You are on page 1of 2

Henri J. M.

Nouwen
Buku ini bisa saya katakan menarik. Mengapa? Dalam hidup orang beriman, Ekaristi
menjadi puncak dari kehidupan rohani umat Kristiani. Ekaristi dilatarbelakangi oleh
perjamuan terakhir yang diperkenalkan oleh Yesus Kristus sendiri. Dalam
kehidupan Kristiani, peristiwa ini dikenangkan dalam sebuah sakramen di mana
umat menerima roti yang telah diberkati dan dipecah-pecahkan.

Bermula dari pertemuan Nouwen dengan sahabatnya, istilah "Pribadi yang Dikasihi"
menjadi satu hal yang bermakna dalam pikirannya. Muncul banyak sekali
pertanyaan seputar hidup rohani, "Apakah saya adalah pribadi yang dikasihi?"
Sebagai seorang pastur, Nouwen telah mengunjungi beberapa tempat termasuk
penampungan orang-orang cacat. Dari sinilah, muncul suara Tuhan dalam
pikirannya: kedamaian dan kebahagiaan yang akan diperoleh oleh seseorang adalah
karena ia pribadi yang dikasihi. Sudahkah saya atau Anda menjadi pribadi yang
dikasihi?

Dalam bahasa sederhana, Nouwen menyajikan "Ekaristi" dalam kehidupan dunia


sekuler saat ini. Untuk menjadi pribadi yang dikasihi, Nouwen memperkenalkan
spritualitas ini dalam empat bagian layaknya "Ekaristi" dalam kehidupan sehari-
hari.

Diambil
Akan lebih tepat jika istilah diambil lebih dihayati sebagai dipilih. Bahwa kita adalah
orang-orang yang dipilih. Langkah pertama dalam hidup rohani adalah mengakui
dengan sepenuh hati bahwa kita sudah diambil. Hal itu berarti ada sesuatu yang
istimewa dalam pribadi kita. Nouwen bahkan menjelaskan secara teperinci dalam
bagian ini. "Kita adalah pribadi-pribadi yang dipilih oleh Allah, juga kalau dunia
tidak memilih kita." Semangat inilah yang menjadi awal hidup rohani yang dimiliki
oleh anak-anak Allah.

Diberkati
Setelah kita dipilih sebagai anak-anak Allah, kita juga diberkati. Berkat adalah hal
istimewa dalam peneguhan iman kita. Hanya saja terkadang kita terlalu sibuk,
sehingga kita tidak merasakan berkat-berkat kecil di sekitar kita. Justru dengan
bertemu orang cacat, kaum miskin dan difabel, berkat itu mengalir melalui mereka.
Ada dua hal penting yang dapat kita lakukan agar kita merasa sebagai pribadi yang
diberkati, yaitu doa dan kehadiran. Doa menjadi jalan bagi kita untuk
mendengarkan kata-kata berkat, serta kehadiran adalah perhatian kita kepada
berkat, setiap hari, setiap saat.

Dipecah-pecahkan
Tidak mudah bagi kita, -setelah diambil dan diberkati- kemudian dipecah-pecahkan.
Menurut Nouwen, peristiwa ini melambangkan bahwa kehidupan kita harus
dipecah-pecah atau dibentuk. Mungkin saya harus jatuh ke dalam jurang yang paling
dalam atau mengalami keterpecahan dalam kehidupan kita, barulah kita mengenal
solusi yang tepat untuk menghadapinya. Langkah pertama menuju penyembuhan
bukanlah langkah menjauh dari penderitaan itu, melainkan langkah mendekatinya.
Menyadari kompleksitas dalam kehidupan kita, seharusnya kita kagum akan misteri
kehidupan kita.

Dibagi-bagikan
Setelah mengalami keterpecahan, maka kita siap untuk dibagi-bagikan. Yaitu,
menjadi berkat bagi sesama kita. Dengan dibagi-bagikan, menjadi jelas bahwa kita
dipilih, diberkati dan dipecah-pecahkan bukan untuk kita sendiri, melainkan juga
untuk orang lain. Akan menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi kita ketika
kita bisa membuat orang lain bahagia.

Saya merasa bahwa hidup kita akan sia-sia jika kita hanya memikirkan pusat
kehidupan kita hanyalah pada diri kita sendiri. Bahkan, peristiwa perjamuan malam
terakhir yang diadakan oleh Yesus bersama murid-muridnya pun memiliki arti
tersendiri. Bagi saya pribadi, mengalami keempat hal ini adalah tantangan baru
dalam kehidupan ini karena saya harus membuang seluruh idealisme yang berpusat
kepada saya serta menerima kehidupan saya di tengah orang-orang lain. Mungkin,
saya mendapatkan sedikit jawaban, mengapa saya harus hidup di dunia ini.