You are on page 1of 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
kehadirat dan rahmat-Nya, kami dapat menyelesaikan tugas Kewarnegaraan dengan
tepat waktu. Tugas ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dalam Mata pelajaran
Kewarnegaraan
Dalam penyelesaian penugasan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam mengerjakan tugas.
kami mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam tugas ini, terutama
dalam hal menjelaskan Teori mengenai aspek sosial budaya dalam tugas ini. kami
mengharap tugas ini bisa berguna dan bisa memberikan pengetahuan kepada
pembaca.

Mataram, Januari 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar …………………………………………………………… i

Daftar Isi ………………………………………………………………… ii

Bab I………................................................................................................ 1

Bab II…………………………………………………………………….. 3

Bab III……………………………………………………………………. 8

Daftar Pustaka……………………………………………………………. 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kehidupan berbangsa dan bernegara pasti terdapat banyak keanekaragaman


seperti pendapat, kepercayaan, hubungan serta adat budayanya maka dari itu kita
membutuhkan suatu hal yang dapat mempersatukan sehingga dapat menjaga dan
memlihara keutuhan dan kedamaian dari negara itu sendiri. Dalam kehidupan
berbangsa kita tidak dapat terlepas dari pengaruh lingkungan yang didasari filosofi
bangsa, ideologi, aspirasi dan cita-cita bangsa yang selalu berkaitan dengan kondisi
sosial masyarakat, tradisi dan budaya yang sudah menjadi identitas dari suatu bangsa.

Dalam menjalankan kehidupan masyarakat dan pemerintah memerlukan suatu


konsep yang dapat mempersatukan bangsa seperti wawasan nusantara yang berguna
untuk menajaga keutuhan Negara dan kelangsungan kehidupan Negara. Kata
wawasan nusantara sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu mawas yang artinya cara
pandang atau melihat sedangkan nusantara berasal dari bahasa Sansekerta yang
berunsur dua kata yaitu nusa yang berarti pulau serta antara yang berarti luar dan
menurut KBBI nusantara berarti seluruh wilayah kepulauan Indonesia. Wawasan
nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia dan sikap bangsa mengenai diri serta
bentuk geografinya yang didasari oleh Pancasila dan UUD 1945.

Wawasan nusantara terdiri dari empat konsep utama utama yaitu kesatuan
politik, kesatuan sosial budaya, kesatuan ekonomi, kesatuan hankam. Pada tugas ini
akan membahas mengenai kesatuan sosial budaya karena telah terjadi beberapa kasus
yang dapat mengganggu kesatuan dan persatuan nusantara antara lain klaim Negara
lain akan budaya Indonesia sebagai contoh antara lain klaim Malaysia terhadap Batik,

1
lagu Rasa Sayange, Reog Ponorogo, Wayang Kulit, Kuda Lumping, Rendang
Padang, Keris, Angklung, Tari Pendet dan Tari Piring, dan Gamelan Jawa.

Klaim pada beberapa warisan budaya Indonesia ini dapat terjadi karena
beberapa faktor yang mempengaruhi seperti banyak dari warisan Indonesia yang
belum memiliki data lengkap mengenai identitas daerah dan sejarahnya, kurangnya
koordinasi dari pemerintah mengenai hak cipta dan hak paten, pada masa sekarang
kebanyakan masyarakat Indonesia lebih mudah terpengaruh dengan budaya asing
sehingga generasi muda kurang mengenal serta mempelajari budaya nasional
Indonesia, bahkan budaya yang berasal dari daerahnya sendiri dan sejarah Indonesia
dengan Malaysia yang memilki jejak geografi yang memilki rumpun yang sama
sehingga tidak banyak adanya perbedaan antara kedua Negara. Selain tindakan klaim
budaya terdapat juga masalah lain yaitu kenalakan remaja seperti masih tingginya
angka penggunaan narkoba pada usia remaja, pencurian yang dilakukan kelompok
remaja, merusak fasilitas umum, tawuran antar pelajar dan pergaulan bebas yang
tidak baik.

Kenakalan remaja ini terjadi karena pada era globalisasi sekarang ini
perkembangan IPTEK menigkat dengan cepat sehingga memberikan dampak yang
besar tidak hanya berdampak positif untuk kemajuan ilmu pengetahuan tetapi juga
memberikan akibat negatif seperti mudahnya mengadopsi nilai-nilai dan budaya baru
dengan mudah sehingga dapat merubah pola pikir secara tidak disadari sehingga
menggeser norma-norma sosisal yang lama.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa penjelasan mengenai Wawasan Nusantara ?
2. Bagaimana penjelasan landasan Wawasan Nusantara ?
3. Bagaimana Fungsi dan tujuan Wawasan Nusantara ?
4. Bagaimana Implementasi Wawasan Nusantara dalam bidang sosial Budaya ?

2
5. Bagaimana kendala dalam melaksanakan implementasi Wawasan Nusantara
dalam bidang Sosial budaya ?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara adalah bagaimana melihat, pandang dan sikap bangsa


Indonesia perihal diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan
kesatuan wilayah dengan menghargai dan menghormati kebergaman dalam setiap
aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional dengan
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan dasar bangsa Indonesia.
Wawasan nusantara dalam kehidupan berbanga haruslah mencangkup kehidupan
politik, ekonomi, hankam dan sosial budaya dengan melihat aspek dari
ASTAGATRA yang tediri dari TRI GATRA (Gatra letak dan kedudukan geografi,
Gatra keadaan dan kekayaan alam, Gatra keadaan dan kemampuan penduduk) dan
PANCA GATRA (Gatra ideologi, Gatra politik, Gatra ekonomi, Gatra sosial budaya
(sosbud), Gatra pertahanan dan keamanan (hankam)).

Unsur dalam wawasan nusantara terdiri dari wadah, isi dan tata laku. Wadah
adalah organisasi politik yang menjadi tempat berbagai kegiatan kenegaraan dalam
mewujudkan struktur politik untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang memilki
sifat secara menyeluruh dengan beragam kekayaan alam dan ragam budaya. Isi
adalah segenap aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat serta cita-cita bangsa
yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Untuk mewujudkan cita-cita bangsa
seluruh masyarakat harus memiliki persatuan dan kesatuan dalam keberagaman dan
kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari yang berupa politik, ekonomi, hankam dan

3
sosial budaya. Hasil perpaduan antara wadah dengan isi akan timbul tata laku yang
mencerminkan identitas atau jati diri kepribadian dari suatu bangsa dengan dasar
kekeluargaan dan kebersamaaan. Tata laku terdapat dua jenis antara lain tata laku
bathiniah yang mencerminkan jiwa, mentalitas serta semangat dari bangsa dan tata
laku lahiriah yaitu tindakan, perilaku dan perbuatan dari bangsa.

2.2 Landasan Wawasan Nusantara

Landasan dari wawasan nusantara adalah landasan idiil, landasan


konstitusional, landasan visional, landasan konsepsional dan landasan operasional.
Landasan idiil pada wawasan nusantara adalah Pancasila karena sebagai ideologi dan
falsafah bangsa yang mengandung paham keseimbangan, persatuan dan keberagaman
maka akan dapat terwujud keadaan politik, ekonomi, keamanan dan sosial budaya
yang bersatu dan selaras. Landasan konstitusional yaitu UUD 1945 yang merupakan
menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Landasan visional
merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat agar dapat mencapai
cita-cita bangsa. Landasan konsepsional yaitu kondisi dinamis yang berupa sifat tidak
mudah putus asa, kuat dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan,
hambatan serta gangguan (HTAG) dalam mencapai cita-cita dan tujuan bangsa.

2.3 Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara

Dalam kehidupan berbangsa wawasan nusantara memiliki fungsi sebagai


pedoman, dorongan, cara pandang, dan landasan dalam pengambilan suatu keputusan
dan kebijaksaan dalam kehidupan bermasyarakat dalam tingkat daerah ataupun
pemerintah pusat. terbentuknya wawasan nusantara memiliki tujuan untuk dapat
terwujudnya nasionalisme yang kuat antar masyarakat dalam berbagai aspek
kehidupan sehingga dapat bersatu dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita bangsa.

4
2.4 Implementasi Wawasan Nusantara dalam Bidang Sosial Budaya

Masalah yang terjadi yang dijelaskan di latar belakang adalah penyimpangan


yang terjadi dalam aspek sosial budaya dimana Indonesia terdiri dari ratusan suku
bangsa yang memilki adat isiadat, agama, bahasa dan kepercayaan yang berbeda-beda
sehingga interaksi antar golongan dapat saja mengandung berbagai macam potensi
konflik . Implementasi wawasan nusantara harus dapat berorientasi pada kepentingan
rakyat dan tanah air secara menyeluruh dan utuh. Pada saat ini akan dibahas
bagaimana implementasi wawasan nusantara dalam bidang sosial budaya sehingga
dapat dijadikan pedoman dalam meningkatkan dan menumbuhkan kesadaran akan
cinta tanah air sehingga dapat membentuk sikat bela Negara dan nasionalisme yang
tinggi.

Sosial budaya adalah kondisi masyaraat yang memilki nilai-nilai dalam


menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan dengan falsafah
dari bangsa Indonesia. Ketahanan dalam bidang sosial budaya adalah kondisi dinamis
suatu masyarakat atau bangsa yang memiliki tangguhan dan keuletan serta
kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi ancaman,
gangguan, hambatan dan tantangan dari dalam ataupun dari luar negara baik secara
langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan kelangsungan kehidupan
berbangsa dan bernegara dalam aspek sosial budaya.

Kehidupan sosial budaya akan dapat menciptakan sikap mencintai Tanah Air
dan sikap bela negara, guna mengakui serta menghormati segala bentuk
kebhinnekaan dan dapat menghadapi segala bentuk ancaman yang datang. Beberapa
bentuk implementasi dalam bidang sosial budaya, antara lain :

5
a) Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antar masyarakat yang
beranekragam, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah
sehingga menjadi masyarakat yang maju, berkembang, berintelektual
beriman, rukun dan bersatu.
Salah satu contoh masalah adalah seringnya terjadi
bentrok atau tawuran antar pelajar yang terkadang diakibatkan
hal – hal kecil, kemudian masih maraknya terjadi pertikaian
antar suku atau desa yang diakibatkan masalah budaya hingga
masalah kepercayaan.
Contoh praktek implementasinya adalah dengan
dilakukannya pemerataan pendidikan disemua daerah lebih
utama pada daerah yang tertinggal kemudian dilakukan
program wajib belajar. Selain program wajib belajar, mata
pelajaran yang diajarkan juga harus banyak mengandung
pendidikan kewarnegaraan dengan contoh-contoh kehidupan
nyata yang dapat diberikan serta dipraktekan agar dapat
menanamkan bibit bela Negara dan cita tanah air sejak bangku
sekolah.
b) Mengambangkan, mencitai budaya Indonesia bertujuan untuk
melestarikan , mempelajari dan menggali informasi lebih
lengkap tentang suatu budaya atau kesenian suatu daerah.
Contoh masalah dalam hal ini adalah sempat adanya
Malaysia terhadap Batik, lagu Rasa Sayange, Reog Ponorogo,
Wayang Kulit, Kuda Lumping, Rendang Padang, Keris,
Angklung, Tari Pendet dan Tari Piring, dan Gamelan Jawa.
Contoh praktek implenmentasinya adalah dengan
menanamkan rasa cinta terhadap semua produk dalam negeri
seperti mengadakan pasar khusus produk dalam negeri dan
menentukan satu hari menggunakan batik bersama diinstansi

6
pemerintahan ataupun pendidikan. Sebagai generasi muda juga
dapat mempelajari kesenian yang ada didaerahnya seperti
belajar menari, bermain alat masik tradisional, belajar bermain
wayang dan melestarikan kesenian yang lainnya. Selain peran
masyarakat peran pemerintah juga diperlukan seperti
membantu usaha-usaha masyarakat dalam mengembangkan
hasil produk dalam negeri dan memasarkan secara global.
Pemerintah juga harus berperan aktif dalam proses pematenan
atau hak cipta dari suatu karya dan produk kebudayaan yang
ada di Indonesia seperti mengajukan budaya Indonesia ke
badan dunia seperti UNESCO agar tidak terjadi pengakuan dari
Negara lain.
c) Mempertahankan budaya asli Indonesia dan memfilter budaya asing
yang masuk ke dalam negeri.
Masalah yang pada zaman ini yang dialami adalah dengan
mudahnya masuk budaya asing sehingga menggeser norma-
normal budaya asli Indonesia yang ada sehingga terjadinya
perubahan nilai-nilai kehidupan
Contoh praktek implementasinya adalah dengan
melestarikan budaya asli Indonesia dengan memsosialisaikan
bagaimana budaya asli Indonesia, norma-norma, ajaran asli
Indonesia sehingga masyarakat Indonesia tidak mudah
menerima budaya asing. Pemerintah juga harus berperan aktif
dalam hal ini seperti melengkapi koleksi di museum daerah
ataupun museum sejarah sehingga dapat menarik minat dari
masyarakat untuk lebih belajar lagi tentang Indonesia
kemudian peran kerjasama antara masyarakat dengan
pemerintah dalam menjaga dan merawat cagar alam yang ada

7
di Indonesia agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh
generasi penerus bangsa.

2.5 Kendala dalam melaksanakan implementasi Wawasan Nusantara dalam


bidang Sosial budaya.

Menjalankan ketahan sosisal budaya dalam wawasan nusantara tentu memilki


kendala yang dapat mengganggu dalam melaksanakan implementasi yang telah
ditetapkan dan ingin diterapkan. Kendala dalam melaksanakan implementasikan ini
antara lain hingga saat ini Indonesia belum memiliki data lengkap mengenai berbagai
budaya dan seni yang berada disetiap daerah sehingga menjadi celah bagi Negara lain
untuk klaim, masih kurang baiknya birokrasi perihal hak cipta, masyarakat terlalu
cepat terpengaruh dengan budaya asing yang masuk, adanya kesenjangan yang jauh
antara warga kaya dan warga miskin, masih kurang merata pendidikan yang tersebar
diseruluh daerah di Indonesia.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Wawasan nusantara merupakan hal yang tidak bias lepas dari perkembangan
indoenesia karena memilki perenan yang pentng dalam mewujudkan pandangan yang
sama bagi seluruh warga Indonesia. Wawasan nusantara adalah cara pandang dan
sikap untuk menentukan bagaimana menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara
yang berdasarkan ideologi bangsa yang sesuai dengan pondasi Indonesia yaitu UUD
1945 dan Pancasila.

8
Dalam menjalankan kehidupan berbangsa, masyarakat indoensia tentu akan
menghadpi ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan dari dalam maupun luar
negeri maka wawasan nusantara dapat menjadi pedoman penting untuk menghindari
masyarakat dari perbuatan yang melanggar nilai, norma dan nilai agama yang ada,
yang nantinya akan mengakibatkan adanya perpecahan. Wawasan nusantara dalam
bidang sosial budaya juga memiliki peran dalam membentuk identitas suatu bangsa
karena hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia saja. Selain membentuk karakter bangsa
juga dapat membentuk jati diri dari masyarakat Indonesia yang lebih toleransi,
menghargai satu sama lain dan menerima adanya perbedaan serta mau membantu satu
sama lain.

9
DAFTAR PUSTAKA

Kusrahmadi, S.D., nd. Pentingnya Wawasan Nusantara dan Integrasi Nasional. [pdf]
tersedia di:
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/WAWASAN%20NUSANTARA%20
%20Jurnal%20Penting.pdf [Diakses pada 2 Januari , 2018]

KEMENDIKBUD. 2012. Buku Modul Kuliah Kewarganegaraan. [pdf] Tersedia di:


http://fathasafitry.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/57218/Buku-Modul-
Kuliah-Kewarganegaraan.pdf [Diakses pada 2 Januari , 2018]

Virgian. 2014. WAWASAN NUSANTARA (Latar Belakang Filosofis, Pengertian


dan Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari) [online] Tersedia di:
https://virgiantputrisavira.wordpress.com/2014/04/13/wawasan-nusantara-
latar-belakang-filosofis-pengertian-dan-implementasi-dalam-kehidupan-
sehari-hari/ [Diakses pada 2 Januari , 2018]

Wikipedia. n.d. Wawasan Nusantara. [online] Tersedia di:


https://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara#Kehidupan_sosial
[Diakses pada 2 Januari , 2018]

Budisantoso H. 1997. Wawasan Nunsantara dan Ketahanan Nasional dalam


Kehidupan nasional dan perencanaan pembangunan [pdf]. Jurnal Ketahanan
Nasonal. Tersedia di :
https://www.google.co.id/search?safe=active&ei=VpJPWuqUNsnivgSbg6eoC
Q&q=jurnal+ketahanan+nasional+wawasan+nusantara&oq=jurnal+ketahanan
+nasional+wawasan+nusantara&gs_l=psy-
ab.3..0i22i30k1.13249.21520.0.21631.45.34.4.0.0.0.319.4629.0j17j6j2.25.0....
0...1c.1.64.psy-

10
ab..19.25.3797...0j35i39k1j0i13k1j0i13i30k1j0i13i5i30k1j0i8i13i30k1j0i67k1
j0i203k1.0.NqBm9v5BXdo# [Diakses pada 2 Januari , 2018]

Melisa. 2013. AWASAN NUSANTARA DALAM BIDANG SOSIAL BUDAYA


[online] Tersedia di:
https://melishaputri.wordpress.com/2013/04/11/wawasan-nusantara-dalam-
bidang-sosial-budaya/ [Diakses pada 2 Januari , 2018]

Sumber berita :

1. Ini 10 Warisan Budaya Indonesia yang Diklaim Malaysia oleh Tribunnews


(Sabtu, 21 Februari 2015) Tersedia di :
http://www.tribunnews.com/nasional/2015/02/21/ini-10-warisan-budaya-
indonesia-yang-diklaim-malaysia
2. Perang Suku Di Nduga Papua, 1 Warga Tewas dan 38 Luka-Luka oleh Sindo
News (Sabtu, 1 Juli 2017) Tersedia di :
https://daerah.sindonews.com/read/1217244/174/perang-suku-di-nduga-
papua-1-warga-tewas-dan-38-luka-luka-1498898172
3. Pelajar di Tangerang Dibacok Siswa Lain Saat Pulang Sekolah oleh Liputan6
(10 Jan 2017) Tersedia di : http://news.liputan6.com/read/2822793/pelajar-di-
tangerang-dibacok-siswa-lain-saat-pulang-sekolah

11