You are on page 1of 8

MAKALAH

TUGAS ANALISIS JURNAL


Hubungan Frekuensi Hospitalisasi Dengan Kecemasan Anak Leukimia Usia Pra
Sekolah Saat Dilakukan Tindakan Invasif di RSUD Dr. MOEWARDI

DI SUSUN OLEH

1. Bayu Tri Wahyudi (153210008)


2. Fenty Faradila (153210016)
3. Phauzizah Rhomadani (153210031)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

INSAN CEDEKIA MEDIKA

JOMBANG

2017

KATA PENGANTAR

1
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan
karuniaNya yang begitu melimpah, sehingga kami selaku penulis dapat menyelesaikan
makalah ini untuk keperluan tugas dalam mata kuliah Sistem Reproduksi 2 dengan judul
“Hubungan Frekuensi Hospitalisasi Dengan Kecemasan Anak Leukimia Usia Pra Sekolah
Saat Dilakukan Tindakan Invasif di RSUD Dr. MOEWARDI”

Dalam penulisan makalah ini, ditemui kesulitan dan hambatan. Namun berkat
dukungan serta bantuan dari semua pihak makalah ini dapat terselesaikan. Untuk itu kami
ucapkan terima kasih yang sebesar-besarya kepada :
1. Bapak H. Imam Fatoni ,SKM.,MM. selaku ketua STIKES ICME Jombang
2. Ibu Inayatur Rosyidah S.Kep., Ns., M.Kep selaku KaProdi S1 Keperawatan STIKES
ICME Jombang
3. Ibu Ana Kurnia S.Kep.,Ns., selaku dosen pengajar mata kuliah Imun dan Hema
4. Orang tua dan rekan-rekan kami yang telah memberikan dorongan dan bantuan,
serta pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.

Akhirul Kalam, semoga makalah ini bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi
pembaca umumnya. Dalam hal ini di harapakan dapat menambah wawasan kita.
Memang makalah ini masih jauh dari sempurna, maka kami mengharapkan kritik dan
saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.

Jombang, 5 Januari 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i
DAFTAR ISI....................................................................................................................... ii
ANALISIS JURNAL
A. Informasi Citasi ....................................................................................................... 1
B. Latar Belakang ........................................................................................................ 1
C. Metode Penelitian ................................................................................................... 1
D. Hasil Penelitian / Study .......................................................................................... 1
E. Tujuan Penelitian /Study ........................................................................................ 4
F. Implikasi Hasil Penelitian ...................................................................................... 4
G. Pertanyaan Penelitian ............................................................................................. 5
H. Disaint Penelitian / Study ....................................................................................... 5
I. Kekuatan Penelitian / Study ................................................................................... 5
J. Keterbatasan Penelitian /Study .............................................................................. 5
K. Kesimpulan ............................................................................................................ 7

JURNAL PENELITIAN .................................................................................................... 8

3
Informasi Citasi Metodologi Penelitian
Pengarang: Evy Tri Susanti
Siti Arifah, S.Kp.,M.Kes
Lokasi Penelitian: Rumah Sakit Cipto
Endang Zulaicha S.Kp.
Mangun
Tahun: 2013
Variabel yang diteliti: Manusia
Judul Artikel: Hubungan Frekuensi
Metode Pengumpulan Data: Kuantitatif
Hospitalisasi Dengan Kecemasan Anak
Leukimia Usia Pra Sekolah Saat Dilakukan
Tindakan Invasif di RSUD Dr. MOEWARDI

Penerbit/Nama Jurnal : Jurnal Penyakit


Dalam Indonesia
Volume: 3
Issue/no: 3
Halaman:
Latar Belakang Hasil Penelitian/Study
Berdasarkan hasil pengujian non parametrics
Leukemia limfoblastik akut(LLA)
correlations spearman rho ini dapat
merupakan leukemia yangpaling banyak di
disimpulkan bahwa nilai korelasi yang
derita oleh anakanak.insiden tertinggi
didapatkan dari data hasil penelitian nilai
terdapat padausia 2-6 tahun, dan menurun
signifikansi 0,046. Dimana lebih kecil dari
padausia 10 tahun. Menurut American
nilai P-value 0,05 maka Ho ditolak dan Ha
Cancer Society (2011)
diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
kejadian LLA di amerika mencapai 13% atau
ada hubungan yang signifikan antara
sekitar 5.730 dari 44.600 penduduk,dengan
frekuensi hospitalisasi dengan kecemasan
angka kematian mencapai1.420 penduduk.
anak leukemia usia pra sekolah saat
Insiden pertahun LLA adalah 40 anak per
dilakukan tindakan invasif di RSUD Dr.
1.000.000 anak di bawah usia 15 tahun. LLA
Mowardi.Berdasarkan kriteria koefisien
menyebabkan sekitar 75% kasus, dan sisanya
korelasi (τ) sebesar – 5,05 yang bernilai
20% Leukemia non limfoblastik akut
positif (-), berarti semakin jarang frekuensi
(Nelson, 2010).
hospitalisasi, maka semakin tinggi
Perawatan di rumah sakit atau hospitalisasi
kecemasan anak leukemia usia pra sekolah
adalah saat masuknya seseorang penderita ke
saat dilakukan tindakan invasif. Untuk
dalam suatu rumah sakit (Dorlan,2012).
interpretasi hasil uji hipotesis berdasarkan

4
kekuatan korelasi antara frekuensi
Selama di rumah sakit anak sering hospitalisasi dengan kecemasan anak
mengalami krisis penyakit seperti stress leukemia usia pra sekolah saat dilakukan
akibat perubahan keadaan dan rutinitas tindakan invasif termasuk dalam taraf
lingkungan,serta krisis hospitalisasi karena hubungan sedang dapat dilihat dari nilai
anak memiliki jumlah mekanisme koping koefisen korelasi sebesar 0,505 (Sugiyono,
yang terbatas untuk menghadapi hal-hal yang 2012)
menimbulkan tekanan (stressor). Stressor Berdasarkan tabel 4.5 diatas terdapat data
utama dari hospitalisasi yaitu perpisahan, ekstrim yaitu 1 responden dengan frekuensi
kehilangan kendali, cidera tubuh, dan nyeri. hospitalisasi sering kecemasan tinggi. Salah
Hospitalisasi memberikan efek pada anak satu faktor yang dapat menyebabkan anak
sebelum, selama hospitalisasi dan setelah mengalami kecemasan tinggi yaitu usia
pemulangan (Hockbenberry, 2011). responden 3 tahun. Menurut hockbenberry
Efek positif dari hospitalisasi yaitu anak (2011) semakin muda anak maka semakin
pulih dari sakitnya dan memiliki koping sukar baginya untuk menyesuaikan diri
menghadapi masalah yang lebih banyak dari dengan lingkungan baru, dalam hal ini adalah
pada anak lain yang tidak memiliki lingkungan yang asing, orang-orang yang
pengalaman hospitalisasi. Selain itu anak asing, prosedur tindakan. Faktor lain yang
juga bisa belajar bersosialisasi di rumah sakit menyebabkan kecemasan tinggi yaitu
dengan teman sebaya, teman yang lebih pengalaman anak terhadap hospitalisasi
muda atau teman yang lebih tua. Sebaliknya sebelumnya. Hasil wawancara singkat
hospitalisasi juga dapat menimbulkan dengan orang tua responden menyatakan
perubahan yang negatif yaitu anak akan takut anak selalu ketakutan ketika didekati oleh
dengan lingkungan baru, hilang kontrol petugas kesehatan, karna dulu anak pernah
terhadap dirinya sendiri, anak lebih sering kesakitan saat dipasang infuse, sehingga
menangis, manja dan agresif, mengalami pemasangan infus gagal dan harus dipasang
depresi dan regresi atau kemunduran sampai berhasil, dan saat kondisi tersebut
perkembangan. Perawatan di rumah sakit banyak petugas kesehatan yang mngerubungi
sering kali dipersepsikan anak pra sekolah anak, selain itu sikap petugas kesehatan yang
sebagai hukuman sehingga anak merasa dianggap tidak ramah oleh orang tua
malu, bersalah, atau takut. Ketakutan anak responden.
terhadap perlukaan muncul karena anak Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian
menganggap tindakan dan prosedurnya Fosson (2009) yang berjudul ” The

5
mengancam integritas tubuhnya (Supartini, Experience Of Hospital-Related Fears Of 4-
2004). To 6- Year-Old Children”. Dimana anak
Reaksi tersebut dipengaruhi oleh usia yang pertama kali dirawat di rumah sakit
perkembangan, pengalaman sebelumnya mengalami tingkat kecemasan yang lebih
dengan penyakit, perpisahan, atau tinggi dibanding dengan anak yang sudah
hospitalisasi, ketrampilan koping yang sering dirawat di rumah sakit.
dimiliki dan didapatkan, keparahan
diagnosis, dan sistem pendukung yang ada
(Hockbenberry, 2011)
Data yang didapatkan dari rekam medik
(RSUD Dr. Moewardi,2012) dari tanggal 13
September 2010 sampai 26 Juli 2011 tercatat
ada 125 anak penderita leukemia limfoblastik
akut yang dirawat di rumah sakit. Hasil
observasi yang dilakukan oleh peneliti
terhadap pasien anak usia prasekolah yang
menderita leukemia limfositik akut di ruang
Melati 2 RSUD Moewardi pada bulan Mei
2012 ditemukan 7 pasien mengalami regresi
yaitu anak yang sebelumnya jarang
digendong menjadi menangis bila tidak
digendong, anak yang sebelumnya ceria
menjadi lebih diam, menolak saat di lakukan
tindakan invasif yaitu saat diinjeksi ataupun
pemasangan infus, ketakutan kecurigaan
yang sangat tinggi dengan orang lain.Hasil
dari wawancara dengan orang tua, orang tua
membatasi semua aktifitas anak terutama
kegiatan bermain dengan teman-temannya.
Tujuan Penelitian/Study Implikasi Hasil Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Tidak ada pembanding
hubungan frekuensi hospitalisasi dengan
kecemasan anak leukemia usia pra sekolah

6
saat dilakukan tindakan invasif di RSUD Dr.
Moewardi.
Pertanyaan Penelitian Kekuatan penelitian
1.kesulitan apa yang dihadapi peneliti dalam Efek positif dari penelitian hospitalisasi yaitu
penelitian ini? anak pulih dari sakitnya dan memiliki koping

2. teknik apa yang digunakan peneliti dalam menghadapi masalah yang lebih banyak dari
menghadapi anak-anak usia pra sekolah pada anak lain
tersebut? yang tidak memiliki pengalaman

3. apakah penelitian ini akan dikembangkan hospitalisasi. Selain itu anak juga bisa belajar
lebih lanjut untuk kedepannya? bersosialisasi di rumah sakit dengan teman
sebaya, teman yang lebih muda atau teman
yang lebih tua. Sebaliknya hospitalisasi juga
dapat menimbulkan perubahan yang negatif
yaitu anak akan takut dengan lingkungan
baru, hilang kontrol terhadap dirinya sendiri

Desain Penelitian/Study Keterbatasan penelitian/Study


Perawatan di rumah sakit sering kali
desain penelitian deskriptif korelatif, dengan
dipersepsikan anak pra sekolah sebagai
rancangan penelitian cross sectional. Sampel
hukuman sehingga anak merasa malu,
penelitian sebanyak 16 anak dengan teknik
bersalah, atau takut. Ketakutan anak terhadap
pengambilan sampel menggunakan total
perlukaan muncul karena anak menganggap
sampling.
tindakan dan prosedurnya mengancam
Kriteria sampel yaitu anak leukemia
integritas tubuhnya. Reaksi tersebut
limfoblastik akut usia 3-6 tahun yang
dipengaruhi oleh usia perkembangan,
menjalani perawatan di RSUD Dr.
pengalaman sebelumnya dengan penyakit,
Moewardi. Instrument penelitian variabel
perpisahan, atau hospitalisasi, ketrampilan
frekuensi hospitalisasi menggunakan
koping yang dimiliki dan didapatkan,
kuesioner, sementara kecemasan
keparahan diagnosis
menggunakan check list.Pengujian hipotesis
menggunakan uji Spearman Rho.

7
KESIMPULAN
1. Mayoritas anak leukemia limfoblastik akut
usia pra sekolah menjalani frekuensi
hospitalisasi sering yaitu sebesar 50%
2. Mayoritas anak leukemia limfoblastik akut
usia pra sekolah mengalami kecemasan
sedang yaitu sebesar 43,75%
3. Terdapat hubungan signifikan antara
frekuensi hospitalisasi dengan kecemasan
anak leukemia limfoblastik akut saat
dilakukan tindakan invasif di ruang Melati 2
RSUD Dr.Moewardi