You are on page 1of 2

PENTINGNYA PASSION DALAM DUNIA KERJA

Dalam dunia kerja, passion merupakan hal yang paling diperlukan. Setiap orang harus
memiliki passionnya masing-masing. Dengan memiliki passion dalam satu bidang pekerjaan,
seseorang akan lebih menikmati pekerjaannya. Bila kita bekerja tidak sesuai dengan passion kita,
maka akan terasa sulit dan terbebani dengan apa yang dikerjakan.

Saat melamar kerja dalam industri IT, kita tidak akan ditanya berapa IP dan almamater kita,
namun kita akan ditanya, “apa passion anda?”. Seperti yang dituturkan oleh Diki Pupung,
“Menentukan passion sangat penting. Ask yourself what do you want. Perdalam satu ilmu yang bisa
membawa kita menuju kesuksesan”. Pupung, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kita harus
menentukan passion kita sebelum terlambat. Seperti pengalaman Pupung sendiri, saat ia bekerja
sebagai pegawai instalasi wifi , ia merasa itu bukan passion-nya. Sehingga ia lebih memilih berhenti
dari pekerjaan tersebut dan mulai bekerja di salah satu perusahaan milik Jepang yang berada di
daerah Jakarta. Perusahaan tersebut memiliki jam kerja yang bisa dikategorikan ekstrem. Pupung
menuturkan bahwa ia harus bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 3 dini hari. Padahal normalnya, jam
pulang di perusahaan tersebut adalah jam 6 sore. Pupung menganggap atasannya tersebut sebagai
diktator, karena kurangnya toleransi dan jam kerja yang padat. Hal tersebut sudah melanggar
Undang-undang No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pada UU tersebut, jam kerja maksimal
dalam satu hari adalah 7 atau 8 jam. Waktu kerja lembur pun hanya dapat dilakukan selama 3
jam/hari. Jam kerja yang berlebihan tersebut membuat Pupung memilih untuk berhenti dari
perusahaan tersebut.

Di usianya yang masih 20 tahun, ia kini bekerja di perusahaan perbankan sebagai Supervisor
IT Programmer Senior serta menjadi CEO dari startup gapku.id. Rahasia dari kesuksesannya adalah
bekerja sesuai dengan passion yang dimiliki. Pupung sempat bercerita mengenai pengalamannya
saat masih menjadi salah satu murid SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di Depok. Seraya
tertawa, ia menceritakan bahwa pada saat Ujian Nasional (UN), hanya Pupung saja yang tidak lulus
ujian praktikum. Ia menuturkan bahwa memang pada saat itu, jaringan bukanlah passion-nya. Ia
justru lebih tertarik dengan pembuatan web. Ketertarikannya tersebut sudah muncul sejak kelas 3
SMP. Pupung pun mengikuti perlombaan namun tidak mendapat kemenangan. Sejak saat itu, ia
belajar lebih giat mengenai teknik pembuatan web. Dengan ketekunannya tersebut, setelah lulus
dari SMK ia diterima bekerja di Kementrian Dalam Negeri. Projek yang ia kerjakan saat bekerja di
Kementrian Dalam Negeri pun bukan main-main. Ia bergabung dalam pengurusan data E-KTP dan
membuat aplikasi yang akan disebarluaskan ke seluruh kelurahan di Indonesia.

Saat ditanya mengenai motivasinya terjun ke dunia IT, ia menjawab “Sebenernya ga ada. Pas
lulus ikut SBMPTN, SNMPTN, tes sana-sini gak pernah milih IT. Gak ada yang lolos. Tiba-tiba dapet
beasiswa trus diambil. Ikutin jalannya. Cari motivasi sendiri. Let it flow,”. Pupung yang kini berkuliah
di PNJ jurusan Teknik Multimedia Jaringan mengungkapkan bahwa bukan motivasi yang
membuatnya naik, namun dendam. “Buktiin ke orang yang kita dendamin bahwa kita bisa. Balas
dendam dengan prestasi, bukan kekerasan,” ujarnya. Prinsip yang ia selalu pegang ialah lebih baik
kehilangan masa muda daripada kehilangan masa depan. Prinsip tersebut yang selalu memacu
dirinya agar menjadi lebih baik dan lebih bekerja keras.

Dalam dunia kerja, tentu terdapat etika profesi sesuai bidangnya masing-masing. Menurut
Pupung, etika profesi IT dalam sebuah perusahaan tergantung dari kebijakan perusahaannya sendiri.
Ia menuturkan bahwa etika tergantung kepada diri masing-masing. Bila kita terbiasa baik, maka kita
akan baik. Contoh pelanggaran etika IT profesi menurut Pupung ialah penggunaan OS palsu,
menggunakan aplikasi crack, membajak aplikasi milik orang lain dan me-rename aplikasi. Untuk
menghindari pelanggaran tersebut, kita dapat menggunakan OS yang open source seperti Linux serta
tidak membajak aplikasi.

Dalam menjalani pekerjaannya yang sekarang, ia belum merasakan lelah dalam bekerja karena jika
bekerja sesuai dengan hobi, maka akan terasa santai. Tetapi jika tidak sesuai dengan passion, maka
pekerjaan yang dilakukan akan terasa terbebani.

Pengalaman yang paling berkesan bagi Pupung selama bekerja di dunia IT ialah dapat bertemu
banyak orang berpengalaman dan lebih hebat. Pertemuan dengan orang-orang tersebut membuat ia
bisa belajar lebih banyak. Selain itu, ia juga bisa pergi ke berbagai negara. Dengan berkunjung ke
berbagai negara, ia bisa bekerja dan travelling secara bersamaan.

Inovasi yang direncanakan oleh Pupung ialah kemudahan dalam bertransaksi tanpa harus
membawa uang tunai. Misalnya, saat hendak berbelanja atau melakukan transaksi dengan cara
transfer ATM, seseorang tidak perlu membuat akun bank. Cukup dengan melakukan transaksi di
toko yang tersedia e-money. Selain itu, Pupung juga mengemukan harapannya bagi kemajuan IT di
Indonesia. Ia berharap IT bisa merambah ke dunia indutri lainnya. Seperti perminyakan, perbankan,
pertanian, dan perikanan. Serta ia berharap penggiat IT di Indonesia lebih dihargai karya-karyanya.
Karena selama ia berkecimpung di dunia IT, ia selalu menemukan kejadian saat suatu projek
berhasil, yang terkenal bukanlah pengembang tetapi Project Manager dari projek tersebut.

Pupung berpesan bagi penerus bangsa di bidang IT, “Perdalam softskill, temukan passion,
dan temukan dendam”.