You are on page 1of 1

Penyakit colibacillosis pada ayam

Penyakit ayam merupakan kendala utama pada peternakan ayam di ldaerah tropis
seperti di Indonesia. Kerugian ekonomis akibat penyakit khususnya penyakit menular,
dapat digambarkan dalam bentuk kematian, meskipun yang lebih sering terjadi adalah
bentuk penurunan produksi seperti pada kelompok penyakit pernafasan. Salah satu
kebutuhan yang mendesak saat ini adalah menentukan penyakit-penyakit yang ada pada
peternakan ayam (Aman, 2011).

Kolibasilosis merupakan penyakit infeksius pada unggas yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli
patogen sebagai agen penyakit utama maupun penyakit ikutan. Infeksi E. coli dapat terjadi pada ayam
pedaging dan petelur dari semua kelompok umur, serta unggas lainnya seperti itik dan kalkun
(CHARLTON et al., 2000). Tanda klinis kolibasilosis tidak spesifik dan dipengaruhi oleh umur ayam,
lama infeksi, organ yang terserang dan adanya penyakit lain yang bersamanya.

Tabbu (2000) mengatakan bahwa infeksi colibacillosis sangat berdampak secara ekonomi bagi industri
perunggasan karena dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, penurunan produksi, peningkatan
jumlah ayam yang diafkir, penurunan kualitas karkas dan telur, serta, kualitas anak ayam (DOC). Di
samping itu, adanya infeksi E. coli dapat merupakan faktor pendukung timbulnya penyakit komplek
pada saluran pernafasan, pencernaan atau reproduksi yang sulit ditanggulangi.

Pada umumnya, E. coli merupakan mikroflora normal pada usus manusia dan hewan. Tetapi beberapa
galur bersifat patogenik (gyles, 1983). Bakteri ini mempunyai inang yang khas yang berkaitan erat
dengan penyakit tertentu pada berbagai spesies hewan, seperti diare pada anak sapi, diare pada anak
babi, diare pada babi pasca sapih, diare pada anjing, dan disentri pada kelinci. Infeksi E. coli pada
unggas umumnya bersifat sistemik dan menimbulkan bakterimia (bisping, 1988).