You are on page 1of 14

Kuliah Fisika Dasar_Dinamika Partikel

Sabar Nurohman, M.Pd


19
HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
“DINAMIKA PARTIKEL”
1. PENDAHULUAN
Pernahkah Anda berpikir; mengapa kita bisa begitu
mudah berjalan di
atas lantai keramik yang kering, tetapi akan begitu
kesulitan jika lantai tersebut
berubah menjadi basah? Mengapa diperlukan jarak yan
g jauh untuk
menghentikan kapal laut begitu kapal tersebut berja
lan? Mengapa kaki kita terasa
lebih sakit manakala menendang batu besar daripada
ketika menendang batu
kerikil? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebu
t menghantarkan kita pada
kajian tentang
dinamika
, cabang mekanika yang mempelajari gerak dan gaya
yang menyebabkannya. Pada bagian ini, kita akan men
ggunakan besaran-
besaran dasar kinematika, yaitu jarak/perpindahan,
kecepatan, dan percepatan
yang dihubungkan dengan dua konsep baru, yaitu
gaya
dan
massa
.
Hukum tentang gerak dan penyebabnya sudah mulai dik
aji sejak zaman
Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles menganggap ba
hwa suatu gaya, baik berupa
tarikan maupun dorongan diperlukan untuk menjaga su
atu benda bergerak.
Pandangan ini meskipun agaknya logis dan sesuai den
gan apa yang diamatai
secara awam, namun pada saatnya nanti (ketika kita
mempelajari Hukum
Pertama Newton) kita akan melihat adanya kesalahan
fatal pada pandangan
Aristoteles tersebut. Pada generasi berikutnya lahi
r ilmuan seperti Copernikus,
brahe dan kepler yang banyak menawarkan model anali
sis gerak benda-benda
langit. Galelio bahkan telah memperkenalkan suatu b
esaran yang ia namai
sebagai
kuantitas gerak
. Besaran inilah yang kini dikenal sebagai momentum
.
Pada tahun meninggalnya Galileo lahirlah Issac Newt
on yang kemudian menjadi
orang pertama yang berhasil memberikan penjelasan s
ecara mendasar tentang
hukum-hukum gerak melalui ketiga hukumnya yang terk
enal.
Hukum newton, meskipun tampak sangat sempurna, kini
kita juga
mendapati bahwa hukum-hukum tersebut tidak berlaku
universal, namun masih
membutuhkan modifikasi untuk benda pada kecepatan s
angat tinggi (mendekati
kecepatan cahaya) dan untuk benda dengan ukuran yan
g sangat kecil (atom).
Mekanika klasik (mekanika newtonian) menyediakan ca
ra untuk
menganalisis gerak pada benda yang relatif besar da
n berkecapat tidak terlampau
Kuliah Fisika Dasar_Dinamika Partikel
Sabar Nurohman, M.Pd
20
tinggi (jauh di bawah kecepatan cahaya), sedangkan
untuk mempelajari gerak
benda dengan kecepatan tinggi digunakan hukum-hukum
relativitas. Adapun
gerak yang dilakukan oleh benda-benda yang sangat k
ecil dipelajari melalui
mekanika kuantum. Bagian ini hanya akan mengulas te
ntang mekanika klasik,
artinya kita hanya akan bekerja dengan benda-benda
yang berukuran relatif besar
dan dengan kecepatan yang relatif kecil (jauh di ba
wah kecepatan cahaya).
2. GAYA DAN INTERAKSINYA
Gaya (force) dalam bahasa sehari-hari berarti doron
gan atau tarikan.
Konsep gaya memberikan gambaran kuantitatif tentang
interaksi antara dua
benda atau antara benda dengan lingkungannya. Tarik
an atau dorongan tersebut
dapat melalui suatu kontak langsung (gaya kontak/ c
ontact force) atau melalui
suatu jarak tertentu (gaya jarak jauh/long-range fo
rce). Ketika kita mendorong
meja, menarik balok dengan tali, dan gaya gesek yan
g dikerahkan oleh tanah
pada kaki kita merupakan beberapa contoh gaya konta
k. Sedangkan besi yang
tertarik oleh magnet atau apel yang jatuh ke permuk
aan tanah merupakan contoh
gaya jarak jauh.
Gaya adalah besaran vektor, karena itu mempunyai be
sar dan arah serta
memenuhi aturan-aturan operasi vektor. Satuan untuk
gaya adalah newton, dan
disingkat dengan N. Besar dan arah gaya bergantung
kepada macam sistem dan
lingkungan yang sedang ditinjau dan diungkapkan lew
at hukum gaya. Hukum
gaya ini mempunyai bentuk yang khas bagi sebuah sis
tem dan lingkungannya;
sistem yang berbeda dan/atau lingkugan yang berbeda
mempunyai hukum gaya
yang berbeda. Contoh-contoh pasangan sistem dan lin
gkungan beserta hukum
gaya yang berlaku :

Pasangan dua benda titik sistem, pasangan satelit-
bumi : Gaya garavitasi.

Benda di dekat permukaan bumi : Gaya berat.

Benda diikat dengan tali : Tegangan tali .

Benda bersentuhan dengan lantai: gaya kontak, gaya
normal, gaya gesekan.

Benda diikat pada pegas: gaya Hooke

Benda terbenam dalam fluida: gaya apung Archimede
s

Benda bermuatan q bergerak dalam medan listrik E d
an medan Magnet
B: gaya Lorentz
Kuliah Fisika Dasar_Dinamika Partikel
Sabar Nurohman, M.Pd
21
3. HUKUM PERTAMA NEWTON
Sebuah balok yang berada dalam keadaan diam, jika d
ibiarkan begitu saja
(tidak diberi pengaruh luar) maka balok tersebut ak
an tetap diam. Balok dapat
mengalami perubahan keadaan geraknya jika kepada ba
lok tersebut bekerja
suatu pengaruh luar yang disebut dengan gaya. Pada
dasarnya setiap benda
memiliki sifat inert (lembam), artinya bila tidak a
da ganguan dari luar benda
cenderung mempertahankan keadaan geraknya. Newton m
engartikan keadaan
gerak ini sebagai kecepatan benda. Bila resultan pe
ngaruh luar sama dengan nol,
maka kecepatan benda tetap dan benda bergerak lurus
beraturan atau diam jika
awalnya memang diam. Dengan demikian pernyataan Ari
stoteles bahwa gaya
diperlukan untuk mempertahankan gerak tidaklah tepa
t. Benda bisa saja tetap
bergerak lurus beraturan meskipun tidak ada gaya ya
ng bekerja padanya.
Pernyataan terakhir seolah aneh. Barangkali selama
ini kita menganggap
bahwa benda akan bergerak jika kepadanya diberi gay
a, dan jika gaya tersebut
dihilangkan maka benda akan kembali berhenti. Kita
tergoda menyimpulkan hal
tersebut (sebagaimana yang dilakukan oleh Aristotel
es) karena pengalaman
sehari-hari yang tidak diobservasi secara menyeluru
h. Misalnya, ketika kita
mendorong sebuah kursi dan kursi tersebut berhasil
bergerak ke suatu arah
tertentu, lalu kita melepaskan kursi, maka kursi ak
an segera berhenti.
Berdasarkan keadaan ini kita buru-buru menyimpulkan
bahwa benda dapat
bergerak terus-menerus jika dikenai gaya terus-mene
rus, dan akan segera
berhenti jika tidak diberi gaya lagi. Sekarang baya
ngkan apa yang akan terjadi jika
lantai cukup licin dan permukaan kursi juga licin,
atau bayangkan apa yang akan
terjadi jika lantai dan kursi super licin (benar-be
nar tidak terjadi gesekan)? Jika hal
itu terpenuhi, maka kursi akan terus bergerak denga
n kecepatan tetap pada
lintasan lurus.
Karena kecepatan adalah besaran relatif, artinya ke
cepatan bergantung
kepada kerangka acuan yang dipakai, maka pernyataan
bahwa kecepatan benda
tidak berubah juga bergantung kepada kerangka acuan
. Kerangka acuan di mana
penalaran Newton di atas berlaku disebut kerangka a
cuan inersial, yaitu suatu
kerangka acuan yang benar-benar diam atau benar-ben
ar bergerak dengan
kecepatan tetap.
Kuliah Fisika Dasar_Dinamika Partikel
Sabar Nurohman, M.Pd
22
Hukum pertama Newton dirumuskan sebagai berikut:
Dalam kerangka inersial, setiap benda akan tetap da
lam keadaan diam
atau bergerak lurus beraturan, kecuali jika ia terp
aksa mengubah keadaan
tersebut oleh gaya-gaya dari lingkungan tempat bend
a berada.
Dapat dikatakan bahwa hukum Newton pertama ini meru
pakan definisi
bagi kerangka inersial. Kerangka acuan inersia yang
digunakan untuk
menganalisis gerak di atas permukaan bumi adalah bu
mi itu sendiri. Hukum
pertama Newton lebih presisi dibanding dengan apa y
ang diusulkan Aristoteles.
Tanpa adanya gaya luar, sebuah benda yang bergerak
akan tetap terjaga
bergerak. Dengan kata lain kecepatannya tidak akan
berubah baik besar maupun
arah. Ketahanan sebuah benda untuk merubah gerakan
disebut
inersia.
Hukum
pertama Newton ekivalen dengan mengatakan sebuah be
nda mempunyai inersia.
4. HUKUM KEDUA NEWTON
Hukum pertama Newton merupakan kasus khusus untuk b
enda dengan
resultan gaya nol. Apa yang terjadi jika terdapat g
aya total yang bekerja pada
suatu benda? Contoh: sebuah balok dilempar di atas
permukaan lantai kasar.
Selama balok bergerak, bekerja suatu gaya gesek yan
g menyebabkan kecepatan
balok berkurang dan pada akhirnya berhenti. Ini ada
lah kasus yang umum terjadi
pada peristiwa gerak. Akan ada gaya luar yang beker
ja pada suatu benda yang
menyebabkan
kuantitas gerak
suatu benda berubah. Pernyataan inilah yang
menjadi dasar Hukum Kedua Newton.
Berbagai pengamatan menunjukan bahwa untuk menghasi
lkan perubahan
kecepatan yang sama, pada benda yang berbeda dibutu
hkan ‘besar’ pengaruh
luar yang berbeda pula. Sebaliknya dengan besar pen
garuh luar yang sama,
perubahan kecepatan pada benda-benda ternyata berbe
da-beda. Jadi ada suatu
kuantitas intrinsik (diri) pada benda yang menentuk
an ukuran seberapa besar
sebuah pengaruh luar dapat mengubah kondisi gerak b
enda tersebut. Kuantitas
ini sebanding dengan jumlah dan jenis zat. Kuantita
s intrinsik pada benda ini
kemudian disebut sebagai massa inersia, disimbulkan
dengan m. Massa inersia
(atau sering disebut sebagai massa) memberikan ukur
an derajat kelembaman
atau derajat inersia sebuah benda. Satuan dari mass
a adalah kilogram, dalam
Kuliah Fisika Dasar_Dinamika Partikel
Sabar Nurohman, M.Pd
23
satuan SI. Makin besar massanya makin sulit untuk m
enghasilkan perubahan
kondisi gerak pada benda tersebut.
Hukum Kedua Newton menyatakan hubungan antara gaya
dan perubahan
keadaan gerak secara kuantitatif. Newton menyebutka
n bahwa:
kecepatan perubahan
kuantitas gerak
suatu partikel sama dengan
resultan gaya
yang bekerja pada partikel tersebut
.
Dalam bahasa kita sekarang kuantitas gerak yang dim
aksudkan oleh
Newton diartikan sebagai momentum
p
yang didefinisikan sebagai:
p=mv
dengan
m adalah massa partikel dan v adalah kecepatannya.
Dalam mekanika klasik
pada umumnya massa partikel adalah tetap. Hukum Ked
ua Newton dituliskan sbb:
ma
F
dt
dv
m
dt
mv
d
dt
dp
F
=
Σ
=
=
=
Σ
)
(
5. HUKUM KETIGA NEWTON
Setiap gaya mekanik selalu muncul berpasangan sebag
ai akibat saling
tindak antara dua benda. Bila benda A dikenai gaya
oleh gaya B, maka benda B
akan dikenai gaya oleh benda A. Pasangan gaya ini d
ikenal sebagai pasangan
aksi-reaksi. Menurut hukum Ketiga Newton:
Setiap gaya mekanik selalu muncul berpasangan, yang
satu disebut aksi
dan yang lain disebut reaksi, sedemikian rupa sehin
gga aksi = - reaksi.
reaksi
aksi
F
F

=
Mana yang disebut aksi dan mana yang disebut reaksi
tidaklah penting, yang
penting kedua-duanya ada.
Sifat pasangan gaya aksi-reaksi adalah sebagai beri
kut (1) sama besar, (2)
arahnya berlawanan, dan (3) bekerja pada benda yang
berlainan (satu bekerja
pada benda A, yang lain bekerja pada benda B. Pasan
gan aksi-reaksi yang
memenuhi ketiga sifat ini disebut memenuhi bentuk l
emah hukum Ketiga Newton.
Banyak pula pasangan aksi-reaksi yang memenuhi sifa
t tambahan yaitu (4)
mereka terletak dalam satu garis lurus . Pasangan i
ni juga memenuhi sifat terakhir
disebut memenuhi bentuk kuat hukum Ketiga Newton.
Upload
Browse
Sign inJoin
Upload
Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and
documents. See more
Download
of 11
Makalah Dinamika partikel
Ratings: (0)|Views: 2,620|Likes: 1
Published by amskum
See more

lain kecepatannya tidak akan berubah baik besar maupun arah. Ketahanan sebuah benda
untuk merubah gerakan disebut
inersia.
Hukum pertama Newton ekivalen dengan mengatakan sebuah benda mempunyai inersia.
2.1.2.Hukum kedua Newton.
Persamaan F = ma dapat diterjemahkan dalam 2 pernyataan.

Bila sebuah benda dengan massa m mendapat percepatan a, maka gaya sebesar ma bekerja
pada benda tersebut.

Bila sebuah benda bermassa m mendapat gaya F, maka benda tersebut akan
dipercepatsebesar F/m
2.1.3.Gaya gravitasi : massa dan berat.
Dari hukum kedua Newton bahwa massa mengukur ketahanan benda untuk
berubahgerakannya, yaitu inersianya. Massa adalah sifat intrinsik dari suatu benda, tidak
tergantungketinggian maupun keadaan yang lain.Berat merupakan gaya yang diperlukan
benda untuk melakukan gerak jatuh bebas.Untuk gerak jatuh bebas a = g = percepatan
gravitasi setempat.F = m aw = m gBerat tergantung pada lokasi terhadap bumi.
2.1.4.Hukum ketiga Newton.
Hukum ketiga Newton menyatakan adanya pasangan gaya aksi-reaksi.Pasangan gaya aksi-
reaksi :

Terjadi serentak

Bekerja pada benda yang berbeda

Sama besar

Berlawanan arah
Fdt : gaya oleh dinding pada tali Ftd : gaya oleh tali pada dinding
3
wt : gaya tarik bumi pada taliFtb : gaya oleh tali pada balok Fbt : gaya oleh balok pada taliw :
gaya tarik bumi pada balok w’ : gaya tarik balok pada bumiw’ : gaya tarik tali pada bumi
Merupakan pasangan gaya aksi - reaksi : w dan w’, wt dan wt’, Fbt dan Ftb, Fdt dan Ftd.
2.2.Pemakaian Hukum Newton

Hukum kedua Newton , F = m a, merupakan bagian yang penting di dalammenyelesaikan


masalah-masalah mekanika. Ada beberapa langkah yang berguna untuk membantu
menyelesaikan masalah-masalah mekanika.a.Identifikasi obyek/benda yang menjadi pusat
perhatian.
yang menjadi pusat perhatian :
balok
θ
mlantai licin
b.Gambar gaya-gaya yang bekerja pada obyek/benda tersebut secara vektor.NF 4

w
c.Pilih sistem koordinat pada obyek/benda tersebut dan proyeksikan gaya-gaya yang bekerja
pada sumbu koordinat.yNF sin
θ
F

θ
F cos
θ
x
w= mgd.Tulis hukum keduan Newton dalam F = ma, dan jumlahkan F total yang bekerja
padaobyek/benda tersebut secara vektor.

komponen x F
x
=ma
x
F cos
θ
=ma
x

Komponen y F
y
=ma
y
F sin
θ
+ N - mg = m a
y
e.Selesaikan permasalahannya secara simbolik (dengan notasi simbol, misal m, a, F dsb).
Dari dua persamaan dalam komponen x dan komponen y tersebut variabel yang ditanyakan
dapat dicari.
f.Masukkan nilai tiap-tiap variabel ke dalam persamaan yang sudah diperoleh.
2.3.GESEKAN
Gaya gesek adalah gaya yang terjadi antara 2 permukaan yang bergerak relatif berlawanan.
adhesi permukaan
5

Tinjau sebuah balok yang terletak pada bidang datar yang kasar.diam F = 0F
1
diam F = 0fsF
1
fs = F
1
F
2
diam F = 0fsF
1
fs = F
2
F
3
diam F = 0fsF
1
fs = F
3
Gaya gesek yang terjadi selama benda diam disebut
gaya gesek statik
. Gaya gesek statik maksimum adalah gaya terkecil yang dibutuhkan agar benda mulai
bergerak. Gaya gesek statik maksimum :a.Tidak tergantung luas daerah kontak. b.sebanding
dengan gaya normal.
Gaya normal
muncul akibat deformasi elastik benda- benda yang bersinggungan.f
s

µ
s
N
µ
s
= koefisien gesek statisBila F3 diperbesar sedikit saja, benda akan bergerak.mulai bergerak F
= m aF
1
F
4
fk < F
4
fk 6

Gaya gesek yang terjadi selama benda sedang bergerak disebut gaya gesek kinetik.f
k
=
µ
k
N
µ
k
= koefisien gesek kinetik
2.4.DINAMIKA GERAK MELINGKAR
Suatu partikel yang bergerak melingkar dengan besar kecepatan konstan, partikeltersebut
mengalami percepatan (centripetal) sebesar a = v
2
/r yang arahnya menuju ke pusat lingkaran (kelengkungan).Dari hukum ke-2 Newton, bahwa
apabila sebuah benda bergerak dipercepat maka pada benda tersebut bekerja gaya. Maka pada
kasus benda bergerak melingkar, pada benda tersebut bekerja gaya yang arahnya juga ke
pusat. Gaya-gaya tersebut disebut
gaya centripetal
.Contoh : sebuah balok yang diputar vertikal dengan tali. Pada posisi di A gaya yangmenuju
ke pusat adalah tegangan tali T dan berat balok w, jadi Fc = T + w TwTwPada posisi di
bawah, gaya yang menuju ke pusat adalah tegangan tali T dan berat balok w (arah menjauhi
pusat). Jadi Fc = T - w

7
Activity (3)
Filters
Add to collectionReviewAdd NoteLike
1 thousand reads
1 hundred reads
Dewaayu Libraluvheforever liked this
Similar to Makalah Dinamika partikel
DINAMIKA PARTIKEL
Erika Kusumawati
Laporan Praktikum Fisika Dasar
Albert Junior Pandapotan Silalahi
Makalah Dinamika partikel
amskum
Dinamika Partikel
clara lala
Fisika Dasar - Dinamika
Aniee K. Nareswari
Dinamika partikel
anon-151660
DINAMIKA PARTIKEL 2
starky
DISPERSI DAN DAYA PRISMA
Kania_Yoga_Ast_2188
MAKALAH KINEMATIKA PARTIKEL
Andika Permana
Laporan L4
Vino Ganz
More From This User
cahaya
amskum
Berita + B. Ingggris
amskum
akhlak terpuji
amskum
AL AMIN
amskum
Alat Musik
amskum
Armen — Siap Padamu Negeri
amskum
Format Pembelian Buku 2
amskum
Format Pembelian Buku 2
amskum
12. Soal-soal Suku Banyak
amskum
Kalender Hijriyah
amskum
Kartu Tanda Bukti Pendaftaran SBMPTN 2014
amskum
[7] RPP SD KELAS 4 SEMESTER 2 - Cita-Citaku Www.sekolahdasar.web.Id
amskum
Shalat witir
amskum
sampul
amskum
DAFTAR ISI Karya Ilmiah
amskum
smp n
amskum
melayu
amskum
Electronic Voucher 4064 12625
amskum
Daftar Isi
amskum
Cpns Daerah Madina
amskum
BATAS RPP
amskum
Aktivasi Kab Mandailing Natal
amskum
Harimau Yang Terjerumus
amskum
Data Sd Parbangunan
amskum
Telor Dragon City
amskum
Download and print this document

Read and print without ads


Download to keep your version
Edit, email or read offline

Choose a format:
.DOC.PDF
Download
Recommended
DINAMIKA PARTIKEL
Erika Kusumawati

Laporan Praktikum Fisika Dasar


Albert Junior Pandapotan Silalahi

Makalah Dinamika partikel


amskum

Dinamika Partikel
clara lala

Page 1 of 3
.DOC.PDFDownload
About

Browse books
Browse documents
About Scribd
Team
Blog
Join our team!
Contact Us

Memberships

Join today
Invite Friends
Gifts

Advertise with us

AdChoices

Support
Help
FAQ
Press
Purchase help

Partners

Publishers
Developers / API

Legal

Terms
Privacy
Copyright

Scribd on AppstoreScribd on Google Play


© Copyright 2015 Scribd Inc.
Mobile Site
Language
English
scribd