You are on page 1of 4

KEWENANGAN HAN

HAN = hukum yang mengatur tntg seluk beluk adm negara dan hukum hasil ciptaan administrasi
negara itu sendiri. (prayudi)

Administrasi negara adalah organ atau aparatur yg ada dibawah pres dan bertanggung jawab pada
pres. Organ itu adalah kementerian, kelembagaan, dewan, pemerintahan daerah (dilihat dari
dimensi institusi)

Dalam kegiatan adm negara merupakan proses tata kerja yg berkesinambungan.

HAN heteronom = dilihat dari sumber hukumnya, yg mengatur AN, itu berasal dari luar organ AN,
yaitu UU, tap mpr, dll

Organ yg di dalam AN punya kewenangan menciptakan produk2 hukum disebut dengan HAN
otonom karena berasal dari adm negara itu sndiri.

Kaitan han heteronom dan otonom : han heteronom merupakan pedoman bagi terbentuknya han
otonom. Han otonom pelaksanaan han heteronom. Han heteronom kedudukan nya lebih tinggi dari
han otonom.

Produk hukum : regeling (pengaturan) dan beschikking (penetapan)

Regeling ditujukan pada umum, dan sifatnya abstrak

Beschikking khusus dan konkrit

Hukum yg mengatur hub hukum antara pemerintah dan masy itu adalah han ekstern.

Sumber Hukum (sudikno) : sebagai asas hukum sebagai permulaan hukum; menunjukkan hukum yg
terdahulu yg menjadi bahan hukum yg sekarang; sebagai sumber berlakunya yg memberi kekuatan
berlakunya secara formal pada peraturan hukum; sebagai sumber dari mana kita dapat mengenal
hukum dari dokumen, uu, lontar, batu bertulis

Sumber hukum dalam arti materiil dan formil.

Uu dalam arti materiil : dilihat dari substansinya dia mengikat umum, bisa uu, bisa pp, perpres, perda
dst.

Uu dalam arti formil : dilihat dari pembuatannya, dibuat oleh lembaga yg berwenang, dibentuk oleh
presiden bersama dpr. Substansinya terserah mau mengikat umum atau individu.

Uu yg berbentuk penetapan adalah UU tentang APBN, dia hanya bagi pejabat. UU tentang ratifikasi
perjanjian internasional bisa dituangkan dalam bentuk perpres dan undang2.

Sumber hukum materiil :

Mengapa hukum mengikat ? karena substansinya

Apa kekuatan hukum hingga mengikat atau dipatuhi ? kembali ke substansinya


Trias politica(montesquieu) : hulunya adalah legislatif (uu dalam arti formil). Legislatif dulu baru
eksekutif dan yudikatif.

Pembagian kekuasaan dari van vollenhoven (catur praja) : bestuur recht, politie recht, ..
regelingrecht

Regelingrecht: undang2 dalam arti materiil

Kalau montesquieu terpisah, separation of power

Kata prayudi, indonesia distribution of power, selalu ada intervensi antar lembaga : selain 3 lembaga
itu ada yg lain yaitu kekuasaan BPK (inspektif), kekuasaan mpr (konstitutif)

Sumber hukum adalah segala sesuatu yang dapat menimbulkan aturan hukum serta tempat
ditemukannya aturan2 hukum.

Macam2 sumber hukum:

a. Sumber hukum materiil : faktor masyarakat yang mempengaruhi pembentukan hukum (thd
UU, putusan hakim dll)
Faktor yang ikut mempengaruhi materi (isi) dari aturan hukum
Tempat di mana materi hukum itu di ambil
Jenisnya : sumber hukum historis, sosiologis, ..
b. Sumber hukum formal : berbagai bentuk aturan hukum yang ada. Formal artinya kita hanya
memandang mengenai cara dan bentuk yang melahirkan hukum positif, tanpa
memperhatikan dari mana isi peraturan itu diambil . tempat atau sumber dari mana suatu
peraturan memperoleh kekuatan hukum. Kaitannya : bentuk atau cara yang menyebabkan
peraturan hukum formal itu berlaku; 1. Peraturan perUUan; 2. Praktik adm negara / hukum
tidak tertulis; 3. Yusiprudensi; 4. Doktrin

Kewenangan dan kecakapan

UU, perUUan  atributif ---- kecakapan (bekwamheid)

UU, prUUan  kuasa ---- kecakapan (bekwamheid)

UU per Uuan  kewenangan (bevoegdheid)

Publik  kewenangan (bevoegdheid)  badan/pejabat TUN (subyek hukum) hak dan kewajiban

Perdata  kecakapan (bekwamheid)  orang / badan hukum perdata (subyek hukum) - hak dan
kewajiban

Hadjon menyebutkan bahwa

 Wewenang digunakan dalam bentuk kata benda, yang dipersamakan dengan bevoegheid.
 Padahal, bevoegheid digunakan dalam ranah publik dan perdata
 Sedangkan dalam hukum kita, istilah wewenang atau kewenangan hanya dipakai dalam
konsep hukum publik.
Menurut prajudi :

1. Wewenang adalah kekuasaan utuk melakukan sesuatu tindakan hukum publik, misal
wewenang menandatangani , menerbitkan surat izin dari seorang pejabat, sedangkan
kewenangannya ada pada menteri (delegasi wewenang)
2. Kewenangan (authority, gezag) adalah apa yang disebut dengan kekuasaan formal,
kekuyarang yang berasal dari kekuasaan legislatif (diberi oleh UU) atau kekuasaan eksekutif
administratif.

pasal 1 angkat 5 UU 30/2014  definisi Wewenang

pasal 1 angka 6 UU 30/2014  definisi kewenangan

cara memperoleh wewenang :

1. Atribusi : pemberian kewenangan kepada badan dan atau pejabat pemerintahan oleh UUD
atau UU (UU 30/2014)
2. Delegasi : pelimpahan kewenangan dari badan dan/ pejabat pemerintahan yang lebih tinggi
kepada badan dan/ pejabat pemerintahan yang lebih rendah dengan tanggung jawab dan
tanggung gugat beralih sepenuhnya kepada penerima delegasi (pasal 1 UU 30/2014) 
kewenangan beralih. Pelimpahan kewenangan berikut tanggung jawab dan tanggung gugat
Pejabat penerima delegasi : dirjen, irjen, sekjen.
3. Mandat : pelimpahan kewenangan dari badan dan/ pejabat pemerintahan yang lebih tinggi
kepada badan da/ pejabat pemerintahan yang lbih rendah dengan tanggung jawab dan
tanggung gugat tetap berada pada pemberi mandat. (uu 30/2014). Tidak ada peralihan
kewenangan / tanggung jawab

Kewenangan atribusi dulu terbentuk baru ada kewenangan delegasi. Tidak mungkin ada han otonom
kalau tidak ada han heteronom.

Uu no 23 tahun 2014

Wewenang pemerintahan : setiap keputusan dan/ tindakan harus ditetapkan dan/ dilakukan oleh
badan dan/ pejabat pemerintahan yang berwenang

Pembatasan kewenangan (ps 15)

Wewenang badan dan/ pejabat pemerintahan dibatasi oleh :

a. Masa atau tenggang waktu wewenang


b. Wilayah atau daerah berlakunya wewenang
c. Cakupan bidang atau materi wewenang

Bentuk penyalahgunaan wewenang :

1. Larangan melampaui wewenang – tidak sah


2. Larangan mencampuradukkan wewenang – dapat dibatalkan
3. Larang bertindak sewenang2 – tidak sah
Badan dan/ pejabat pemerintahan dikategorikan melampaui wewenang apabila keputusan dan/
tindakan yang dilakukan :

 Melampaui masa jabatan atau batas wktu berlakunya wewenang


 Melampaui batas wilayah berlakunya wewenang
 Bertentangan dengan ketentuan peraturan perUUan

Badan dan/ pejabat pemerintahan dikategorikan mencampuradukkan wewenang apabila keputusan


dan/ tindakan yang dilakukan:

 Di lakukan cakupan bidang atau materi wewenang yang diberikan


...