You are on page 1of 18

BAB IV

INSPEKSI WEIGHT OF ENGINE FIRE EXTINGUISHER

4.1 Gambaran Umum tentang inspeksi pesawat

Setiap pesawat udara selama beroperasi pasti mempunyai jadwal untuk


perawatan. Perawatan ini harus dilakukan karena setiap komponen mempunyai
batas usia tertentu sehingga komponen tersebut harus diganti. Selain itu,
komponen juga harus diperbaiki bila ditemukan telah mengalami kerusakan.
Secara garis besar, program perawatan dapat dibagi menjadi dua kelompok besar,
yaitu perawatan preventif dan korektif. Perawatan preventif adalah perawatan
yang mencegah terjadinya kegagalan komponen sebelum komponen tersebut
rusak. Sedangkan perawatan korektif adalah perawatan yang memperbaiki
komponen yang rusak agar kembali ke kondisi awal.

4.1.1 Perawatan preventif dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

4.1.1.1 Perawatan periodic :

merupakan perawatan yang dilakukan berdasarkan batas waktu dari umur


maksimum suatu komponen pesawat. Dengan kata lain, perawatan ini
merupakan perawatan pencegahan dengan cara mengganti komponen
pesawat meskipun komponen tersebut belum mengalami kerusakan

4.1.1.2 Perawatan on-condition :

merupakan perawatan yang memerlukan inspeksi untuk menentukan


kondisi suatu komponen pesawat. Setelah itu ditentukan tindakan
selanjutnya berdasarkan hasil inspeksi tersebut. Bila ada gejala kerusakan,
komponen tersebut dapat diganti bila alasan-alasan teknik dan ekonominya
memenuhi. Seorang engineer harus melakukan perawatan preventif ,hal-
hal yang harus di lakukan adalah sebagai berikut :

1. memeriksa nose gear strut,ban dan komponen roda


2. memeriksa body pesawat termasuk cabin window dan engine 3
3. memeriksa kondisi area sayap
4. memeriksa kondisi main landing gear dan komponennya

4.1.2 Perawatan korektif (condition monitoring) yaitu :

perawatan yang dilakukan setelah ditemukan kerusakan pada suatu komponen,


dengan cara memperbaiki komponen tersebut. Bila cara perbaikan tidak dapat
dilakukan dengan alasan teknik maupun ekonomi, maka harus dilakukan
penggantian.

4.1.3 Interval Perawatan Pesawat

Perawatan pesawat biasanya dikelompokkan berdasarkan interval yang


sepadan dalam paket-paket kerja atau disebut dengan clustering. Hal ini
dilakukan agar tugas perawatan lebih mudah, efektif dan efisien. Interval
yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan paket-paket tersebut adalah
sebagai berikut :

4.1.3.1 Flight Hours


Merupakan interval inspeksi yang didasarkan pada jumlah jam operasional
suatu pesawat terbang.

4.1.3.2 Flight Cycle


Merupakan interval inspeksi yang didasarkan pada jumlah takeoff-landing
yang dilakukan suatu pesawat terbang. Satu kali takeoff-landing dihitung satu
cycle.
4.1.3.3 Calendar Time

Merupakan interval inspeksi yang dilakukan sesuai dengan jadwal tertentu.


Dari jumlah tugas perawatan atau inspeksi yang dilaksanakan, maintenance
dapat dibagi dalam minor maintenance seperti transit check, before departure
check, daily check, weekly check dan heavy maintenance seperti A-Check, B-
Check , C-Check dan D-Check.

4.1.4 Minor maintenance di bagi menjadi 4 bagian yaitu :

4.1.4.1 Transit Check


Inspeksi ini harus dilaksanakan setiap kali setelah melakukan penerbangan
saat transit di station mana pun. Operator biasanya memeriksa pesawat untuk
memastikan bahwa pada pesawat tidak terdapat satu pun kerusakan struktur,
semua sistem berfungsi dengan sebagaimana mestinya.

4.1.4.2 Before Departure Check


Inspeksi ini harus dilakukan sedekat mungkin sebelum tiap kali pesawat
berangkat beroperasi, maksimal dua jam sebelumnya.

4.1.4.3 Daily Check (Overnight Check)


Pemeriksaan ini harus dilakukan satu kali dalam jangka waktu 24 jam setelah
daily check sebelumnya dilakukan. Setiap hari pesawat telah diprediksi akan
ground stop minimal selama empat jam. Inspeksi ini mencakup pemeriksaan
komponen, pemeriksaan keliling pesawat secara visual untuk mendeteksi ada
atau tidaknya ketidaksesuaian, melakukan pengamanan lebih lanjut, dan
pemeriksaan sistem operasional.

4.1.4.4 Weekly Check


Pemeriksaan ini harus telah dilakukan dalam tujuh hari penanggalan..
4.1.4.5 Aircraft maintenance checks
periode pemeriksaan yang harus dilakukan pada pesawat setelah penggunaan
pesawat untuk jangka waktu tertentu, digunakan sebagai parameter interval untuk
heavy maintenance yang meliputi A-Check, B-Check, C-Check, dan D-Check.

A Check : Dilakukan kira-kira setiap satu bulan. Pemeriksaan ini biasanya


dilakukan hingga 10 jam. Pemeriksaan ini bervariasi, bergantung pada tipe
pesawat, jumlah siklus (takeoff dan landing dianggap sebagai siklus pesawat, atau
jam terbang sejak pemeriksaan terakhir). Perawatan pesawat jenis ini hanya
melakukan pemeriksaan pada pesawat terbang untuk memastikan kelayakan
mesin, sistem-sistem, komponen-komponen, dan struktur pesawat untuk
beroperasi. Untuk Boeing 737 Classic A-check dilakukan setelah 300 jam terbang,
Airbus A340 setelah 450 jam terbang.Casa 212-200 dilakukan setelah 100 jam.

B Check ; Bergantung pada masing-masing jenis pesawat, pemeriksaan berkisar


antara 9 hingga 28 jam ground time dan biasanya dilakukan kira-kira setiap lima
bulan. Perawatan pesawat dalam skala kecil ini hanya meliputi proses
pembersihan, pelumasan, penggantian ban apabila sudah aus, penggantian baterai,
dan inspeksi struktur bagian dalam.

C Check : Sebuah pesawat harus melakukan C-Check setelah 15-18 bulan.


Bergantung pada tipe pesawat, pemeriksaan ini bisa memakan waktu 10 hari.
Perawatan pesawat tipe ini merupakan inspeksi komprehensif termasuk bagian-
bagian yang tersembunyi, sehingga kerusakan dan keretakan di bagian dalam
dapat ditemukan. Untuk Boeing 737-300 dan 737-500, inspeksi ini dilakukan
setiap 4.000 FH. Untuk Boeing 737-400 dilakukan setiap 4.500 FH. Sedangkan
untuk Boeing 747-400 dilakukan setiap 6.400 FH, Airbus A-330-341 dilakukan
setiap 21 bulan dan Casa 212-200 setiap 600 FH.

D Check ; Inspeksi ini biasa disebut overhaul. Pemeriksaan jenis ini adalah
perawatan yang paling detail, untuk pesawat Boeing 737-300, 737-400 dan 737-
500, inspeksi ini dilakukan setiap 24.000 FH. Sedangkan untuk Boeing 747-400
dilakukan setiap 28.000 FH dan untuk Airbus A-330-341 dilakukan setiap 6
tahun. Pada pengecekan jenis ini pesawat diinspeksi secara keseluruhan, biasanya
memakan waktu 1 bulan.

4.2 Fire Extinguisher

Fire extinguisher adalah sebuah alat portable pemadam kebakaran yang di


gunakan untuk memadamkan api khususnya di engine pesawat,fire extinguisher
ini biasanya di lakukan inspeksi weight setahun sekali untuk melihat apakah
beratnya masih sama atau berubah dan pergantian bottlenya setiap 5 tahun sekali,
dan berat bottlenya adalah 3,15 kg, di dalam bottle pemadam mengandung 970 gr
BCF (bromochlorodifluoromethane) di kombinasikan dengan freon dan
nitrogen.Berikut ini adalah klasifikasi pemadam kebakaran yang dipasang pada
pesawat casa 212 yang terdiri dari :

1. Dua botol pemadam kebakaran pada engine pesawat yang di gunakan


untuk setiap masing - masing engine yang terletak di belakang firewall
2. Ada empat kartrid pelepasan yang ada di bagian kokpit ,yang bisa di pakai
untuk engine sebelah kiri maupun engine sebelah kanan
3. Ada dua katup pemadam,yang terletak di sebelah botol pemadam dan
terhubung ke pipa penyemburan yang berfungsi sebagai tempat keluarnya
foam ke engine
4. Ada sebuah pipa crossfeed yang menghubungkan kedua katup pemadam
antara engine sebelah kiri dan engine sebelah kanan yang dipasangkan di
bagian tengah sayap pesawat (centre wing)
5. Ada dua lampu peringatan jenis PTT (push to talk) di panel kontrol
pemadam kebakaran, yang menunjukkan kapan kartrid pelepasan di botol
telah disemburkan dan oleh karena itu kondisi kosong dari botol pemadam
itu dapat di ketahui.
6. Ada dua sakelar inersia yang terletak di atas bagian kokpit , tujuannya
adalah untuk secara otomatis melepaskan botol pemadam pada mesin yang
sesuai saat pesawat mengalami kebakaran, saat melakukannya, saklar
inersia juga memutuskan arus listrik ke semua komponen dan sistem,
kecuali untuk menyemburkan botol pemadam dan untuk mengoperasikan
sistem lampu darurat.

( Gambar 4.2a. Bottle fire extinguisher )


( Gambar 4.2b. Saklar pelepasan )

4.3 Cara kerja bottle fire extinguisher


Cara kerja fire extinguisher ini sama seperti alat pemadam pada umumnya,
Sistem pemadam ini bekerja apabila terjadi kenaikan suhu drastis atau terjadi
kebakaran,maka pada ujung pipa di bagian bawah bottle fire ada sebuah terminal
switch yang berfungsi sebagai pendeteksi yang sangat peka terhadap suhu panas
dan menghubungkan kabel konektor dari bottle ke bagian kokpit.Apabila terjadi
kebakaran di engine langkah pertama yang harus dilakukan oleh pilot adalah
Shutdown engine agar menghentikan pasokan bahan bakar ke mesin.

Bottle fire akan mulai di tembakan oleh kokpit apabila detektor yang
mendeteksi suhu panas sudah lebih dari 900C.ketika suhu panas terdeteksi maka
alarm kebakaran atau lampu peringatan akan menyala,kemudian pilot mulai
menembakan foam atau media pemadam,dari sini katup atau cartridge yang
berfungsi mengatur keluarnya foam atau media pemadam akan terbuka dan foam
akan mengalir keluar memalui pipa diffuser dan memadamkan api.pada umumnya
tingkat kecepatan penyemprotan media pada sistem ini terbilang sangat cepat
karna hanya memerlukan waktu tak sampai 1 menit,sehingga kemungkinan
penjalaran api yang terlalu besar akan dapat di cegah secepat mungkin.
4.4 Membongkar dan memasang bottle fire extinguisher
Pada saat membongkar dan pemasangan bottle sebaiknya di amati dengan
teliti,perhatikan setiap bagian-bagian komponen dengan saksama, Kondisi dari
komponen-komponen bottle bisa di lihat secara visual inspeksi apabila terjadi
kerusakan ringan,untuk itu harus lebih teliti dalam membongkar dan pemasangan
bottle karna tanda-tanda kerusakan bisa di lihat tanpa harus mengunakan alat
khusus.

4.4.1 Automatic Fire Extinguisher

1. peralatan yang di butuhkan

A. Servicing platform

untuk mempermudah perkerjaan dalam proses memasang atau


pembongkaran komponen pesawat pada bagian engine.

B. Ring pass

untuk mengencangkan atau membuka baut atau mur yang ada pada cartridge
dan delivery pipes.
C. Pipa blank

Sebagai penutup dari cartridge pipe.

D Screwdriver

Untuk membuka atau unntuk mengencangkan baut pada cover engine.


E Voltmeter

Alat untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik pada
terminal switch.

2. prosedur pengerjaan :

A. pekerjaan yang di lakukan

1. sebelum melakukan pembongkaran pada bottle fireat langkah yang


pertama yang harus di perhatikan adalah memasang platform servis di sisi
LH (Left Hand) dan RH (Right hand) pada mesin yang sesuai.
2. lepaskan panel mesin 470JL (480JL) dengan menggunkan screwdriver dan
bukalah panel-panel berikut :

PANEL SERVICE PANEL

OVERHEAD EXT L WB 1

OVERHEAD EXT R WB 2

OVERHEAD EXT INDIC WB 15


B. pelepasan

1. lepaskan konektor kartrid (pada gambar 1 dan 7) dengan menggunakan


adjustable wrench.
2. lepaskan konektor quick-release (pada gambar 4).
3. lepaskan dua konektor indikator dari strip terminal (pada gambar 5)
4. lepaskan delivery pipes (pada gambar 2 dan 3).
5. lepaskan overpreassure pipe dengan menggunkan ring pass
(pada gambar 6).
6. kendorkan tali pengikat (into strap) (pada gambar 8). Kemudian itu
lepaskan alat pemadam api.

D. memasang

1. letakkan alat pemadam api ke dalam tali pengikat (into strap) dan
dipasang pada braket ,kemudian kencangkan strep (pada gambar 8)
2. sambungkan delivery pipes (pada gambar 2 dan 3) kemudian kencangkan
dengan menggunakan ring pass
3. hubungkan overpreassure pipe dan kencangkan menggunakan ring pass
(pada gambar 6)
4. hubungkan dua konektor indikator ke terminal switch (pada gambar 5)
5. hubungkan kedua konektor pada quick-release (pada gambar 4)
6. lakukan pengujian dengan menggunakan voltmeter pada konektor kartrid
pelepasan (pada gambar 1 dan gambar 7)
7. hubungkan konektor kartrid (pada gambar 1 dan 7) ke masing-masing
kartrid dengan menggunakan ring pass
8. pasang label pada bottle yang sudah dilakukannya inspeksi.

E. menetup

1. pasang panel mesin 470JL (480JL) dengan menggunakan screwdriver


2. lepaskan servicing platform.
3. pastikan semua alat yang di pakai dikeluarkan dari pesawat sekitar.

(Gambar 4.3.1a Automatic fire Extinguisher)

(Gambar 4.3.1b label)


4.4.2 Fire Extinguisher Valve

1. peralatan dan material :

A. Pipa blank

Sebagai penutup dari pipa cartridge.

B. Ring pass

untuk mengencangkan atau membuka baut atau mur yang ada pada
cartridge dan delivery pipes.
C. Long nose

Berfungsi sebagai penjepit kawat.

2. prosedur pengerjaan

A. Pelepasan

1. lepaskan pipa (pada gambar 1,2,5 dan 6) dari port valve (7) dengan
menggunakan ring pass
2. Pasang pipe protection covers (pada gambar 1,2,5 dan 6) pada port
valve (7)
3. kendorkan mur (pada gambar 4) dan lepaskan port valve
(pada gambar 7) dari penjepit (3) dengan menggunakan alat bantu long
nose

B. Memasang

1. pasang port valve ke penjepit (3) dan kencangkan mur menggunakan


ring pass (pada gambar 4).
2. sambungkan pipa penghubung ( pada gambar 1,2,5 dan 6 ) ke port
valve (7) dan kencangkan pipa penghubung itu dengan menggunakan
ring pass.

C Menutup

1. pasang panel mesin 470 JL (480 JL).


2. pastikan bahwa semua peralatan yang sudah di pakai harus dikeluarkan
dari sekitar pesawat terbang.

( Gambar 4.3.2 fire extinguishing valve )

4.4.3 Engine fire extinguisher system

1. peralatan dan bahan

A. unit daya dasar (ground power unit / GPU)


sebuah pembangkit daya yang ada di luar pesawat.
B. Discharge connector test lamp
Untuk mengecek lampu yang ada di terminal switch.

2. Extinguisher Pipes and Diffusers

A pekerjaan yang di lakukan

1. pasang servicing platform pada engine kiri dan engine kanan


2. melepaskan panel mesin 470 LH pada engine kiri dan panel 480 RH
pada engine kanan
3. lepaskan kedua pipa crosfeed ( pada gambar 2 ) dari bottle firead engine

B Menutup

1. sambung dan kencangkan pipa crosfeed ( pada gambar 2 ) ke bottle fired


engine pada masing-masing engine kiri dan engine kanan
2. pastikan area itu bersih dan bersih dari alat dan barang lain-lain
3. memasang panel mesin 470 LH dan (480 RH)
4. pastikan bahwa semua peralatan kerja tidak tertingal di sekitar pesawat
terbang

( 4.4.4a. Engine fire extinguisher system )


( Gambar 4.4.4b. the panel is closed )

3. perpindahan arus listrik

A pekerjaan yang di lakukan

1. pasang platform servis di sisi Left Hand mesin yang sesuai


2. lepaskan panel mesin 470JL (480JL)
3. lepaskan konektor A dan B pada terminal swicth dari kartrid pelepas
pemadam kebakaran baik engine kiri maupun pada engine kanan
4. pasang lampu uji pelepasan ke masing-masing konektor terminal swicth
setelah itu melakukan pengujian dengan menggunakan Discharge
connector test lamp
5. menghubungkan GPU dan menyalakan sistem listrik pesawat.

B Menutup

1 sambungkan dan kencangkan pipa pengangkut (pada gambar 2) ke


pemadam kebakaran Left Hand dan Right Hand masing- masing dengan
menggunakan kunci ring pass.

2. pasang panel mesin 470RH dan 480 LH pada mesin yang sesuai dengan
menggunakan Screwdriver.