You are on page 1of 5

ARTIKEL KIMIA

Garam diazonium adalah senyawa organik yang diperoleh dari reaksi suatu amina aromatik
primer yang dilarutkan atau disuspensikan dalam suatu larutan asam mineral dalam air,
kemudian direaksikan dengan kalium nitrit dalam keadaan dingin. Jika ditinjau dari sudut
pandang sintesis senyawa organik, garam diazonium mempunya arti penting karena dari
senyawa tersebut dapat dibuat berbagai senyawa aromatik.

Pembuatan Garam Diazonium

Pembuatan garam diazonium disebut dengan reaks diazotisasi/diazotasiUntuk pembuatan


garam diazonium diperlukan tiga macam pereaksi, yaitu suatu amina aromatik primer, suatu
asam mneral, dan garam natrium nitrit. Reaksi pebuatan garam diazonium dilakukan dalam
keadaan dingin dengan cara mempertahankan suhu reaksi dibawah 5oC.

Struktur Garam Diazonium

Reaksi dan sifat yang dimiliki oleh garam-garam diazonium banyak kesamaannya dengan
garam-garam amonium kuaterner. Hal ini disimpulkan dari hasil- hasil pengamatan sebagai
berikut.
1. Larutan garam diazonium yang diperoleh dari asam mineral kuat bersifat netral, dan dari
hasil pengukuran daya hantarya menunjukkan bahwa larutannya yang encer terionisasi
sempuna.
2. Jika larutan gram benzenadiazonium klorida direaksikan dengan perak hidroksida,
dihasilkan endapan perak klorida (putih), sedangkan larutannya bersifat sebagai basa kuat

Ada dua macam reaksi amina yang ada di alam, yaitu asilasi dan reaksi amina dengan asam nitrit.
Reaksi asilasi merupakan reaksi amina dengan suatu gugus asil yang kemudian menghasilkan suatu
amida, sedangkan reaksi dengan nitril menghasilkan ion arildiazonum.

A. Asilasi

Amina adalah suatu nukleofili nitrogen. Dari segi katanya, bahwa asilasi merupakan substitusi dengan
suatu gugus asil. Asilasi nukleofilik dari suatu amina, dimana aminanya kehilangan proton dan
mendapat gugus asil dan menghasilkan suatu amida. Amina bereaksi dengan gugus karbonil dari
turunan asam (asil halida, anhidrida, dan ester) melalui substitusi asil nukleofilik. Dilihat dari sudut
pandang dapat kita katakna bahwa ikatan N-H dalam amina primer dan sekunder dapat diasilasi oleh
turunan asam. Contohnya amina primer dan amina sekunder bereaski dengan asil halida membentuk
amida.

·
Reaksi dengan ester:

· Reaksi dengan asam anhidrida:

· Reaksi dengan asam halida:

Jika amina harganya murah, digunakan dua ekuivalen, satu untuk membentuk amida dan lainnya
untuk menetralkan HCl. Atau, basa yang harganya murah dapat digunakan untuk menetralkan HCl.
Basa ini dapat berupa natrium hidroksida (terutama jika R adalah aromatik), atau suatu amina tersier;
karena tidak memiliki ikatan N-H, amina tersier tidak dapat diasilasi, tetapi dapat mentralkan HCl.

Asilasi amina digunakan dalam praktik. Contohnya, insektisida “Off” ialah amida yang terbentuk
dalam reaksi m-toluil klorida dan dietilamina.

Antiperetik (zat penurun demam) asetanilida ialah amida yang terbuat dari aniline dan anhidrida
asetat.
B. Reaksi dengan Asam Nitrit

Asam nitrit (HONO) dibuat dari natrium nitrit (Na+ NO2-) danasam HCl yang dingin seperti es.asam
nitrit mengalami berbagi reaksi dengan berbagai jenis amina.

· Alkil Amina Tersier

Apabila bereaksi dengan asam nitrit menghasilkan garam amina, seperti terjadi dengan asam apa
saja.

· Aril Amina Tersier

Mengalami reaksi substitusi aromatik elektrofilik menghasilkan senyawa nitroso,

N O.

· Amina Sekunder

Apabila bereaksi dengan asam nitrit menghasilkan N-nitroso-amina, biasanya disebut nitrosamine,
senyawa dengan gugus nitroso terikat pada nitrogen dari amina. Banyak senyawa yang mengandung
gugus N-nitroso telah dibuktikan karsinogenik (menyebabkan kanker) pada hewan dalam
laboratorium.

· Alkil Amina Primer

Apabila bereaksi dengan asam nitri membentuk garam alkil diazonium,


Garam ini tidak stabil, kehilangan nitrogen (suatu gugus pergi yang baik), dan menghasilkan
karbokation yang tidak stabil. Kemudian garam ini mengalami reaksi substitusi dan eliminasi
menghasilkan campuran hasil reaksi.

· Aril Amina Primer

Aril amina primer juga bereaksi dengan asam nitrit menghasilkan garam diazonium. Reaksi ini adalah
yang paling penting dari reaksi asam nitrit. Tidak seperti garam alkil diazonium, garam aril diazonium
relatif stabil jika disimpan dalam keadaan dingin. Jika larutan campuran reaksi dibiarkan menjadi
hangat, ion diazoniumnya bereaksi dengan air membentuk suatu fenol.

· Sintesis Menggunakan Garam Aril Diazonium

Bermacam-macam pereaksi lain dapat mengalami reaksi dengan garam aril diazonium menghasilkan
macam-macam hasil substitusi yang luas. Misalnya, tembaga (I) klorida dan ion aril diazonium
menghasilkan aril klorida. Banyak hasil dari reaksi diazonium, seperti fenol (ArOH), aril iodide (ArI),
dan aril nitril (ArCN), sukar dan tidak mungkin dibuat dengan cara apa pun.
Reaksi macam lain yang dapat dialami oleh garam aril diazonium ialah reaksi penggabungandengan
cincin aromatic yang diaktifkan oleh gugusan penunjuk o,p-. Reaksi penggabungan adalah contoh
dari reaksi substitusi aromatic elektrofilik dan terjadi terutama pada tempat para dari cincin uang
diaktifasi. Hasilnya, disebut senyawa azo, berwarna dan beberapa digunakan sebagai zat warna.

Dalam soal sintesa yang menggunakan garam aril diazonium, Anda mungkin diminta untuk mulai
dengan benzene atau benzene yang tersubstitusi. Pada soal macam ini Anda mula-mula harus
memasukkan nitrat ke cincin, kemudian mereduksi gugusan nitronya, dan akhirnya mereaksikan
arilamina dengan asam nitrit.