You are on page 1of 12

I.

JAWABAN PERTANYAAN

1. Apa fungsi penambahan larutan HCl?


Jawab:
Larutan HCl sebagai katalis yang digunakan untuk mempercepat reaksi inversi gula
(perputaran kekiri) dan untuk menghidrolisis sukrosa. Penambahan HCl berfungsi
sebagai pemberi suasana asam dan katalis yang dapat mempercepat reaksi hidrolisis atau
terurainya sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, dimana pada akhir reaksi akan
terbentuk kembali (tidak ikut bereaksi).

2. Berikan sedikitnya 3 contoh zat optis selain gula dan berapa sudut putarnya berdasarkan
kajian pustaka dan pengamatan anda?
Jawab:
Kloroform, sudut putarnya : +52,00
Calciferol dalam aseton : + 82,60
Calciferil dalam kloroform : + 52,00

3. Berapa sudut putar larutan sukrosa, larutan glukosa, dan larutan fruktosa berdasarkan
kajian pustaka anda?
Jawab:
Berdasarkan teori bahwa mayoritas gula adalah fruktosa dan fruktosa membelokkan
cahaya ke kiri. Gula yang terdiri dari Sukrosa maupun Glukosa memutar cahaya ke
kanan. Sukrosa memiliki rotasi +66,5° (positif) produk yang dihasilkan glukosa [α]=
+52,7° dan fruktosa [α] = -92,4° mempunyairotasi netto negatif.
SUDUT PUTAR AIR
GAMBAR KETERANGAN
Mempersiapkan alat polarimeter
dengan menghubungkan kabel
dengan sumber listrik dan dinyalan
dalam bentuk tombol on / off

Ditunggu hingga cahaya atau sinar


benar –benar berwarna orange

Aquades dimasukkan kedalam kuvet


hingga tidak ada udara yang terdapat
didalam kuvet

Kuvet yang berisi aquades


dimasukkan kedalam polarimeter
dengan membuka polarimeter
terlebih dahulu

Dimasukkan ke polarimeter
kemudian ditutup
Dibaca skala sudut putar air

Cahaya yang didapatkan harus benar


– benar terang

Sudut putar air sebesar 63,8⁰

SUDUT PUTAR LARUTAN GULA


GAMBAR KETERANGAN
Gula yang telah ditimbang
dimasukkan ke gelas kimia
kemudian ditambahkan aquades
hingga 100 mL untuk membuat
larutan gula 10%

Menyiapkan kertas saring untuk


menyaring larutan gula dengan
membasahi kertas saring dengan
menggunakan aquades
Menyaring larutan gula agar terpisah
dari kotorannya

Mencuci kuvet dengan larutan yang


akan dibaca sudut putarnya

Memasukkan larutan gula kedalam


kuvet

Kuvet dimasukkan kedalam alat


polarimeter

Dilihat cahaya yang terjadi hingga


benar – benar terang terang terang

Didapatkan hasil sudut putar larutan


gula sebesar 75,5⁰
DARI WAKTU KEWAKTU
GAMBAR KETERANGAN
Mengambil larutan gula sebanyak 25
mL

Larutan gula dimasukkan ke gelas


kimia

Mengambil larutan HCl sebanyak 10


mL dan dimasukkan ke gelas kimia
yang berisi larutan gula dan diaduk
hingga homogen

Dimasukkan ke kuvet yang telah


dicuci dengan larutan yang akan
digunakan

Dibaca skala sudut putarnya hingga


didapatkan terang terang terang
LAMPIRAN PERHITUNGAN

𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖


Sudut putar 𝛼 = 𝑔𝑟
𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 (𝑑𝑚)𝑥 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟 ( ⁄𝑚𝐿 )

Sukrosa + H2O  glukosa + Fruktosa


α = 66,5⁰ α = 52,7⁰ α = 92,4⁰

 Mula – mula
Diketahui : Sudut putar gula (sukrosa) = 66,5
Ditanya :
𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖
[𝛼] = 𝑔𝑟
𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑏𝑢𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 (𝑑𝑚)𝑥 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟 ( ⁄𝑚𝐿)
66,5
= 𝑔𝑟
2,1 𝑑𝑚 𝑥 0,1 ( ⁄𝑚𝐿)
= 316,7 ⁰

 Setelah sukrosa bereaksi setengahnya


koefisien sama sehingga sudut putarnya :
(½ x 66,5) + (½ x 52,7) + (½ x 92,4) = 13,4⁰
13,4
[α] = gr
2,1 dm x 0,1 ( ⁄mL)

[α] = 63,8 ⁰

 Setelah sukrosa habis bereaksi


52,7⁰ - 72,4⁰ = - 19,7⁰
-19,7
[α] = gr
2,1 dm x 0,1 ( ⁄mL)

[α] = -93,8 ⁰
LAMPIRAN PERHITUNGAN

 Diketahui :
𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑎𝑚𝑎𝑡𝑖
Rumus = α = 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑢𝑣𝑒𝑡 (𝑙)𝑥 𝑘𝑎𝑑𝑎𝑟 (𝐶)

Panjang kuvet (l) = 21 cm = 2,1 dm

10 gram
Kadar (C) = = 0,1 gram/mL
100 mL

Putaran yang diamati = aquades = 63,80

sukrosa 10% = 75,50

sukrosa terhidrolisis 0 menit = 68,40

sukrosa terhidrolisis 7 menit = 62,20

sukrosa terhidrolisis 14 menit = 60,80

sukrosa terhidrolisis 21 menit = 59,20

sukrosa terhidrolisis 28 menit = 55,90

sukrosa terhidrolisis 35 menit = 54,20

 Ditanya : α = ….?
 Jawab :

Sukrosa 10%
75,50
α = 2,1 𝑥 0,1 = 359,5230

Sukrosa mulai mengalami hidrolisis menit ke 0


68,40
α = = 325,7140
2,1 𝑥 0,1

Sukrosa mulai mengalami hidrolisis menit ke 7


62,20
α = = 296,1900
2,1 𝑥 0,1
Sukrosa mulai mengalami hidrolisis menit ke 14
60,8°
α = = 289,5240
2,1 𝑥 0,1
Sukrosa mulai mengalami hidrolisis menit ke 21
59,20
α = = 281,9050
2,1 𝑥 0,1
Sukrosa mulai mengalami hidrolisis menit ke 28
55,9
α = = 266,1900
2,1 𝑥 0,1
Sukrosa mulai mengalami hidrolisis menit ke 35
54,20
α = = 258,0950
2,1 𝑥 0,1

t (menit) t (sekon) α

0 0 325,7140

7 420 296,1900

14 840 289,5240

21 1260 281,9050

28 1680 266,1900

35 2100 258,0950
Grafik orde 1 {ln (a-x) vs t(s)}

t (s) a (a-x)

0 325,7140 -

420 325,7140 296,1900

840 325,7140 289,5240

1260 325,7140 281,9050

1680 325,7140 266,1900

2100 325,7140 258,0950

Data (a-x) diatas dibuat mutlak agar dapat dihitung nilai ln(a-x)
t (s) a (a-x) ln (a-x)
0 325,714 - -

420 325,714 296,190 5,691

840 325,714 289,524 5,668

1260 325,714 281,905 5,646

1680 325,714 266,190 5,584

2100 325,714 258,095 5,553


Dari data di atas, dapat dibuat grafik orde 1 ln(a-x) terhadap waktu (s)

Grafik Orde 1
5.000
4.500
4.000
3.500
3.000
ln (a-x)

2.500
y = -0.0014x + 4.0998 orde 1
2.000
R² = 0.337 Linear (orde 1)
1.500
1.000
0.500
0.000
0 500 1000 1500 2000
t (s)

Grafik orde 2 {1/(a-x) vs t (s)}

t (s) a (a-x) 1/(a-x)


0 325,714 - -

420 325,714 296,190 3,37 x 10-3

840 325,714 289,524 3,45 x 10-3

1260 325,714 281,905 3,54 x 10-3

1680 325,714 266,190 3,76 x 10-3


2100 325,714 258,095 3,87 x 10-3

Grafik Orde Dua


0.05

0
0 500 1000 1500 2000
-0.05

-0.1
1/(a-x)

Y-Values
y = -0.0001x + 0.0098
-0.15 R² = 0.1629 Linear (Y-Values)
-0.2

-0.25

-0.3
t (s)

Metode non grafik

a 1/a ln a (a-x) 1/(a-x) ln (a-x)

325,714 3,07 x 10-3 5,786 296,190 3,37 x 10-3 5,691

325,714 3,07 x 10-3 5,786 289,524 3,45 x 10-3 5,668

325,714 3,07 x 10-3 5,786 281,905 3,54 x 10-3 5,646

325,714 3,07 x 10-3 5,786 266,190 3,76 x 10-3 5,584

325,714 3,07 x 10-3 5,786 258,095 3,87 x 10-3 5,553

Orde 1

ln (a-x) = ln a – kt
k = ln a – ln (a-x) /t
k1 = (5,786 - 5,691) / 420 = 2,26 x 10-4

k2 = (5,786 - 5,668) / 840 = 1,4 x 10-4

k3 = (5,786 - 5,646) / 1260 = 1,1 x 10-4

k4 = (5,786 - 5,584) / 1680 = 1,2 x 10-4

k5 = (5,786 - 5,553) / 2100 = 1,1 x 10-4

Orde 2

1/(a-x) = 1/ a + kt
1 1
−a−x
k = a
𝑡

k1 = (3,07 x 10-3- 3,37 x 10-3) / 420 = - 7,143 x 10-7

k2 = (3,07 x 10-3 - 3,45 x 10-3) / 840 = - 4,523 x 10-7

k3 = (3,07 x 10-3 - 3,54 x 10-3) / 1260 = - 3,730 x 10-7

k4 = (3,07 x 10-3 - 3,76 x 10-3) / 1680 = - 4,107 x 10-7

k5 = (3,07 x 10-3 - 3,87 x 10-3) / 2100 = - 3,8 x 10-7