You are on page 1of 14

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN SELAMA


KEHAMILAN

NAMA KELOMPOK :

1. Ahmad Saifuddin
2. Sulaiman Bayhaqi
3. Bambang irawan
4. Khusnul widat
5. Sandi prasetio
6. Zainal arifin
7. Eka sofi
8. Rista ria rini

PROGRAM STUDY S1 – KEPERAWATAN

STIKES HAFSHAWATY PESANTREN ZAINUL HASAN

GENGGONG – PROBOLINGGO

2017-2018
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas segala
limpahan rahmat dan hidayanh-NYA. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, dan
sholawat serta salam semoga selalu tercurah limpahkan kepada bapak proklamator sedunia,
pejuang tangguh yang tak gentar menghadapi segala rintangan demi umat manusia yaitu “Nabi
Muhammad SAW”.

Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi kewajiban kami sebagai
mahasiswa/mahasiswi di STIKES HAFSHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG maka
kami susun dalam bentuk kajian ilmiah dengan judul “PEMERIKSAAN FISIK KEPALAH
DAN RAMBUT” dan dengan selesainya penyusunan makalah ini, kami juga tidak lupa
menyampaikan ucapa terima kasih kepada :

1. KH.Moh.Hasan Mutawakkil ‘Alallah,S.M.M, Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan


Genggong
2. Ns. Iin Isnawati,S.Kep,M.Kep, Sebagai Ketua Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong
3. Ns.Ana Nusantara.,S.Kep.,M.Kep, Sebagai Ketua prodi S1 keperawatan
4. Ns.Sinta yunitaS.,Kep.,M.kep Sebagai Dosen keperawatan anak
5. Santi Damayanti,A.Md, Sebagai Ketua perpustakaan Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong
6. Teman-teman Kelompok Penyusun Makalah

Tiada harapan sedikitpun dari kami kecuali makalah ini bisa bermanfaat, memberikan sumbangan
positif pada segenap pembaca, dan menambah pengetahuan dan wawasan tentang Sistem Pelayanan
Kesehatan.
Genggong, 24 februari 2018

Penulis
DAFTAR ISI

COVER` .......................................................................................................... ..................

KATA PENGANTAR .................................................................................... ..................

DAFTAR ISI .................................................................................................. ..................

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang ............................................................................................... ....................
2. Rumusan Masalah ......................................................................................... ....................
3. Tujuan Penulisan............................................................................................ ....................

BAB II PEMBAHASAN
1. Pemeriksaan Ibu Hamil .........................................................................................
2. Konsep Asuhan Keperawatan ...............................................................................

BAB III PENUTUP


1. Kesimpulan ................................................................................................... ....................

DAFTAR PUSTAK ........................................................................................ ./................


BAB I
PENDAHULUAN

I. Asuhan keperawatan selama kehamilan


A. Pemeriksaan Ibu Hamil
1. Anamnesa
a. Anamnesa tentang identitas: nama diri sendiri, suami, alamat, pekerjaan dan
sebagainya.
b. Anamnesa obstetri: kehamilan ke berapa; apakah persalinan lahir spontan aterm,
hidup atau dengan tindakan, usia anak terkecil; untuk primigravida lama kawin
dan usia; tanggal haid terakhir.
c. Anamnesis tentang keluhan utama.

2. Pemerikaan fisik
a. Pemeriksaan fisik umum
1) Keadaan umum: kompos mentis, tampak sakit.
2) Pemeriksaan tekanan darah, nadi, pernapasan dan suhu, berat badan.
b. Pemeriksaan khusus obstetri
1) Inspeksi (tinggi fundus uteri, keadaan dinding abdomen, gerak janin yang
tampak).
2) Palpasi (menurut Kneble, Leopold, Buddin, Ahfeld).
Teknik pemeriksaan leopold:
a) Leopold I
- Kedua telapak tangan pada fundus uteri untuk menentukan tinggi fundus uteri,
sehingga perkiraan usia kehamilan dapat disesuaikan dengan tanggal haid
terakhir.
- Bagian apa yang terletak di fundus uteri. Pada letak membujur sungsang, kepala
bulat terasa keras dan melenting pada goyangan, pada letak kepala akan teraba
bokong pada fundus: tidak keras tak melenting dan tidak bulat, pada letak
lintang, fundus uteri tidak diisi oleh bagian-bagian janin.
b) Leopold II
- Kemudian kedua tangan diturunkan menelusuri tepi uterus untuk menentukan
bagian apa yang terletak dibagian samping.
- Letak membujur dapt ditetapkan punggung anak, yang teraba rata dengan tulang
iga seperti papan cuci.
- Pada letak lintang dapat ditetapkan dimana kepala janin.
c) Lepold III
- Menentukan bagian apa yang terdapat diatas simpisis pubis.
- Kepala akan teraba bulat dan keras sedangkan bokong teraba tidak keras dan
tidak bulat. Pada letak lintang simpisis pubis akan kosong.
d) Lepold IV
- Pada pemeriksaan leopold IV, pemeriksa menghadap kearah kaki ibu untuk
menetapkan bagian terendah janin yang masuk ke pintu atas panggul.
- Bila bagian terendah masuk PAP telah melampaui lingkaran terbesarnya, maka
tangan yang melakukan pemeriksaan divergen, sedangkan bila lingkaran
terbesarnya belum masuk PAP maka tangan pemeriksa konvergen.
3) Perkusi (meteorisme, tanda cairan bebas).
4) Auskultasi (bising usus, denyut jantung janin, gerak janin intrauterin, hal lain
yang terdengar).

3. Pemeriksaan dalam (pembukaan, perlunakan serviks, ketuban, penurunan bagian


terendah, penempatan kombinasi, tumor yang menyerupai bagian terendah,
pelvimetri panggul).
Indikasi pemeriksaan dalam:
- Indikasi sosial untuk menentukan keadaan kehamilan atau persalinan, sebelum
ditinggalkan oleh penolong.
- Jika ada pemeriksaan luar, kedudukan janin tidak dapat ditentukan.
- Jika ada sangkaan kesempitan panggul dan CPD.
- Jika karena sesuatu, persalinan tidak maju-maju.
- Jika akan diambil tindakan obstetriboperatif.
- Menentukan nilai skor pelvis.

4. Pemeriksaan tambahan (pemeriksaan laboratorium, ultrasonografi, tes


pemeriksaan air ketuban, tes pemeriksaan bakteriologis).
Sumber: Manuaba, 2010.
II. Konsep Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
a. Identitas Pasien
Identitas berupa nama, umur, pendidikan, pekerjaan, agama, suku/bangsa, alamat dan
status.
b. Keluhan Utama: Klien mengatakan mual-mual dan muntah
c. Riwayat Menstruasi : meliputi menarche usia, siklus, lamanya, banyaknya, HPHT,
perkiraan persalinan, Flour Albus.
d. Riwayat obstetri yang lalu: meliputi kehamilan keberapa, umur kehamilan, penyulit
kehamilan, jenis persalinan, penolong, jenis kelamin anak dan masa nifas.
e. Riwayat kontrasepsi
Meliputi jenis kontrasepsi yang digunakan, lamanya pemakaian dan keluhan yang
dirasakan selama memakai alat kontrasepsi.
f. Riwayat Penyakit Keluarga
Faktor-faktor situasi, seperti pekerjaan wanita dan pasangannya, pendidikan, status
perkawinan, latar belakang budaya dan etnik, serta status sosioekonomi, ditetapkan
dalam riwayat social.
Riwayat keluarga memberikan informasi tentang dekat pasien, termasuk orang tua,
saudara kandung dan anak-anak. Hal ini membantu mengidentifikasi gangguan
genetik atau familial dan kondisi-kondisii yang dapat mempengaruhi status
kesehatan wanita atau janin.
g. Riwayat pemeriksaan ANC
Data yang diikumpulkan tanggal pemeriksaan, TFU, letak anak, DJJ, oedema, reflex
tungkai, TD, BB, keluhan UK (minggu) dan terapi yang didapat.
h. Kebutuhan Dasar Manusia
1) Nutrisi
Frekuensi makan : 3 x sehari
Jenis makanan : nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah-buahan.
Minum : 6-7 kali sehari
Nafsu makan : tidak nafsu, alasan : karena mual dan muntah
2) Eliminasi
BAK
Frekwensi : 6-7 kali sehari
Warna : kekuningan
Bau : tercium bau aseton
Keluhan : urin sedikit
BAB
Frekwensi : 3 kali seminggu
Warna : coklat
Bau : khas
Konsistensi : padat
Keluhan : sulit saat BAB
3) Istirahat Dan Tidur
Tidur siang : 1-2 jam
Tidur malam : 7-8 jam
4) Personal Hygiene
Mandi 2 kali sehari.
Keramas 3 kali seminggu.
Sikat gigi 2 kali sehari tiap selesai mandi.
Mengganti pakaian 2 kali sehari tiap selesai mandi.
Mengganti pakaian dalam tiap kali lembab.
i. Pemeriksaan Fisik
1) Keadaan Umum
Kepala
Mata
Leher
Kardiovaskuler
Pencernaan/abdomen
Ekstremitas
Sistem persyarafan
Genito urinaria
Pemeriksaan janin
Tinggi badan
Berat badan sebelum hamil
Berat badan sekarang
Lila
Tanda-tanda vital

2) Pemeriksaan penunjang
Hasil pemeriksaan laboratorium selama hamil khususnya hematokrik
(menggambarkan anemia).
Waktu masuk ruang bersalin ulangi lagi pemeriksaan Ht, Urinalis untuk protein,
glukosa dan keton. Contoh darah perlu diambil untuk crossmatching untuk persiapan
bila ada transfusi.
3) Pengkajian khusus fetal
DJJ, air ketuban dan penyusupan kepala janin.
DJJ : hasil periksa setiap 30 menit atau lebih sering jika ada tanda-tanda gawat janin.
Warna dan adanya air ketuban : penilaian air ketuban setiap kali melakukan
pemeriksaan dalam, dan nilai warna air ketuban jika selaput ketuban pecah.
Molase atau Penyusupan tulang kepala janin. Penyusupan adalah indicator penting
tentang seberapa jauh kepala bayi dapat menyesuaikan diri terhadap bagian keras
(tulang) panggul ibu.

2. Diagnosa
a. Ansietas b/d lingkungan yang tidak familier, nyeri, atau kurang pengetahuan
tentang proses persalinan.
b. Nyeri akut b/d agen cedera

c. Konstipasi berhubungan dengan kehamilan


d. Keletihan berhubungan dengan kehamilan

3. Perencanaan
a. Ansietas berhubungan dengan perubahan dalam : status kesehatan
Goal: klien akan menurunkan tingkat kecemasan selama dalam perawatan.
Objective: klien dapat beradaptasi dengan status kesehatannya.
Outcomes: Dalam waktu 1 x 24 jam perawatan klien akan :
1) Tidak gelisah
2) Tidak mengekspresikan kekhawatiran karena perubahan dalam peristiwa hidup.
3) Ada kontak mata
4) Tidak ketakuatan
5) Wajah tidak tegang, tangan tidak tremor
6) Tidak ada peningkatan ketegangan
7) Tidak ada peningkatan keringat
8) Tekanan darah nadi dan frekuensi pernapasan dalam batas normal(TD: systole
100-130 mmHg, diastole 60-90 mmHg, Nadi : 60- 100 X/menit, RR: 12-24 X/
menit)
9) Berkonsentrasi
10) Tidak ada blocking pikiran.

Intervensi dan rasional


1) Ajarkan kepada pasien teknik relaksasi untuk dilakukan sekurang-kurangnya setiap
4 jam ketika terjaga.
R/: Untuk memperbaiki keseimbangan fisik dan psikologi
2) Kurangi stressor (termasuk membatasi akses individu pada pasien jika sesuai) dan
usahakan menuntut pasien
R/: Seminimal mungkin jika memungkinkan untuk menciptakan iklim tenang dan
teraupetik.
3) Berikan kesempatan kepada pasien untuk mendiskusikan perasaanya dengan orang
lain yang memiliki masalah kesehatan yang sama
R/: Untuk menghilangkan keraguan dan meningkatkan dukungan
4) Secara seksama perhatiakan kebutuhan fisik pasien. Berikan makanan bergizi dan
tingkatkan kualitas tidur disertai langkah-langkah yang memberikan rasa nyaman.
R/: Untuk menciptakan kesejahteraan dan meyakinkan pasien bahwa kebutuhannya
akan terpenuhi.
5) Pantau respon verbal dan non verbal yang menunjukan kecemasan klien
R/: Klien mungkin tidak menunjukan keluhansecara langsung tetapi kecemasan dapat
dinilai dari perilaku verbal dan non verbal yang dapat menunjukan adanya
kegelisahan, kemarahan, penolakan dan sebagainya.
6) Kolaborasi pemberian obat sesuai yang diresepkan.
R/: Untuk membantu pasien rileks selama periode ansietas berat

b. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera (biologis) : kontraksi uterus


Goal: Klien akan terbebas dari nyeri akut.
Objective: Klien akan terhindar dari agen cedera biologis selama dalam perawatan
Outcomes: Dalam 1x24 jam perawatan, klien :
1) Melaporkan nyeri berkurang secara verbal
2) Tidak tampak meringis dan diaforesis
3) Tekanan darah, nadi dan pernapasan dalam batas normal (TD: systole 100-130
mmHg, diastole 60-90 mmHg, Nadi : 60- 100 X/menit, RR: 12-24 X/ menit).

Intervensi :
1) Kaji jenis dan tingkat nyeri pasien.
R/ Untuk mengetahui jenis dan tingkatan nyeri klien akut atau kronis. Untuk
menghindari interpretasi subjektif.
2) Bantu pasien untuk mendapatkan posisi yang nyaman dan gunakan bantal untuk
membebat atau menyokong daerah yang sakit bila diperlukan.
R/ Untuk menurunkan ketegangan atay spasme otot dan untuk mendistribusikan
kembali tekanan pada bagian tubuh.
3) Rencanakan aktivitas distraksi.
R/ Membantu klien memfokuskan pada masalah yang tidak berhubungan dengan nyeri.
4) Pada saat tingkat nyeri klien tidak terlalu kentara, implementasikan teknik
mengendalikan nyeri alternatif.
R/ Teknik nonfarmakologis pengurangan nyeri akan efektif bila nyeri pasien berada
pada tingkat yang dapat ditoleransi.
5) Berikan obat yang dianjurkan untuk mengurangi nyeri, bergantung pada gambaran
nyeri pasien.
R/ Untuk menentukan keefektifan obat.

c. Keletihan berhubungan dengan kehamilan


Goal : klien mengalami keletihan selama perawatan
Objective : klien dapat beradaptasi dengan kehamilannya
Outcomes : dalam 1x24 jam perawatan, klien :
1) Tidak terjadi peningkatan keluhan fisik
2) Tidak terjadi kekurangan energi, letargi, letih. Lesu dan lelah
3) Mampu memulihkan energy setelah tidur
4) Mampu melakukan aktifitas fisik pada tingkat yang biasa
Intervensi dan Rasional
1) Anjurkan pasien untuk makan makanan yang kaya zat besi dan mineral, jika tidak
dikontraindikasikan
R/: tindakan tersebut dapat membantu menghindari anemia dan demineralisasi
2) Anjurkan pasien untuk tunda makan bila pasien mengalami keletihan
R/: agar kondisi pasien tidak memburuk
3) Anjurkan pasien untuk menyelingi aktivitas dengan periode istirahat
R/: penjadwalan periode istirahat yang teratur dapat membantu menurunkan keletihan
dan meningkatkan stamina
4) Tetapkan pola tidur yang teratur
R/: tidur di malam hari 8 sam pai 10 jam dapat membantu mengurangi keletihan
5) Hindari situasi yang penuh emosional
R/: situasi yang emosional dapat memperburuk keletihan pasien.

d. Konstipasi berhubungan dengan kehamilan


Goal : Klien tidak mengalami kopnstipasi
Objective :
outcome
1) Klien dapat defekasi secara spontan dan lancar tanpa menggunakan obat
2) Konsistensifses lunak
3) Tidak teraba masa pada kolon ( scibala )
4) Bising usus normal ( 15-30 kali permenit )

Rencana tindakan
1) Berikan penjelasan pada klien dan keluarga tentang penyebab konstipasi
R/ Klien dan keluarga akan mengerti tentang penyebab obstipasi
2) Auskultasi bising usus
R/ Bising usu menandakan sifat aktivitas peristaltik
3) Anjurkan pada klien untuk makan maknanan yang mengandung serat
R/ Diet seimbang tinggi kandungan serat merangsang peristaltik dan eliminasi reguler
4) Berikan intake cairan yang cukup (2 liter perhari) jika tidak ada kontraindikasi
R/ Masukan cairan adekuat membantu mempertahankan konsistensi feses yang sesuai
pada usus dan membantu eliminasi reguler
5) Lakukan mobilisasi sesuai dengan keadaan klien
R/ Aktivitas fisik reguler membantu eliminasi dengan memperbaiki tonus oto abdomen
dan merangsang nafsu makan dan peristaltik
6) Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian pelunak feses (laxatif, suppositoria,
enema)
R/ Pelunak feses meningkatkan efisiensi pembasahan air usus, yang melunakkan massa
feses dan membantu eliminasi
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Proses kehamilan merupakan matarantai yang bersinambung dan terdiri dari ovulasi,
migrasi spermatozoa dan ovum, konsepsi dan pertumbuhan zigot, nidasi (implantasi) pada
uterus, pembentukan plasentadan tumbuh kembang hasil sampai aterm. (Manuaba, 2010).
Perkembangan janin pada dua minggu pertama, hasil konsepsi masih merupakan
perkembangan dari ovum yang dibuahi, dari minggu ke-3 sampai ke-6 disebut mudigah
(embrio) dan sesudah minggu ke-6 mulai disebut fetus. Perubahan-perubahan dan
organogenesis terjadi pada berbagai periode kehamilan.
Tanda dan gejala kehamilan diantaranya adalah Tanda-tanda presumptif, Tanda-tanda
kemungkinan hamil dan Tanda pasti (tanda positif).
Perubahan Fisiologi Pada Kehamilan terjadi pada sistem reproduksi diantaranya Uterus,
Indung telur (ovarium), Vagina vulva, Dinding perut (abdominal wall) dan Payudara. Serta
Perubahan pada organ dan sistem lainnya diantaranya Sistem sirkulasi darah, Sistem
pernapasan, Saluran pencernaan, Tulang dan gigi, Kulit dan Kelenjar endokrin.
Pemeriksaan Ibu Hamil meliputi tahap Anamnesa, Pemerikaan fisik, Pemeriksaan dalam
(pembukaan, perlunakan serviks, ketuban, penurunan bagian terendah, penempatan
kombinasi, tumor yang menyerupai bagian terendah, pelvimetri panggul) dan Pemeriksaan
tambahan (pemeriksaan laboratorium, ultrasonografi, tes pemeriksaan air ketuban, tes
pemeriksaan bakteriologis).
Jadwal Pemeriksaan Kehamilan yaitu pada Trimester I dan II Setiap bulan sekali serta
pada Trimester III Setiap 2 minggu sekali sampai ada tanda kehamilan.
Konsep Asuhan Keperawatan meliputi tahapan proses Pengkajian, Diagnosa,
Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi.
DAFTAR PUSTAKA

Bagian Obstetri & Ginekologi,FK.Unpad. (1993). Obstetri. Elstar. Bandung.

Mochtar, R. (1998). Sinopsis Obstetri. Edisi 2. Jakarta: EGC.

Prawirohardjo. (2006). Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal.

Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta.

Taylor, C.M. (2010). Diagnosis Keperawatan Dengan Rencana Asuhan, Edisi 10, Jakarta:

EGC.