai berguna bagi guru dalam menggunakan
sebuah inovasi (eksperimenting) materi kurikulum dan strategi
(Dyer,et,al:2009). Pendekatan saintifik pembelajaran dalam pelajaran IPA.
yang digunakan dalam pembelajaran Model pembelajaran Learning Cycle 5E
yaitu mengamati (observing), menanya dibagi menjadi lima fase yang tediri atas
(questioning), menalar (associating), tahap pembangkitan minat
mencoba (experimenting), dan membuat (engagement), eksplorasi (eksploration),
jaringan (networking) (Permendikbud penjelasan (eksplanation), elaborasi
:2013). (elaboration), dan evaluasi (evaluation)
Keberhasilan suatu pendekatan (Wena,2009).
yang digunakan dalam proses belajar Penerapan model pembelajaran
mengajar salah satu kuncinya adalah yang sesuai akan mempengaruhi
keberhasilan guru dalam menyajikan keberhasilan siswa dalam memahami
materi pelajaran yang dapat materi, serta dapat meningkatkan
memfasilitasi siswa untuk mencapai keterampilan proses sains. Model
kompetensi yang diharapkan. Menurut Learning Cycle 5E dapat menciptakan
Kurikulum 2013, pembelajaran sains di suasana belajar yang aktif, kreativitas
SMA dirancang dengan tujuan dan dapat memotivasi siswa untuk
meningkatkan dan menyeimbangkan menemukan suatu konsep dalam
soft skills dan hard skills yang meliputi pembelajaran. Keunggulan dari model
aspek keterampilan sikap, keterampilan pembelajaran Learning Cycle 5E antara
dan pengetahuan. Aspek keterampilan lain merangsang siswa untuk mengingat
yang dilaksanakan mengacu pada kembali materi yang telah didapat
pendekatan sains, seperti keterampilan sebelumnya, memberikan motivasi
kepada siswa agar siswa lebih aktif dan keterampilan proses sains terdiri dari
menumbuhkan rasa keingintahuan, sembilan keterampilan yaitu observasi,
melatih siswa menemukan konsep, berhipotesis, merencanakan penelitian,
melatih siswa untuk menyampaikan mengendalikan variabel ,menafsirkan,
secara lisan konsep yang telah menerapkan konsep, dan
dipelajari, memberikan kepada siswa berkomunikasi. Keterampilan proses
untuk berfikir, mencari, menemukan sains sangat penting dimiliki oleh siswa
dan menjelaskan contoh penerapan untuk menghadapi persaingan di era
konsep yang telah dipelajari sehingga globalisasi ini. Dalam era globalisasi
dapat mengembangkan sikap ilmiah dan yang menuntut siswa untuk dapat
keterampilan proses sains siswa menyeleseikan masalah yang bersifat
meningkat. spesifik dan mampu mengoptimalkan
Biologi sebagai sains terlihat kemampuan kognitif. (Nandang, 2009).
keterampilan proses sains siswa dalam Keterampilan proses sains sangat
meningkatkan keterampilan belajar penting dikembangkan dalam
yang melibatkan keterampilan kognitif pendidikan karena dapat
karena dalam melakukan keterampilan mengembangkan sikap ilmiah siswa dan
proses siswa menggunakan dengan cara keterampilan dalam memecahkan
berfikir, keterampilan psikomotor masalah, sehingga dapat membentuk
karena siswa menggunakan alat dan pribadi siswa yang
bahan, pengukuran, dan penyusunan kreatif,kritis,terbuka,inovatif, dan
alat,dan keterampilan afektif karena kompetitif dalam persaingan dalam era
siswa saling berinteraksi sesama siswa globalisasi di masyarakat (Haryono,
dalam proses belajar mengajar. 2006).
Keterampilan Proses adalah Belajar adalah suatu aktivitas atau
keterampilan fisik dan mental terkait suatu proses untuk memperoleh
dengan kemampuan-kemampuan pengetahuan, meningkatkan
mendasar yang dimiliki,dikuasai, dan keterampilan, memperbaiki perilaku,
diaplikasikan dalam suatu kegiatan sikap, dan mengokohkan kepribadian
ilmiah sehingga para ilmuwan berhasil (Suyono,2015:9). Dengan adanya
menemukan sesuatu yang baru. aktivitas belajar yang tinggi dan
Menurut Conny Semiawan pengalaman keterampilan proses sains
siswa dalam belajar harapan secara dan kajian taksonomi yang cukup
tidak langsung meningkatkan hasil banyak serta dengan memilih materi
belajar siswa. Model Learning Cycle 5E invertebrata diharapkan dapat
dapat menciptakan suasana belajar yang meningkatkan keterampilan proses sains
aktif, kreativitas, dan dapat memotivasi seperti keterampilan mengamati,
siswa untuk menemukan suatu konsep mengklasifikasikan, menafsirkan data,
dalam pembelajaran. mengkomunikasikan, dan membuat
Beberapa penelitian telah kesimpulan. Oleh karena itu, dengan
dilakukan berkaitan dengan model adanya model pembelajaran Learning
Learning Cycle 5E, terutama Cycle 5E dapat memberi kesempatan
pengaruhnya terhadap keterampilan siswa untuk mengaplikasikan materi
proses dan hasil belajar kognitif. Invertebrata, membangun
Penelitian yang dilakukan Latif pengetahuannya dan bekerja dalam
Shofiana 2012 menunjukkan bahwa kelompok sehingga dapat
model Learning Cycle 5E dapat mengembangkan sikap ilmiahnya,
meningkatkan keterampilan proses sains selain siswa dapat penguasaan
dan hasil belajar siswa pada pelajaran konsep, keterampilan proses sainsnya
biologi. Ada pula penelitian yang juga dapat meningkat. Penggunaan
dilakukan oleh Ika (2014) menunjukkan model Learning Cycle 5E dalam proses
bahwa model Learning Cycle 5E dapat belajar mengajar dapat memberikan
meningkatkan hasil belajar siswa pada peluang yang lebih besar kepada
materi sistem eksresi. siswa untuk memperoleh hasil belajar
Di dalam Kurikulum 2013 yang baik, khususnya pada mata
kompetensi dasar yang harus dicapai pelajaran biologi.
oleh siswa mengenai kingdom animalia
adalah mendeskripsikan ciri-ciri umum
animalia, hewan invertebrata dan
peranan invertebrata bagi kehidupan. Di
antara filum-filum yang dipelajari
dalam kingdom animalia terutama
invertebrata terdiri atas konsep pokok
METODE PENELITIAN untuk melihat keberhasilan proses
Jenis penelitian ini adalah dalam pembelajaran menggunakan
quasi eksperimen. Desain penelitian model Learning Cycle 5E selama
yang digunakan dalam penelitian ini berlangsung yaitu menggunakan
adalah desain kelompok kontrol tidak lembar observasi guru dan siswa.
ekuivalen ( the non-equivalent Teknik analisis data yang
control group design ). digunakan adalah analisis secara
Penelitian ini dilaksanakan di deskriptif dan statistik dengan
SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. menggunakan Uji-T.
Penelitian ini dilaksanakan pada
semester ganjil tahun ajaran HASIL DAN PEMBAHASAN
2016/2017 yaitu bulan Mei-Juni Berdasarkan data tabel
2016. menunjukkan bahwa setiap
Populasi dalam penelitian ini kelompok dalam melakukan
adalah seluruh siswa-siswi SMA keterampilan proses sains dalam
Muhammadiyah 7 Surabaya, pembelajaran menggunakan model
sedangkan populasi terjangkaunya Learning Cycle 5E pada kelas
adalah seluruh kelas X di SMAM 7 eksperimen memperoleh hasil
Muhammadiyah Surabaya. Sampel penilaian dalam kategori sangat baik
yang digunakan dalam penelitian ini dengan rata-rata skor 82,4% dan
adalah siswa kelas X-1 dan X-2 yang pada kelas kontrol memperoleh hasil
dipilih secara cluster random penilaian dalam kategori baik dengan
sampling yaitu kelas X-1 sebagai rata-rata skor 70,4%.
kelas kontrol dan X-2 sebagai kelas
eksperimen.
Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini adalah menggunakan
Tes dan Nontes. Tes digunakan untuk
mengukur hasil belajar siswa pada
tingkat kognitif yaitu berupa soal
pretest, postest, dan LKS.
Sedangakan Nontest digunakan
Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Keterampilan Proses Sains
No. Aspek yang dinilai Skor yang diperoleh
Kelompok
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
I II III IV V I II III IV V
1. Mengamati 2 2 2 2 2 3 2 3 3 3
(Observasi)
2. Mengklasifikasikan 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2
3. Menafsirkan data 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2
4. Mengkomunikasikan 2 3 1 2 2 3 2 1 3 2
5. Membuat 2 3 2 3 3 3 3 2 3 2
Kesimpulan
Total Skor 10 12 9 7 11 15 12 11 13 11
Rata-Rata Skor 1 (%) 66 80 60 73 73 10 80 73 86 73
0
Rata-Rata Skor 2 (%) 70,4 82,4
Kategori Baik Baik sekali

Berdasarkan tabel peneliti pre-test berjumlah rata-rata 39,34 dan


membandingkan antara kelas ketuntasannya secara klasikal yaitu
eksperimen dan kelas kontrol yang 0%,dan ketuntasan belajar klasikal
masing-masing diketahui kelas pada hasil post-test berjumlah rata-rata
eksperimen sebanyak 23 siswa dan 71,95 dan ketuntasannya secara
kelas kontrol sebanyak 17 siswa yang klasikal yaitu 78,2%. Dari data yang
dianalisis telah mengikuti tes. Pada sudah dianalisis dapat dikatakan
kelas eksperimen hasil pre-test yang tuntas, apabila hasil belajar siswa
tidak tuntas belajar dari kelas secara klasikal sudah tercapai dari
eksperimen secara individual adalah KBM dan berarti proses pembelajaran
23 siswa dan yang tuntas belajar model Learning Cycle 5E yang
secara individual adalah 0 siswa. peneliti terapkan pada kelas
Sedangkan pada hasil post-test yang eksperimen dapat dikatakan berhasil.
tidak tuntas belajar secara individual Hal ini dikarenakan ketuntasan belajar
adalah 5 siswa dan yang tuntas belajar secara klasikal sudah tercapai lebih
secara individual adalah 18 siswa. dari 70%.
Sedangkan ketuntasan belajar secara
klasikal kelas eksperimen pada hasil
Tabel 4.5 Data hasil belajar kognitif
No Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Sampel Pre Keteteranga Post- Keteranga Pre- Keteranga Post- Keteran
- n test n test n test gan
test
1 25 TT 85 T 25 TT 55 TT
2 30 TT 85 T 45 TT 75 T
3 10 TT 75 T 40 TT 65 TT
4 40 TT 80 T 55 TT 80 T
No Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Sampel Pre Keterangan Post- Keteranga Pre- Keteranga Post Keterangan
- test n test n -test
test
5 20 TT 55 TT 55 TT 75 T
6 35 TT 70 TT 25 TT 55 TT
7 25 TT 85 T 55 TT 80 T
8 25 TT 70 TT 45 TT 80 T
9 20 TT 75 T 25 TT 50 TT
10 30 TT 65 TT 45 TT 75 T
11 5 TT 70 TT 45 TT 75 T
12 20 TT 75 T 35 TT 75 T
13 15 TT 50 TT 55 TT 80 T
14 35 TT 75 T 45 TT 85 T
15 40 TT 85 T 30 TT 45 TT
16 15 TT 80 T 45 TT 75 T
17 25 TT 75 T 45 TT 80 T
18 30 TT 80 T
19 25 TT 75 T
20 45 TT 80 T
21 30 TT 75 T
22 25 TT 55 TT
23 35 TT 85 T
Jumlah 415 1255 905 1655
Rata-rata 24,41 72,05 39,34 71,95
T 0 11 0 18
TT 17 6 23 5
Klasikal 0% 64,7% 0% 78,2%

Keterangan :
T = Tuntas
TT = Tidak Tuntas
dependent Samples Test

Levene's Test
for Equality of
Variances t-test for Equality of Means

Sig. Std. 95% Confidence

(2- Mean Error Interval of the

tailed Differenc Differe Difference

F Sig. T Df ) e nce Lower Upper

nilai_siswa Equal
-
variance - -
2.181 .148 -5.065 38 .000 3.31729 23.5185
s 16.80307 10.08756
8
assumed

Equal
-
variance -
-4.925 30.715 .000 3.41155 23.7635 -9.84256
s not 16.80307
8
assumed

Dari analisis ketentuan belajar biologi antara kelas


hipotesis yang telah peneliti ajukan eksperimen dan kelas kontrol. Dari
dengan taraf signifikan 0,05 maka hasil analisis tersebut dapat
antara kelompok eksperimen dan disimpulkan bahwa penerapan model
kelompok kontrol ada pengaruh pembelajaran Learning Cycle 5E
secara signifikan. Hal ini dapat berhasil diterapkan dengan
dilihat pada tabel diatas melalui pembuktian Uji-T dengan nilai
perhitungan statistik dengan Uji-T, signifikan 0,00.
yaitu nilai signifikannya < 0,05, Berdasarkan tabel 4.6 diaatas
dengan jumlah nilai 0,00 berarti Ho menunjukkan bahwa nilai rata-rata
ditolak dan Ha diterima, sehingga kemampuan guru dalam mengelola
penelitian yang diterapkan oleh pembelajaran dengan menggunakan
peneliti dapat dikatakn berhasil model Learning Cycle 5E setiap
karena ada pengaruh terhadap hasil tahap sudah menunjukkan hasil yang
baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai mendengarkan secara kritis
rata-rata pada tahap Engage penjelasan antar siswa atau guru
(mengajak) dengan kegiatan memperoleh nilai rata-rata 3,1
mengkondisikan siswa, (sangat baik). Pada tahap
membangkitkan minat siswa Elaboration (penggalian) dengan
terhadap topik bahasan yang akan kegiatan mengingatkan siswa pada
dipelajari, memotivasi siswa untuk penjelasan alternatif dan
belajar dengan menyampaikan tujuan mempertimbangkan data saat mereka
pembelajaran dan menjelaskan mengeksplorasi situasi baru
pentingnya materi tersebut memperoleh nilai rata-rata 1,6
memperoleh nilai rata-rata 4 (sangat (kurang baik). Pada tahap Evaluation
baik). Pada tahap Exploration (evaluasi) dengan kegiatan mereview
(penyelidikan) dengan kegiatan kembali dengan bertanya kepada
membentuk kelompok dan memberi salah seorang siswa mengenai materi
kesempatan untuk bekerja sama yang telah diajarkan, membimbing
dalam kelompok kecil secara siswa untuk menyimpulkan materi
mandiri, membagikan LKS, guru yang telah dipelajari memperoleh
berperan sebagai fasilitator, memberi nilai rata-rata 3,15 (sangat baik).
kesempatan untuk bekerja sama Berdasarkan penilaian
dalam kelompok kecil secara mandiri pengamat dapat disimpulkan bahwa
dan melakukan dan mencatat selama kegiatan belajar mengajar
pengamatan serta ide-ide berlangsung, guru telah
memperoleh nilai rata-rata 4 (sangat melaksanakan setiap tahap
baik). Pada tahap Explanation pembelajaran model Learning Cycle
(menjelaskan) dengan kegiatan 5E dengan baik.
meminta setiap kelompok diskusi
untuk mempersentasikan hasil
diskusinya, meminta bukti dan
klarifikasi penjelasan siswa,
Tabel 4.6 Data rekapitulasi hasil pengamatan keterampilan guru dalam
pengelolaan pembelajaran model Learning Cycle 5E
Tahapan Aspek Yang Dinilai Pertemuan Ke- X Y Ket
Siklus 1 2 3

Engange  Guru mengkondisikan siswa siswa 4 4 4 4 4 SB


(Mengajak)  Guru membangkitkan minat siswa 4 4 4 4
terhadap topik bahasan yang akan
dipelajari.
 Guru memotivasi siswa untuk belajar 4 4 4 4
dengan menyampaikan tujuan
pembelajaran dan menjelaskan
pentingnya materi tersebut.
Eksploration  Guru membentuk kelompok dan 4 4 4 4 4 SB
(Penyelidikan) memberi kesempatan untuk bekerja
sama dalam kelompok kecil secara
mandiri.
 Guru membagikan LKS. 4 4 4 4
 Guru berperan sebagai fasilitator. 4 4 4 4
 Guru memberi kesempatan untuk 4 4 4 4
bekerja sama dalam kelompok kecil
secara mandiri dan melakukan dan
mencatat pengamatan serta ide-ide.
Tahapan Aspek Yang Dinilai Pertemuan Ke- X Y Ket
Siklus 1 2 3
Explanation  Guru meminta setiap kelompok 4 4 4 4 3,1 SB
(Menjelaskan) diskusi untuk mempersentasikan hasil
diskusinya.
 Guru meminta bukti dan klarifikasi 3,3 3 3 3,1
penjelasan siswa.
 Guru mendengarkan secara kritis 3 2 2 2,3
penjelasan antar siswa atau guru.
Elaboration  Guru mengingatkan siswa pada 2 1 2 1,6 1,6 KB
(Penggalian) penjelasan alternatif dan
mempertimbangkan data saat mereka
mengeksplorasi situasi baru.
Evaluation  Guru mereview kembali dengan 2,3 3 4 3,1 3,15 SB
(Evaluasi) bertanya kepada salah seorang siswa
mengenai materi yang telah diajarkan.
 Guru membimbing siswa untuk 2,6 3 4 3,2
menyimpulkan materi yang telah
dipelajari.
(Sumber: Wena,2012)
Keterangan : Kedua, Model pembelajaran
X = Rata-rata tiap pertemuan Learning Cycle 5E berpengaruh
Y = Rata-rata tiap aspek terhadap hasil belajar kognitif siswa
SB = Sangat Baik kelas X SMA Muhammadiyah 7
CB = Cukup Baik Surabaya pada materi Invertebrata.
KB = Kurang Baik Nilai rata-rata ketuntasan secara
TB = Tidak Baik klasikal pada kelas eksperimen
Kriteria Skor : sebesar 78,2%.
0,0-0,9 = Tidak Baik Ketiga, Kemampuan guru
1,0-1,9 = Kurang Baik mengelola pembelajaran biologi
2,0-2,9 = Cukup Baik dengan menggunakan model
3,0-4,0 = Sangat Baik Learning Cycle 5E dalam
(Sumber : Sugiyono,2010) meningkatkan keterampilan proses
sains siswa dan hasil belajar siswa
SIMPULAN DAN SARAN SMA Muhammadiyah 7 Surabaya
Berdasarkan analisis data dan pada kategori sangat baik.
pembahasan hasil penilitian bahwa Berdasarkan hasil penelitian,
pengaruh model Learning Cycle 5E “Pengaruh Model Pembelajaran
pada materi Invertebrata terhadap Learning Cycle 5E Pada Materi
keterampilan proses dan hasil belajar Invertebrata Terhadap Keterampilan
siswa kelas X SMA Muhammadiyah Proses Dan Hasil Belajar Siswa
2 Surabaya, dapat disimpulkan Kelas X SMA Muhammadiyah 7
sebagai berikut : Surabaya” maka disarankan : Guru
Pertama, Model dapat menggunakan model
pembelajaran Learning Cycle 5E pembelajaran Learning Cycle 5E di
berpengaruh terhadap keterampilan sekolahnya sehingga dapat
proses sains siswa kelas X SMA meningkatkan ketuntasan hasil
Muhammadiyah 7 Surabaya pada belajar dan keterampilan proses
materi Invertebrata. Nilai rata-rata siswa.Kesiapan guru dalam
keterampilan proses sains secara menerapkan pembelajaran model
klasikal pada kelas eksperimen Learning Cycle 5E untuk
sebesar 82,4%. meningkatkan keterampilan proses
dan hasil belajar siswa dengan Dimyati dan Mudjiono.2006.Belajar
memahami setiap tahap model dan Pembelajaran. Jakarta :
Learning Cycle 5E.Perlu dilakukan Rineka Cipta.
penelitian lebih lanjut mengenai Fauziatul Fajaroh dan I Wayan
penerapan model Learning Cycle 5E Dasna.2010. Pembelajaran
dalam pembelajaran Biologi dengan dengan Model Siklus Belajar
kajian materi yang lebih luas dengan (Learning Cycle). Diakses
perluasan indikator keterampilan dari
proses sains yang diteliti. http://molucasablog.blogspot.
com/2010/07/pembelajarande
DAFTAR PUSTAKA nganmodelsiklus.html pada
Anonim. 2011. BSNP Paradigma tanggal 15 Mei 2016, jam
Abad 21. 10.30 WIB.
Arifin, Zaenal. 2008. Metodologi Kurniawati,Astri.2015. Analisis
Penelitian Pendidikan. Keterampilan Proses Sains
Surabaya: Lentera Cendekia. Peserta Didik Kelas XI
Arikunto,Suharsimi. 2010. Dasar- Semester II MAN Tempel
Dasar Evaluasi Pendidikan. Pada Pembelajaran Kimia
Jakarta: Bumi Aksara. Dengan Model Learning
Cholistyana,Ika Eliza. 2014. Cycle 5E. Yogyakarta :
Pengaruh Model Learning Universitas Negeri Surabaya.
Cycle 5E Terhadap Hasil Kuswana,Wowo Sunaryo. 2014.
Belajar Siswa Pada Konsep Taksonomi Kognitif.
Sistem Ekskresi. Jakarta: Bandung: PT Remaja
Universitas Islam Negeri Rosdakarya.
Syarif Hidayattullah. Longman,2008.Science Process
Devi,Poppy Skills.Malaysia:Pearson
Kamaliyah.2010.Keterampila Musarofah.2014. Penerapan Model
n Proses dalam Problem Based Learning
Pembelajaran IPA. Jakarta : (PBI) Pada Pembelajaran
PPPPTK IPA. Biologi Dalam Melatih
Keterampilan Proses Sains
Siswa Di MTs Al-Falah Pendidikan.Jakarta :
Buluh Dakiring Bangkalan. Kencana.
Surabaya: Universitas Semiawan,Conny. 1992. Pendekatan
Muhammadiyah Surabaya. Keterampilan Proses Sains.
Nugraheni,Latif Shofiana.2012. Jakarta: PT.Gramedia.
Pengaruh Penerapan Model Sudjana,Nana.2009.Penilaian Hasil
Pembelajaran Learning Proses Belajar
Cycle 5E Terhadap Mengajar.Bandung : Remaja
Keterampilan Proses Sains Rosdakarya.
Biologi Siswa Kelas X SMA Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Al Islam 1 Surakarta. kuantitatif,kualitatif, dan
Surakarta : Universitas R&D. Bandung: Alfabeta.
Sebelas Maret. Sutiani,Wiwit.2014. Penerapan
Nuh,U.2010. Fisika SMA Model Siklus Belajar 5E
online:Keterampilan Proses (Learning Cycle) Melauli
Sains. Artikel Pendidikan. Puzzle Gelkon (Gelas
Dari http://fisikasma- Konsep) Sebagai Media
online.blogspot.com/2010/03/ Untuk Meningkatkan Hasil
keterampilan-proses- Belajar Siswa Kelas XB
sains.Diakses pada 29 Mei SMAN 6 Kota Bengkulu.
2016 pukul 18.15 WIB. Bengkulu : Universitas
Rahmawati,Nur Fitria.2009. Bengkulu.
Implementasi Model Suyono dan Haryanto. 2015. Belajar
Learning Cycle Untuk dan Pembelajaran. Bandung:
Meningkatkan Pemahaman PT Remaja Rosdakarya.
Konsep Siswa Pada Materi Syaiful,Sagala.2010. Konsep dan
Pythagoras Di Kelas XI Mtsn Makna Pembelajaran.
Sidoarjo. Surabaya : Bandung : Alfabeta.
Universitas Negeri Surabaya. Trianto,2010. Model Pembelajaran
Sanjaya,Wina.2010. Strategi Terpadu. Jakarta : Bumi
Pembelajaran Berorientasi Aksara
Standar Proses
Wena,Made.2010. Strategi sebagai media untuk
Pembelajaran Inovatif meningkatkan hasil belajar
Kontemporer:Suatu Tinjauan siswa kelas XB SMAN 6
Konseptual Benngkulu.Bengkulu:Univers
Operasional.Jakarta : Bumi itas Bengkulu.
Aksara.
Wiwi.2011. Penerapan Siklus
Belajar 5E (Learning Cyle)
melalui Puzzle Gelkon