Вы находитесь на странице: 1из 23

PROGRAM STUDI DILPOMA III KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
KESEHATAN JIWA

Ruang Rawat : Ruang 23 Empati Tanggal Dirawat : 28 Desember 2017


I. IDENTITAS KLIEN
Inisial : Tn. W Tanggal Pengkajian : 28 Desember 2017/09.00
Umur : 75 th RM No. : 10406xxx
Alamat : Kedung kandang
Pekerjaan : Tidak bekerja
Informan : Pasien dan istri

II. ALASAN MASUK


 Data primer : pasien bicara tidak jelas ketika di tanya alasan kenapa di bawa ke
Rumah sakit.
 Data sekunder : Istri pasien mengatakan 1 bulan ini di keluhkan marah-marah tanpa
sebab, dan gelisah .
 Data rekam medis : Sejak sebulan pasien marah-marah, merusak barang yang ada di
rumah, memecahkan kaca, dan tidak mau beraktivitas.
TD : 190/100

III. FAKTOR PRESIPITASI/ RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG


Sejak 2 bulan yang lalu pasien sering marah-marah tiba-tiba mengalami perubahan sikap
tanpa sebab, pasien marah-marah, berbicara ngelantur, dan selalu gelisah. Pasien juga pernah
memukul istrinya dan saat marah pasien selalu membanting benda yang ada di sekitarnya. Upaya
keluarga dalam mengatasi perilaku kekerasannya hanya dengan memeriksakan pasien ke
puskesmas,dan meminum obat dengan rutin yaitu obat amlidipin ( menurunkan tekanan darah
tinggi), selama 1 bulan pasien sudah membaik,namun pasien kambuh lagi dengan sering marah-
marah tanpa sebab, berbicara ngelantur, gelisah masih belum ada kemajuan/belum sembuh total.
Saat pasien marah-marah barang-barang yang di dekat pasien di rusakin,dan sempat memecahkan
kaca jendela. keluarga/istri pasien memilih untuk menghindar. Istri pasien semakin binggung lalu
di bawa keluarganya pada hari jumat tanggal 28 desember 2017 pasien langsung di bawa ke UGD
RSSA dengan gejala pasien masih marah-marah, gelisah, ngomong ngelantur, di dapatkan tekanan
darah pasien tingi yaitu TD: 190/100 mmHg dan di dapatkan pasien mempunyai riwayat hipertensi
dan diabetes melitus. Dan kemudian disarankan untuk MRS dan di tempatkan ke ruang 23 Empati
dengan gejala pasien gelisah, dan masih marah-marah tanpa sebab.
IV. FAKTOR PREDISPOSISI

 RIWAYAT PENYAKIT LALU


Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu? ya tidak
Bila ya jelaskan
1. Pengobatan sebelumnya Berhasil Kurang Berhasil Tidak Berhasil
2. Pernah mengalami penyakit fisik (termasuk gangguan tumbuh kembang)
ya tidak

 RIWAYAT PSIKOSOSIAL
Pelaku/ usia Korban/ usia Saksi/ usia
1. Aniaya fisik
2. Aniaya seksual
3. Penolakan
4. Kekerasan dalam keluarga
5. Tindakan kriminal
Jelaskan :
6. Pengalaman masa lalu lain yang tidak menyenangkan (bio, psiko, sosio, kultural,
spiritual):
Pada 1 tahun yang lalu pasien di diagnosa penyakit diabetes dan hipertensi, karena
penyakit itu pasien merasa terganggu aktivitasnya.karena itu pasien harus berhenti bekerja,
dahulu, istrinya juga mengatakan dahulu ia pernah selingkuh dengan perempuan lain dan
ia pun memberitahu anak-anaknya. Anak-anaknya pun sekarang jarang merawat, sejak itu
pasien merasa tertekan dan sering marah-marah ke istrinya, dan melukai istrinya.
7. Kesan Kepribadian klien : extrovert introvert lain-lain:
Kepribadian klien cenderung terbuka. Klien sering menceritakan masalah nya kepada istri
atau anaknya.

Masalah keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

 RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


1. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa?
ya tidak
Hubungan keluarga Gejala Riwayat Pengobatan/ perawatan
.............................. ......................... ..................................................
keluarga pasien mengatakan dari keluarga tidak ada yang mengalami gangguan jiwa.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan


V. STATUS MENTAL
1.Penampilan
tidak rapi penggunaan pakaian tidak sesuai Cara berpakaian tidak
seperti biasanya
Jelaskan :
 Penampilan fisik :
Rambut pasien panjang terdapat uban yang sudah merata , jambangnya panjang dan
terdapat uban, di pipi dan di dagu.
Wajah pasien terlihat kusam.
Kulit saat di raba terasa kasar dan kering, dan Kulit pasien putih tetapi tidak bersih.
Pakaian tidak sesuai dan tidak rapi.
Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan Diri : berdandan

2. Kesadaran
 Kwantitatif/ penurunan kesadaran]
compos mentis apatis/ sedasi somnolensia
sopor subkoma koma

 Kwalitatif
tidak berubah berubah
meninggi gangguantidur sebutkan.......................................................
hipnosa disosiasi: sebutkan.......................................................
Jelaskan :
Kesadaran secara kuantitatif : compos mentis GCS 456
Kesadaran secara kualitatif : kesadaran berubah dibuktikan dengan :
Relasi : pasien berbicara ngelantur, kontak mata kurang, dan kadang
gelisah. Saat pengkajian jawaban pasien tidak sesuai dengan apa
yang di tanyakan.
Limitasi : saat pengkajian pasien, pasien meminta diganti popoknya kepada
istrinya saat diganti dengan meminta bantuan perawat pasien tidak
merasa malu, dan kembali tidur.
Penilaian realita : pasien biasanya menyebutkan nama perempuan yang pernah di
selingkuhinya saat dulu.

Masalah Keperawatan : Gangguan proses pikir


3. Disorientasi

waktu tempat orang


T : Pak sekarang pagi, T: pak, sekarang ini T : pak, yang itu
sore, atau malam lagi dimana? Siapa yang jagain
J : (Pasien terlihat J :( pasien masih bapak sekarang?
binggung) terlihat binggung) J : istri
T : biasanya kalau T :baik pak, bapak T : oh iya betul itu
sore melakukan apa sekarang ini lagi di istri bapak
pak? rumah sakit saiful
J : (pasien tidak anwar ya pak
menjawab apa-apa) sekarang lagi di rawat
hanya terdiam. di ruang 23 empati
J : tidak tau
Jelaskan :
Pasien tidak bisa menyebutkan orientasi waktu, dan tempat. Tetapi pasien bisa
menyebutkan orang yang menjaganya di rumah sakit saat ini.

Masalah Keperawatan : perubahan proses pikir berhubungan dengan demensia

4. Aktivitas Motorik/ Psikomotor


Kelambatan:
hipokinesia, hipoaktivitas sub stupor katatonik
katalepsi flexibilitas serea

Peningkatan:
hiperkinesia, hiperaktivitas gaduh gelisah katatonik
TIK grimase tremor gagap
stereotipi mannarism katalepsi akhopraxia
command automatism atomatisma nagativisme reaksi konversi

verbigerasi berjalan kaku/ rigit kompulsif lain-2 sebutkan


Jelaskan :
Saat pengkajian, pasien terfiksasi di atas tempat tidur, dan pasien selalu berusaha
melepas talinya.

Masalah keperawatan : Resiko cederai diri sendiri

5. Afek/ Emosi
adequat tumpul dangkal/ datar labil
inadequat anhedonia marasa kesepian eforia
ambivalen apati marah depresif/ sedih
cemas: ringan sedang berat
panik

Perawat :”Tn W bagaimana perasaannya hari ini?”


Pasien : ”( diam )”’
Perawat : ” Tn W bagaimana tidurnya semalam?”
Pasien : ”....” (diam)
Perawat : ” Tn W ?”
Pasien : ”iya”
Perawat : ”Tn W bagaimana tidurnya semalam?”
Pasien : ” bisa tidur

Jelaskan : saat di tanya perawat bagaimana perasaannya, pasien hanya terdiam, dan perawat
harus mengulangi pertanyaanya

Masalah Keperawatan : ketidakefektifan koping individu

6. Persepsi

halusinasi ilusi depersonalisasi derealisasi


Macam Halusinasi :
pendengaran penglihatan perabaan
pengecapan penghidu/ pembauan lain-lain, sebutkan.............
Jelaskan : pasien biasanya menyebutkan anaknya yang sudah meninggal dan ada di
samping pasien.
Masalah Keperawatan : -

Proses Pikir
 Arus Pikir
koheren inkoheren asosiasi longgar
fligt of ideas blocking pengulangan pembicaraan
tangansial sirkumstansiality logorea
neologisme bicara lambat bicara cepat irelevansi
main kata-kata afasi assosiasi bunyi lain-lain
sebutkan..
Jelaskan :
Saat pengkajian, pengucapan katanya-katanya kurang jelas, karena faktor usia dan saat di
tanya pasien terlihat berfikir nya lama. Dan saat menjawab pasien berbicara kurang jelas,
dan lambat.

Masalah Keperawatan : gangguan komunikasi verbal


 Isi Pikir
obsesif ekstasi fantasi
bunuh diri ideas of reference pikiran magis
alienasi isolaso sosial rendah diri
preokupasi pesimisme fobia
sebutkan.........................
waham: sebutkan jenisnya
agama somatik, hipokondrik kebesaran curiga
nihilistik sisi pikir siar pikir kontrol pikir
kejaran dosa ide-ide aneh
Jelaskan :
Pasien mengatakan jika ada perawat masuk ke kamarnya, selalu menanyakan mana obat
Saya yang mau di minum pagi ini.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

 Bentuk Pikir
realistik nonrealistik
autistik dereistik
Jelaskan :
Saat pengkajian, pasien ditanya ngelantur, pasien saat di kaji sering menyebut nama
anaknya yang sudah meninggal dan pasien sulit untuk di evaluasi lanjut.
Masalah Keperawatan : Gangguan Proses Pikir

7. Memori

gangguan daya ingat jangka panjang gangguan daya ingat jangka pendek
gangguan daya ingat saat ini amnesia, sebutkan.........................
paramnesia, sebutkan jenisnya........................................................
hipermnesia, sebutkan ...................................................................
Jelaskan :
Saat ditanya pasien kejadian kurang lebih 6 bulan yang lalu dan 1 minggu terakhir
pasien menjawab lupa, saat ditanya menyebutkan nama istrinya ingat.
T : ingat sakit prostatnya/ saluran kencing sejak kapan?
J : ( pasien hanya terdiam )
T : bapak kesini kapan ?
J : kemaren mbak
T : bapak tau kenapa di bawa kesini?
J : ( pasien hanya terdiam )
T : hari ini sudah minum obat pak?
J : sudah mbak.
T : yang jaga bapak di sini sekarang siapa pak ?
J : istri saya mbak.
Masalah Keperawatan : gangguan proses pikir
8. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung

mudah beralih tidak mampu berkonsentrasi tidak mampu


berhitung sederhana
Jelaskan : saat di kaji tentang berhitung pasien masih terlihat binggung dan susah untuk
Berkonsentrasi, saat di suruh menjawab pertanyaan dari perawat. Tetapi harus di ulang-
ulang pertanyaanya, dan pasien mampu menjawab dengan benar pertanyaan yang di beri
perawat.
T : pak misalnya kalau bapak punya uang 2000 sama istri di kasih uang lagi 2000, total
uang bapak berapa?
J : (pasien hanya terdiam)
T : pak misalnya kalau bapak punya uang 2000 sama istri di kasih uang lagi 2000, total
uang bapak berapa?
J: 4000 mbak. ( dengan berpikir lama )
T : bagus pak.

Masalah Keperawatan : konsentrasi kurang tapi berhitung masih dalam batas normal

9. Kemampuan Penilaian

gangguan ringan gangguan bermakna


Jelaskan :
Pasien tidak mampu mengambil keputusan sendiri walaupun di bantu istrinya.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan

10. Daya Tilik Diri/ Insight


mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar dirinya
Jelaskan :
Verbal Pasien sulit di evaluasi, non verbal ia terlihat sudah menerima keadaannya yang
sedang sakit gangguan jiwa di tandai dengan semenjak hari ke 3 ia sudah merasa tenang
dan tidak memberontak lagi.

Masalah Keperawatan : Tidak ada masalah keperawatan


11. Interaksi selama Wawancara

bermusuhan tidak kooperatif mudah tersinggung


kontak mata kurang defensif curiga
Jelaskan :
Selama pengkajian, pasien di ajak berdiskusi kontak matanya kurang dan masih terlihat
gelisah.

Masalah Keperawatan : ketidakefektifan indifidu

VI. FISIK
1. Keadaan umum : GCS 456 compos mentis, pasien terlihat kusam, tidak rapi, bau badan tidak
enak, kuku panjang dan kotor, rambut acak-acakan.
2. Tanda vital : TD: 150/90 N: 92x/menit S: 36,5 oC RR: 22x/menit
3. Ukur : TB: Cm BB: Kg
turun naik
4. Keluhan fisik: tidak ya jelaskan : pasien 5 bulan yang lalu di lakukan
bedah pada kelenjar prostat di genetalianya.
5. Pemeriksaan fisik
1. Kepala
a. Kebersihan : kotor / bersih
b. Kerontokan rambut : ya / tidak
c. Keluhan : ya / tidak
d. Jika ada, jelaskan :rambut pasien terlihat kusam
2. Mata
a. Konjungtiva : anemis / tidak
b. Sclera : ikterik / tidak
c. Strabismus : ya / tidak
d. Penglihatan : kabur / tidak
e. Peradangan : ya / tidak
f. Riwayat katarak : ya / tidak
g. Penggunaan kacamata : ya / tidak
h. Keluhan : ya / tidak
i. Jika ya, jelaskan :
3. Hidung
a. Bentuk : simetris / tidak
b. Peradangan : ya / tidak
c. Penciuman : terganggu / tidak
d. Pernafasan cuping hidung :+/-
4. Mulut dan tenggorokan
a. Kebersihan : bersih / tidak
b. Mukosa : kering / lembab
c. Peradangan / stomatitis : ya / tidak
d. Gigi geligi : karies / tidak, ompong / tidak
e. Radang gusi : ya / tidak
f. Kesulitan mengunyah : ya / tidak
g. Kesulitan menelan : ya / tidak
5. Telinga
a. Kebersihan : bersih / tidak
b. Peradangan : ya / tidak
c. Pendengaran : terganggu / tidak
d. Jika terganggu, jelaskan :
e. Keluhan lain : ya / tidak
f. Jika ya, jelaskan :
6. Leher
a. Pembesaran kelenjar thyroid : ya / tidak
b. JVD : ya / tidak
c. Kaku kuduk : ya / tidak
d. Keluhan lain :
7. Dada
a. Bentuk dada : normal chest / barrel chest / pigeon chest / lainnya….
b. Retraksi : ya / tidak, daerah ………..
c. Wheezing :+/-
d. Ronchi :+/-
8. Abdomen
a. Bentuk : distend / flat / lainnya……..
b. Nyeri tekan : ya / tidak
c. Hypersonan/sonan : ya / tidak
d. Supel : ya / tidak
e. Bising usus : ada / tidak Frekuensi……..kali/menit
f. Massa : ya / tidak, region……………..
g. Keluhan lain :
9. Genetalia
a. Kebersihan : baik / tidak
b. Hemoroid : ya / tidak
c. Hernia : ya / tidak
d. Keluhan lain :
10. Ekstermitas
a. Kekuatan otot : (skala 1-5)
0 : Lumpuh
1 : Ada kontraksi
2 : Melawan gravitasi dengan sokongan
3 : Melawan gravitasi tapi tidak ada tahanan
4 : Melawan gravitasi dengan tahanan sedikit
5 : Melawan gravitasi dengan kekuatan penuh
b. Postur tubuh : skoliosis / lordosis / kifosis / tegap (normal)
c. Rentang gerak : maksimal / terbatas
d. Deformitas : ya / tidak
e. Tremor : ya / tidak
f. Edema kaki : ya / tidak pitting edema / tidak Edema tipe:
g. Penggunaan alat bantu : ya / tidak, jenis:
h. Refleks
Area Kanan Kiri
Biceps + +
Triceps + +
Knee - -
Achiles - -
Keterangan:
Refleks + : normal
Reflek - : menurun

11. Integumen
a. Kebersihan : bersih / tidak
b. Warna : pucat / tidak
c. Kelembaban : kering / lembab
d. Gangguan pada kulit : ya / tidak, jelaskan……………….
e. Perifer : Sianosis / tidak

Jelaskan : rambut pasien tampak kusam dan berminyak, mulut berbau, kulit kering

Masalah keperawatan : deficit perawatan diri : berdandan

VII. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL (sebelum dan sesudah sakit)


1. Konsep Diri
Pengkajian tanggal 29 Desember 2017
a. Citra tubuh : pasien sulit di evaluasi (pasien hanya terdiam tidak mau bicara)
b. Identitas : pasien sulit dievaluasi (pasien hanya terdiam tidak mau bicara)
c. Peran : pasien sulit dievaluasi (pasien hanya terdiam tidak mau bicara)
d. Ideal diri : pasien sulit dievaluasi (pasien hanya terdiam tidak mau bicara)
e. Harga diri : pasien sulit di evaluasi (pasien hanya terdiam tidak mau bicara)Masalah
Keperawatan : masalah keperawata n sulit di evaluasi karena
2. Genogram

75 th
Keterangan :

: perempuan : perempuan sudah meninggal

: laki – laki : tinggal serumah

: laki – laki sudah meninggal : perkawinan

: pasien

Jelaskan :
 Pola asuh : pola asuh dengan karakteristik orang
tua dengan otoriter yang semua anaknya harus nurut.
 Pola komunikasi : Proses penyampaian pesan melalui
tatap muka langsung tetapi pasien cenderung diam dan disimpulkan
sendiri
 Orang yang terdekat : Pasien adalah anak ke 2 dari 5
bersaudara.
 Penentu kebijakan : Pasien sebagai seorang suami
sehingga keputusan diambil oleh Tn. W
 stressor dalam keluarga : keluarga mengatakan Tn.W 1 tahun
yang lalu mendapatkan riwayat hipertensi dan diabetes melitus,
tetapi Tn. W jarang mengkonsumsi obat secara rutin.

Masalah Keperawatan: Ketidakefektifan Koping Keluarga

3. Hubungan Sosial
a. Hubungan terdekat :
 pasien mengatakan hubungan terdekat dengan istri kadang Bersama
anaknya.
b. Peran serta dalam kelompok/ masyarakat
 pasien jarang mengikuti kegiatan/organisasi apa pun di lingkungan
rumahnya.
 pasien bekerja sebagai sopir bangunan
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Pasie jarang berkumpul dengan keluarganya, karena pasien di sibuk
kan dengan pekerjaannya sebagai sopir.

Masalah Keperawatan : Ketidakefektifan keluarga


4. Spiritual dan kultural
a. Nilai dan keyakinan
Pasien menganut agama islam dan sangat yakin akan keberadaan Allah.
Keluarga mengatakan sakit pasien adalah sebagai cobaan dari Allah dan
orang-orang di lingkungannya tidak menjauhi pasien
b. Konflik nilai/ keyakinan/ budaya
Tidak ada konflik dalam keyakinan
c. Kegiatan ibadah
Keluarga Pasien mengatakan sepenuhnya melakukan kegiatan ibadah,
pasien menjalani sholat 5 waktu.

Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

VIII. AKTIVITAS SEHARI-HARI (ADL)


1. Makan
Bantuan minimal Sebagian Bantuan total
2. BAB/BAK
Bantuan minima Sebagian Bantuan total
3. Mandi
Bantuan minimal Sebagian Bantuan total
4. Berpakaian/berhias
Bantuan minimal Sebagian Bantuan total
5. Istirahat dan tidur
Tidur siang lama : 13.00 kadang jam 15.00 s/d 16.00
Tidur malam lama : 19.00 kadang jam 21.00 s/d 04.00
Aktivitas sebelum / sedudah tidur : tidak ada s/d tidak ada
6. Penggunaan obat
Bantuan minimal Sebagian Bantuan total
7. Pemeliharaan kesehatan
Perawatan Lanjutan Ya Tidak
Sistem pendukung Ya Tidak
8. Aktivitas di dalam rumah
Mempersiapkan makanan Ya Tidak
Menjaga kerapihan rumah Ya Tidak
Mencuci pakaian Ya Tidak
Pengaturan keuangan Ya Tidak
9. Aktivitas di luar rumah
Belanja Ya Tidak
Transportasi Ya Tidak
Lain-lain Ya Tidak
Jelaskan :
Pasien sebagai supir dulunya

Masalah Keperawatan : tidak ada masalah keperawatan dalam


pemenuhan ADL

IX. MEKANISME KOPING


Adatif Maladaptif
Bicara dengan orang lain Minum Alkohol
Mampu menyelesaikan masalah Reaksi Berlebih
Teknik relokasi Bekerja berlebihan
Aktivitas konstruktif Menghindar
Olah raga Mencederai diri
Lainnya ...................... Lainnya :

Masalah Keperawatan : Ketidakefektifan koping individu

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


Masalah dengan dukungan kelompok, uraikan
Saat diskusi pasien sulit di evaluasi
Masalah berhubungan dengan lingkungan, uraikan
Keluarga pasien mengatakan mengikuti tahlilan dilingkungannya dan
setiap ada kegiatan gotong royong pasien juga mengikuti
Masalah dengan pendidikan, uraikan
Pasien tidak memiliki masalah dengan pendidikannya
Masalah dengan pekerjaan, uraikan
Pasien sulit di evaluasi
Masalah dengan perumahan, uraikan
Pasien tinggal bersama 2 anak dan istrinya rumah pasien sendiri.
Masalah dengan ekonomi, uraikan
Keluarga pasien mengatakan tidak ada masalah dalam ekonomi.
Masalah dengan pelayanan kesehatan, uraikan
Pasien tidak mau minum obat karena jika di berikan obat pasien
langsung membuang obat tersebut dan marah-marah.

Masalah Keperawatan : Ketidakefektifan Koping Individu


X. KURANG PENGETAHUAN TENTANG
Penyakit jiwa Sistem pendukung
Faktor presiptasi Penyakit fisik
Koping Obat-obatan
Lainnya...............................................
Jelaskan :
Keluarga pasien mengatakan bahwa dirinya binggung penyebabnya dari
mana.padahal pasien orang nya pekerja keras, tiba-tiba mengalami penyakit
diabetes dan hipertensi. Setelah pasien tau penyakit nya, pasien sudah tidak
bisa lagi telalu banyak beraktivitas seperti biasanya. Keluarga pasien sering
mengontrol penyakitnya ke puskesmas dan di berikan obat amplodipin dan
metformin. Tetapi pasien tidak rutin minum obat.

Masalah Keperawatan : Defisiensi Pengetahuan

XI. ASPEK MEDIK


Diagnosa medik : skizofrenia F. 20, Hipertensi,dan Diabetes Melitus.
Hasil laboratorium : tanggal 29-12-2017

Jenis pemeriksaan Hasil Satuan Nilai rujukan dewasa normal


HEMATOLOGI
Hematoglobin 12,20 g/dl 13,4-17,7
Eritrosit 4,00 106/ul 4,0-5,5
Leukosit 5,62 103/ul 4,3-10,3
Hematokrit 34,20 % 40-47
MCV 85,50 103/ul 142-424
MCH 30,50 fL 80-93
MCHC 35,70 Pg 27-31
RDW 13,40 g/dL 32-36
PWD 12,5 % 11,5-14,5
MPV 10,8 fL 9-13
P-LCR 31,4 fL 7,2-11,1
PCT 0,18 % 15,0-25,0
NRBC Absolute 0,00 % 0,150-0,400
NRBC Percent 0,0 103/ul
Hitung jenis
Eosinofil 0,9 % 0-4
Basofil 0,2 % 0-1
Neutrofil 73,5 % 51-67
Limfosit 17,6 % 25-33
Monosit 7,8 % 2-5
Immature grsnulosit 0,40 103/ul
Immature granulosit (%) 0,02 %
Lain-lain
METABOLISME KARBOHIDRAT
Hb-A1c 5,60 % <5,7
Sentara dengan rerata gula darah 114,0 Mg/dl
KIMIA KLINIK
FAAL HATI
AS/SGOT 22 U/L 0-40
ALT/SGPT 5 U/L 0-41
METABOLISME KARBOHIDRAT
Glukosa darah puasa 100 mg/dl 60-100
FAAL GINJAL
Ureum 21,80 mg/dl 16,6-48,5
Kreatinin 0,88 mg/dl <1,2
Terapi Medik :

Tangga Terapi Dosis (sehari Sediaan Keterangan


l berapa hari)

28 Des Halloperidol 0,75 mg Tablet Meredakan gejala


2017 2x2,5 mg warna skizofrenia dan
Diminum pukul Putih masalah perilaku atau
09.00 dan 21.00 emosional

Lodomer 5 mg Agitasi psikomotor


½ ampul pada kelainan tingkah
laku

Difentidrami 10 mg Vial Agitasi psikomotor


1 ampul pada kelainan tingkah
laku
29 Des Halloperidol 0,75 mg Tablet Meredakan gejala
2017 2x1 Putih skizofrenia dan
masalah perilaku atau
emosional

Lodomer 5 mg Vial Agitasi psikomotor


½ ampul pada kelainan tingkah
laku

Difentidrami 10 mg 1 ampul Vial Agitasi psikomotor


pada kelainan tingkah
laku
30 Des Halloperidol 0,75 mg Tablet Meredakan gejala
2017 2x1 mg skizofrenia dan
masalah perilaku atau
emosional
Lodomer 5 mg Agitasi psikomotor
½ ampul pada kelainan tingkah
laku

Amlodipin 5 mg Penghambat saluran


1x1 kalsium yang
melebarkan pembuluh
darah dan
melancarkan
peredaran darah

31 Des Metformin 50 mg Tablet Mengontrol obat darah


2017 2x1 mg Warna tinggi, biasanya di
putih gunakan pada
penderita DM tipe 2.

Amlodipine 5 mg Tablet Penghambat saluran


1x1 warna kalsium yang
putih melebarkan pembuluh
darah dan
melancarkan
peredaran darah
XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN
1. Resiko perilaku
kekerasan
2. Gangguan proses pikir
3. Defisit perawatan diri
4. Ketidakefektifan koping
individu
XIII. POHON MASALAH

Resiko mencederai diri Efek


Perilaku kekerasan
sendiri dan orang lain
lain

Gangguan proses pikir

Resiko Perilaku kekerasan Core problem

Gangguan Neurotransmiter

Ketidakefektifan koping individu

Faktor Predisposisi Faktor Presipitasi


 Kepribadian  Tidak mau
Introvert minum obat
 pasien mempunyai Secara teratur
watak yang keras ( obat
 Penyakit yang amplodipin
dialami (HT dan penurunan
Diabetes Melitus) tekanan darah.

XIV. DIAGNOSA KEPERAWATAN Mahasiswa


1. Defisit perawatan diri
2. Hambatan mobilitas fisik
3 Resiko gangguan fungsi kardiovaskuler Hairawati
4 Intoleransi aktivitas NIM:201510300511008
5 Resiko perilaku kekerasan
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
RESIKO PERILAKU KEKERASAN

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi Pasien
Pasien tampak gelisah, wajah tegang, mata melotot, bicara ngelantur
pasien terfiksasi di atas tempat tidur.
2. Diagnosa Keperawatan
Resiko perilaku kekerasan
3. Tujuan khhusus
-membina hubungan saling percaya
-memenuhi kebutuhan ADL
-mendapat terapi yang sesuai

4. Tindakan Keperawatan
a) membina hubungan saling percaya
- ucapkan salam
- perkenalkan diri
- tanyakan nama pasien
- menanyakan perasaan pasien saat ini
-jelaskan tujuan pertemuan
- kontrak waktu dan tempat
b) menciptakan rasa aman dan nyaman
- menjelaskan pada pasien mengapa tangan di fiksasi
-menyingkirkan benda bahaya di sekitar pasien
c) memenuhi kebutuhan ADL
- (makan, minum, kebersihan, diri BAB, dan BAK).
d) mendapat terapi yang adekuat
-menjelaskan 6 benar obat
-menjelaskan manfaat dan efek samping
B. STRATEGI KOMUNIKASI PELAKSANAAN TINDAKAN
KEPERAWATAN

1. Orientasi
a) Salam terapeutik
“Assalamualaikum, Selamat pagi Pak ?”, “Perkenalkan saya haira saya
mahasiswi keperawatan dari Universitas Muhammadiyah Malang, Nama
bapak siapa ? dan senang dipanggil apa ? ”
b) Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan bapak saat ini ? apa masih ada perasaan marah,
jengkel ?”
c) Kontrak topik waktu dan tempat
- Topik : “Baiklah, pagi ini bagaimana kalua kita bercakap-cakap tentang
kondisi bapak ?
- Waktu : “mau berapa lama pak kita bercakap-cakap, bagaimana kalua 15
menit ?
- Tempat : “mau di mana kita bercakap-cakap pak ? bagaimana kalua di
sini saja.

2. Kerja

“Apa yang meyebabkan bapak bisa marah, Nah ceritakan apa yang
dirasakan bapak saat marah ?”, saat bapak marah apa ada perasaan tegang,
kesal,menegepalkan tangan,mondar mandir?”. “atau mungkin ada hal lain
yang dirasakan ?”.
“Apa ada tindakan saat bapak sedang marah seperti,memukul,membanting
membanting barang-barang yang ada di dekat saya dan membentak istri
3. Terminasi
a. Evaluasi Subyektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang tentang perasaan
marah yang bapak rasakan ?”
b.evaluasi obyektif
“Coba bapak sebutkan kembali apa saja yang sudah kita diskusika
c.rencana kontrak topik yang akan datang