You are on page 1of 8

Pemeriksaan Abdomen

Inspeksi

- Lihat kontur abdomen dan peristalsi

Inspeksi permukaan, kontur, gerakan abdomen, termasuk:

- Kulit: scars, striae, dilatasi vena, rashes & lesion


- Umbilicus: observasi kontur & lokasinya, apakah ada inflamasi atau tonjolan hernia
- Kontrur abdomen:
o Rata, membulat, protuberan atau konkaf?
o Apakah ada bulging
o Simetris/tidak
o Organ/masa yang terlihat
- Peristalsis: observasi beberapa menit apabila curiga obstruksi intestin
- Pulsasi: pulsasi aorta normal sering terlihat pada epigastrium

Auskultasi

Auskultasi dilakukan sebelum palpasi atau perkusi karena dapat mengubah frekuensi bowel
sound

- Normal sounds: terdiri dari bunyi click & gargle (spt gelembung) dengan frekuensi
sekitar 5-38/menit
- Abdominal bruit & friction rub
o Bruit pada aorta, arteri renal, iliac & femoral dapat menandakan oklusi
o Friction rub ditemukan pada liver & spleen menandakan inflamasi

Perkusi

Menilai distribusi udara/gas pada abdomen & identifikasi masa atau berisi cairan

Area dull luas menandakan adanya masa atau organ yang membesar
Palpasi

Terbagi menjadi 2:

Light palpation: menilai abdominal tenderness, resistensi muskular, beberapa organ superfisial

Deep palpation: biasanya dilakukan untuk merasakan/menggambarkan masa di abdomen

Pemeriksaan Inflamasi Peritoneum

Abdominal pain & tenderness disertai muscle spasm menandakan inflamasi peritoneum.

Apabila tidak terdapat, dapat melihat rebound tenderness, rebound tenderness yang terjadi
setelah quick withdrawal (tarikan gerak cepat) menandakan inflamasi peritoneum.
RANITIDINE
A. GOLONGAN
H2 receptor antagonist
B. MOA
Menghambat sekresi gastric acid yang diinduksi oleh histamine dan gastrin.
C. EFEK
o Menurunkan sekresi asam dan promot penyembuhan ulcer
D. INDIKASI
o Peptic ulcer
o Acute stress ulcer
o GERD
E. EFEK SAMPING
o GI: abdominal pain, constipation, diarrhea, nausea, vomiting
o Neurologic: dizziness, headache, insomnia
o Cardiovascular: bradyarrhythmia
o Psychiatric: agitation
F. KONTRAINDIKASI
o Hypersensitivity to ranitidine or any of its component
G. FARMAKOKINETIK
o Absorption
 Bioavailability 50% (PO), 90-100% (IV/IM)
 Onset: 1 jam (IV/PO)
 Duration: 4-6 jam (PO), 4-5 jam (IV/IM)
 Peak: 2-3 jam (PO), 15 menit (IM)
o Distribution
 Widely throughout the body (including breast milk and across placenta)
 Protein bound: 10-19%
o Metabolism in liver
o Elimination
 T1/2: 2,5-3 jam (PO), 2-2,5 (IV)
 Excretion: urine
H. DOSIS
o Duodenal ulcer
 150 mg p.o. b.i.d. or 300 mg q.d.
 50 mg i.v. q.6-8 h or 6,25 mg/h
 Maintenance: 150 mg p.o. q.d.
o Gastric ulcer
 150 mg p.o. b.i.d
 Maintenance: 150 mg p.o. q.d.
o GERD
 150 mg p.o. b.i.d
OMEPRAZOLE
A. GOLONGAN
Proton pump inhibitor
B. MOA
Menurunkan sekresi asam dengan memblok H+/K+-ATPase pada parietal cell.
C. EFEK
Menurunkan sekresi asam
D. INDIKASI
o GERD
o Peptic ulcer
o Non ulcer dyspepsia
o Prevention of stress-related mucosal bleeding
o Gastrinoma and other hypersecretory condition (zollinger-ellison syndrome)
E. EFEK SAMPING
o GI: abdominal pain, nausea, diarrhea, constipation, pancreatitis, hepatotoxicity
o Neurologic: headache
o Renal: interstitial nephritis
F. KONTRAINDIKASI
o Hypersensitivity to omeprazole
G. FARMAKOKINETIK
o Absorption
 Bioavailability 30-40%
 Onset: 1 jam
 Duration: 73 jam
 Peak: 0,5-3,5 jam
o Distribution
 Protein bound: 95-96%
o Metabolism in liver
o Elimination
 T1/2: 0,5-1 jam
 Excretion: urine, feces
H. DOSIS
o GERD
 20 mg p.o. q.d. for 4 weeks
o Gastric ulcer
 40 mg p.o. q.d. for 4-8 weeks
o Duodenal ulcer
 20-40 mg p.o. q.d. for 4-8 weeks
o Stress ulcer prophylaxis
 40 mg p.o. q.d. initially, then 20-40 mg daily
o Gastric hypersecretion
 60 mg p.o. q.d.
o Helicobacter pylori infection
 20 mg p.o. b.i.d. in conjunction with triple therapy
ANTACID
A. MOA
Antacid merupakan basa lemah yang bereaksi dengan gastric acid untuk membentuk
air dan garam, sehingga menurunkan keasaman lambung (menetralkan asam
lambung).
B. EFEK
o Menetralkan asam lambung
o Menurunkan jumlah asam lambung
o Meningkatkan pH
o Menurunkan aktivitas pepsin
C. INDIKASI
o Peptic ulcer
o GERD
o Gastritis
D. EFEK SAMPING
o Sodium bicarbonate
 Abdominal cramp
 Flatulensi (sering kentut)
 Vomiting
 Metabolic alkalosis
o Calcium carbonate
 Hypercalcemia
 Metabolic alkalosis
 Milk-alkali syndrome
 Belching (sendawa)
o Aluminum hydroxide
 Constipation
 Berikatan dengan phosphate dan tetracycline sehingga mencegah absorbsi
dari obat-obat tersebut.
o Magnesium hydroxide
 Diarrhea
E. DOSIS
o Aluminum hydroxide/magnesium hydroxide (antacid combo)
 Sediaan oral suspension 500 mg/ 5 mL dan oral liquid 200 mg/ 5 mL
 Gastric hyperacidity, hearburn
10-20 mL p.o. between meal
o Magnesium hydroxide
 Sediaan tablet 400 mg
 Antacid
1 tablet p.o. q.d. take with food
o Aluminum hydroxide
 Sediaan oral suspension 320 mg/ 5 mL
 Antacid
5-30 mL p.o. between meal